Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
27. Where Are you?


__ADS_3

Jeany menelpon Soffie ketika Soffie masih di kantor. Soffie terkejut melihat nama mama yang menelponnya.


"Ya mam, ada apa?"


"Phi... besok bisa temanin mama ke Bandung? Mita sepupumu menikah, kemarin waktu kamu di rumah mama lupa bilang, jam 9 sih upacara pemberkatannya. Kita bisa jalan pagi atau kamu mau kita datang ke gedung resepsi aja jam 11.00?"


"Oke mam, ntar Soffie kabarin lagi. Soffie harus ijin sama Kak David dulu ya mam.


"Oke Sayang, terimakasih ya


"ya mam.


*****


Sore harinya Soffie pulang ke  apartemen dan mengambil pakaian dan untuk menginap di rumah mama yang berada di Pejaten.  David sudah mengijinkan Soffie menginap disana dan mendampingi mamanya ke pernikahan sepupunya di Bandung.,


Jeany dan Soffie tiba di Gedung pesta tepat pukul 11 dan langsung menuju tempat resepsi. Rangkaian acara baru dimulai ketika mereka datang dan bersalaman dengan keluarga yang hadir dan saling bertukar kabar. Mama Soffie segera menemui saudara-saudaranya yang jarang ditemui. Mereka ngobrol bersama termasuk ada Sabrina di sana yang mengobrol dengan family dengan akrab.


Momen ini momen kebersamaan keluarga Jeany karena jika tidak acara pernikahan atau ada kedukaan maka jarang sekali semua berkumpul.  Soffie segera mengambil puding vanila dan duduk di kursi agak  belakang sambil melihat mama Jeany yang sedang serius ngobrol dengan para family. Ardi yang melihat Soffie duduk sendiri segera menghampiri.


“Hai… phi.  David masih belum pulang ? “ Jawab Ardi sambil  duduk di sebelah Soffie.


“Belum  om... mana tante Sasa?


"Kenapa sih harus manggil om jika gak ada orang lain? "Jawab Ardi ketus.


"Kalo ada yang mendengar kita , bisa berabe di.... sudah lah sana... kamu duduk dimana kek...yang penting jangan dekat-dekat Soffie.


"Phi biasa aja ngobrolnya, lihat mamamu sedang lihat kita.. tadi aku udah ijin ko mau ngobrol sebentar sama Soffie, kata mamamu gak papa. Mamamu paham, karena kan gak ada yang kenal aku disini.


"Di... harusnya kamu mendampingi tante sasa disana! Pergilah! Jangan bertindak yang membuat kita dicurigai!


"Apakah kamu bahagia bersama David, phi?"


"Tentu saja, aku bahagia bersama David.


“Soffie.. aku bener -bener kangen kamu,”ucap Ardi lirih namun masih dapat didengar Soffie.


"Aku saja yang pergi!"


Ardi kecewa mendengar jawaban Soffie. Hati Ardi sedih ketika melihat  Soffie  melangkah meninggalkannya dan menuju meja tempat makanan disajikan untuk para anggota keluarga.  Tiba-tiba Soffie merasa mual dan segera berlari ke dekat wastafel diujung ruangan  samping dekat podium sehingga Ardi masih dapat memperhatikannya.


Ardi menghampiri Soffie dan menepuk-nepuk pundak Soffie.  Mama Soffie yang melihat segera menghampiri mereka dan berkata:


“Soffie.. kamu kenapa? Kamu masuk angin ya?"


"tadi malam juga mama bilang apa, Kamu dikerok gak mau... Mana mama gak bawa minyak angin lagi.


"Mam gak tau mah… aku mual banget…rasanya pusing banget.


“Ayo phi… kamu duduk di situ saja… ,”Ajak Ardi sambil memapah Soffie ke kursi yang dekat pintu samping.


"Bentar phi, mama ambil teh manis panas ya,... Ardi, mama titip Soffie yach.


