
Saat mencintai seseorang, apapun kesalahannya yang diperbuat, tidak akan bisa membuatmu berhenti mencintainya.
*****
David kembali mengemudikan helikopter itu menuju Markas Besar Kepolisian Ottawa untuk mengantarkan helikopter yang tadi direbut dari tangan anak buah Toshihiro. Ia menyerahkan masalah penculikan dan pelaku penculikan pada "The A Team dan kepolisian Ottawa.
Bagi David yang terpenting adalah Soffie dan anak dalam kandungannya selamat dan bisa berkumpul kembali bersama Dean. Ia tersenyum dan melirik istrinya yang sedang memandang kagum padanya.
"Bie... aku baru tahu, kamu bisa mengendarai helikopter ?'
"Hem... aku juga baru ingat bahwa aku bisa mengendarainya bebeapa jam yang lalu ... ketika dalam proses diskusi penjemputanmu..
"Hah......
"Aku juga sudah mengingat semuanya, phie... " Ujar David sambil mengemudikan helikopter. "Maafkan aku... JIka aku tidak menolong Dila..... mungkin tidak ada peristiwa ini.... maafkan aku.... "kata David sambil menarik tangan Soffie dan mencium punggung tangannya.
"Iya... tapi aku membencimu untuk hal yang itu !" Jawab Soffie dengan ketus.
"Maafkan aku, phie... aku tak bermaksud melakukan ini... aku hanya kasihan padanya...
"Kasihan ko sampai harus menjanjikan pernikahan pada istri orang lain... tahukah kakak... kakak juga melukai Tuan Toshihiro dengan mengajak mbak Dila menikah...
"Aku tidak pernah menjanjikan pernikahan padanya, phie..... Dilla itu ngawur aja..... tidak mungkin aku mengkhianatimu, sayang....
"Tapi ucapan Dila dan Tuan Toshihiro sama.. bahkan aku sudah melihat foto-foto Kakak dan Januar berada di apartemen Dilla... Kakak menggotong tubuh Dilla... dan menungguinya di rumah sakit... itu namanya apa ... itu kerjasama ya dengan Januar untuk membohongiku... apa kakak mau bilang itu foto rekayasa ? "begitu maksud kakak....
"Phie tidak seperti itu semua kejadiannya... aku bisa ceritakan semuanya... kumohon dengarkan dulu penjelasanku... jangan cuma mendengar dari versi orang lain !"
"Kak David kenapa sih aku harus mendengar semuanya dahulu dari orang lain... aku kecewa pada kakak.... jika aku tidak sedang mengandung aku akan pergi dari kehidupan kakak....
"Sayang ... dengarkan aku... percaya padaku.... aku tidak pernah mengajak atau meminta Dilla menikah denganku semenjak kita menikah.... aku berusaha menjadi pria yang bertanggungjawab dan setia kepadamu....waktu itu Dilla memang dianaya suaminya hingga hampir tewas... Dilla memang menghubungiku dan benar ketika terluka parah dan aku tidak mungkin membiarkannya.... dia meminta tolong padaku.... aku membawa Dilla ke rumah sakit bersama Januar.... aku pernah ada di rumah sakit dan menemaninya ketika proses operasi... tapi aku hanya bermaksud menolongnya... aku tidak tahu kelanjutannya karena setelah itu ditangani Januar dan manager Dila.. kupikir ... aku cuma menolong orang.....sampai Dilla menyusulku ke Ottawa dan mengajak makan siang perpisahan... tapi saat di mobil memang Dila memintaku untuk menikahinya dan kabur meninggalkanmu dan aku sudah menolaknya dan akan menurunkannya di jalan, tapi Dila menaruh sensor perusak otomatis di atas dashboard sehingga bisa kecelakaan karena aku tidak bisa mengendalikan kendaraan matik karena mesin tidak bergerak dan menabrak pembatas jalan... dia memang mau membunuhku, phie jika aku tak mau menikahinya.... itu adalah kejadian real... yang di rumah sakit bisa kau cek di Januar dan yang kecelakaan sudah ada hasil pemeriksaan polisinya.....
