Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 35. Mengharapkanmu


__ADS_3

Bagi seorang wanita, sakitnya dibohongi oleh orang terkasih itu laksana terkena luka bakar, mungkin saja luka bakar itu akan  melepuh karena panas yang tinggi dapat  disembuhkan, tetapi  bekasnya sangat lama sekali akan hilang bahkan mungkin takkan pernah hilang.


 


*****


Soffie sedang memasak di dapur kecil di rumah penyekapan itu, Brenda hanya berdiri di ujung pintu dapur mengawasi apa yang dilakukan Soffie sedangkan  kedua pria lainnya Nicholas dan Saeful sedang menonton TV di ruang tengah di dekat lift yang bersebelahan dengan tangga.


Soffie tidak ingin melarikan diri, karena ia tidak punya kemampuan berkelahi. Ia hanya dapat berserah dan berdoa semoga David dapat segera menemukannya sebelum anaknya dilahirkan. Bagi Soffie memasak adalah suatu hiburan. Ia memasak untuk porsi 4 orang. Terserah mereka yang bertugas menjaganya  mau makan ataupun tidak masakan buatan Soffie adalah urusan mereka. Bagi Soffie, kesehatan dirinya dan anak dalam kandungannya sangat penting.


'Ayo kita makan sama-sama.... " Jawab Soffie sambil keluar dari dapur membawa 2 piring masakan sayur cah dan daging sapi lada hitam.  Aroma yang menggoda membuat kedua pria itu datang dan menghampiri.


"Boleh kami mencobanya?"  Tanya Nicholas.


"Silahkan... aku juga akan makan dan tidak mungkin habis semua ... jika kalian tidak keberatan... makanlah bersamaku.. lupakan status bahwa aku ini adalah tahanan kalian... ayo makan dulu biar ada tenaga untuk berjaga... "ucap Soffie sambil melirik  Brenda yang masih berdiri di ujung dapur.


Kedua pria itu langsung mengambil piring dan menyendokkan nasi dan berdiri di samping Soffie menunggu diberikan jatah lauk. Soffie tersenyum dan menyodorkan piring tempat lauk yang baru dibuatnya dan meminta mereka mengambil masing-masing. Kedua pria itu tanpa sungkan langsung makan bersama dan duduk di depan Soffie. Mereka makan dalam keheningan dan penuh semangat, hanya  Brenda saja yang berdiri mengawasinya sambil makan burger yang dibelinya.


Telephone Brenda berbunyi dan ia segera mengangkatnya. Tidak lama kemudian Brenda menghampiri Soffie yang masih makan dengan lahap.


"Bu Soffie... maaf ... Tuan Toshihiro menelpon dan ingin bicara dengan anda,silahkan ...


"Baik," Ujar Soffie sambil mengambil telephone dari  Brenda.      "Hallo , Tuan Toshihiro...


"Sedang apa ?"


"Makan siang.... aku baru saja makan dan mengajak assisten Tuan untuk  makan... tapi Brenda tidak ingin makan bersamaku... mungkin dia sedang diet.."Jawab Soffie sambil  melirik  Brenda.


Soffie ingin lebih akrab dengan Brenda tapi tampaknya wanita itu menjaga jarak dengannya. Wanita itu sepertinya diliputi banyak kecemasan dan membuat jarak yang sangat jauh dengannya.


"Kau tidak mengajakku makan, Soffie ?" Tanya Toshihiro yang terdengar sangat serius.


"Emh... aku tidak tahu... apakah Tuan sudah makan?" Apakah Tuan mau mencoba masakan buatanku...


"Hem... kau tidak akan meracunku  bukan ?"


"Kalo tidak mau tidak apa-apa... aku juga memasak untukku saja dan orang yang percaya padaku boleh memakannya...


"Ha... Ha...  kamu ini benar- benar lucu...... kamu ini sungguh  menarik , Soffie... kamu sedang ditahan olehku tapi memasak untuk anak buahku.. apakah mereka baik-baik saja... baiklah besok aku ke sana... aku akan mencoba masakanmu... masaklah yang enak... biar aku bisa melihat kehebatanmu !! Sekarang  berikan Handphone ini pada Nicholas !"


"Baik Tuan...


Soffie menyerahkan handphone milik Brenda pada Nicholas. Pria itu telah selesai makan dan menerima telpon dan meninggalkan meja makan dan berbicara agak menjauh sehingga tidak terdengar oleh Soffie.

__ADS_1


Percakapan itu terkesan sangat penting karena Nicholas langsung meninggalkan meja makan dan mengecek semua petugas yang berjaga di rumah itu dengan berkeliling. Soffie ingin sekali bertanya tapi tampaknya ekspresi mereka semua menjadi tidak bersahabat. Ia segera membereskan bekas makanan mereka dan mencucinya di dapur. Brenda yang semula berada di dapur dan mengawasi Soffie yang sedang membersihkan banyak perabot yang tadi digunakan untuk memasak. Brenda  bergerak menghampiri Saeful yang berdiri dekat jendela.


"Ada apa ful ?"


"Tuan Toshihiro meminta kita berjaga-jaga... David rupanya selain melibatkan kepolisian Ottawa, ia juga  melibatkan pasukan elite eks  marinir... kau pernah dengar "The A Team "?


"Seriusan, Ful... ini gak main-main kan?"


" Emang siapa mereka?"


