Cinta Fey

Cinta Fey
Berusaha Mencintai


__ADS_3

Fey terkejut, ada Sandra di sana namun Fey segera menguasai situasi saat Alex menyambutnya.


“Maaf, Sayang! Aku tak bisa menjemputmu.”


Alex menyambut Fey dengan pelukan dan ciuman di kening. Fey hanya mengangguk dan tersenyum.


“Kau ... kau! Mau apa kau kemari!” Sandra menuding wajah Fey.


Alex menarik Fey, untuk menghindari Sandra berbuat ekstrem pada Fey.


“Aku yang ajak kemari!”


“Lex, aku hanya ingin bicara denganmu!” teriak Sandra.


“Maaf, San! Kami telah bertunangan. Apapun urusanku menjadi urusannya begitu juga sebaliknya,” jelas Alex.


“Tapi aku mau bicara pribadi tentang kita,” kata Sandra.


“Apalagi ini soal pribadi, kau mantanku! Aku tak mau menyakiti hati Fey, dengan urusan mantan dibelakangnya. Silakan kau lanjutkan!” balas Alex.


“Kau!” teriak Sandra kehabisan kata-kata.


Sandra pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kesal. Alex tersenyum puas melihat kekesalan Sandra.


“Kenapa kau tak bilang, kalau janji bertemu Sandra?” tanya Fey.


“Akan terlihat sandiwaranya, kalau kau tahu.”


“Aku–”


“Sudah! Kita tak usah bahas wanita itu. Ayo, kita pergi makan di tempat lain!” potong Alex.


Alex mengandeng tangan Fey menuju mobil. Seperti biasa, Alex selalu membuka pintu mobil untuk Fey, keduanya pun melesat meninggalkan tempat itu.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata mengawasi. Tangan Sandra meremas kemudi dengan kencang, ia mengawasi mereka. Sandra menduga mereka bersandiwara untuk membalas perbuatannya.


“Awas kalian! Aku tak akan menyerah begitu saja,” ucap Sandra.


---


Sandra memacu kendaraannya menuju sebuah gedung perkantoran.


“Papa ada?" tanya Sandra pada seorang sekretaris.


Tanpa menunggu jawaban, Sandra menerobos ruang CEO. Sang sekretaris hanya membiarkan karena ia paham betul, tabiat anak pimpinannya.


Sandra masuk dan membanting tasnya ke sofa.


“Ada apa, datang-datang langsung kesal begitu,” ujar Danu.


“Pa! Bicara dengan om Candra, minta Alex maafkan Sandra. Sandra mau balikan dengan Alex!” kata Sandra.


Sandra putri tunggal Danu Hartawan kolega Candra Wijaya yang tak lain papa Alex.


“Andy, gimana?” tanya Danu.


“Kami hanya teman biasa. Ayolah, Pa! Bantu Sandra!”


“Iya ... ya! Nanti papa cari waktu bicara dengan Candra.”


Danu tak bisa menolak permintaan anak semata wayangnya.

__ADS_1


“Benar ya, Pa! Tapi jangan lama-lama.”


Danu mengangguk


Sandra langsung ceria kembali, sifat Sandra seperti cuaca cepat sekali berubah. Itu karena Danu terlalu memanjakannya. Terutama setelah Sandra kehilangan figur ibu di usia muda.


---


“Minggu depan aku akan melamarmu!” ucap Alex tiba-tiba.


Ting


Fey menjatuhkan sendok di atas piring karena terkejut.


“Kenapa?” tanya Alex.


“Bukankah masih dua bulan lagi, selesai semester ini,” jawab Fey lirih.


“Sejak awal aku minta secepatnya kita menikah dan kita sudah membahasnya bersama. Kau akan mengakhiri kuliah kira-kira dua bulan lagi. Dalam waktu dekat aku akan melamarmu. Dua bulan kemudian kita menikah. Aku rasa cukup waktu dua bulan mempersiapkan pernikahan,” jelas Alex.


“Secepat itu!” guman Fey lirih.


Fey tiba-tiba merasa kenyang, ia kehilangan selera makannya.


“Ya. Kau sampaikan pada papa dan mama”


Fey hanya bisa mengangguk.


Mengapa kau ingin cepat-cepat, apa yang mengejarmu? Hingga kau harus mendesakku secepat ini.


---


“Ma, lamarlah Fey!” pinta Alex.


“Tidak, Ma! Dari awal kami sudah bicarakan ini. Kami akan menikah kira-kira dua bulan lagi.”


