Cinta Fey

Cinta Fey
Cerai


__ADS_3

Malam itu juga, Alex pergi ke rumah Danu, untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya sesegera mungkin.


“Tumben kau kemari, mana Sandra?” tanya Danu.


“Aku kemari bukan sebagai menantu mengunjungi mertua! Karena aku selamanya tak pernah menjadi menantumu!” jawab Alex.


“Lalu, mau apa kau kemari?” tanya Danu.


“Aku mau memberikan ini!” jawab Alex.


Alex menyerahkan sebuah amplop besar pada Danu. Danu menerima amplop tersebut dan membukanya.


“Surat gugatan cerai? Apa maksudmu?” tanya Danu.


“Seperti yang tertulis di situ aku berniat memulangkan Sandra ke rumah ini kembali” jawab Alex.


“Apa! Kau bilang, setelah kau permainkan anakku. Kini kau bilang akan memulangkan Sandra. Enak saja, kau kalau bicara!” teriak Danu.


“Aku tak pernah mempermainkan Sandra justru kalian yang mempermainkan hidupku!” kata Alex.


“Kau tak usah banyak bicara! Aku anggap pembicaraan ini tak pernah ada!” Danu meradang.


“Aku tak pernah punya niat memperistri Sandra tapi kalian yang minta aku menikahi Sandra. Ini hanya perkawinan di atas kertas,” balas Alex.


“Aku tak akan pernah mengabulkan permintaanmu! Sebaiknya kau pergi dari sini!” teriak Danu kian meninggi.


Lalu Alex mengeluarkan ponsel dari sakunya.


“Sebaiknya kau lihat video ini baik-baik!” ucap Alex.


“Tak perlu! Sebaiknya kau segera angkat kaki dari sini!” usir Danu.


“Setelah kau melihat ini, baru kau putuskan akan mengabulkan permintaanku atau tidak itu terserah kau!” kata Alex.


Alex memutar video itu dengan volume yang lumayan keras. Begitu terdengar suara yang familiar di telinga Danu. Danu melihat video apa yang Alex putar untuk ia lihat. Suara desahan Sandra mampu membuat bulu kuduk berdiri.


“Ini ... ini apa!” teriak Danu yang melihat Sandra sedang bercinta dengan seorang laki-laki dan laki-laki itu bukan Alex.


“Seperti yang kau lihat, sangat panas ... melebihi aktris yang biasa berperan adegan ranjang di film-film!” ucap Alex.


Danu hanya terdiam.


“Sebaiknya kau terima tawaranku ... sebelum video mesum Sandra membuat reputasimu jatuh!” ucap Alex.


“Dan satu lagi ... dalam amplop itu ada selembar cek dengan jumlah melebihi apa yang kau pinjamkan pada kami. Anggap saja kami membayar hutang beserta bunganya!” kata Alex lagi.


Danu terkulai lemas di sofa.


Alex mengambil kembali ponselnya dan berlalu dari hadapan Danu dan meninggalkan rumah yang tak ingin ia injak lagi.


---


Sandra mengusap air matanya, ia berusaha menenangkan diri. Hati Sandra hancur berkeping-keping. Dalam sehari Sandra kehilangan dua laki-laki dan keduanya juga meninggalkan luka untuknya. Setelah merasa tenang Sandra pun pulang ke rumah Candra.

__ADS_1


---


Tara sudah selesai mengemasi semua barang-barang Sandra dalam dua koper besar, lalu kedua koper itu ia dorong hingga di teras rumah.


Tak lama kemudian, tampak mobil Sandra memasuki halaman rumah dan saat di teras rumah, Sandra melihat koper miliknya ada di situ.


“Apa ini!” teriak Sandra.


“Apalagi! Kalau bukan barang-barangmu. Aku bantu kau berkemas, silakan kau angkat kaki dari rumah ini sekarang juga!” kata Tara.


“Kau berani mengusirku!” teriak Sandra.


“Tentu aku berani, kau yang membuat dirimu terusir. Kalau kau tak main gila di luar sana. Pasti kau masih baik-baik saja di rumah ini,” balas Tara.


“Ini semua rencanamu, kan? Kau yang menjebakku!” teriak Sandra sambil melayangkan tamparan ke wajah Tara.


Tiba-tiba sebuah tangan menangkap tangan Sandra.


“Jangan pernah kau menampar adikku!” gertak Alex sambil menghempaskan tangan Sandra.


