Cinta Fey

Cinta Fey
Selingkuh


__ADS_3

“O ... San ... aku sangat bahagia,” ucap Andy sambil memeluk Sandra usai memadu kasih.


“Aku juga Dy!” sahut Sandra sambil meringkuk dalam dekapan Andy.


Merekapun tertidur pulas saling berpelukan karena kelelahan, hingga malam menjelang.


“San ... San ... bangun! Hari mulai gelap,” ucap Andy membangunkan Sandra dengan lembut.


Andy bergegas mengenakan pakaiannya kembali, demikian pula dengan Sandra.


“San, aku pulang!” kata Andy sambil mengecup bibir Sandra.


“Bye ... Dy. Hati-hati!” balas Sandra.


Sandra pun bersiap bergegas untuk pulang ke rumah.


Hari-hari yang kini Sandra jalani sangat membahagiakan kadang-kadang ia bersenandung sendiri.


---


Pada suatu pagi Anna bertegur sapa dengan Sandra. Sikapnya pun kini lebih lembut membuat Anna bertanya-tanya.


“San ... kelihatan kau sangat bahagia sekali. Ada apa?” tanya Anna.


“Daripada cemberut, Ma!” jawab Sandra sambil berlalu.


“Aneh ... kaya orang lagi kasmaran saja,” guman Anna pada diri sendiri.


“Ada apa, Ma? Kok bicara sendiri!” ucap Tara yang sudah berdiri di samping Anna.


“Aah ... kau ini bikin mama terkejut,” sahut Anna.


“Itu Sandra, tidak judes lagi kalau jawab, Mama jadi heran!” kata Anna lagi.


“Oya, makin mencurigakan saja!” guman Tara sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Apa yang mencurigakan?” tanya Anna.


“Aah ... tidak. Itu mama yang mencurigakan. Mantu judes ... bingung. Ramah ... makin bingung lagi,” jawab Tara sambil berlalu dari Anna menuju kamarnya.


Setelah di dalam kamar, Tara berbicara sendiri.


“Aneh, Kenapa aku tak bisa menemukan cara Sandra selingkuh,” guman Tara.


“Sehari-hari ia hanya dari kantor ke rumah atau rumah ke kantor. Semua wajar-wajar saja. Apa pikiranku yang negatif?” tanya Tara pada diri sendiri.


“Sudahlah, kalau barang busuk di tutup-tutupi juga akan tercium. Tinggal tunggu saatnya,” kata Tara memberi semangat pada diri sendiri.


Tara telah berpikir keras tentang Sandra namun ia tak menemukan jawaban apa-apa hingga ia pun melanjutkan kembali pekerjaan kampusnya.


---


Siang itu di kantor Sandra, Andy sudah bertandang di kantor Sandra.


“Hai, kau enggak kerja?” tanya Sandra.


“Kerja...!” jawab Andy.


“Kerja apa? Tiap hari kemari!” ucap Sandra.


“Hm ... aku kerja jaga'in kamu. Kau sudah bosan rupanya padaku?” tanya Andy.

__ADS_1


“Aah ... enggak!” jawab Sandra manja sambil menghampiri Andy dan duduk di pangkuannya.


“Dasar gadis nakal,” ucap Andy sambil mencium Sandra.


Sandra memeluk dan memainkan rambut Andy. Andy memeluk pinggang Sandra dan membenamkan wajahnya di dada Sandra.


Perlakuan Andy membuat Sandra geli karena sesekali tangan Andy memainkan dada Sandra.


“Geli, Dy!” kata Sandra.


Bukannya berhenti tapi makin jadi tangan Andy bermain di sana.


“San!” panggil Andy.


”Ya!” sahut Sandra.


“Apa kau bahagia denganku?” tanya Andy.


Sandra mengangguk.


“Seandainya kita kepergok Alex, gimana?” tanya Andy yang terus memainkan tangan di dada Sandra.


“Aku belum kepikiran ke sana, Dy! Tapi bodo amatlah?” ucap Sandra santai.


“Aku bahagia walau aku hanya jadi selingkuhanmu saja,” balas Andy kian mempererat pelukannya, memainkan bibir dan sesekali meremas dada Sandra.


“Aku ingin menjadi laki-laki satu-satunya untukmu, San!” ucap Andy.


Tangan Andy kini menyusup dari balik gaun untuk meraih puncak dada Sandra, membuat Sandra menggelinjang.


“Dy ... kamu nakal, ya!” kata Sandra.