Soffie terdiam mendengarkan penjelasan David. Ia mencerna penjelasan David yang sudah mulai dapat mengingat rinci kejadian sebelumnya sehingga kecelakaan dan mengakibatkan David kecelakaan.
"Sayang.... kumohon jangan tinggalkan aku.... aku memang salah... tapi bukan dengan jalan dengan pergi dari kehidupanku.... maafkan aku.... maafkan aku, phie!"
__ADS_1
Soffie menangis dalam diam. Dia mengalihkan pandangannya melihat kota Ottawa dari atas langit. David memperhatikan wanita yang dikasihinya masih menangis dan sedang menghapus air matanya dalam diam. Ia merasa bersalah pada wanita itu. Ingin memeluk tapi kondiisi yang tidak mungkin karena masih harus membawa helikopter dan menjelaskan kepada komisaris polisi mengenai kejadian hari ini.
Helikopter mendarat di helipad Markas Besar kepolisian dan telah dinanti oleh beberapa polisi yang menunggu kedatangan mereka. Soffie masih terdiam sementara David berusaha memarkirkan di posisi yang ditentukan dengan benar.
"Sayang... ayo kita melaporkan diri dulu ke komisaris baru mengambil Dean...
"Dimana Dean sekarang? siapa yang menjaganya.... "Tanya Soffie yang ingin segera menemui Dean dan sedikit melunak ketika mengingat pria kecilnya itu.
"Mereka ada di ruang komisaris, Januar dan Alice ada di sana juga....
David menarik lengan Soffie sehingga wanita itu menjadi lebih dekat padanya , Dirangkulnya wanita itu. Soffie ingin melepaskan pelukan lelaki yang dirindukannya namun banyak polisi yang melihat membuatnya jadi diam dan mengikuti langkah lelaki itu membawanya. David mencium puncak kepalanya. Soffie masih terdiam.
"Phie....
"Sayang... aku tak masalah orang lain tidak percaya padaku... yang penting itu kamu... kamu tidak boleh tidak percaya padaku... aku tidak pernah mengkhianatimu.... "Ujar David dengan lirih.
Soffie terdiam dan tidak menjawab perkataan lelaki yang sedang merangkulnya.
"Phie.... jadi kamu mau mendiamkanku terus nih.... masih mau marah terus nih.....aku ini lebih baik berkelahi dengan para Yakuza ataupun ditembak oleh para penjahat itu dan kemudian mati konyol daripada kamu diamkan begini... apa kita kembali ke sana saja deh.... kamu lihat aku berkelahi saja deh...
Soffie menoleh dan masih terdiam melihat pria itu berbicara ngawur. David menghentikan langkahnya dan memandang istrinya yang diam membisu. Diujung matanya masih ada sisa air mata yang tergenang. Tangan David menghapus sisa air mata yang masih ada di pipinya.
"Aku bingung.... aku mendengar cerita yang berbeda... aku memang marah.... Terlebih ketika Tuan Toshihiro bilang akan mengambil paksa dalam kandunganku.... aku hanya ingin Kak David yang menjadi ayahnya... tapi dia bilang Kak David akan menikahi Dilla dan melepaskanku..... " Soffie menangis sesegukan di pelukan David.
"Aku tidak akan melepaskan istri dan anak-anakku.... aku mata mencintai kalian semua.... Kamu harus percaya padaku.....tahukah phie... setiap aku menutup mata dalam tidurku... aku mendengar kamu memanggilku... Hubbie jemput kami.... cepatlah datang... kak David... jemput kami.... hubbie tolong aku, jemput kami, bie... setiap aku menutup mataku... kamu selalu datang.... aku bisa gila bila kamu dan anak-anakku pergi... kumohon, phie !"