"Iya , mbak,"Jawab Ardi dengan penuh keyakinan.


Kepala Soffie semakin pusing dan ia  hampir terjatuh. Kursi yang ditempati Soffie tidak berlengan,  untungnya Ardi sigap menangkap tubuh Soffie dan ia langsung mengangkatnya. Sabrina yang ada di situ segera menghampiri karena mama Soffie sedang membuatkan minuman panas untuk Soffie.


“Kenapa  Soffie, mas Ardi?


Dia bilang pusing dan pingsan tadi  dan langsung jatuh nih,  Apakah kamu membawa minyak angin untuk menyadarkannya?


“ gak ada mas. Atau kita bawa ke dokter aja deh… masalahnya David lagi di luar negeri dan ntar sore  Soffie  akan balik lagi ke Jakarta. Takut ada apa-apa…


“ya udah , kamu panggil kakakmu,  ajak dia ikut kita ke rumah Sakit. aku bawa Soffie ke mobil deh…


Ardi yang  menggendong tubuh Soffie menuju mobilnya berpapasan dengan Pak Kidi , Sopir Soffie yang akan mengambil makanan . Pak Kidi melihat istri Bossnya digendongan orang yang dikenal  sebagai keluarga istri Boss segera menghampiri. Ia terheran-heran .


“eh pak… Kenapa Bu Soffie? Bapak mau kemana?"


“ Kamu sopir Soffie ? Ayo kita bawa Soffie ke  rumah Sakit. Dia tadi pingsan.


“Baik pak. Ayo pak ke mobil... eh  Ibu Jeany juga sudah datang..


“ Ayo…. Cepetan pak buka pintu mobilnya, ”Ujar Ardi. yang masih menggendong Soffie. Handphone Soffie terjatuh dan segera diambil Pak Kidi.


"Taro handphonenya di saku kemejaku pak! Nanti kalo dia sadar, saya akan langsung kasi.

__ADS_1


Jeany langsung duduk di bangku tengah dan Ardi meletakkan Soffie di pangkuan mama Jeany. Ardi duduk di depan bersama Pak Kidi. Sedangkan Sabrina masih menunggu di gedung pesta untuk mengikuti kegiatan prosesi pernikahan dan Ardi akan kembali lagi setelah Soffie sampai di rumah sakit dan sadar, begitu pesan pada Sabrina.


Ketika sampai rumah sakit, Soffie tetap digendong Ardi hingga masuk  ke dalam IGD Rumah Sakit Elizabeth. Jeany segera menghubungi menantunya di Kanada, namun panggilan di HP nya tidak di angkat karena di kanada saat ini masih dinihari. Akhirnya Jeany membiarkan dan akan menghubungi David  kembali ketika pagi hari.


Pak Kidi yang dipesan amanat oleh David untuk menjaga istrinya selagi sedang di Kanada mengirimkan sebuah  pesan kepada David  setelah memarkirkan mobil di area Rumah Sakit Elizabeth..


-‘Pak David,   maaf , saya mengabari berita yang kurang baik. Ibu Soffie  lagi di IGD RS Elizabeth.  Dia Tadi pingsan . Saya sedang bersama Ibu Jeany dan Pak Ardi menunggu di depan ruang IGD.-


****


Soffie yang baru sadar , dia melihat cahaya lampu yang terasa menyilaukan. Ia dapat mendengar suara tangisan


seseorang. Tapi dia masih pusing.


“Bie.... Hubbie…,’Panggil Soffie dalam keadaan setengah sadar dan ketika tidak ada jawaban, ia membuka matanya.


Soffie mencari suaminya . Ia lupa saat ini suaminya sedang di Kanada. Saat ini dia sedang di Bandung mengantar


mamanya di pernikahan sepupunya.


“Hei … Kamu sudah sadar , phi…,”  Ujar Ardi sambil tersenyum


“Kenapa kamu ada di sini , Ardi? Mana Kak David," Tanya Soffie dengan setengah sadar.


