
“Kamu nakal ya, San!” ucap Andy yang menjadi terpancing hasratnya.
Seperti orang yang di mabuk asmara tiada henti mereka memadu kasih.
---
Malam pun telah tiba, Tara kembali menerima foto-foto yang di ambil hari ini. Kali ini Tara melihat satu persatu dengan teliti. Sosok Andy tertangkap kamera di area perkantoran Sandra hari ini.
“Apa ini kebetulan saja ya!” ucap Tara seperti ingin memungkiri apa yang dia lihat.
Tara memberi tanggal pada foto-foto itu.
---
Sementara itu.
Sejak mendapat info dari Tara, Alex pun diam-diam mencari tahu kegiatan Andy akhir-akhir ini dari teman-temannya.
Hari ini Alex sengaja datang ke tempat biasa teman-teman lamanya berkumpul, untuk mencari informasi tentang Andy. Kebanyakan mereka memberi tahu, yang intinya semua sama. Andy seperti memiliki kegiatan baru sehingga sudah jarang terlihat kumpul-kumpul ketemu teman seperti dulu yang sering Andy lakukan dengan teman-temannya.
“Mungkin kesibukannya dengan Sandra, menyita waktu Andy dari pergaulan teman-temannya,” guman Alex pada diri sendiri.
---
Malam itu juga, Alex menemui Tara di kamarnya.
“Ra! sepertinya dugaan kita benar!” kata Alex.
“Apa maksudmu?” tanya Tara.
“Aku iseng-iseng tanya ke berapa teman-teman, memang Andy kini jarang ketemu mereka. Padahal dulu, Andy tak pernah absen setiap bertemu mereka yang kebanyakan masih hidup melajang,” jelas Alex.
Tara mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Ya, aku juga temukan satu foto yang menangkap sosok Andy,” kata Tara.
“Ya, kau kumpulkan dulu foto-fotonya, lama-lama kita pasti tahu bagaimana cara bertemu untuk melakukan perselingkuhan,” kata Alex.
“Ya, semoga!” sahut Tara.
Setelah Alex kembali ke kamarnya. Alex langsung membersihkan diri. Di depan cermin, Alex menatap bayangan dirinya.
“Tak kusangka kau, Dy! Main di belakangku!” guman Alex.
---
Malam pun berganti pagi, hari ini Andy seperti biasa bersiap bertemu dengan pujaan hatinya. Namun sebelumnya ia harus menuju kantor milik Dodi, ayahnya. Untuk mengantar berkas yang tertinggal di rumah.
Setelah selesai mengantar berkas, Andy masuk lift untuk turun ke lantai dasar. Tak lama lift tiba di lantai dasar dan pintu lift terbuka.
“Andy ...!” panggil seseorang di hadapannya.
“O ... k–kau, Lex! Eh! Ada apa kau kemari?” tanya Andy salah tingkah seketika raut wajah Andy berubah.
__ADS_1
“Aku ada rapat di sini bukankah ini kantor bukan mall,” jawab Alex.
“Eh, iya!” kata Andy jadi salah tingkah.
“Dy! Kapan-kapan kita kumpul-kumpul bersama teman-teman,” kata Alex berusaha bersikap wajar.
“Ok! Kau call aku aja. Sorry, Lex aku masih ada urusan,” sahut Andy ingin segera menghilang dari hadapan Alex.
“Ok!” sahut Alex.
Andy pun segera berlalu dari hadapan Alex, ia menuju mobil. Ia segera masuk ke dalam mobilnya.
Mengapa aku harus bertemu Alex? batin Andy.
Tak berbeda dengan Andy, Alex pun tak menduga bertemu Andy di tempat itu. Tapi setidaknya Alex bisa melihat perubahan raut wajah Andy yang tiba- tiba pucat pasi.
Ini baru awal, Dy! batin Alex.
Tak terlintas di bayangan mereka, yang dulu sekolah bersama kini seperti musuh dalam selimut.
Aku berterimakasih padamu, Dy! Kau datang untuk membantuku mengeluarkan Sandra dari hidupku, batin Alex
---
Pertemuan tak terduga antara Alex dan Andy meninggalkan perasaan berbeda.
