Cinta Fey

Cinta Fey
Honeymoon


__ADS_3

Saat Fey keluar dari kamar mandi, Alex telah tertidur pulas. Setelah mengunakan krim malam dan menyisir rambut panjangnya, Fey merangkak naik ranjang dengan perlahan-lahan agar tidur Alex tak terganggu. Fey dengan menahan napas, merebahkan tubuh di samping Alex. Tak lama napas Fey terdengar teratur, tanda Fey telah tertidur pulas. Alex pun membuka matanya.Ternyata ia pura-pura tertidur. Alex menatap wajah Fey di hari pertama resmi menjadi isterinya.


Malam ini! Seharusnya jadi malam pertama kita.


Alex pun akhirnya tertidur di samping Fey.


---


Pagi masih gelap namun dapur sudah terang benderang. Aroma makanan menyebar kemana-mana membuat para penghuninya mau tak mau bangun karena aromanya mengundang lapar.


“Fey! Apa yang kau lakukan di dapur pagi-pagi buta begini.”


Anna membelalakkan mata, di meja makan sudah tersaji beberapa menu masakan.


“Fey masak untuk sarapan, Ma!”


“Bibi bisa, Non! Non enggak usah repot-repot.”


Nah yang bangun kalah pagi dari Fey.


“Kakak ipar! Kau masak menu sarapan yang komplit begini. Baru kali ini aku sarapannya macam-macam. Kalau sudah gini mau tidur lagi sayang. Terlanjur sudah liat yang hangat-hangat,” ujar Tara.


Candra dan Alex yang bangun terakhir, cuma bengong.


“Lain kali enggak usah repot-repot, Fey!” ucap Anna.


“Enggak repot, kok Ma,” sahut Fey.


---


Setelah kejadian semalam, kini Alex mengenakan kimono setiap habis mandi.


“Fey, hari ini aku mau ke kantor sebentar. Kau packing barang-barang yang akan kita bawa,” ucap Alex.


“Ya,” sahut Fey.


Alex dan Fey malam ini berencana pergi bulan madu ke Korsel.


---


“Kenapa kamu di kantor, Lex? Bukankah kau akan pergi bulan madu!”


Candra terheran-heran melihat Alex berada di kantor. Setelah kemarin baru saja menikah.


“Perginya kan, nanti malam,” kata Alex.


“Tapi tetap saja, kau harus packing. Sudah sana kau urus saja rencana perjalananmu!” ucap Candra.


Mau tak mau Alex menuruti kemauan Candra. Alex akhirnya kembali ke rumah untuk berkemas-kemas.


---


Malam itu keduanya akan terbang ke Korea Selatan untuk bulan madu.


“Kalian berdua bersenang-senanglah! Nanti kalian pulang jadi bertiga, ya! Beri mama cucu seganteng Kang Daniel,” ucap Anna yang demen KPop.


“Mama bagaimana! Aku kan, ayahnya. Masa minta anak mirip Kang Daniel. Fey, kau selingkuh!” Alex berseloroh.


Fey tersenyum lebar.


“Ya, sudah! Nanti kalian pulang berlima. Tiga cucu kembar, satu mirip kau, satu mirip Fey dan satu lagi mirip Kang Daniel,” ucap Anna tetap memaksa.


“Itu di mana kembarnya? Wajah beda-beda gitu,” timpal Candra.


Mereka semua tertawa gembira kecuali Fey. Fey hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Setelah boarding pass, Alex mengenggam tangan Fey.


”Tanganmu dingin! Kau sakit?”


Alex memegang dahi Fey.


Fey menggeleng.


“Aku takut, Lex.” Wajah Fey menegang.


Alex mengenggam tangan Fey, wajah Fey yang menegang sedikit lebih relaks. Maklum ini pertama kali bagi Fey naik pesawat.


Setelah mereka terbang.


“Baru kemarin rumah kita bertambah satu anggota keluarga baru. Hari ini berdua pergi, berasa sepi, ya Ma?” ucap Candra.


“Iya, Pa! Mudah-mudahan Fey cepat hamil. Jadi rumah kita akan ramai,” balas Anna.


“Tenang Pa ... Ma ...! Ara akan selalu setia menemani kalian,” timpal Tara.


“Ini anak, terus kau mau jadi perawan tua!” kata Anna ketus.


---


Tak terasa sudah dua pekan Alex dan Fey pergi honeymoon.


Hari ini mereka akan pulang, Anna dari pagi sudah repot ini itu untuk menyambut anak dan menantu.