Hati Ardi sedikit sakit karena pengabaian Soffie yang terus mencari suaminya. Ingin marah dan menegur Soffie tapi ada mama Soffie di ruangan itu.


"Kamu tadi pingsan, phi. Aku yang membawamu ke rumah sakit, "Jawab Ardi dengan ketus.


“Soffie… kamu sudah sadar nak…  Kamu gk papa nak?"


“Iya mama..… mana Kak David , mama?"


“eh… dia kan di Kanada. Kamu lupa?"


“ Oh iya… maaf…,” Soffie tersenyum.


Ardi keluar dari ruangan itu membiarkan Jeany  di dalam ruangan  bercakap-cakap dengan Soffie.  Ia melangkahkan kakinya ke luar ruangan dan duduk di salah satu kursinya. Ia menyadarkan kepalanya ke dinding dan tiba-tiba handphone yang berada di sakunya berbunyi. Ardi baru sadar handphone Soffie ada di tangannya. Ia membiarkan saja dan berfikir akan menyerahkan kembali pada Soffie setelah Soffie sudah lebih tenang.


Ardi benar-benar mengantuk karena ia menyetir mobil dari Jakarta pagi-pagi dan dia baru selesai mengajar kelas


malam di kampus. Tiba-tiba ada suara dering telepon membangunkan tidurnya . Suara Hanphone itu bukan milik Ardi dan itu berasal dari handphone Soffie lagi. Ia masih mmengabaikannya. Tapi dering itu terus berbunyi dan membuka matanya. Dilihatnya nama di layar  “My Hubbie”.


“Siapa ini…. Mana Soffie..


“Dia masih terbaring di IGD. Tadi aku  yang gotong dia dan dia  masih belum sadar, “jawab Ardi dengan sedikit


berbohong, karena sebenarnya Soffie sudah sadar.


“Kenapa HP Soffie  ada di elo…


“ Soffie suruh aku yang pegang ko…


“Gk mungkin… elo jangan  macam-macam… cepat kasih HP ini ke Soffie!


“Eh… kamu  bukannya terimakasih sama aku, sudah bawa istrimu ke RS, malah marah-  marah…,” Dimatikan panggilan tersebut dan dia tidur kembali.


David segera menelpon Jeany setelah mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dari pria yang mengangkat handphone istrinya itu.


"Halo, nak David


"Halo mam, gimana Soffie mam?"


"Sudah Sadar... untung tadi ada Ardi , jadi langsung digotong dan dibawa ke rumah sakit, nak. Soffie lagi ngobrol dengan dokter,nak.


David terkejut mendengar cerita mertuanya, berarti yang mengangkat handphone tadi Ardi dan dia yang membantu Soffie ke rumah sakit. Sedikit ada rasa tidak suka hadir di hati David.


"Nak David, mau bicara dengan Soffie? Dokter sudah keluar ko.


"Iya mam.


Mama Jeany memberikan Handphonenya pada anaknya. Dan mata Soffie begitu berbinar mengetahui David menelponnya.


"Hallo bie...


“Sayang , elo  kenapa? Kata pak Kidi , kamu pingsan?"


“Aku gk kenapa-napa ko, bie …. Aku sama anakmu menunggu kamu untuk cepat pulang yach, bie .

__ADS_1


“Hah…. Anakku… Elo  hamil , Honey?"


“Iya… apakah kamu  tidak senang, bie? " Tanya  Soffie dengan sedikit ketakutan.


“tentu saja gue bahagia phi.  Gue  akan ijin sama papa untuk pulang ke Jakarta besok… Gue  pulang segera dan minta tukaran dengan papa dulu yach…


“Bener bie… aku tunggu bie.


"Apakah anak gue  baik-baik saja , phi?"


"Iya... cuma kandunganku agak lemah, bie. Jadi aku gk boleh terlalu capek dan setres.


"Hemmm...


