
“Aku menyesal, Ra! Kenapa kami terlambat bertemu” ucap Alex.
“Lex, lebih baik terlambat daripada kalian tak bertemu sama sekali,” sahut Tara.
“Kau benar, Ra! Aku yakin perpisahan ini akan membuat kami semakin merekat, karena sekian bulan aku berpisah dengan Fey aku semakin merindukannya. Fey pasti merasakan hal yang sama, Ra?” tanya Alex.
“Pasti, Lex! Apalagi kau adalah pria pertama dan terakhir bagi Fey. Fey enggak pernah menyukai atau menjalin hubungan dengan siapapun selain kau,” jawab Tara.
Alex mengangguk.
“Setelah kejadian kemarin, apa ada niat kalian untuk bercerai?” tanya Tara.
“Aku sempat nyeplos gitu tapi Sandra tak semudah itu, justru ia menuduhku yang menjebak dia,” ujar Alex.
“Gila! Benar-benar gila!” sahut Tara.
“Kita tunggu saat yang tepat, untuk sekarang kita belum siap, Ra!” kata Alex.
“Ya, aku ngerti. Jika Sandra, kau ceraikan. Kita harus mengembalikan dana yang sudah ia berikan ke papa. Agar tak muncul masalah di kemudian hari,” balas Tara.
Alex mengangguk.
“Aku ingin tuntas menyelesaikan masalah ini. Kita tunggu saja, jika sudah saatnya tiba pasti akan datang,” ucap Alex.
---
Setelah Sandra menangis hingga tertidur, membuat ia merasa lega.
“Sebaiknya aku mandi agar segar,” guman Sandra.
Sandra melangkah menuju kamar mandi. Ia membuka pakaiannya untuk bersiap mandi. Dalam keadaan telanjang, melalui cermin Sandra memperhatikan leher dan bagian dada yang penuh kissmark.
Sandra membayangkan kembali adegan demi adegan semalam membuat Sandra bergairah sendiri.
Sandra mulai merangsang dirinya, ia menyentuh titik-titik sensitifnya dan bermain di sana. Tangannya mulai menyentuh miliknya di bawah sana.
“Aahh ... hmmm ....” Sandra mendesah.
Dengan jari-jarinya, ia mulai masuki area sensitif dan bermain di dalamnya.
“Aahh ... oohhh ....” Suara Sandra berlomba dengan gerakan tangan yang kian cepat dan tubuhnya mulai mengejang.
“Aaaahh ....” teriakan Sandra.
Sandra terkulai di lantai. Hanya suara napas ngos-ngos solonya yang terdengar memenuhi ruang kamar mandi.
Bagaimanapun juga, Sandra seorang wanita yang rindu di sentuh dan ia sudah merasakan sentuhan pria walau itu bukan Alex.
Setelah membersihkan diri, Sandra berpikir bagaimana memperbaiki hubungannya dengan Alex.
Tak satupun rencanaku yang berhasil, kalau begini aku bisa gila! batin Sandra.
Sandra jalan mondar mandir di dalam kamar.
Sebaiknya aku mempublikasikan hubunganku dengan Alex. Akan kubuat ia tak berkutik. Agar ia tak bertingkah seenaknya di depanku lagi! batin Sandra.
__ADS_1
Sandra bergegas mencari gaun terbaik dan berdandan cantik seperti layaknya seorang gadis akan pergi kencan.
---
Siang itu Alex baru tiba di kantor setelah rapat dengan dewan direksi.
“Lex, kau di tunggu seseorang di ruangan,” kata seorang rekan.
“Bukankah sekarang tidak ada janji temu dengan siapapun!” sahut Alex.
“Memang benar, Lex! Tapi dia bilang, dia istrimu, jadi aku suruh tunggu di ruanganmu,”
“Apa! Istriku? Fey!” sahut Alex.
Raut wajah Alex berubah, tanpa menghiraukan ucapan rekannya lagi, Alex langsung menerobos kantor dan membuka pintu dengan penuh semangat.
“Fey!” panggil Alex.
“Hm ... rupanya kau masih merindukan wanita itu” ucap Sandra.
Wajah Alex berubah kecewa saat melihat Sandra yang ada di dalam ruangannya. Alex menutup pintu dengan lemas.
“Mau apa kau kemari?” Alex ketus.
Alex tak menghiraukan apa yang Sandra katakan. Ia bersandar depan meja kerjanya dan menyilangkan tangan.
