Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 10 Sanggupkah aku ?"


__ADS_3

Tidak semua yang dicinta akan selalu ada bersama kita, tidak semua yang dipercaya akan selalu setia, Terkadang mereka hadir di kehidupan kita untuk memberikan pelajaran berharga di perjalanan hidup.


Apakah aku mampu untuk menjadi  setulus gula dalam secangkir  teh ataupun secangkir kopi??"  Saat teh ataupun kopi kurang manis, orang akan selalu berkata," Gulanya kurang,  ini kurang manis !" Namun saat rasa minuman pas, orang akan berkata, " Teh-nya enak ataupun kopinya sedap".  Bagi gula tak penting apakah ia diingat ataupun dilupakan, asalkan ia telah meredam pahit pada sebuah minuman, itu  telah cukup berarti.


 


 


 


*****


Soffie masih menunggu kepulangan David dengan menonton TV di kamar, sementara Dean sudah terlelap di dunianya di dalam box bayinya yang berada di kamar Soffie dan David. Suara pintu apartemen dibuka dari luar, membuat Soffie bangkit dari tempat tidur di kamar dan akan menuju ke ruang tamu apartemennya.


" hei... phie, ko belum tidur, sayang?" Tanya David mengingat waktu sudah menunjukkan dini hari. David tersenyum ketika melangkah meninggalkan ruang tamu dan memandang wajah istrinya yang baru keluar dari kamar tidur mereka.


"Aku menungggumu, bie.  Gimana sudah beres urusannya?"


"Tinggal sedikit lagi, phi... aku lapar sekali...bisakah...


"Sebentar, aku siapkan makanan, hubbie mandi dulu saja, biar enak makannya, aku sudah siapkan pakaian Hubbie di kamar.  Jangan ganggu Dean ya!" Dia baru tertidur tadi!"


"Baiklah sayang, " Ujar David dengan cepat dan ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar untuk segera mandi dan menikmati makanan yang disajikan istrinya.


David bersyukur Soffie begitu mempercayainya dan tidak bertanya sedikitpun tentang apa yang dilakukannya beberapa hari ini.  Maafkan aku, phie. David mengambil pakaian yang sudah disiapkan Soffie di kamar. Ketika akan menuju ke kamar mandi, ia melihat pria kecilnya sedang lelap tertidur. Maafkan Papa, sayang!"


 


*****


Henry masih terbaring di kamarnya, ini hari kedua ia tidak bekerja karena sakit demam tinggi. Dia sudah meminum obat dan masih saja belum hilang demamnya. Hari ini Jajang datang  mengunjunginya dan membawakan makanan buatan Soffie, karena Soffie tidak bisa mendadak menengok Henry, tanpa suaminya, sedangkan Lily baru akan menengok bersama Josh di hari Sabtu nanti.


"Kenapa bisa sakit sih, Hen? "  Ledek  Jajang melihat temanya terbaring di kamarnya dan tidak ada semangat di wajahnya. Jajang meletakan makanan dan minuman kiriman pak kidi, di atas meja dekat soffa dan mengambil satu set rangsumnya dan bersiap membukanya.


" Ngapain lo kemari... cuma mau ketawain gue, hah ?" Apa elo kesini cuma mau numpang makan disini?"


" Kangen ya sama Santika?" Marah mulu kayak lagi PMS!"


"Bodo.... I  Dont care..


"Santika kabur dari rumah, hen?"

__ADS_1


"Kemana dia, " tanya Henry terkejut dan bangkit dari tidurnya sambil memandang wajah temannya dengan sangat serius.


"Kata adiknya... ini katanya lho... Santika resign dari pekerjaan terus 2 hari kemudian dia menghilang, pakaian di rumahnya di bawa semua... kurasa diapun sama dengan elo, dia terluka.... dia pergi , Hen...


"Hem... elo masih berhubungan dengan adiknya?"


"Kemarin setelah dia cerita soal Santika, eh dia mutusin aku, Hen... katanya gara-gara elo melukai Santika, Jadi dia minta putus dari aku... ya kubiarkan sajalah.... masih  ada cadangan yang lain... lihat aku, hen... aku tetap bersemangat dan tidak seperti elo yang mau mati... ngapain sih elo... cewek kan gak hanya Santika saja.


"Gue tahu itu... gue bodoh ya, Jang ?"


"Iya... emang elo bodoh !"  Jawab Jajang dengan enteng. Jajang membuka makanan kiriman dari Soffie dan memakannya.


"Eh... makan apa lo?"


"Ini masakan Soffie untuk elo, tapi kan banyak... jadi aku ikutan makan aja, emmmm   ... enak... beruntung ya David dapat Soffie, tiap hari makan enak " Jawab Jajang tanpa merasa bersalah dan terus makan dengan santai tanpa memikirkan sahabatnya yang masih terbaring.  "Hen..., lo gak mau makan?"


"Gue gak nafsu makan, Jang ?"


"Kalo elo sakit, gimana elo mau nyari Santika?"


"siapa bilang gue mau cari dia?" Jawab Henry sambil melotot pada temannya yang sibuk memakan rendang gepuk dan sayur daun singkong buatan Soffie.


Jajang benar-benar menikmati makannya dan seperti hanya menumpang makan di kamar Henry. Dia sibuk menikamti makannya dan seolah tidak peduli pada sahabatnya yang sedang terbaring sakit.


'Bangsat lo... jangan bahas dia kali !"