"Bie...anak kamu sudah 9 minggu bie...


"Gue sudah tidak sabar bertemu dengannya. Elo baik-baik jaga dia , paling lambat lusa gue udah di apartemen. Salam sama mama, gue kordinasi dulu disini.


" Hati- hati bie.


 


****


Selepas menelpon Soffie, David kembali menghubungi HP Soffie yang sedang dipegang Ardi.


“Hallo ..,” Jawab Ardi


“hei.. karena gue sedang senang,  sekarang  gue minta tolong elo antarkan HP Soffie  dan bilang suami tercintanya mau telpon.


“Gue ngantuk… ntar aja… Kenapa elo sekarang sedang senang?"


“ Soffie sedang hamil anak gue… cepat kasihkan HP soffie!"


“Kamu yakin itu anak kamu Vid?…. Kan Kamu  lama gk ada di Indonesia… Barangkali aja itu anak aku , Vid? Ha… ha,,,,,,”Jawab  Ardi dengan santai.


Ardi cemburu mendengar Soffie sedang hamil. Dia berupaya agar favid menceraikan istrinya di akhir tahun dan dirinya dapat menikahi Soffie, tapi bagaimana jika Soffie hamil dari pria ini. Kemungkinan untuk bercerai dengan David makin kecil dan  sedangkan rumah tangga dia  terkesan dingin dan berjalan mengalir saja.  Sabrina saja belum ada  tanda-tanda kehamilan. Ardi  sangat kecewa pada kehidupannya.


“Brengsek lo.. Jangan bicara sembarang tentang istri gue.. elo gk kenal gue! ...  gue bunuh elo ya..


“Sini  aja cari aku kalo bisa… dengar aku  gak takut sama kamu.  Apakah kamu  tahu bagaimana Soffie puas bersamaku  tadi….  Ha… ha,,,,,  Kamu tahu  bagaimana ekspresi Soffie ketika dia sedang dibawahku itu… Dia sangat menikmatinya, vid!


“Brengsek lo, Ardi.. tunggu gue pulang ,.... gue sobek mulut lo!


“Aku tunggu kau… kapan kau sampai  Jakarta hubungi aku. Catat nomorku!


“Gak perlu… Gue pasti bisa menemukanmu!


“ Vid… Soffie itu menarik kalo lagi…


“ heh Ardi… jangan bicara sembarangan tentang istriku! “Ucap David dengan marah dan ia segera mematikan telephonenya.


Ardi bangun dari tidurnya dan menuju ruang IGD untuk mengantarkan handphone Soffie. Ia berkata pada mantan


kekasihnya bahwa tadi David menghubunginya dan ia terpaksa mengangkat  panggilan dari David.


Soffie terkejut mendengar pernyataan  Ardi. Ia sangat mengenal David yang mudah emosi jika ia sedang dekat


dengan pria manapun.   Ia sangat takut David marah ketika ia pulang ke Jakarta. Ardi tersenyum dan ia memohon diri karena akan kembali ke gedung pesta untuk menemui Sabrina.


 


****


Sore hari Soffie diijinkan pulang  dan kembali ke Jakarta.  Pak Kidi mengantar Jeany dahulu baru mengantar Soffie ke Apartemen . Ketika Soffie tiba  di Apartemen ia segera menghubungi  suaminya, namun panggilannya tidak di angkat.


Soffie   terus menghubungi suaminya   sepanjang malam dan masih tidak diangkat juga panggilannya.  Sedih sekali hati Sofffie  karena David yang dianggapnya  tidak mempercayainya.


“Bie…Where are you? I miss you, Hubbie, "Panggil Soffie ketika ia berbaring di apartemenya.


‘Hubbie…


“Where are you, Hubbie?"


 


Pesan dan telephon  terus dikirimkan ke HP David, namun tidak ada  balasan satupun  dari David yang membuat

__ADS_1


Soffie tertidur sambil menangis sepanjang malam.


__ADS_2