Sandra menghampiri Alex.
“Apa aku tak boleh mengunjungi kantor suamiku!” Sandra berbisik manja di telinga Alex.
“Sebaiknya kau pergi! Jangan berbuat macam-macam di sini,” ucap Alex.
“Aku enggak akan macam-macam, aku cuma mau satu macam saja. Kau bersikap baiklah padaku!” sahut Sandra.
Sandra mengelus dada bidang Alex.
“Kau!” Mata Alex membelalak.
“Kenapa? Apa kau mulai terangsang? Apa kau mulai tertarik lagi padaku atau kau malu mengungkapkan padaku sekarang!” Sandra manja menggoda.
“Ayolah, kita sudah sama dewasa! Kita saling membutuhkan. Bukankah kau sudah lama di tinggalkan oleh wanita itu. Kau pasti rindu di sentuh wanita,” balas Sandra.
Tangan Sandra tak berhenti menyentuh tubuh Alex lalu Sandra memeluk Alex dan kepalanya bersandar di dada Alex. Alex segera melepaskan pelukan tangan Sandra dan menjauh.
“Sebaiknya kau pulang!” teriak Alex
Alex mengusir Sandra sebelum hal yang tak di inginkan terjadi.
“Apa, pulang?” ucap Sandra.
“Pulang, kau sana!” kata Alex dengan suara meninggi.
“Aku tak akan pulang, sebelum kau bersikap mesra padaku atau aku akan teriak agar seluruh orang di gedung ini tahu bagaimana kau memperlakukan seorang istri!” balas Sandra.
Alex segera memutar otak untuk mengatasi orang gila seperti Sandra.
__ADS_1
“Silakan saja! Kau mau teriak biar mereka juga tahu. Apa yang sudah dilakukan oleh seorang istri. Apa kau lupa skandal yang kau buat dengan Indra di rumahku,” kata Alex menantang.
“Kau berani!” ucap Sandra menantang.
“O ... tentu saja aku berani! Kenapa tidak. Itu hal yang mudah buatku,” sahut Alex.
Alex mendekati Sandra.
“Aku tinggal panggil Indra kemari atau yang lebih ekstrim lagi akan aku sebarkan video panasmu itu,” bisik Alex.
“Kau!” kata Sandra.
Sandra menuding Alex.
“Apa!” balas Alex.
“Kau tak punya perasaan!” ucap Sandra.
“Apa kau bilang! Perasaan! Aku masih punya perasaan tapi bukan untukmu. Kau yang mengajarkanku untuk tidak berbelas kasih terutama padamu. Setelah perlakuanmu padaku, saat aku butuh kau. Apa yang kau khawatirkan! Gaunmu yang mahal itu!” sahut Alex.
“Bisakah, kau tidak mengungkit itu lagi!” teriak Sandra.
“Hah! Kenapa? Kau merasa bersalah?” tanya Alex.
“Tidak!” jawab Sandra cepat.
“Sudah kuduga! Kau tahu! Aku menyesal pernah cinta mati untukmu. Kau dengar!” kata Alex meninggi.
“Sebaiknya kau keluar atau aku panggil securiti untuk menyeretmu keluar!” kata Alex lagi.
Mau tak mau Sandra keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesal.
Setelah Sandra pergi, Alex menghempaskan diri ke sofa kantornya.
“Huh! Hampir saja, aku lepas kontrol,” guman Alex.
Alex memejamkan mata, ia menghela napas. Alex menenangkan diri, bagaimanapun Alex laki-laki normal yang masih bereaksi jika mendapat sentuhan seperti tadi.
Ya, Tuhan lindungi aku! O ... Fey! Di mana kau! Sampai kapan aku harus bertahan dari rubah pengoda! batin Alex.
Alex menenangkan diri saat hasratnya sedikit terpancing oleh Sandra.
Semoga kau jauh di sana, bisa menjaga hatimu untukku! batin Alex.
---
Di kamar Sandra
“O ... jadi dia bernama Indra, boleh juga permainan dia,” ucap Sandra.
Saat Sandra melamun ke mana-mana.
“Gila! Aku harus fokus pada Alex. Jangan sampai aku jatuh lagi,” kata Sandra seperti memberi semangat pada diri sendiri.
“Aku bersyukur masih memiliki banyak waktu. Selama wanita murahan itu tak muncul. Aku bisa membuat pertahanan Alex lama-lama runtuh,” ucap Sandra penuh keyakinan.
__ADS_1