
Kepercayaan itu seperti kaca. Setelah rusak retakannya akan selalu terlihat walaupun kamu rekatkan dengan lem yang berkualitas . Jadi jagalah kepercayaan yang sudah kuberikan.
Kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan kirimkan padaku dengan caranya yang ajaib. Aku tidak pernah menyesalinya bersamamu.
*****
Sepeninggal Sabrina dari rumah baru Soffie, Jeany masih merasa kesal pada anak perempuannya yang merahasiakan hubungannya dengan Ardi. Namun Jeany memahami ketakutan Soffie yang suka merasa tidak enak pada dirinya dan Sabrrina, karena Soffie adalah anak yang sangat peduli pada keluarganya semenjak papa Soffie meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
"Phi, jawab mama dengan jujur... apakah setelah tantemu menikah dengan Ardi , kamu pernah mengkhianati suamimu?
" tidak mama, Soffie cukup tahu diri mam... Kak David adalah pria yang sangat Soffie cintai dan dia sangat bertanggungjawab pada kita, Soffie tidak akan pernah mengkhianati Kak David , mama, " jawab Soffie dengan penuh ketegasan.
" Apakah David mengetahui hubunganmu dengan Ardi dulu, phi?" Selidik Jeany.
" iya mam... kak David mengetahui semuanya sebelum menikah.
"Terus dia mau menerima kamu gitu?"
"Mama pikir apa alasan Kak David tidak mau menerimaku, memangnya soffie ngapain aja dengan Ardi... dulu Soffie hanya pacaran biasa mama....kami tidak pernah melanggar aturan yang melanggar norma... dulu Soffie cukup terkejut melihat tante Sabrina mengenalkan Ardi sebagai suaminya, tapi Soffie bisa apa jika mereka sudah menikah, memang Kak Ardi yang tidak setia, mam... Kak Ardi itu memanfaatkan tante Sasa.. Soffie tidak mampu menceritakan semuanya. sudahlah... jangan dibahas lagi, itu urusan mereka, Soffie harap tante Sasa bisa bahagia seperti Soffie bahagia bersama Kak David.
Jeany cukup terkejut mendengar penjelasan Soffie tentang Ardi. Ia ingin mengetahuinya lebih lanjut tapi jika putrinya didesak, Jeany takut Soffie akan semakin marah.
" Boleh mama tahu, kenapa kamu pikir Ardi memanfaatkan tante Sasa?
" Mam... Soffie ceritain semua ya, tapi mama bisakah tidak menceritakan ke tante Sasa?"
"Sudahlah mama. yang penting tante Sasa sudah mulai tahu kebenarannya. Soffie tidak pernah mengganggu kebersamaan mereka. Makanya dulu Soffie menerima lamaran Kak David, karena salah satunya pengkhiataan Ardi , mam
"Soffie, Sabrina itu adik mama, Apakah kamu tidak kasihan jika tantemu dimanfaatkan oleh Ardi?
"Mama... mungkin penilaian Soffie salah, tapi ini cuma penilaian Soffie . Ardi itu suka mengambil kesempatan dari apapun yang ada. Waktu dia baru dapat beasiswa di Singapura, untuk menghemat biaya hidup, ia numpang tinggal di rumah tante Sabrina, terus mereka tinggal bersama tanpa ikatan dan mereka baru menikah setelah akan pulang ke Indonesia. ketika baru datang ke rumah kita di Pejaten, Kak Ardi pernah meminta Soffie untuk menunggunya dan tidak menikahi Kak David... pantaskan pria seperti itu, pria yang memanfaatkan tante Sabrina... Soffie beruntung tidak menjadi istri Kak Ardi , mama. Maafkan ini cuma penilaian Soffie, " jawab Soffie dengan sedikit terisak.
__ADS_1
'Phi.. maafkan mama juga, tantemu sudah dewasa. harusnya ia lebih mengenal Ardi daripadamu. Sudahlah lebih baik kamu menjaga rumah tanggamu dengan baik. Ayo kita kembali ke apartemen. Biar tidak terlalu malam nanti sampai di apartemen. Bangunkan Dean,sana...
'iya mama..
" Phie... ingatlah, kepercayaan itu seperti kaca, setelah rusak ataupun pecah, retakannya akan selalu terlihat meskipun kamu berhasil merekatkannya. jadi jagalah kepercayaan dari David, jangan pernah sekalipun kamu menyalahgunakan kepercayaan yang David berikan padamu.
