Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 :65. Be grateful


__ADS_3

Waktu terus berganti, dan aku kini tak muda lagi. Aku harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, sehingga tak pernah ada lagi kata menyesal di akhir masa.


Kesalahan pada masa yang  lalu, harus menjadi pelajaran berharga untukku, terimakasih kamu  telah hadir  dan mengingatkanku senantiasa dalam segala kelalaianku.


 


 


*****


 


Tengah malam di kediaman David Pratama. Soffie bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar tidurnya. Dilihatnya ibu Martini dan Mama Jeany, Dissy dan Sonny sudah kumpul di ruang tengah di lantai 2 tempat mereka berkumpul. Demikian ketiga polisi itu juga hadir disitu.


"Wah... sudah siap ya?" Soffie terkejut ketika mendapati mereka sudah berkumpul di lantai 2 pukul 00.30.


'Ya bu.. ini tinggal ambil cake  di kulkas dan lilinnya...  emh  Bu... Apakah  Dean perlu dibangunkan gak ya?" Tanya Ibu Martini pada Soffie.


"Gak usah bu Martini .... biar aja, dia tidur bersama Stefanus... ayo bu kita ambil cake  yang siang tadi aku buat dan setelah itu kita masuk dan langsung bangunkan Kak David.... Ntar Kak Sonny yang pimpin doa ya jika kak David telah potong kue! "  Soffie membagi tugas pada kakaknya yang masih mengantuk dan wajahnya seperti baru terbangun dari tidurnya. Dissy tersenyum melihat suaminya yang ditodong oleh adiknya.


"Ya. " Sonny menjawab pendek.


Mereka memasuki kamar David dan Soffie. Kamar itu lebih besar dari kamar lainnya di rumah itu. David yang masih terlelap tidak menyadari bahwa banyak orang berada di kamarnya dan akan membangunkan tidurnya. Soffie menggoyang-goyangkan tubuh David yang masih terlelap.


"Bie... Hubbie bangun.... ada penyusup ke kamar kita!"  Teriak Soffie di dekat telinga David.


David langsung bangun terduduk di ranjangnya. Penyusup. Apakah sekarang mereka telah diserang oleh kelompok Cepot berdarah?"  Ia terkejut melihat banyak orang dikamar tidurnya dan Soffie menyerongkan Cake Blueberry Coklat dengan lilin bertuliskan 40 .


"Happy Birthday sayang... " Soffie bersuara  dan sedikit membangkitkan kesadaran suaminya yang masih terkejut dari banyak orang di kamarnya.


"Tiup dong lilinnya !" Jeany menimpali.


David segera meniup lilin itu dan diberikan lagu "Happy Birthday to You"oleh semua yang hadir di ruangan kamar David.


Meski masih terkejut dengan surpraise istrinya di tengah malam , David  tersenyum atas kepedulian semua anggota keluarganya ditambah para polisi yang hadir di rumah itu.  Mereka langsung menyalami David dan memberikan ucapan serta doa.


David langsung meminta ibu Martini langsung memotong kue yang dibagikan kepada yang hadir di ruangan kamar itu. Demikian juga  Sonny juga memimpin doa sebelum kuei itu dinikmati dan banyak harapan untuk David semoga pria itu di usianya yang semakin bertambah menjadi semakin bijak, sehat, bahagia , sabar dan bertanggungjawab.


Ketika Doa selesai dipanjatkan, mereka menikmati sajian makan yang sudah disiapkan Soffie sebelumnya. David bingung kapan istrinya menyiapkan acara untuknya.


"Maaf tidak bisa mentraktir kalian di restoran berbintang lima karena saat ini keadaan kita yang tidak memungkinkan.... terimakasih juga Bapak- bapak Polisi yang terus berjaga dan menemani kami di rumah ini... semoga upaya kita segera berbuah manis dan masalah kita segera selesai  "David menutup ucapan terimakasihnya yang langsung ditujukan kepada para polisi yang sedang bertugas demi menjaga keselamatan mereka dari ancaman "Cepot Berdarah".


"Gak Papa Pak David... ternyata di balik setiap masalah kalo kita melihat ... masih ada berkat Tuhan yang diberikan kepada kita.. seperti Pak David bertambah usia dan kami mendapat makanan gratis selama bertugas di sini," Ucapan polisi yang paling senior yang bernama Pak Arief.


Mereka terus mengobrol hingga pukul 2 pagi dan mereka mulai mengantuk. Sebelum Soffie berpamitan dengan para polisi yang bertugas  ia mendengar Pak Arief meminta polisi yang paling yunior yang bernama "Charlie" untuk mengecek akun instagram Dilla Pratiwi.