“Dua bulan! Kenapa buru-buru, Fey juga belum selesai kuliah. Apa jangan-jangan Fey hamil, Lex!" teriak Anna.


“Tidak, Ma! Bukan seperti itu. Pokoknya lamar Fey untuk Alex. Mulai pekan depan Alex akan mulai masuk ke perusahaan.”


Wajah Alex memerah gara-gara tuduhan Anna menghamili Fey.


Perusahaan! Alex masuk perusahaan, anakku sudah benar-benar dewasa sekarang. Fey memberi dampak positif untuk Alex.


Anna langsung memberi kabar pada Candra mengenai permintaan Alex untuk melamar Fey.


---


Sore itu Tara berkunjung di rumah Fey.


“Fey, kudengar kau bertemu Sandra di reuni?” tanya Tara.


“Tidak itu saja. Kemarin di resto Japanese yang kau suka,” jawab Fey.


Fey menceritakan perseteruan di ruang privat antara Alex dan Sandra.


“Hah! Alex memang pintar bikin hati dongkol” sahut Tara.


“Ra ... walau aku dulu mengenal Alex hanya sebentar tapi sejak kecelakaan aku merasa sifatnya beda,” ucap Fey.


“Apa maksudmu?” tanya Tara.

__ADS_1


Fey cerita sekilas dari Alex mulai bisa jalan kembali hingga sekarang.


“Tadi siang Alex bilang akan melamarku secepatnya dan menikah dua bulan lagi.”


Tara mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menangkap maksud Fey tapi dengan versi yang berbeda.


---


Sepulang dari rumah Fey, Tara menemui Alex di kamarnya.


“Lex ... kalau kau menikahi Fey hanya untuk membalas Sandra, sebaiknya jangan kau lakukan,” kata Tara.


“Apa maksudmu?”


“Kau ingin menunjukkan Fey pada dunia, kalau dia milikmu tapi menurutku tidak. Karena kau membawa Fey ke tempat-tempat yang biasa kau kunjungi bersama Sandra. Kau ingin menunjukkan hanya pada Sandra saja. Kau tak bisa melepaskan diri dari bayang-bayang Sandra.” Tebak Tara.


“Ti–tidak benar, Ra! Aku benar-benar berusaha mencintai Fey,” Alex bersikap wajar.


“Syukurlah kalau sangkaku salah. Kalau, iya sebaiknya kau hentikan sebelum menyakiti Fey lebih dalam. Oya ... satu lagi! Fey tidak tahu tempat-tempat itu, tempat favorit kau dan Sandra.”


Tara meninggalkan Alex sendiri. Alex melihat punggung Tara yang kian menjauh.


Maafkan aku, Ra ...


---


“Ma, keluarga Alex akan datang melamar Fey,” kata Fey.


“Secepat itu, Sayang? Kuliahmu belum selesai!” Amanda terkejut.


”Alex minta Fey menyelesaikan semester in saja. Baru kami menikah.”


“Itu kira-kira dua bulan lagi. Secepat itu kau meninggalkan mama,” kata Amanda.


“Apa jangan-jangan kau hamil, Sayang.”


“Mama! Sungguh tidak ... Ma!” Fey menjawab cepat.


Wajah Fey memerah.


“Setelah menikah, kalian tinggal di mana?” tanya Amanda.


“Alex belum bicara ke arah sana, kemungkinan Fey tinggal di rumah papa Candra.”


“Demikian cepat kamu akan meninggalkan mama.”


Mata Amanda berkaca-kaca, ia menyadari momen ini cepat atau lambat pasti akan tiba.


“Ma ... Fey tetap anak mama. Kalaupun Fey tinggal di rumah Alex, Fey akan sering berkunjung kemari,” sahut Fey memeluk Amanda.


“Ya, Sayang.”


---


Sore itu Anna mengunjungi rumah amanda untuk membicarakan rencana lamaran. Mereka berdua sepakat untuk memenuhi keinginan anak-anak.


---


Pada saat bersamaan.


“Apa kabar Can, sudah lama kita tidak bertemu. Aku minta maaf, saat Alex kecelakaan. Aku ada di Eropa,” kata Danu.

__ADS_1


“Tidak papa, Dan! Yang penting sekarang semuanya dalam keadaan baik-baik saja.”


“Ya, syukurlah! Can, aku mau bicara masalah anak-anak kita. Kita berteman baik sudah lama, jadi tak ada salahnya berlanjut pada anak-anak kita yang sudah menjalin hubungan cukup lama. Aku ingin kita menjadi besan agar hubungan kita lebih dekat lagi,” ujar Danu.


__ADS_2