"Kenapa?" Kan kamu yang bilang tadi, katanya kamu tidak peduli sama dia , Katanya Bodo amat.. I dont care lah... giliran aku  yang mau cari,  kenapa kamu mau  marah?" ...  Kan  elo udah gak ada hubungan sama dia,Hen.... dan Sherly bilang sama aku , untuk putus dan aku disuruh  cari yang lain.....  nah kalo aku mau main-main dengan  Santika, itu hak aku donk ..dia itu sexy, ya Hen dan bicaranya lembut lagi, apalagi kalo dia tersenyum ....uwihhhh ... bikin bagian pentingku ikut bergetar...


"Bangsat emang elo, jang.... Jangan ganggu dia ?"


"Kenapa marah , Hen? " Jadi elo sakit hati karena dia kan?" Elo sampe sakit berhari-hari mikirin dia kan?"


"Iya.... gue kehilangan separuh nyawa gue.... gue rasanya mau mati dan mau marah... tapi gue gak tahu... dia gak pernah jahat sama gue, dia selalu mendengarkan gue... rasanya gue gak percaya penjelasan Lily tapi kenapa dia malah memutuskan gue, padahal kalo dia mau cerita jujur sama gue, kan ... gue mungkin mau memaafkan dia dan melupakan kesalahan dia di masa lalu.."Lirih Henry dengan pelan.


"Sekarang dengarkan aku,  kamu makan dan minum obat, Sabtu ini Lily, Josh dan mungkin David juga mau bantu untuk cari Santika... Dasar Cemen lo... gara-gara cewek aja mau mati, semangat , Bodoh!'  aku gak suka Henry yang cengeng seperti ini...


"Elo sih pacaran dengan Sherly, gak sungguh--sungguh, jadi gak merasakan apa yang gue rasakan... Santika yang gue sayang itu cuma satu... Gue hanya menginginkan Santika,  Gue  akan menerima dia apa adanya, Salahkah kalo gue  mencintai dia? Bodoh banget ya , gue!"


"Emang elo bodoh !"  Tapi Hen... gue selalu mikir Santika itu juga sebenarnya sayang elo, buktinya sampe kabur dari rumah dan menghilang dari pekerjaannya, kurasa dia juga terluka dengan kejadian ini.... menurut Josh, memang  Santika memohon agar tidak menginformasikan masa lalu ke kita.... tapi biar kau tau, Hen... Santika itu pernah menggodaku juga, Hen..!"


Henry mendelik mendengar pengakuan Jajang padanya. Dilihatnya wajah temanya tidak  menunjukkan guratan bercanda ataupun sedang berbohong. Henry terdiam dan ketika Jajang melanjutkan ucapannya kembali.

__ADS_1


"Hen... apakah kamu  sanggup, jika suatu hari nanti dan kamu kembali bersama Santika, tiba-tiba ia mengkhianatimu? Ia bukan tipe perempuan setia ,Hen...?"  Aku takut kamu terluka kembali, Hen... Sanggupkah kamu menghadapinya?" Siapkah dengan kemungkinan itu?"


"Gue akan menjaganya dan lebih baik gue  bersama orang yang benar-benar gue cintai, walaupun kalian semua menganggapnya salah dan tidak cocok dengan gue ... tapi gue bahagia bersamanya.


"Baiklah aku akan mendukungmu, aku akan membantumu mencarinya, sekarang kamu makan dulu, Kamu harus sehat jika ingin menemui Santika.


"Baiklah,  Bawel... bener kata Soffie dan Lily... mulutmu ini seperti emak-emak rumpies...


"Biar saja yang penting aku gak cengeng ditinggal pacar!"


"Emang elo minta dihajar ya Jang !"


Jajang segera menghindari pria yang bangkit dari tempat tidurnya. Padahal Henry hanya bangun untuk mengambil rangsum makanan yang disiapkan Soffie untuk mereka. Jajang mengambil Jus Jambu dan meminumnya di depan Henry.


"Hen,... ingatlah tidak semua yang dicinta itu harus bersama dengan kita, Hen... tidak semua yang kita percaya akan selalu setia pada kita... jika akhirnya  kita tidak berhasil menemukan Santika,... mungkin saja Santika itu memang bukan  jodohmu, tapi Santika adalah pelajaran berharga di kehidupanmu, Hen...


"Hem..... Sudah ceramahnya pak dosen!"   Ingat elo  sudah janji akan membantu gue  mencarinya?"


"JIka akhirnyan bertemu, dan jika ingin bersamanya, kau gak usah ungkit masa lalunya, tapi bahas masa depan kalian saja. Kau harus tulus padanya!"


"Ya... aku akan menjadi seperti  gula dalam  secangkir kopi yang diminumnya sehingga akan larut diminumannya dan...


'Sok puitis , lo... nanti saja ngegombalnya, jangan sama gue, anjrit!"  teriak Jajang.


"Kenapa? elo gak sanggup bikin kalimat puitis kan, Jang... hingga Sherly juga memutuskan elo!"


"eh... Sherly memutuskan aku karena hubungan kamu dan kakaknya!"


"Bodo !"


Kedua sahabat yang saling mencela itu terus makan dengan saling berkata-kata seenaknya, namun tidak saling menyimpan di hati setiap perkataan temannya. Bagi mereka berdua persahabatan itu penting dan saling melindungi. Semoga tulusnya Henry terbalas dengan cinta Santika padanya.


"


****


 


 


 

__ADS_1


 


Happy reading temans... mohon untuk tinggalkan  komentar, like atau apalah di sini!   "Biar  aku  makin kreatif menulisnya !"   Thanks a  lot guys!


__ADS_2