Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2.18. Shaterred Hope


__ADS_3

Terjerat dalam pesona asmaramu ternyata semudah hembusan nafas, namun melupakanmu sesulit aku memetik bintang.


 *****


Patah hati adalah suatu kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja. Terutama pada orang yang sedang menjalani hubungan romantis dengan kekasih. Patah hati sering kali datang ketika orang terkasih mengingkari janji atau mengkhianati kasih sayang yang telah diberikan. Tentu  saja hal ini akan menimbulkan rasa kecewa dan sedih yang sangat mendalam.


Namun berbeda dengan Jajang, ia patah hati ketika melihat calon kekasihnya yang cantik ternyata telah memiliki kekasih dan menghempaskan harapannya.  Impiannya sirna, namun pantang baginya menarik ucapan pada perempuan yang ditaksirnya itu bahwa ia telah menjanjikan untuk menjadi salah satu dosen tamu ditempat kekasihnya itu bekerja. Ia akan konsisten menemui perempuan itu setahun ini,


Perkenalannya dengan perempuan cantik dua bulan yang lalu, perempuan itu memiliki aroma yang menggoda dan senyumnya manis sekali , aroma parfumnya masih membekas di ingatan Jajang, tapi harapannya sirna ketika mengetahui kebenaran itu yaitu dia telah memiliki kekasih yang berprofesi sebagai dosen yang bekerja di kampus yang sama. Ingatannya melayang pada pertemuan awal mereka.


“Selamat pagi !” Sapa seorang perempuan cantik, berkulit putih susu, dengan porsi badan ideal sehingga tidak terlalu gemuk ataupun kurus, Rambutnya diurai sebahu dan senyumnya itu manis sekali.  Satu kata, yang tepat "cantik dan menggoda" . Jajang dapat mencium wangi parfum Bulgari yang menempel pada perempuan itu.


Perempuan itu berdiri di depan meja kerja Jajang dengan senyum manisnya. Jajang masih terhipnotis memandang perempuan cantik di meja kerjanya di ruang Dosen.


“Selamat  pagi, Pak !” Bisa saya bertemu dengan Pak Jajang ?”


“Eh… Selamat pagi…Saya Jajang… ada yang bisa dibantu?”  Jajang segera berdiri dan menyambut dengan uluran tangannya. Ia


menebarkan senyumnya pada perempuan itu.


“Oh…perkenalkan  saya Amara, Pak Jajang . Saya mencari bapak karena mau minta bantuan bapak untuk menjadi dosen tamu yang diselenggarakan di kampus saya di STIE “Putra Bangsa” setiap periode tertentu. Kira-kira apakah Bapak masih memiliki waktu dan bersedia membantu kami?"


“Ibu Amara ini adalah …


“Saya adalah Kepala program Studi Akuntansi di STIE Putra Bangsa.


“Bagaimana kalau kita ngobrol di ruang tamu saja bu Amara… biar lebih nyaman. “ajak Jajang melihat  kepentingan tingkat pembicaraan yang mengarah serius sehingga tidak sopan jika berbicara sambil berdiri.


Jajang mengajak Amara untuk ngobrol di ruang tamu yang terletak di samping ruang Dosen kampus UI.  Setelah

__ADS_1


mengatur waktu yang dianggap cocok Jajang menyetujui untuk menjadi dosen tamu  selama 1 tahun di kampus STIE “Putra Bangsa”. Jajang  meminta hanya kelas malam dan waktunya setiap satu bulan sekali di hari selasa malam dan telah dibuat kesepakatan antara mereka dan saling bertukar nomor telephone untuk mempermudah komunikasi selanjutnya. Jajang tersenyum penuh harap.


*****


Selasa ini adalah tugas pertama Jajang sebagai dosen di STIE “Putra Bangsa” dan ketika ia tiba di depan kampus itu di Kawasan Pluit, ia tersenyum ketika melihat Amara menantinya di depan Lobby. Perempuan cantik itu kemarin malam pukul 19.00 mengingatkan untuk tugas mengajar di kampus yang dipimpinnya. Amara menginformasikan bahwa tugas esok hari pukul 19.30 dan memohon maaf bahwa asisten yang akan mendampingi besok tidak hadir karena sedang ada kedukaan karena salah satu keluarganya ada yang meninggal.


Langkah Jajang penuh semangat ketika meninggalkan mobil di parkiran dan langsung menuju Lobby dimana Amara menunggunya sambil tersenyum.


“Selamat malam Bu Amara, “ Sapa Jajang dengan ramah


“Malam  Pak Jajang… saya antar ke  meja bapak  dulu , agar nyaman menunggu, kelas bapak akan di mulai 30 menit lagi. Saya akan temani bapak selama menunggu kelas Bapak di mulai


“Wah  apa saya gak merepotkan nih… apakah ibu tidak sangat repot jika harus menemani saya?” Selidik Jajang dan sangat bersukacita mendengarnya.