" Iya mama," ujar Soffie sambil berlalu meninggalkan ruang tengah untuk membangunkan Dean yang masih tertidur di kamar.
*****
Tepat pukul 19.,00 David tiba di apartemennya. Seraut wajah lelah hadir namun pria itu tersenyum dan menghampiri istrinya yang sedang menggendong anak lelakinya yang belum bisa berbicara dan memandangnya dengan tersenyum. Mereka adalah penyemangat hidup bagi David. Dikecupnya pipi istrinya dan ditariknya anak lelakinya yang telah mengangkat tangan seraya meminta untuk segera menggendongnya.
Dean tertawa sangat riang. Setiap David pulang bekerja, ia selalu mengajak pria kecilnya untuk bermain seperti itu. Pria kecil itu tidak merasa takut ketika papanya melemparkan tubuhnya ke atas seraya ia dapat terbang. Tawa bahagia beriringan dengan teriakan Soffie yang melihat ayah dan anak yang bermain sedikit ekstrim menurutnya.
"Sudah bie... kamu mandi dulu, " Ujar Soffie sebelum David melempar Dean ke atas lagi.
"baiklah, jagoan. Nyonya sudah menyuruh kita berhenti dulu..... , " Ujar David santai sekali.
Ditariknya tubuh Soffie ke pelukannya dan dikecupnya kembali kening istrinya, sebelum ia masuk kamar untuk mandi dan membersihkan diri. Soffie mengikutinya dan menyiapkan perlengkapan suaminya sambil menggendong anak lelakinya yang masih belajar menggumam tidak jelas.
*****
Jam di ruang tengah berdenting 10 kali dan Soffie sudah berhasil membuat Dean tidur kembali. Diambilnya segelas air jahe buatannya dan segera ia menghampiri suaminya yang masih di ruang kerja dengan segala kesibukannya. Soffie membawakan air jahe untuk suaminya untuk menghangatkan badan.
" Bie... masih lama? ini aku bawakan air jahe.
__ADS_1
"thanks... ini tinggal cek satu laporan lagi... honey sudah ngantuk ?" bentar ya, sayang !"
"gak ko... aku cuma mau ngobrol aja setelah pekerjaanmu selesai. selesaikan saja bie.
" hemm... ada masalah ya?"
Soffie terdiam. Dia memperhatikan suaminya yang sedang membereskan laporannnya dan meminum air jahe buatan soffie. David bangkit dan meninggalkan meja kerjanya. Ia menghampiri istrinya dan menarik istrinya ke pelukaannya. Dikecupnya kening istrinya.
" Ada apa sayang?"
"Tadi tante Sasa datang ke rumah baru kita, bie.
"Tumben... Ardi juga datang?"
" Gak... tapi... emh... tapi ...
' tapi ...? ada apa, jangan berbicara sepotong-sepotong.
"tadi Tante Sabrina, menangis dan dia sudah mengetahui bahwa aku mantan pacar Ardi... tante marah padaku karena pernah berbohong, tante marah pada teman-temanku yang juga membohonginya. Dan mama juga tadi marah padaku.
"Tapi itu kan masa lalu, ... kan Ardi yang pernah ingin mengajakmu kabur, bahkan Ardi yang gk beres kenapa marah padamu... kamu gak cerita semua? ' Ardi pernah bicara sembarangan padamu... kamu gak cerita aku patahin kaki dan tangannya.
"Gak ... aku gk tega sama tante Sabrina, bie.
"Sudahlah... tantemu itu sudah dewasa, mungkin dia kecewa padamu karena tidak mendapatkan kejujuran darimu dulu... tapi kan kau tidak pernah tahu bahwa kejadiannya begini, sudah deh... itu b ukan salahmu, Soffie. Kamu mau aku yang menjelaskan padanya?
"gak usah bie... aku cuma mau hubbie tahu semuanya... biar kalo ada yang bercerita apapun pada hubbie tentang aku, hubbie sudah mendengarnya dariku.
"Sure... aku selalu mempercayai istriku... Aku sangat mencintai istri dan anakku.
"Aku juga bie. Aku bersyukur memiliki Hubbie, Terimakasih, Hubbie telah menjadi anugerah terindah dalam hidupku, terimakasih telah menghadirkan Dean di kehidupanku. Jangan pernah meninggalkanku, bie.
"Kalian adalah hidupku, sayang. I Love you, Soffie Budyanto Chandra.
__ADS_1