Cinta Fey

Cinta Fey
Romantic Dinner


__ADS_3

Setelah menjauh, mobil Alex menepi. Alex menggenggam tangan Fey yang gemetar dan berkeringat dingin karena melihat reaksi Sandra. Fey hanya membalas dengan senyum tipis. Alex mengusap keringat di tangan Fey dan meniupnya. Fey merasakan kehangatan yang Alex hembuskan .


“Fey, kita makan malam, baru kita pulang.”


Fey mengangguk.


Kok, ke sini! batin Fey.


“Lex! Mengapa kita kemari?”


Alex tersenyum kecil melihat ekspresi panik tergambar jelas di wajah Fey. Alex hanya diam. Alex memasang wajah dingin hingga mengurungkan niat Fey bertanya-tanya lagi. Rasa takut menghampiri hati Fey, menanti apa yang akan menimpa dirinya. Tanpa ia sadari. Tiba-tiba Alex membuka pintu mobil untuknya. Fey baru sadar mobil telah berhenti di depan hotel.


Hotel! Ini betulan hotel ... mengapa Alex mengajakku kemari! batin Fey.


Melihat Fey tak bergerak, Alex mulai memberi perintah.


“Turun Fey!” Alex datar dan dingin.


Fey tetap tak bergeming.


“Fey!” Alex menaikkan nada.


Alex mengulurkan tangan, akhirnya Fey menurunkan kakinya dan menyambut tangan Alex.


Tanganmu gemetar dan berkeringat dingin kembali ... apa kau sangat takut, aku sentuh! batin Alex.


Alex tersenyum nakal melihat wajah Fey yang memucat. Alex memberikan kunci mobil pada valet parking. Alex mengenggam tangan Fey memasuki hotel. Langkah Fey berat memasuki lobi hotel. Mereka masuk lift, Fey melihat angka yang bergerak menunjuk lantai per lantai. Hingga lift berhenti, jantung Fey pun seolah ikut berhenti berdetak. Pintu lift pun terbuka, mata Fey terpejam.


Apa ini akhir dari segalanya ... setelah itu, kau akan mencampakkanku.


“Fey!” panggil Alex.


Fey kembali tak mau melangkah.


“Fey!” Kini Alex bersuara lebih keras.


Air mata Fey jatuh, Alex menarik tangan Fey keluar dari lift.


“Buka matamu, Fey!”


Fey memberanikan diri membuka matanya, ia melihat ruangan berhias bunga dengan berapa lilin menyala membuat suasana romantis. Di bagian tengah, terdapat sebuah meja berhias lilin di temani api yang menari-nari tertiup angin dengan dua kursi berhias indah. Tampak seorang pramusaji membawa sebuah buket bunga segar menghampiri dan menyerahkan pada Alex.


Alex memberikan buket pada Fey, kini Fey tersenyum sambil menghapus air matanya.


“Apa kau berharap kita ke kamar? Otakmu kotor juga!”


Wajah Fey merah merona, ia malu saat Alex dapat membaca pikirannya. Alex menuntun Fey duduk, untuk menikmati romantic dinner.


FLASHBACK


Alex juga melakukan reservasi melalui aplikasi.


Hm ... untuk jaga-jaga! batin Alex.


Alex melakukan reservasi hotel andai rencana reuni ambyar. Alex memberi Fey kejutan tak terlupakan, yaitu romantic dinner.


---


Fey hari ini, kau sangat cantik.


Setelah romantic dinner, Alex mengantar Fey pulang.


“Papa ... mama, belum pulang?” tanya Alex.


“Kau pulanglah, sebentar lagi mereka pulang,” ucap Fey

__ADS_1


Fey mengaduk-aduk hand bag untuk mencari kunci rumah.


“Fey,” panggil Alex.


“Ya,” sahut Fey dengan kepala menengadah ke atas. Alex memegang wajah Fey dan Alex mendaratkan ciuman di bibir Fey. Fey terpaku dengan apa yang Alex lakukan.


“Makasih ... Fey! Hari ini sudah berperan dengan sangat baik.” Alex memeluk Fey.


“Masuklah! Aku pulang dulu!”


Fey hanya terdiam, membuat Alex menepuk jidat Fey.


“Aduh!”


“Di suruh masuk malah melamun. Minta aku cium lagi atau mau aku temani tidur sekalian.”


“Ahh ... tidak.”