“Nah, kau bersihkan kamar Alex. Hari ini mereka pulang!” kata Anna.


“Ya, Nyonya!” jawab Nah.


“Eh, Nah panggil Mul dulu!”


Nah segera kebelakang memanggil Mul supir pribadi keluarga Candra.


“Mul, jangan lupa! Jemput mereka ke bandara. Kalau tidak kau pergi sekarang saja! Jangan biarkan mereka menunggu di bandara.”


“Iya, Nyonya!” balas pak Mul.


Mul segera bergegas tanpa menunggu lagi. Anna tak lupa menghubungi Candra melalui ponsel.


“Halo ... Pa.”


“Ya ... halo. Ada apa, Ma?”


“Pa ... nanti cepat pulang! Menantu kita pulang.”


“Ya ... Ma! Papa usahakan!”


“Ya ... bye Pa!”


“Bye ... Ma!”


Sekitar 1 jam, Mul kembali dari bandara menjemput tuan dan nyonya mudanya. Mul membuka bagasi, banyak yang harus Mul bongkar.


Anna menyambut kedatangan keduanya dengan perasaan gembira.


“Selamat datang, Sayang,” kata Anna.


Alex dan Fey menyambut Anna dengan pelukan.


“Papa belum pulang, Ma!” tanya Alex.


Anna mengangguk.

__ADS_1


“Banyak sekali yang kalian bawa,” kata Anna.


“Banyak yang harus kami beri oleh-oleh, ya Sayang!” sahut Alex.


Fey mengangguk.


”Kalian sudah makan?” tanya Anna.


“Kami sudah makan, Ma!” jawab Fey.


“Ya, sudah! Kalian pasti lelah sebaiknya istirahat dulu. Ceritanya bisa nanti,” ucap Anna.


Alex dan Fey beranjak menuju kamar.


“Kau mau mandi sekarang,Lex?” tanya Fey.


“Ya,” jawab Alex.


Fey menyiapkan pakaian dan handuk untuk Alex.


“Ini pakaiannya, Lex.”


Alex masuk ke kamar mandi lalu Fey mengambil ponsel untuk menghubungi Amanda.


“Halo Mama!”


“Hai ... Fey! Kapan sampai?”


“Baru saja, Ma! Ma, Fey ke rumah Mama besok, ya. Hari ini Fey capai, mau istirahat dulu.”


“Ya, Sayang! Sebaiknya kau istirahat. Bye!”


“Bye!”


Setelah Alex selesai mandi, Fey memberi handuk untuk menyeka rambut basah Alex.


“Kau sudah telepon mama Manda?”


Fey mengangguk.


Fey meninggalkan Alex, ia masuk ke kamar mandi. Saat bercermin mata Fey mulai berkaca-kaca, air matanya menetes tak terbendung lagi. Fey menyalakan kran agar tangisannya tak terdengar oleh Alex.


Setelah sekian lama, Fey keluar dari kamar mandi. Tampak Alex telah tertidur pulas di atas ranjang. Fey pun menyusul tidur di samping Alex. Saat Fey sudah tertidur, Alex membuka matanya. Alex membalikkan badan dan memandang wajah Fey yang tertidur pulas.


Maafkan aku ... Fey! batin Alex.


Alex merasa menjadi manusia paling jahat karena telah menyakiti wanita selembut Fey. Ada rasa sesal di hati Alex. Mengapa ia berbuat demikian pada Fey. Alex tertidur dengan menggenggam tangan Fey hingga pagi menjelang.


Fey terbangun dan dilihatnya Alex mengengam tangannya. Dengan perlahan Fey melepaskan genggaman tangan Alex. Fey turun dari ranjang dengan berlahan-lahan agar Alex tak terusik karena ulahnya.


“Kau sudah bangun rupanya,” ucap Alex.


Fey terkejut karena ia sudah berusaha sangat pelan.


“Eh, iya. Maaf sudah menganggumu.”


“Tidak, Fey! Memang hari ini aku harus bangun pagi.”


“Mandilah! Kau akan mulai bekerja hari ini, kan!”


“Ya!” ucap Alex.


Pagi itu, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka semua sarapan bersama sambil bercakap-cakap.


“Eh ... yang baru pulang honeymoon,” sapa Candra.

__ADS_1


“Maaf, Pa! Kami semalam kelelahan, tak sempat menemui Papa,” ucap Fey.


“Sudah, tak usah risau. Papa juga minta maaf karena pulang terlambat dari kantor. Hingga tak bisa menyambut kalian,” sahut Candra.


__ADS_2