Andy merasa ada sesal mendera namun ia tak mampu menolak hasrat pada Sandra.
---
“San, aku lama-lama bisa gila!” Andy datang dengan gusar.
“Hai! Apa yang terjadi, hingga kau tampak kesal?” tanya Sandra saat Andy tiba di kantornya.
“San, mereka berdua seperti hantu! Mereka membayangiku” ucap Alex.
“Siapa maksudmu?” tanya Sandra.
“Kemarin aku bertemu Tara, kini Alex. San, bisa kita tinggalkan negeri ini!” kata Andy.
“Apa! Alex? La–lalu apa yang terjadi di antara kalian?” Wajah Sandra memucat.
“Tak terjadi apa-apa! Kami hanya bertegur sapa biasa. Ada rasa bersalah di hatiku, San! A–aku telah meniduri istri temanku!” ucap Andy penuh sesal.
Sandra memeluk Andy.
“Aku tak bisa kehilangan kau, tapi aku juga tak bisa memiliki kau seutuhnya!” kata Andy.
“Maafkan aku, Dy! Kita ikuti saja kemana air mengalir,” Sandra mencium rambut Andy.
---
Malam itu, Tara memanggil Alex ke kamarnya.
__ADS_1
“Lex! Kau lihat foto-foto ini!” kata Tara.
Tara meletakan foto-foto itu satu per satu di atas meja.
Alex mengamati foto-foto itu dengan seksama.
“Ini semua di lokasi sekitar kantor Sandra,” sahut Alex.
“Kau akan lebih terkejut lagi setelah melihat ini,” ucap Tara sambil menunjuk salah satu foto.
“Ini ... ini.” Alex tak bisa berkata-kata.
Dalam foto itu, tampak Andy memasuki sebuah gedung persis di samping kantor Sandra.
“Ya, Andy punya salah satu gedung persis di samping kantor Sandra. Menurut dugaanku mereka punya pintu yang saling berhubungan jadi mereka bebas selingkuh di sana,” jelas Tara.
“Gila! Matang benar rencana mereka. Pantas saja kita tak pernah tahu bagaimana cara mereka bertemu dan bercinta selama ini!” balas Alex.
“Itu karena selama ini mereka keluar dan masuk dari pintu dan gedung yang berbeda. Sehingga kita yang berada di luar nga ada yang curiga,” kata Tara.
“Kita harus cari pintu penghubung kedua gedung itu!” ucap Alex.
“Aku sudah pernah masuk ke sana, tak ada yang mencurigakan,” sahut Tara.
“Apa tertutup sesuatu, Ra?” tanya Alex.
“Mungkin. Kalau yang aku lihat di ruang belakang itu memang ada lemari-lemari besar, tapi sudah aku membuka lemari-lemari itu. Semuanya kosong!” jawab Tara.
“Mungkin lemari itu untuk kamuflase saja, Ra!” ucap Alex.
Tara hanya mengangguk.
“Ra, kalau melihat ini semua dan bukti-bukti jelas mengarah ke hubungan terlarang antara Andy dan Sandra memang ada!” kata Alex.
Tara mengangguk.
“Kita susun rencana untuk menangkap basah mereka,” kata Alex.
Mereka berdua berunding hingga tengah malam.
---
Keesokan harinya, Sandra berangkat kantor agak siangan. Tak lama dua orang wanita mendatangi kantor Sandra. Kurang lebih satu jam mereka di dalam sana, kedua wanita tersebut keluar dari kantor sandra.
Baru saja Sandra menutup pintu setelah mengantar customernya, tiba-tiba Andy memeluk Sandra dari belakang.
“Ahh ... kau bikin aku terkejut!” ucap Sandra.
“Sudah dari tadi aku ingin memelukmu, San!” bisik Andy sambil memainkan telinga Sandra menggunakan lidahnya.
“Geli, Dy!” kata Sandra.
Bukannya berhenti justru Andy makin semangat kini andy menciumi leher Sandra hingga Sandra belingsatan ngga karuan. Sandra berusaha melepaskan diri dari Andy karena tak tahan menahan geli. Akhirnya Andy mengangkat Sandra di pundaknya dan menghempaskan di atas ranjang.
__ADS_1