Cinta Fey

Cinta Fey
Feeling


__ADS_3

Baru menjelang malam Sandra kembali ke rumah, ia langsung menuju kamarnya. Jam makan malam bersama di rumah itupun telah lewat dan suasana rumah sepi. Para penghuninya telah beristirahat di kamar masing-masing.


Setelah membersih diri, Sandra rebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan mata.


Tak lama.


Click.


Ada notifikasi chat masuk, Sandra membuka ponselnya.


Andy! Mau apalagi, dia? batin Sandra.


Andy : “Rindu.”


Walau singkat, Sandra paham maksud Andy menulis kata itu. Sandra segera membalas chat Andy.


Sandra : “Aku sudah bilang untuk tidak hubungi aku lagi.”


Setelah mengetik chat balasan untuk Andy, Sandra segera pergi tidur.


---


Tara menerima laporan saat malam tiba, setelah Sandra kembali ke rumah selesai beraktivitas di luar rumah.


Siang hari ini, Sandra pergi ke kantor Danu, ke kantor lamanya, spa dan makan malam seorang diri, batin Tara.


“Dari aktivitas hari ini terlihat wajar-wajar saja, tak ada yang patut di curigai,” guman Tara.


Setelah mendapat laporan mengenai kegiatan Sandra hari ini. Tara pun menyampaikan apa yang ia tahu hari itu pada Alex.


Alex pun memiliki pendapat yang sama dengan Tara. Mengenai aktifitas Sandra hari ini wajar saja dan tak lupa Alex berpesan pada Tara untuk tetap hati-hati.


---


Siang itu Sandra bersiap pergi menuju kantor untuk melanjutkan decor ulang yang belum selesai.


Sandra mengawasi sendiri set dekor interior ruang kantornya. Tiba-tiba tangan Sandra di tarik sesosok bertopi menuju ruang istirahat Sandra di belakang kantor dan menutup pintu rapat-rapat. Setelah mereka berada di ruang itu, orang tersebut melepaskan topinya.


“Andy!” pekik Sandra sambil membekap mulutnya sendiri agar tak terdengar orang-orang di luar sana.


“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Sandra.


Bukan jawaban yang Sandra dapat namun Andy langsung memeluknya.


Sandra berontak namun Andy mampu menahan Sandra, ia kalah tenaga dari Andy. Akhirnya Sandra menyerah dalam pelukan Andy. Sandra pun menikmati irama degup jantung Andy. Sandra merasa damai dalam pelukan laki-laki yang mencintainya itu.


“San ... aku rindu,” bisik Andy di telinga Sandra.


Setelan melepas rindu Andy, ia melepas pelukannya. Andy mengenakan kembali topinya dan bersiap meninggalkan Sandra. Sandra menahan tangan Andy, ia mengecup bibir Andy. Andy terpaku seolah-olah berpikir ini nyata atau hanya khayalan semata. Karena Andy hanya terdiam Sandra menciumnya kembali namun kali ini Andy membalasnya.


Keduanya terlibat ciuman panas tanpa suara berisik. Takut terdengar hingga ke luar ruangan itu. Karena ada beberapa orang yang sedang bekerja mendesain ulang kantor Sandra.


Merekapun mengakhiri ciuman dengan pelukan yang erat dari keduanya. Keduanya menemukan kecocokan, Sandra yang membutuhkan belaian laki-laki dan Andy mampu memberikan apa yang Sandra butuhkan.

__ADS_1


“San ... kau boleh tetap menikahi Alex, namun jangan tinggalkan aku,” bisik Andy.


Sandra memeluk tubuh Andy dengan erat dan mengangguk.


Andy melepaskan pelukannya dan mengecup kening Sandra dengan lembut.


“Thanks, San! Kau telah memberi ruang untukku,” ucap Andy sambil menatap wajah Sandra


“Hanya ini yang bisa aku lakukan....” kata Sandra terpotong.


Andy menutup mulut Sandra dengan tangannya, Andy menggeleng kepalanya lalu ia memeluk Sandra kembali.


“Aku sungguh sangat bahagia, San,” bisik Andy di telinga Sandra dan mempererat pelukannya.


Mata Sandra berkaca-kaca lalu air matanya menetes.


Sandra terharu, ternyata masih ada orang yang tulus mencintainya.


“Maafkan aku, Dy!” Suara Sandra bergetar.


