Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
28. Jangan Ragukan Gue!!


__ADS_3

Keesokan   harinya Soffie masuk ke kantor dengan di antar Pak Kidi. Ia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya namun Henry memintanya masuk karena hari ini tugas mereka bersama untuk audit ke salah satu bank umum di  Jakarta Selatan.


Dengan wajah  pucat, Soffie tetap masuk ke kantor dan dia hanya sarapan setangkap roti selai strawberry dan teh hangat. Henry yang melihatnya terheran-heran karena wajah pupus Soffie.


“Elo sakit, phi… Kenapa gak bilang sih tadi pagi... kan gue gk harus maksa elo yang jalan.


“Iya hen… tapi  aku gk enak , kalo gak berangkat. Apa kamu keberatan jika  Susi yang  menggantikanku tugas bareng kamu, hen? Aku  pusing sekali, Hen..


“ Sudahlah… Susi  aja yang tugas saja deh bareng gue, ntar kamu ijin setengah hari saja deh kerjanya terus elo pulang dan istirahat. Pak Kidi antar kamu kan..


“ Thx henry. Ntar aku ijin dan pulang  bareng Pak Kidi.


****


Ketika waktu menunjukkan pukul  12.00, Soffie  ijin dengan pimpinannya untuk pulang. Badannya serasa sakit dan mualnya tidak dapat dihentikan. Ia segera menelpon Pak Kidi untuk mengantarnya pulang. Ia ingin segera tidur di kamar apartemennya.


Namun ketika mobil sampai depan Apartemen, Soffie tertidur dan  tidak dapat dibangunkan sehingga Pak Kidi menelpon kembali majikannya, dan Handphone majikannya tidak aktif.   Untungnya ia memiliki nomor Kontak Januar yang meminta Pak Kidi untuk segera mengantar Soffie langsung ke “Kuningan Hospital” .


"Pak Kidi langsung bawa Ibu Soffie ke sana, Saya dan Pak Sonny tunggu bapak di rumah sakit. Hati-hati nyetirnya, ya Pak Kidi.


"Iya pak. ketemu disana!


Pak Kidi segera mengarahkan mobilnya  ke arah kuningan dan begitu mobil tiba di Rumah Sakit sudah ada Yanuar dan Sonny di pintu  lobby Rumah Sakit. Sonny segera menggendong Soffie dan membawanya ke IGD kembali.  Sonny begitu emosi karena  tidak dapat menghubungi David.  Ia heran mengapa Handphone David tidak aktif.


Hari sudah Sore ketika Jeany dan  Susana sudah datang ke Rumah Sakit untuk mendampingi Soffie yang masih belum siuman dari pingsannya. Mereka kuatir dengan kandungan Soffie.


“ David ini kemana yach…,” Ujar  Susana


“Kemarin  siang jam 11.00 dia masih bisa menghubungi Soffie, ketika kami di Bandung, Mbak Susan, “Jawab Jeany.


“ Iya… Kemarin David  juga minta papanya untuk  menggantikan dirinyan  di Kanada. Makanya Papa David berangkat pagi ini ke sana… Apa David sudah di perjalanan kemari ya?  Duh… tuh anak gak bisa apa ya gk bikin mama panik…


“ Mbak susan tenang yach… mungkin sebentar lagi Nak David datang, 'Ujar Jeany sambil memegang pundak besannya.


***


Di Halim Perdana Kusuma, David telah  tiba dengan menumpang pesawat pribadi milik seorang pengusaha batubara yang  bernama Bapak Bonar Sirait.   Ia akan kembali ke Jakarta yang kebetulan berhubungan baik dengan David.  Makanya ketika David meminta ijin menumpang sampai Jakarta, Bonar langsung mengijinkan dan merasa bahagia karena ada rekan seperjalanan di pesawat pribadinya.


Ketika Handphone David dinyalakan di Jakarta , sudah begitu banyak pesan masuk di HP David.  Segera


David naik taxi menuju Kuningan Hospital. Dalam perjalanan HP David berbunyi  dari nomor yang tak dikenal.


“David…


“yup. Siapa ini ?


“ Ardi. Bagaimana bisa kita ketemu?   Masih mau merobek mulutku? Atau anak mami sudah gak berani begitu tiba di Jakarta?"


“ Oke … sekarang  gue akan cari elo?"

__ADS_1


“ Jangan libatkan keluarga kita… Ini antara kita saja, Aku tunggu kamu di Lapangan parkir belakang  dekat Thamrin City, ada Pos 3. Gimana?"


“ yup 30 menit lagi gue sampai…   Jangan kuatir Ardi…  gue pasti datang untuk membereskanmu!"


"Gue tunggu!"


David meminta sopir taxi segera  mengantanya ke tempat yang dituju. Ketika tiba di parkiran Pos 3 David sudah


melihat Ardi duduk di kap mobilnya. Ia tersenyum melihat David datang sendiri.


“ Akhirnya Datang juga kamu , Vid?" …. Hemm,  Ternyata anak mami berani juga..


David tersenyum melihat Ardi.  Dia melihat sekelompok preman yang berjumlah  kurang lebih 7 orang sedang duduk-duduk dekat mobil tempat Ardi parkir.


“Kupikir  elo adalah lelaki yang baik dan berani … ternyata bawa pasukan, ha,,, ha…, takut loh sama gue …”Ejek David sambil memandang sinis pada Ardi.