Soffie menoleh dan menatap kedua pria itu yang terus membahas dengan pelan.  Ingin bertanya, tapi Soffie sadar bahwa ia dilarang untuk ikut terlibat dalam investigasi polisi.

__ADS_1


Di dalam kamar, Soffie menanti David yang masih berbicara dengan para polisi dan Sonny. Mereka terus merahasiakan pembicaraan itu dari Soffie dan para wanita yang berada di rumah itu. Hanya Ibu Martini yang mengetahui  rencana semuanya. Namun Ibu martini sebagai  Kepala para pegawai rumah utama itu menolak menginformasikan apapun pada Soffie. David melarang dengan nyawanya sebagai taruhan. Selalu itu alasan Bu Martini pada Soffie.


Soffie terkejut ketika David tiba-tiba melompat disamping tubuhnya yang sedang berbaring di ranjang dan langsung menariknya ke pelukan David.


'Sayang ... kenapa bengong?"  David mencium pucuk kepala istrinya dan tangannya mengelus-ngelus perut istrinya.


"Bie.... boleh aku tanya padamu ? Aku merasa sangat penasaran.... tapi kamu jangan marah dan tidak boleh bohong ya,...


"Phie...  Waktu itu terus berganti, dan aku kini tak muda lagi.,.. aku harus menjadi panutan bagi Dean dan adiknya Dean ini,  ....Aku harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, sehingga tak pernah ada lagi kata menyesal di akhir hidupku... aku berterimakasih karena kamu selalu sabar dan mengingatkanku,.....  Sayang...apa yang mau kau ketahui sayang?" David menjawab sambil menciumi wajah istrinya yang semakin tembem dan menggigitnya pelan.


"Bie... ceritakan dengan lengkap kenapa kamu bisa berurusan dengan "Cepot berdarah "itu !"  Harus jujur dan tidak ada yang ditutupi ya!" Soffie menarik muka David yang terus mencumbunya di leher Soffie dan tangan pria itu tidak bisa dikondisikan.


"Hemmmm... sudahlah gak usah deh sayang... aku takut kamu kepikiran dan itu bisa membahayakan anakku.


"Kamu ingat ketika kita Di Ottawa.... aku bisa berkelahi dengan Dilla.. anakku ini akan lebih kuat dan lebih berani dari Dean, bie... ceritakan semuanya! Soffie merengek pada David dan matanya berkedip-kedip seraya memohon agar suaminya menceritakan yang diketahuinya.


"Biarlah para polisi bekerja dan menjaga kita... tugas kamu hanya menjaga Dean dan melahirkan anakku  dengan selamat ya Sayang !" David masih berusaha menolak permintaan istrinya dan kembali menciumi Soffie yang sudah setengah merajuk.


"Bie... kalo kamu gak mau cerita... mulai malam ini aku tidur sama mama Jeany aja..."Soffie berusaha bangkit dari tidurnya, namun David segera menahannya.


"Baik... baik aku cerita... tapi jangan pernah gunakan ini lagi ya untuk mengancamku !" Aku akan bercerita lengkap dan jujur, " Soffie mengangguk dan tersenyum pada suaminya.


"Dilla yang menyewa "Cepot berdarah"phie... Dilla ingin kamu dan anakku menghilang dari sisiku ... maka dari itu aku menjadi seperti ini... maafkan aku... maaf ... bukan bermaksud merahasiakan darimu... tapi aku bener-bener takut kamu kepikiran dan membuat anakku tidak nyaman,... aku pasti melindungi kalian semua,Phie !'  Bisakah kamu percaya padaku?"


"Aku tahu, bie... aku percaya padamu !' Soffie berkata dengan pelan.   "Kapan hubbie mengetahuinya?" Pas di rumah sakit itu ya?" Apakah semua teman-temanku tahu semua?"   Sofie bertanya kembali. pada David dan menatap mata David lekat.


"Aku itu gak bisa marah lama sama kamu, bie.... aku tahu kamu sengaja melakukannya untuk melindungi kami... tapi bisakah kamu percaya, bahwa aku yang sekarang lebih berani daripada aku yang dulu.


"Baiklah... tidak ada yang kurahasiakan padamu... tapi kurasa aku tidak perlu menceritakan teknis yang akan dilakukan polisi. yang penting.. kamu tahu... bahwa maksudku adalah menjaga kalian.


"Aku tahu dan mengerti ,bie...mungkin kalo aku jadi hubbie, juga akan melakukan hal yang sama...terimakasih sudah mau menjaga kami... bie... aku bersyukur bisa menjadi istrimu.... aku tahu hubbie sayang padaku dan Dean... tapi bisakah lain kali jika menyangkut keluarga kita ini, hubbier bercerita padaku dahulu... aku tidak mau mendengar hal penting tentang keluarga kita dari orang lain.