Mendengar suara Sandra yang bergetar menahan tangis. Andy melepas pelukannya, Andy menyentuh wajah Sandra dan menghapus air matanya dengan tangannya.


“Jangan lagi menangis, San! Hatiku sakit melihatnya,” ucap Andy lirih.


Sandra kian tersentuh dan mengutuk kebodohannya menyia-nyiakan orang yang memberi ia cinta dengan tulus lebih memilih mengemis cinta pada Alex.


“O ... Dy!” Hanya itu yang terucap dari bibir Sandra.


“Aku rela menderita demi kau, San!” ujar Andy memeluk Sandra kembali.


Andy mengenakan topinya dan keluar dari ruangan itu. Tak lama Sandra pun keluar dari ruangan itu, tanpa ada satu orang pun yang memperhatikan mereka berdua karena kesibukan masing-masing para pekerja.


Hari itu terasa indah bagi Sandra, ia merasa di hargai oleh seorang laki-laki bernama Andy.


---


Pisah kamar dengan Alex, benar-benar Sandra manfaatkan dengan baik. Sandra lebih leluasa berbicara atau video call dengan Andy melalui ponselnya terutama di malam hari.


Hubungan keduanya kian intens, terutama melalui ponsel. Kadang-kadang mereka bertemu diam-diam.


---


Malam itu kembali Tara tak mendapat informasi berarti dari pengintaian Sandra. Tara tak mencurigai apapun karena Andy menemui Sandra dengan menyamar pegawai renovasi kantor Sandra.


Tara berdiskusi dengan Alex di kamarnya.


“Lex, aku yakin Sandra telah selingkuh,” ucap Tara.


“Feelingku bicara begitu, Ra! Karena akhir-akhir ini ia sudah tak buat ulah lagi denganku,” ucap Alex.


“Memang terlihat dengan jelas, raut wajahnya pun lebih berseri, seperti orang sedang jatuh cinta,” sahut Tara.


"Aku sudah tak perduli dia main gila dengan siapa? Buatku yang penting menangkap basah dia, untuk membuat dia mau bercerai denganku, Ra!” ucap Alex.

__ADS_1


“Cuma mereka bertemu di mana dan kapan mereka bertemu. Itu yang harus aku tahu untuk menangkap basah mereka,” balas Tara.


Alex mengangguk.


“Mungkin jika kalian berdua tinggal satu kamar, pasti lebih mudah melacaknya dan mempersempit ruang gerak Sandra juga” kata Tara.


“Gila! Aku tak mau melakukan itu,” sahut Alex.


“Ya coba saja untuk memancing reaksi dia, Lex!” ucap Tara.


Alex berpikir.


“Apa aku harus melakukan itu, Ra?” tanya Alex seperti orang bodoh.


Tara yang di tanya hanya mengangkat bahu dan kedua tangannya.


“It's up to you!” jawab Tara santai.


Alex mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. Tara hanya tersenyum melihat tingkah laku Alex.


---


Kantor Sandra telah selesai di renovasi, Sandra tampak puas dengan perubahan wajah kantornya. Andy memeluk Sandra dari belakang.


“Selamat, San! Kantormu telah selesai renovasi,” ucap Andy sambil mencium kening Sandra.


“Makasih, Dy” balas Sandra.


“Sudah, cuma gitu doang?” tanya Andy.


“Terus aku harus bagaimana?” Sandra tanya balik berlaku pura-pura bodoh.


Andy langsung mengendong Sandra ala bridal style ke atas ranjang.


“San ... aku ingin kau!” ucap Andy.


“Hm ....” sahut Sandra cuek.


“San... " kata Andy sambil menggelitik pinggang Sandra.


“Jangan ... Dy ... aku ... ha ... ha ... aku geli ... Dy,” ucap Sandra sambil tertawa dan belingsatan tak karuan di atas ranjang.


Andy menghentikan gelitiknya Andy menindih tubuh Sandra. Tangan Andy menyibak rambut yang terurai di wajah Sandra merah merona.


“San ... kau cantik sekali!” kata Andy sambil menyentuh wajah Sandra.


Andy mencium bibir Sandra dengan lembut.


Mereka bergumul di sana.


“Dy ... jangan kissmark di leher,” pinta Sandra.


“Ok ... baby, no problem!” sahut Andy.

__ADS_1


Mereka pun bercinta hingga berkali-kali.


__ADS_2