“Gak sih… saya sudah tidak ada kelas. Dan kebetulan assisten Bapak hari ini . itu  mas  Fabrian, lagi ada musibah karena ada kedukaan di keluarganya, jadi saya akan mendampingi Bapak di pertemuan pertama kali dengan para mahasiswa.


“Wah   luar biasa sekali… Bu Amara seorang wanita cantik dan pintar menjadi assisten saya?” Kebaikan apa yang saya lakukan hingga mendapatkan mujizat di hari ini, “ Jawab Jajang dengan santai dan tersenyum bahagia


“ Bu Amara… ehm..  apakah tidak masalah ibu  menemani saya di ruangan ini hanya berdua?”


“Kenapa?” ini kan tugas pekerjaan dan kita tidak melakukan aktifitas aneh-aneh disini…lagipula itu ada CCTV di setiap ruangan. Jadi tidak mungkin terjadi hal yang tidak-tidak disini, “jawab Amara dengan tegas.


“Maksud  saya… suami atau kekasih ibu Amara apakah tidak marah?”


“Ah…  ada-ada aja nih pak Jajang. Saya memang belum menikah, jika memungkinkan akhir tahun ini saya berencana  menikah, kekasih saya juga dosen disini, “Jawab Amara dengan tersenyum pada pria yang akan memasuki ruang dosen tamu dan  langkah pria itu terhenti


Deg… Amara sudah punya kekasih.. dosen pula… gagal lagi nih pendekatanku. Ya tidak  mungkin juga perempuan cantik ini belum punya pacar. Huff ... Jajang kecewa. dan sedikit terluka mendengarnya. Apakah ada harapan untuk mendekatinya?' tapi melihat model Amara yang tegas dan santun, rasanya tidak mungkin mendekatinya. Aku hanya bisa melihat senyumnya selama setahun ini di beberapa pertemuan kuliah.


"Pak Jajang...kenapa?" Tanya Amara lagi.

__ADS_1


"Oh ... tidak... saya hanya terkejut bahwa Ibu Amara akan menjadi assisten saya di tugas hari ini... terimakasih banyak ya... mudah-mudahan kita dapat bekerja sama dengan baik setahun ini.


" Pastinya pak Jajang.... saya sudah mendengar bahwa Bapak adalah salah satu dosen populer di kampus Universitas Indonesia.


"Terimakasih... emh... Amara.. maaf saya bukan bermaksud tidak sopan, hanya ingin lebih akrab, "


"Gak papa , Pak Jajang. Yang penting  kita bisa bekerjasama dengan baik." Jawab Amara dengan senyum manisnya yang makin membuat jantung Jajang berdesir .


*****


Tepat pukul 21.30 Jajang mengakhiri kuliahnya dan para mahasiswa sudah meninggalkan kelas. Ketika ia sedang merapihkan barang barang di ruangan kelas mengajar, pintu ruangan diketuk dan terlihat seorang pria sudah berdiri di depan kelas mereka. Pria itu tersenyum pada Amara. Jajang memandang Amara yang tersenyum pada pria di depan kelas itu dan Amara menoleh padanya.


"Pak Jajang ... perkenalkan itu Pak Fahri... dia dosen mata kuliah Manajemen Bisnis disini, " Kata Amara sambil memperkenalkan Fahri yang memasuki ruangan untuk bersalaman dengan Jajang.


"Oh... Selamat malam Pak Fahri... ini pasti kekasih Ibu Amara...


"Ko Pak Jajang langsung tahu, bahwa Pak Fahri kekasih saya?"


"pastilah tidak mungkin Pak Fahri mau menjemput saya kan?" Jawab Jajang berusaha mengakrabkan diri dan disambut oleh tawa pasangan kekasih itu dan membuat ada sedikit luka di hati Jajang.


"Hai... Saya Fahri... terimakasih mau bergabung di sini... boleh kami pamit duluan, "


"Sure... saya juga sudah selesai... sampai ketemu bulan depan Ibu Amara dan Pak Fahri...


Sakit hati Jajang ketika Fahri menarik pinggang Amara meninggalkannya di belakang dan memandang kebersamaan mereka yang melangkah sambil tertawa riang. Terkadang kita salah berharap pada orang yang tidak tepat dan itu menghancurkan impian kita.


Patah hatiku jadinya... merana berputus asa.... oh nooooo .....Jajang !!!


*****

__ADS_1


Happy reading Guys.... bolehkah tinggalkan jejak untuk komentar, like atau apapun ide. Terimakasih ya temans sudah bersedia membaca karyaku. Sehat selalu semua...


__ADS_2