Secepat kilat Fey masuk dalam rumah. Alex tertawa geli melihat tingkah Fey. Di balik pintu Fey meraba bibirnya. Mata Fey terpejam, ia masih merasakan lembutnya bibir Alex yang mendarat di bibirnya.


Fey menghapus riasan di wajahnya dan membersihkan diri di bawah curahan shower seolah memijat tubuh hilangkan rasa penat yang mendera. Tiba-tiba ia teringat dengan kata-kata Alex tadi.


Apa maksud Alex berkata demikian atau aku hanya alat untuk membalas Sandra. Apa ini hanya perasaanku saja! batin Fey.


Saat merebahkan diri, Fey menatap langit kamarnya untuk mencari jawaban. Namun Fey tak menemukan jawaban apapun di langit kamarnya yang tetap membisu seribu bahasa.


Malam itu pun berlalu, karena rasa lelah Fey pun tertidur pulas.


---


Ponsel Alex dalam mode silent, ternyata banyak chat dan telepon yang masuk dari Sandra.


“Jangan pernah meneleponku lagi!”


“Ok! Ini yang terakhir.”


“Ya, setelah itu aku tak akan mengganggumu. Kita bertemu di tempat biasa. Besok jam 12 sekalian kita lunch.”


Alex langsung menutup ponselnya dan melempar ke atas ranjang. Alex menuju kamar mandi, selesai mandi Alex bercermin.


“Baru separuh jalan,” guman Alex lirih.


Alex rebahan diri di atas ranjang, ia menerawang langit-langit kamar dengan pikiran yang melayang-layang.


Aku puas! Tapi mengapa di hatiku ada rasa sakit.


Seolah tak menemukan jawaban di sana, Alex pun tertidur.


---


Pagi-pagi Alex chat Fey.


Alex:“Sayang ... nanti siang temani aku makan siang. beriaslah yang cantik, nanti aku jemput”


Hm ... cantik! batin Fey.


Fey membuka lemari yang berisi pakaian branded.


Walau masih lama, Fey harus siap-siap. Alex paling benci menunggu.


---


“Lex! Acara reuninya, lancar?” tanya Tara penasaran.


“Enggak tahu lancar atau bubar.”

__ADS_1


“Lho, kenapa?” Tara makin penasaran.


“Kami cabut lebih dulu karena ada yang rese.”


“Sandra?” Tara menebak.


“Siapa lagi! Yang sanggup bikin acara bubar,” ucap Alex.


Tak lama HP Alex bunyi, rupanya ada chat masuk. Alex membacanya kemudian tersenyum.


“Dari siapa? Senyummu sinis?” tanya Tara.


“Ra! Aku cabut,” ujar Alex.


Alex tak menghiraukan perkataan Tara.


“Cerita belum selesai main cabut aja, Huh! Bikin sebel, aja!” omel Tara.


---


Alex meluncur menuju tempat janji temu dengan Sandra. Alex tiba di area parkir dan ia menunggu di mobil. Tak lama Alex melihat Sandra datang dan langsung masuk resto.


Hp Alex ada notifikasi chat.


Sandra:“Aku tunggu di ruang biasa!”


Kemudian Alex mengetik chat, baru Alex menuju tempat janji dengan Sandra.


---


Fey telah siap, menunggu Alex menjemputnya. Tak lama HP Fey ada notifikasi chat.


“Dari Alex,” guman Fey.


Alex:“Fey, aku tak bisa menjemputmu. Datanglah ke Japanese food private room sekarang!”


Fey bergegas pergi.


---


Pintu VIP terbuka.


Sandra langsung tersenyum senang menyambut Alex.


“Aku senang kau tak lupa tempat ini,” ujar Sandra manja.


Sandra sengaja memilih ruang VIP ini. Banyak kenangan bersama Alex di ruang ini.


“Talk to the point” potong Alex mengabaikan.


“Apa tak bisa kita bicara santai, Lex,” ucap Sandra.


Alex beranjak dari kursi.


“Ok!” ucap Sandra cepat.


Alex kembali duduk.


“Aku minta maaf kalau membuatmu marah tapi ini aku lakukan untukmu. Aku tahu kau tak bisa jalan karena trauma jadi aku melakukan shock attack,” ujar Sandra.


“Oya! Jadi aku harus berterima kasih!"


“Aku tak menuntut kau harus melakukan itu yang penting kau tahu aku masih peduli dan cinta–”


Kalimat Sandra terpotong karena pintu resto terbuka, muncullah Fey.

__ADS_1


__ADS_2