“Kenapa?  Kamu gk berani… mereka semua teman-temanku ko, …jadi mereka suka rela untuk memberi pelajaran pada  anak mami yang sombong… apakah  anak mami berani..? Kalo gk berani anak mami  pulang aja deh…


Para Preman itu berbadan tegap dan  siap untuk menerjang David, bahkan 3 orang  diantaranya membawa senjata tajam. Bagi David pantang untuk mundur. Ke tujuh preman itu dihajarnya dan ditendangnya dengan


beberapa kali pukulan dan tendangan. Bahkan yang memegang senjata tajam  dibuatnya kaki atau  tangan mereka patah sehingga mereka terduduk di rumput  menahan sakit.


“Sekarang giliran elo,  Ardi…  teman-temanmu sudah  gue beri pelajaran…


“oh rupanya kamu bisa juga  berkelahi, Dav…


“Aku   gk masalah kalah darimu… minimal aku bisa meniduri Soffie… Aku bisa membuat dia  puas di bawahku dan ia bilang lebih puas permainanku daripada...


David merasa sangat tersinggung  mendengar Ardi berbicara sembarangan tentang istrinya. David  sangat percaya  pribadi Soffie yang jujur dan  setia padanya. Tapi David tidak suka mendengar Ardi berkata yang tidak sopan tentang istrinya.


Bugh...… Bugh… Bugh….  Wajah Ardi babak belur hingga  Ardi berteriak minta ampun pada David.Ketika Ia mematahkan kaki dan lengan kanannya. Krek ..


“ Ampun… David… Aku tak pernah menyentuh Soffie… Sungguh… Aku hanya bercanda saja… aku akui aku marah padamu membuatnya hamil… Aku cuma bercanda saja tadi.


“ Ya  ...  aku tahu… Elo Cuma bercanda.. makanya gue tidak membunuh elo .. gue juga kalo  bercanda biasanya  mematahkan kaki  dan tangan orang. Khusus untukmu Ini....  Krek…    dan Krek…Itu Hadiah dari gue! Tangan kanan dan kaki kananmu, sebagai kenang-kenangan dari gue.


“Argg….. gila kamu David..


“Jangan bicara sembarangan tentang  istriku… satu lagi jangan pernah ganggu atau hubungi Soffie!"


David meninggalkan Ardi dan  teman-teman premannya dengan berjalan kaki ke jalan raya.  Ia sudah menghubungi Pak Kidi untuk  menjemputnya di parkiran depan. Mobil itu sudah siap dan Stanby  untuk mengantarnya ke Kuningan Hospital. David menghempaskan tubuhnya di mobil dan menarik nafasnya dengan kasar.


"Pak Kidi... kalo ditanya ibu, jangan bilang bapak yang menjemputku! Bilang saja tadi Bapak ke kantor


"Baik pak David.


****


David  Tiba di rumah sakit dan mendapatkan tatapan mata tajam dari Sonny dan mama Susana yang  terheran-heran karena  baju David  yang agak robek dan di salah satu bagian di tangannya ada darah.

__ADS_1


“ Dav… kamu kenapa? Kamu terluka Dav?” Ujar mama Susana sudah hampir menangis


“ gak mam… Dav mau lihat Soffie..  Gimana Soffie, Mam?"


“ Dia lagi diperiksa intensif.


“ Vid… di mobilku ada baju cadangan.. ayo ganti disana? "Panggil Sonny  sambil menarik David untuk menghindari drama dari mama David .


“Oke. Thx , Son.   Mama.. tunggu bentar.. David ganti baju dulu… nanti Soffie lihat Dav , dia  khawatir lagi..


David dan Sonny meninggalkan ruang  IGD dan berjalan menuju mobil Sonny.  Dalam perjalanan menuju mobilnya Sonny menuntaskan  rasa ingin tahunya.


"Kenapa elo Vid? Siapa yang elo hajar? "


"Orang tolol yang mencari masalah tadi sudah kupatahkan tangan dan kakinya. Besok kalo ada yang nuntut gue, elo beresin. Jangan sampai Soffie tahu... gue mau dampingi Soffie aja . Kalo dia minta ganti rugi, kasih aja biaya perawatan untuk anak buahnya


"Berapa orang yang kamu bereskan?"


"7 orang anak buahnya dan 1 makluk bodoh itu yang kupatahkan dengan kaki dan tangannya. tutup saja kasusnya, jangan sampai Soffie tahu!


"Hemmmm...


 


*****


David membuka pintu ruang VVIP itu bersama Sonny yang dibelakangnya. Ia melihat Soffie berbaring disana dan seketika ia merasa lemas dan bersalah pada Soffie yang begitu mengkhawatirkannya semalam.


Soffie mengerjapkan matanya ketika melihat wajah kekasih hatinya yang dirindukannya. Soffie tersenyum.


“Hubbie… kamu kemana saja?


“Hei…kan kemarin gue  bilang gue akan langsung naik pesawat  kemarin setelah menghubungimu sehingga HPku tidak aktif sayang…


“Aku takut Hubbie marah padaku..


“kenapa gue harus marah..


“kemarin  handphone aku…


“Hei  Jangan ragukan gue…. Gue percaya sama istri gue.  Gue tidak akan memaafkan diri gue kalo elo dan anak gue kenapa-napa.  Gimana My babies… apakah ia baik-baik saja disana?"


“ Ia baik-baik bie… sudah 9 minggu umurnya  bie, tapi aku harus bed rest 3 bulan phi… gimana pekerjaanku!"


“Elo masih mau kerja?  Emang gue gk bisa kasih makan keluarga gue? Kenapa elo gk berhenti kerja aja sih , phi…


“ Tapi bie…


“Sudah itu  dibahas nanti saja deh.. yang penting  elo dan anak gue sehat.” Ujar David sambil memegang perut Soffie yang  masih rata.

__ADS_1


“Hei anak papa… jangan buat mama  sakit donk… ayo kamu harus kuat seperti papa!


*****


__ADS_2