Cinta Fey

Cinta Fey
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sandra meninggalkan mereka berdua di ruang baca.


“Aku! Menjebaknya?” Wajah Alex terlihat bingung.


“Maafkan aku, Lex! Aku tak bermaksud ....”


Tapi Indra tercekat tak ada kata-kata yang bisa di ucapkan. Ia mencoba mengingat-ingat, apa yang telah terjadi.


“Tunggu! Aku tak mengerti semua ini,” kata Alex.


“Aku tak tahu, kenapa ini terjadi. Aku hanya merasakan tubuhku panas, Lex! Aku hanya ingat, dia menghampiriku! Aku spontan merespon dia,” sahut Indra.


Alex mengambil pakaian Indra yang berhamburan di lantai, ia berikan pada Indra.


“Kenakan kembali pakaianmu,” kata Alex.


Indra segera mengenakan pakaiannya. Alex keluar dari ruang baca, ia mengambil chip memory cctv.


“Kita cari tahu, apa yang sudah terjadi. Dari chip ini!” kata Alex.


Alex dan Indra melihat video cctv melalui laptop.


Tampak di layar laptop, Sandra memasukkan sesuatu di coffee maker. Alex teringat kopi miliknya yang belum sempat ia nikmati.


“Dra, dugaanku ini penyebabnya!” ucap Alex.


Alex mengangkat cangkir kopinya.


“Kopiku belum sempat aku minum, gara-gara kau berkeringat. Aku pikir, kau sakit!” kata Alex lagi.


Alex menuang kopi ke wadah dan menutupnya.


“Akan aku bawa kopi ini ke lab, aku punya teman yang kerja di lab. Aku ingin tahu, apa yang Sandra masukkan ke dalam kopi ini,” jawab Alex.


Indra mengangguk.


Mereka berdua segera meluncur ke sebuah laboratorium.


---


“Lex, kopi ini mengandung zat perangsang cair untuk meningkatkan gairah!” ucap Sophia.


“Ok, Soph! Thanks, ya!” sahut Alex.


“Hai, jangan sering konsumsi itu, tidak baik!” teriak Sophia.


“Enggak, kok!” sahut Alex.


Wajah Alex merah merona.


San, sungguh perbuatanmu sangat memalukan, batin Alex.


Keduanya segera meninggalkan laboratorium itu setelah memperoleh hasilnya.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya Alex.


“Sudah mendingan. Sebaiknya aku pulang ke rumah,” jawab Indra.


“Aku antar kau!” ucap Alex.


Alex mengendarai mobilnya menuju rumah Indra.


“Lex, aku minta maaf. Aku enggak bermaksud berbuat tak senonoh dengan istrimu,” ucap Indra.


“Sudah lupakan! Tolong, kau jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini,” pinta Alex.


Indra mengangguk.

__ADS_1


Setelah Alex mengantar Indra, ia segera memacu mobilnya ke rumah.


“Sandra ... Sandra ... kau kena akibatnya! Senjata makan tuan,” guman Alex.


---


Sandra menangis di kamarnya.


“Lex, Kau brengsek! Kau mempermainkan diriku! Aku takkan tinggal diam!” maki Sandra di sela-sela tangisannya.


“Kau ingin menghancurkanku, aku pun akan berlaku sama. Biar kita sama-sama hancur!” ucap Sandra.


Sandra mengepalkan tangannya.


---


Setelah mengantar Indra, Alex kembali ke rumah, ia langsung masuk kamar.


Peristiwa tadi membuat Alex merasa geli sendiri dengan apa yang sudah Sandra lakukan.


Semoga ini jadi pelajaran yang berharga buat kau, San! batin Alex.


---


Pagi itu, Sandra bertemu Alex.


Plak.


Sandra menampar Alex.


“Kau telah membuatku malu!” ucap Sandra meninggi.


“Kau!” sahut Alex.


Alex mengelus pipinya yang terasa panas akibat tamparan Sandra.


“Bukankah, kau yang mempermalukan dirimu sendiri!” sahut Alex.


“Brengsek kau, Lex!” teriak Sandra.


Sandra melayangkan tangan untuk menampar Alex kembali. Alex dengan sigap menangkap tangan Sandra dan menghempasnya.


“Jangan pernah kau menamparku lagi!” ujar Alex.


“Kau sungguh laki-laki brengsek. Kau menjebakku!” teriak Sandra.


“Apa! menjebakmu? Hei! Maling teriak maling!” kata Alex meninggi.


“Bukankah, kau sendiri yang memasukkan obat perangsang itu, ke dalam kopiku!” ucap Alex lagi.


Sandra terkejut, ia melangkah mundur.


“Kenapa, kau terkejut!” Alex ketus.