Sandra melihat Alex, ia segera meraih tangan Alex dan menggenggamnya.


“O ... Lex! Kau harus percaya padaku. Adikmu telah menjebakku!” kata Sandra.


”Cukup, San! Kau tak usah bersandiwara lagi. Aku muak denganmu!” sahut Alex.


“Dengarkan penjelasanku dulu, semua yang kau dengar itu tidak benar, Lex!” ucap Sandra.


Sandra mengangguk.


“Lalu apa yang kulihat ini benar?” tanya Alex sambil memutar video mesum Sandra di ponselnya.


“Kau ... kau ...! Berikan padaku!” Sandra berusaha meraih ponsel Alex.


Namun usaha Sandra sia-sia menggapai tangan Alex.


“Hentikan ... San!” teriak Danu.


Sandra segera menghampiri Danu, Sandra mengenggam tangan Danu.


“Pa! Bantu Sandra bicara dengan Alex. Itu semua tidak benar,” kata Sandra.


Namun Danu tak menghiraukan perkataan Sandra.


“Kita pulang, Sayang!” ajak Danu sambil mengandeng tangan anak semata wayangnya itu.


Sandra bersimpuh di hadapan Danu, ia memohon pada Danu. Namun Danu menarik paksa Sandra.


“Tidak! Sandra tidak mau pulang. Rumah Sandra di sini. Siapapun tak berhak mengusir Sandra!” teriak Sandra sambil menghentakkan tangan Danu.


Danu melambaikan tangannya, tak berapa lama muncul beberapa orang laki-laki. Yang sebagian orang menarik Sandra menuju mobil dan sisanya yang lain mengangkat koper Sandra.


“Tidak, Pa! Sandra tak mau pergi ... tidaaakkk!” teriak Sandra sambil meronta-ronta tapi sia-sia, tenaganya kalah kuat dari para pengawal Danu.

__ADS_1


“Aku akan kirim surat cerainya dan pastikan kau menghapus semua video!” kata Danu sebelum meninggalkan rumah Alex.


“Pasti!” sahut Alex.


Setelah mereka berlalu, Alex menghempaskan tubuhnya ke sofa. Bagai prajurit perang menghadapi pertempuran terakhir dengan kemenangan mutlak.


“Selamat, Lex!” ucap Tara.


Alex beranjak dari sofa dan memeluk Tara.


“Makasih, Ra! Ini berkat kau!” ucap Alex memeluk erat tubuh Tara sambil menepuk-nepuk punggung Tara.


“Tidak, ini berkat kita semua!” sahut Tara.


“Ada apa ini? Sepertinya mama melewatkan sesuatu?” tanya Anna yang baru sampai di rumah sehabis berpergian.


Bukannya menjawab, malah kedua bersaudara itu menarik Anna ke dalam pelukan mereka dan memeluk erat-erat.


“Hai ... hai ... ! Kalian ini ada apa?” tanya Anna terlihat binggung.


Lalu secara singkat mereka menceritakan pada Anna.


“Ya, Tuhan! Terimakasih. Jadi kita tinggal mencari Fey!” teriak Anna kegirangan.


Alex mengangguk.


“Papa kalian pasti senang mendengar berita ini. Mama mau telepon papa dulu!” ucap Anna sambil berlalu menuju kamarnya.


Kedua bersaudara itu saling pandang dan tersenyum lebar.


“Silakan masuk ke rumah kita yang kini damai kembali!” ucap Tara.


Alex menyambut dengan senyuman sambil mengandeng adik tersayang untuk masuk bersama-sama.


---


Setelah membersihkan diri, Alex menatap dan menyentuh wajah Fey dalam foto, mata Alex berkaca-kaca.


“Fey ... kembalilah!” ucap Alex tak sadar air matanya mengalir di pipi.


Alex membawa tidur foto Fey dalam pelukannya.


Malam pun berganti pagi.


---


Pagi itu Sandra sudah bersiap menuju kantor, ia menunggu Andy namun yang di tunggu tak menunjukkan batang hidungnya.


Lalu Sandra mencari ke rumah Andy, lagi-lagi ia harus kecewa karena menurut orang di rumahnya, Andy semalam terbang ke luar negeri untuk mengelola bisnis di sana.


Sandra hanya bisa menangis di dalam mobil, ia telah kehilangan segalanya. Tiba-tiba sorot mata Sandra berubah.


“Tidak ... aku tak bisa begini. Ini semua karena Tara!” kata Sandra sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2