"Mereka itu tim hebat. Mereka  cuma berempat tapi serasa mereka itu ada empat puluh... mereka  itu pasukan yang berjuang dengan  tidak terlihat dan siap membunuh siapa saja yang menghalangi misinya... tapi biasanya yang mampu menyewa itu hanya orang  - orang penting... apakah wanita itu benar-benar istri orang penting ya?


"ya iyalah... kau pikir kenapa Tuan Toshihiro sampai menambah pasukan di bawah...katanya akan melibatkan Yakuza juga.... tapi apa benar mereka cuma berempat? Di dor juga beres...


"Kamu benar-benar belum mengenal mereka? Pimpinan mereka itu orang gila..yang kuingat mereka adalah Michael, dan  Tonny... tapi aku tak tahu rupa mereka... kalo berurusan dengan mereka... kita harus siap mati... dan mayat kita bisa menghilang... Polisi saja tidak mampu menangkap mereka..


" Sudahlah jangan menakutiku ... Kamu jaga saja wanita itu... dia sebenarnya orang baik... masakannya enak lagi.. sudah lama aku tidak makan masakan rumahan.


"ya... Bu Soffie itu  orang baik , maka dari itu aku tidak mau terlalu dekat padanya... takutnya aku yang diminta membereskan  dia... aku harus menjaga jarak...  Ayo kita harus lebih waspada...


"Hem... Kamu ajak dia ke kamar.. aku mengecek keseluruhan ruangan dan pintu.


"Baiklah.... Tuan akan datang malam hari ini... katanya ia menginap disini.


 


*****


Akhirnya Soffie berdoa dalam hatinya agar hatinya dapat lebih tenang. Isi doanya masih selalu sama.


 


"Tuhan... jika boleh aku meminta ijinkan keluarga kami berkumpul kembali... aku ingin kami semua selamat, dan anak dalam kandunganku bersama dengan papa yang sesungguhnya... permudah langkah David untuk menemukan kami... Jaga David dan Dean dimanapun berada.. Tolong kami Tuhan... Amien.


 


 


Soffie sedang berusaha terlelap di atas ranjangnya. Sebelum tidur ia selalu menyebut nama David dalam hatinya. Ia sangat berharap David segera datang menjemputnya. Ia takut ucapan Toshihiro yang meminta untuk menjadi ayah anaknya bener-benar terjadi. Ia benar- benar tidak rela jika pria itu menjadi ayah anaknya. Terlebih lagi jika Dilla berhasil merebut David darinya. Soffie benar-benar cemas melihat wanita itu tidak ada matinya untuk merebut suaminya.


Sekelebat bayangan Dilla datang tersenyum seraya mengejeknya... bagaimana jika ini jebakan Dilla untuk memisahkan dirinya dengan David.  Bukannya dengan ia disini, maka makin terbukalah kesempatan Dilla untuk merebut David.


Apakah David akan menjemputnya.. atau membiarkan dia tetap disini... ? Bagaimana dengan Dean, siapa yang akan merawatnya... dia pasti sendirian. Soffie semakin cemas, David sedang tidak memiliki ingatan yang baik dan bagaimana jika ingatan dia yang sedikit itu berakhir pada pengabaiannya. Akankah ia benar-benar menjadi tahanan Tuan Toshihiro.  Akankah anaknya akan menjadi anak pria itu....hatinya terasa perih. Bisakah ia menghubungi kak Sonny, pasti Kak Sonny bisa menyelamatkannya.. tapi bagaimana cara menghubungi Sonny?

__ADS_1


Soffie sangat resah bila benar David tidak menjemputnya. Tidak terasa air matanya mengalir dalam tidurnya. Diujung Sofa, Brenda yang belum tertidur memperhatikan bahwa Soffie sedang menangis dalam tidurnya dan ia membiarkannya. Ada rasa kasihan pada wanita hamil itu, tapi mau bagaimana, pekerjaannya mengharuskan dia selalu siaga.


Tidak lama pintu dibuka dari luar, sehingga membuat Brenda berdiri dan langsung bersiap dengan senjatanya. Dia mengarahkan ke arah pintu. Terlihat Tuan Toshihiro tersenyum pada Brenda.


"Apakah dia sudah tertidur ?"


"Sudah Tuan... apa perlu dibangunkan sekarang?"


"Tidak usah .... besok saja aku berbicara padanya...


"Baik Tuan.


Pintu itu ditutup kembali dan Brenda kembali ke posisinya semula. Soffie yang belum tertidur berpura-pura tertidur dalam diam. Ia merasa takut jika Tuan Toshihiro datang.  Kak David, cepatlah datang... aku benar-benar takut... cepatlah datang... kami menunggumu .  Soffie terus berkata dalam hatinya.  Semoga ...


 


Malam semakin larut... namun samar -samar terdengar suara ledakan dan suara tembakan di luar rumah dan keributan itu membuat Soffie terjaga. ia melihat  Brenda berdiri di dekat jendela mengamati situasi di luar. Ia masih berpura-pura terbaring di ranjangnya.


Soffie bingung harus bertindak apa... haruskah ia bangkit dan mendampingi Brenda? Apakah David datang.. apakah David yang membuat kekacauan itu...?


 


 


*****


 


 


Happy Reading Guys !!!  Bolehkah tinggalkan komentar/like/ poin/ hadiah untukku... tapi diatas semuanya itu, teman terimakasih telah membacanya... tetap sehat dan jaga kesehatan !!


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2