“Ahh ... Dy!” Sandra merajuk manja.


“Aku harus bagaimana?” tanya Anda.


Sandra membuka gaunnya sendiri, Andy tersenyum senang melihat Sandra menyerahkan dirinya. Tanpa ragu lagi Andy bermain di sana hingga Sandra puas.


“Kau suka, kan?” tanya Andy sambil meremas dada Sandra.


“Aah ....” Hanya desahan yang keluar dari bibir Sandra.


Mereka bercinta di sofa hingga mencapai puncak kenikmatan bersama.


“Sudah, Dy! Aku mau pulang, kalau aku pulang malam terus menerus lama-lama orang rumah curiga!” ucap Sandra sambil beranjak dari pangkuan Andy.


“Nanti malam aku call, ya!” ucap Andy.


Sandra mengangguk.


“Aku pulang, Sayang" ucap Andy sambil mencium bibir Sandra.


“Hati-hati, Dy!” sahut Sandra.


---


Tara terlibat pembicaraan serius dengan Udin di teras rumah.


“Mang, ini orang bisa dipercaya enggak?” tanya Tara.


Tara meragukan kredibilitas orang yang membuntuti Sandra karena setelah sekian lama belum menemukan bukti yang berarti.

__ADS_1


“Bisa Non, mamang kenal dengan baik orang maupun pekerjaannya. Orangnya gini, Non!” jawab Udin mengangkat jempolnya.


“Tolong Mamang, suruh dia ambil foto Sandra ketemu dengan siapa saja!” ucap Tara.


“Di foto semua, Non?” tanya Udin.


Tara mengangguk.


“Nanti Tara kasih tambah bayarannya, tapi hati-hati, ya! Jangan sampai ketahuan!” Pesan Tara.


“Beres Non!” sahut Udin sambil kembali ke pos satpam.


Tak lama kemudian Sandra sampai di rumah Alex. Tara melihat mobil Sandra masuk halaman rumah.


”Hm ... untung, aku sudah selesai bicara dengan mang Udin,” guman Tara sambil masuk ke dalam kamar.


---


Sejak membuka kantornya kembali, Sandra membangun dunianya sendiri di rumah Candra. Setiap pulang kantor ia langsung masuk kamar. Ia selalu pulang lewat jam makan malam bersama. Sandra kini terbiasa pulang kantor sekalian makan malam di luar atau makan bersama Andy di kantornya. Setibanya di kamar ia tinggal bersiap-siap untuk mandi.


“Dasar Andy!” guman Sandra melihat hasil karya Andy di tubuhnya saat di kamar mandi melalui cermin.


Di tubuhnya masih banyak tercetak tanda bibir Andy yang mulai memudar warnanya ada yang masih merah tegas terlihat.


---


Di tepi jalan komplek rumahnya, Alex termenung tampak berpikir sesuatu lalu ia mengirim chat pada Tara. Setelah mengirim chat, Alex menghela nafas panjang. Alex meneguk minuman dan membasahi sebagian kemeja dengan minuman tersebut.


“Kalau memang ini jalan untuk mendepakmu dari rumahku. Akan kulakukan, demi keluargaku!” guman Alex pada diri sendiri.


Alex pun melanjutkan perjalanan ke rumah kembali, yang tak jauh lagi sampai.


---


Di dalam kamar Tara, ponsel miliknya berbunyi.


Ting.


Ponsel Tara ada notifikasi chat, Tara melihat layar ponselnya.


“Alex!” guman Tara.


Tara membaca chat dari Alex.


Alex : “Ra, aku akan ikuti saranmu.”


Tara terkejut setelah membaca chat Alex, ia mencoba mencerna apa maksud Alex.


“Saran apa, ya?” ucap Tara pada diri sendiri sambil garuk-garuk kepala.


Tara bingung sambil berusaha berpikir apa maksud Alex. Tiba-tiba ia teringat.


“Aaaa ... jangan-jangan dia!” teriak Tara.


Tak lama, Tara mendengar suara mobil Alex tiba, Tara bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang akan Alex lakukan. Tara melihat Alex jalan dengan sempoyongan menuju ke kamar Sandra.


“Alex berjalan sempoyongan, apa ia mabuk?” Tara bertanya pada dirinya sendiri.


“Ahh ... aku tahu sekarang!” pekik Tara sambil menepuk dahinya.


Tara segera membekap mulutnya sendiri, kini ia tahu maksud chat Alex.

__ADS_1


__ADS_2