
Hidup tidak selamanya tenang dan bersinar terang, terkadang kita juga membutuhkan gelap untuk menikmati indahnya bintang di malam hari.
Satu hal yang kutakutkan adalah kamu pergi dan tidak peduli lagi padaku.
*****
Soffie menghubungi David karena sudah pukul 20.00 WIB , tetapi suaminya itu belum tiba di rumah. Sudah tiga hari ini David jarang pulang tepat waktu, sehingga Dean sudah lelah menunggu papanya pulang untuk bermain. Dean terkadang mengamuk meminta bermain dan mencari papanya yang tidak kunjung datang. dan bermain dengannya. Pria kecil itu kehilangan teman bermainnya sebelum tidak malam.
Dean belum dapat berbicara dan berjalan. tetapi pria kecil itu tahu jadwal kepulangan papanya sekitar jam makan malamnya. Dean sering melihat pintu dan sayangnya pintu apartemen masih belum terbuka. Soffie membujuknya untuk bermain di baby walker. Namun Dean selalu mengarah ke pintu kedatangan ayahnya.
Dipencetnya nomor suaminya, namun masih belum diangkat. Soffie mengecek notifikasi pesan dari suaminya yang mengatakan akan pulang terlambat karena masih ada urusan kantor yang mendesak. Pesan itu dikirimkan tepat pukul 17.00. Tidak lama Handphone Soffie berdering, dilihatnya nama yang menghubungi " My Hubbie"
"Bie... masih lama pulangnya?"
"Iya , honey... ada apa menghubungiku?" Dean baik-baik saja?"
"Ya bie.... Dean masih menunggumu dekat pintu apartemen... dia selalu berjalan ke arah pintu, dia tahu papanya belum pulang...
" Maafkan aku, phie.... mudah-mudahan hari ini urusanku selesai. Besok aku pulang tepat waktu.
"Iya sayang... kerja yang baik saja.. kami menunggumu di rumah. Hati-hati ya, .... emh... kamu sudah makan?"
"Ini mau makan malam bareng costumer... maafkan aku ya , phi... selesai masalah ini beres... kita makan malam bareng, kamu sudah makan?"
"Belum... sih. tadinya mau menunggumu, tapi ... aku makan buah aja deh...
"Makanlah sayang... maaf aku tak bisa makan bersamamu... aku gak mau kamu sakit...
"Iya bie... kamu cepat bekerja dan cepat pulang ya, kami menunggumu !
"Oke sayang... aku tutup ya telponya, aku lagi di jalan sih.
"Hati-hati, bie!"
__ADS_1
David menarik nafas kasar, dia berbohong pada istrinya. Ia harus menemui Dilla yang menurut Januar bahwa Dila sudah sadar setelah operasi siang tadi. Tapi ia tidak mungkin menemui Dila di siang hari, makanya ia memutuskan malam hari ini menemui Dila. Ia tahu bahwa Soffie tidak menyukai jika ia masih berhubungan dengan Dilla tapi ia hanya membantu Dila yang terluka parah.
David tahu Soffie akan marah besar jika mengetahui bahwa ia menemui Dila sehingga ia tidak berani berkata jujur pada istrinya. Maafkan aku, phi. Ini yang terbaik. Aku tidak rela melihat Dila dianiaya, ada rasa sakit di hatiku melihat dia terbaring luka parah. Aku akan bereskan masalah ini dengan cepat. maafkan aku, phi/ Bukan maksudku tidak jujur, tapi terkadang lebih baik berbohong daripada meminta ijin darimu untuk menemui Dila.
******
Malam semakin larut ketika David tiba di rumah sakit. Januar dan Shinta, manajer Dila sudah mengatur agar pihak rumah sakit menutup berita dirawatnya Dila di rumah sakit itu.
Semua akses media ditutup termasuk untuk Toshihiro, suami Dila. Pria itu mencari Dila untuk menanyakan kabar Dila yang ditinggalkan terluka parah di apartemen pribadi Dila dan karena menerima tuntutan dari pengacara Dila mengenai permohonan perceraian dan penganiayaan yang dilakukannya.
David melangkahkan kakinya di lorong koridor rumah sakit, dan dilihatnya Shinta dan Januar sedang berbicara intens di depan ruang perawatan Dila.
"Selamat malam Pak David," Sapa Januar ketika melihat kedatangannya. Demikian juga Shinta mengangguk tanda penghormatan pada teman special artisnya.
" Malam.. kalian sudah makan?"
"Sudah pak,... apakah bapak sudah makan? Saya pesankan mau pak dari kafetaria .