"Ya... David menarik Soffie ke pelukannya. Dilumatnya bibir istrinya dan tangannya terus bekerja melepaskan kain yang menempel di tubuh istrinya." Sekarang aku mau hadiahku,.... dan tidak ada penolakan."David meminta Soffie dengan sedikit tegas dan makin tidak terkendali ketika Soffie mengijinkannya.


David mulai menciumi leher istrinya dan mencecapnya  dan turun lebih ke bawah dan menciumnya dan menggigitnya dengan lembut hingga membuat Soffie menahan desahan akibat ulahnya.


"Bie...Ingat kata Dokter... jangan dikeluarkan di dalam ya!'


"Hem..... " David hanya  mendehem dan ia sudah di posisinya dan terus bekerja baik mulut dan tangannya, hingga membuat wanita hamil itu terus mendesah kenikmatan atas ulah suaminya.


David merindukan dirinya berada di dalam tubuh istrinya itu dan membiarkan miliknya hingga terbenam ke dalamnya.  Wajah keduanya memerah dan berkeringat hingga  membuat aura kamar yang berAC itu semakin panas.


"Bie... Soffie mengatur nafasnya akibat David yang terus mendorong tubuhnya dan menghentaknya dalam kenikmatan.


Soffie menggeramkan nama suaminya yang masih terus menghentak makin cepat. Sedikit khawatir akan anak dalam kandungannnya, tapi Soffie yakin, anaknya baik-baik saja selagi dirinya menikmati perlakuan David.  Soffie mulai merasakan bagian bawah tubuhnya yang semakin sesak mulai dirasa kebas.


"Bie... tarik cepat bie... " Teriak Soffie yang agak takut David kebablasan dan mengeluarkan di dalam tubunya.

__ADS_1


"Phie...ahhh....."David menariknya dan memuntahkan cairannya  di luar.  Kepala David ada tepat di samping lehernya dan tangannya meremas dua bukit kembar miliknya yang semakin besar selama ia hamil.


"Happy birthday... my husband... I Love you....


"Thanks my wife.... karena hari ini ultahku... jadi ijinkan aku memasukimu sekali lagi...


"Bie...."Soffie terdiam karena David kembali menciumnya dengan penuh gairah.


 


 


******


 


 


David tidak suka bahwa ia harus pergi meninggalkan rumahnya untuk mengecek proyeknya yang berada di daerah Cikarang. Meski di rumahya memiliki  pengamanan yang cukup ketat, dan ada 3 orang polisi yang bertugas setiap hari, namun ia masih mengkhawatirkan ancaman dari 'Cepot berdarah". Ia telah  melarang Sonny untuk berangkat ke kantor dan tetap di rumah itu. Hanya David dan Michael yang berangkat ke kantor dan melakukan pekerjaan hari ini di kantor dan di Cikarang.


Penentuan material baru untuk launching produknya dibutuhkan approvement dari David. Benar-benar tidak bisa dihindari. Jika ia memilih untuk memundurkan waktu ke Cikarang hingga 'Cepot berdarah" di tangkap maka akan berdampak pada proyek utama yang di Ottawa.


Dilihatnya Soffie sedang  mengemas bekal tempat makan siang untuk David dan Michael dalam sebuah tas makan yang berisi tempat makan "TupperBoy" yang rapih. Wanita itu begitu khawatir jika David terlambat makan ataupun kelaparan di jalan karena akses ke kota Jababeka Cikarang itu terkenal cukup macet dan tidak ada pedagang makanan di jalan tol sehingga ia begitu mengkhawatirkan kondisi pria-nya.


"Phie.... aku ini pergi kerja ... bukan pergi ke sekolah !"... masa iya aku bawa bekal untuk di jalan?'


"Bie... sekarang kan lagi pandemi... kurangi kerumunan dan makan di sembarang tempat... kami menunggumu di rumah.... aku takut kamu kejebak macet dan makanan belum tentu cocok dengan seleramu... aku bawakan buah juga...ntar michael yang kusuruh bawa.... kamu tenang aja bekerjanya...aku  dan Dean akan baik-baik saja.


"Phie...jaga diri kamu baik-baik selama aku gak di rumah... jangan turun dari lantai dua dan awasi Dean terus... dia akan mengikuti para polisi itu dan bertingkah seperti polisi... aku akan cepat pulang setelah beres urusanku....


"Iya  Hubbie... kami menunggumu


 


 


*****


Happy reading Guys.... terimakasih telah membacanya, dan bolehkah meninggalkan jejak disini?  I Love you full. Miss you everyone!


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2