" Kak David... apapun kesalahan Kak David tidak bisa membuatku berhenti mencintai Kakak..... jadi jangan pernah tinggalkan kami ya.... aku takut mbak Dilla mengambil Kak David dari aku dan Dean....
"Aku tidak akan bisa melepaskan kalian.... dengan Dila atau siapapun itu tidaklah penting... yang penting adalah kamu dan anak-anakku... jadi kumohon percayalah padaku.
Soffie mengangguk dalam pelukan David. Ia tenang dan percaya bahwa lelakinya tidak akan melepaskan dirinya dan anak dalam kandungannya. Terlebih David sangat menyayangi Dean.
"Aku mau ketemu Dean, Bie...
"Kita ke sana sekarang....
Mereka melangkah dengan pasti menuju ruang komisaris polisi. Ketika sampai di depan ruangan komisaris,David mengetuk pintu dan membukanya ketika mendengar terdapat suara komisaris yang menyuruh mereka masuk.
Seorang pria bule berkepala setengah botak, dan wajahnya sangat tegas. Di depannya terdapat Januar yang sedang mengetik laporan dengan laptop. Sementara di depan meja kerja terdapat 1 set soffa yang ditermpati oleh Alice dan Dean. Soffa yang panjang itu diduduki oleh Alice. Paha Alice digunakan bantalan Dean tidur. Ketika Soffie masuk ia langsung berlari memeluk pria kecilnya dan mencium Dean yang masih tertidur pulas. Sementara David memilih duduk di depan Komisaris untuk melaporkan detail kejadian, dan Januar hanya mengamati kedatangan pimpinannya.
__ADS_1
Saat Soffie masih berusaha membangunkan Dean, Alice yang semula tersenyum bahagia karena Soffie kembali dengan selamat , mengalihkan pandangannya pada David yang duduk berhadapan dengan komisaris . Tiba- tiba Alice berteriak histeris sehingga membuat Soffie menoleh pada David
"Hey... Look !! " David Back is bleeding. Are you oke, David ?............ oh...Januar ... call the docter now !" ( Hei lihat !!.....Punggung David mengeluarkan darah. Apakah kamu baik-baik saja David ? ...... Januar panggil dokter sekarang )
Komisaris dan Soffie segera melihat punggung David yang mengeluarkan Darah. Komisaris hanya menggelengkan kepala dan segera menuju meja kerjanya untuk meminta dokter segera memeriksa punggung David. Sementara David hanya tersenyum memandang istrinya yang mulai menangis dan sangat khawatir.
"Tenang sayang... ini hanya tergores saja sedikit ... ketika aku mengambil helikopter dari anak buah Toshihiro, ia memang menembakku... tapi kurasa tidak parah.... jangan nangis...bentar lagi dokter akan mengeluarkan pelurunya....
"Bie.....kenapa kamu gak bilang-bilang sih... harusnya tadi kita ke dokter dulu....maafkan aku... maafkan aku yang egois dan tidak peduli padamu !"
"hey... ini cuma luka kecil... lebih parah jika aku ditinggalkan istriku... jadi jangan menangis...ntar Dean ikut menangis... sebentar lagi aku akan baik-baik saja...
Januar segera menelpon dokter yang memang berada di kompartemen lantai dasar. Ia menarik nafas memandang luka bosnya yang memang masih berdarah. Soffie masih menangis melihat punggung David yang berdarah, sementara komisaris hanya menggelengkan kepala melihat salah seorang koleganya yang santai kena luka tembak.
******
Bagi David mending kena luka tembak daripada didiamkan oleh Soffie atau ditinggalkan Soffie. Intinya Luka tembak gak seberapa dibandingkan ditinggalkan sang kekasih hati..... oh so sweet ya guys !"
Oke temans terimakasih telah membacanya... Bolehkah tinggalkan komentar/like/ apapun itu ya untukku ... tetap semangat jalani aktifitas kalian dan jaga kesehatan!!" Thanks
__ADS_1