Namun bukan Sandra, jika diperlakukan demikian langsung mundur begitu saja


“Jadi kau sudah tahu, kalau aku memasukkan obat perangsang itu. Dan kau sengaja menjebakku, kau memberikan kopi itu pada temanmu!” teriak Sandra.


“Apa! Ha ... ha ...!” Alex tertawa menggelegar.


“Betul, kan!” kata Sandra.


“Hai! Siapa yang berbuat, siapa yang menuai. Dengar, ya! Tak ada sedikitpun terlintas di benakku untuk berbuat sedemikian jahat. Aku tak seperti kalian, bapak dan anak sama-sama hina!” ucap Alex.


“Jangan bawa-bawa papa!” kata Sandra.


“Apa aku salah! Bukankah pernikahan ini ide gila papamu. Papamu yang ajukan syarat gila! Asal kau tahu, kami tidak menukar intan dengan emas. Intan bisa berubah menjadi berlian sedangkan emas tetaplah emas. Kami tak pernah menukar Fey dengan wanita murahan seperti kau,” kata Alex.

__ADS_1


“Apa kau bilang, murahan?” sahut Sandra.


“Ya, murahan! Aku menyesal pernah mengenalmu. Tapi Tuhan masih sayang padaku, hingga mengirim Fey dalam hidupku,” ucap Alex.


“Fey yang wanita murahan bukan aku,” sahut Sandra.


“Jangan pernah bilang Fey, wanita murahan. Kau dengar!” kata Alex geram.


Alex pergi meninggalkan Sandra seorang diri.


“Aaaaaaaaa ...!” Sandra menghentakkan kakinya.


Sandra kembali ke kamar, ia menangis di sana hingga tertidur pulas.


---


Sore itu Tara kembali ke rumah sebelum Candra dan Anna pulang. Tara mendapati suasana rumah yang mencekam.


“Baru semalam aku tinggal, perasaanku enggak enak. Apa terjadi sesuatu di rumah ini!” guman Tara.


“Apa yang enggak enak!” sahut Alex.


Alex tiba-tiba sudah berdiri di belakang Tara.


“Kau, ini!” ucap Tara terkejut


Tara memukul lengan Alex, lalu ia mengelus dadanya.


“Makanya, jangan suka ngomong sendiri!” sahut Alex.


“Ya, enggak! Perasaanku, ini rumah makin beda suasananya!” kata Tara.


Alex menarik tangan Tara menuju kamarnya.


“Kau mau tahu, kenapa?” ucap Alex.


Tara mengangguk.


Lalu Alex menceritakan dari awal hingga akhir.


“Wah, daebak!” ucap Tara.


Tara acungkan kedua jempolnya.


“Gila, juga Sandra! Bela-bela'in beli obat perangsang. Kau harus hati-hati, Lex! Dia enggak bisa meraih hatimu. Setidaknya ia berharap besar mendapatkan anak darimu,” kata Tara lagi.


“Itu takkan pernah terjadi, Ra!” sahut Alex.


“Ya, aku hanya mengingatkanmu, kalau Sandra mempunyai anak darimu. Kalian tak mungkin berpisah karena ada anak tak berdosa di antara kalian" kata Tara.


Alex mengangguk.


“Anakku hanya dengan Fey, Ra! Ia akan segera hadir ke dunia, tanpa kehadiranku, papanya!” ucap Alex.


Mata Alex berkaca-kaca.


“Sabar Lex! Kalau sudah saatnya kalian bertemu pasti bertemu. Sejak awal aku percaya kalian itu berjodoh,” sahut Tara.


“Ra, aku ingin mengenal lebih dekat dengan Fey, terutama yang aku tidak tahu. Maukah kau cerita untukku?” Kata Alex.


“Tentu saja aku mau cerita untukmu, Lex!” balas Tara.


Tara menceritakan semua tentang Fey.


Ada saatnya Alex terbahak-bahak mendengar tingkah Fey yang kocak saat di kampus, saat hang out dan lain-lain.


“Ra, saat kau mengajak Fey ke puncak. Apa kau memiliki maksud untuk memisahkan aku dan Sandra?” tanya Alex.

__ADS_1


“Tidak, walau aku tak suka Sandra. Itu murni keisenganku, aku ingin beri kau pelajaran karena membuat Fey menangis. Enggak sangka, kalian sampai menikah. Aku suka Fey menjadi kakak iparku. Kau bisa menilai pribadi Fey. Tak kau sentuh berbulan-bulan tak pernah, ia mengadu bahkan padaku pun tidak. Padahal hubungan kami sangat dekat. Di banding Sandra yang langsung gunakan obat perangsang,” jawab Tara geleng-geleng kepala.


__ADS_2