"Sudah Pak David, sudah beres semua , ini berkat jasa Pak Januar juga... tapi pak david, bagaimana jika Pak Toshihiro makin marah... tadi dia sudah mengancam saya..?"
"Januar , suruh pengacara Dila tangani... ingat tutup akses ke Dila!"
"Baik pak, saya akan hubungi kembali pengacara Dila untuk menegaskan hal ini dan tidak mengganggu Shinta" Jawab Januar dengan tegas.
" Shinta selama di Beijing, kamu konsentrasi pada kesembuhan Dila dan hanya boleh berhubungan dengan Januar jika ada masalah, dan untuk masalah disini serahkan ke timmu yang lain untuk berkordinasi dengan pengacara. Intinya Dila jangan sampai pusing memikirkan masalah ini. Jika ada apa-apa hubungi Januar... aku hanya mendukung kalian dari belakang. Tegaskan ke Dila untuk tidak menghubungiku jika sudah sembuh nanti !"
"Baik Pak David.
"Sekarang aku akan menemui Dila,.. Januar ikut aku!"
Ketika David memasuki kamar perawatan Dila, dengan sedikit memaksakan senyum yang berkembang di bibirnya, David memandang Dila yang sudah siuman di ranjang perawatannya. Wanita itu masih dipenuhi perban dan kabel penghubung di bagian tubuhnya untuk terus membantu pengobatannya.
"David...
__ADS_1
"Hai.. Dila.. gimana keadaanmu sekarang?"
"Terimakasih ya Dav... hanya kamu yang aku punya sekarang.... Dila bilang , kamu yang membuatku bisa dioperasi segera dan bahkan besok aku akan dapat perawatan lengkap agar wajahku dapat kembali pulih dan tubuhku kembali normal.... terimakasih David... kamu tidak meninggalkanku disaat aku terluka, terimakasih sudah menolongku dan peduli padaku !"
"Sudahlah... aku memang membantumu agar kamu bisa mewujudkan cita-citamu!
"Dav... aku menyesal meninggalkanmu, " Ujar Dilla lirih, Dia tidak peduli ada Januar disamping David yang menemani David menengoknya.
"Dila... dengarkan aku... kamu harus sembuh dan memiliki semangat untuk kembali bersinar... aku suka melihat kamu di panggung... aku hanya menganggapmu teman... maka aku menolongmu... setelah sembuh... kamu harus berkarir lagi. masalahmu sudah ditangani pengacara.. sekarang kamu fokus di kesembuhanmu. Maafkan aku tidak bisa mendampingimu, maafkan aku hanya bisa membantumu sampai disini ya!"
"Dav... jangan tinggalkan aku!"
"Dila ... aku punya keluarga, kuharap kamu mengerti itu, aku membantumu sampai disini...besok aku sudah atur untuk perawatanmu di Beijing dan masalah pengacaramu dengan suamimu itu. Kuharap itu cukup membantumu untuk bisa bangkit berdiri kembali. jadilah Dila yang begitu percaya diri!" Ayo semangat!"
"Tapi aku ingin setelah aku sembuh, aku kembali bersamamu, Dav...
"Dila...diantara kita sudah selesai. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran. Tidak selamanya hidupmu itu bersinar terang, dan kamu dapat melihat siapa yang memberikan bantuan ketika kamu terjatuh. Maafkan aku tidak bisa menemanimu lagi.... aku pamit ya. sudah terlalu malam disini.
"Dav... Jangan pergi lagi!" Dav.... jangan pergi... Jangan pergi dariku, Dav...
Dila terisak memandang kepergian David dari sisinya. Langkah David dan Januar yang meninggalkan Dila di ruangan perawatan ekskusif itu. Shinta memasuki ruangan untuk menemani "Sang Bintang" yang masih menangisi teman spesialnya.
Dila menyesali keputusannya dahulu yang melepaskan David demi karir dan kesuksesannya. Ketika ia jatuh, ternyata pria yang dibuangnya dulu yang mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan. Pria itu masih peduli padanya . Pria baik yang pernah diusir dari kehidupannya dan memilih menikahi pria lainnya yang membuatnya terluka parah!"
"Aku akan merebutmu kembali Dav... lihat saja jika aku sembuh!" Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi... kumohon Dav, kembali padaku.... Kamu adalah milikku, David... Kamu tidak akan pernah bisa pergi lagi dariku!"
Shinta yang mendengar ucapan Dila hanya dapat memeluk artisnya yang memang mencintai teman specialnya. Maafkan Dila, Pak David, Ujar Shinta dalam hati.
*****
__ADS_1
Temans.... maukah meninggalkan komentar/masukan. like atau apapun itu, Biar aku bisa menulis lebih baik! Thanks ya temans... Happy Reading !!!