
Masalah yang terjadi kemarin adalah ujian pendewasaan dan membuatku semakin memahami apa arti kehilangan.
*****
Pukul 21.00 begitu banyak masyarakat yang bekerja di kantor sudah tiba di rumah mereka masing- masing dan bersama anggota keluarganya. Begitu juga Henry & Santika serta keluarga besarnya,Jajang dan Amara , serta Lily yang sudah bersantai di rumah menunggu suaminya yang menghubungi dari Papua. Mereka sedang menonton TV di rumah mereka masing-masing, hingga berita itu ditayangkan.
Para Sahabat Soffie sangat terkejut menonton informasi yang disampaikan oleh penyiar televisi mengenai kejadian hari itu. Berita perampokan yang menimpa keluarga David Pratama yang ditayangkan di seluruh stasiun televisi. Padahal baru beberapa hari yang lalu, David menginformasikan kepada mereka mengenai ancaman yang diterima dari "Cepot berdarah".
Breaking News.
Rumah Pengusaha 'David Pratama" diserang oleh perampok dan diperkirakan ada 15 orang yang terluka parah ataupun menjadi korban dalam serangan itu. Saat ini sudah 15 ambulan meninggalkan rumah mewah milik David Pratama dan menuju rumah sakit. Saat ini kami belum diijinkan untuk meliput informasi dari jarak dekat karena ketatnya penjagaan polisi di sekitar rumah David. Belum diketahui siapa saja yang terluka dalam peristiwa itu. Pihak keluarga dan kepolisian belum memberikan informasi ata musibah yang terjadi di dalam rumah. Polisi sedang memeriksa dan menyelidiki kasus ini dengan lebih mendetail.
----
Jajang yang sedang menonton televisi segera mengangkat telephonnya dan melakukan panggilan ke nomor Soffie maupun nomor telephone David. Namun yang di dapatnya hanyalah suara pemberitahuan dari operator bahwa telephone Soffie tidak aktif dan di luar jangkauan. Dipencetnya kembali nomor Ibu Martini yang pernah membantunya dalam persiapan pernikahannya. Namun tidak juga ada jawaban. Apakah mereka semua terluka dalam serangan itu.
Segera Jajang melakukan panggilan grup melalui video call para sahabat rumpiesnya, dan langsung diangkat oleh Lily dan Henry. Mereka semua sama-sama terkejut dan masih dan masih berada di sekitar televisi di rumah mereka masing-masing.
Jajang : Kalian lihat breaking news gak?”
Lily : Iya aku khawatir sekali, Jang… gimana ini ada 15 ambulan di yang membawa korban dari rumah David … aku takut jang… jangan-jangan ada Soffie dan Dean... aduh bagaimana mana tante jeany baru sembuh... bener-bener perampok atau "Cepot berdarah" itu ya? Aduh aku takut sekali....
Henry : Kalaupun Soffie dalam keadaan selamat, dan ia pasti ketakutan melihat kejadian seperti itu... aku harus menolongnya... bagaimana jika yang terluka itu para penjahatnya karena David kan hebat tuh berkelahinya.
Jajang :”David itu memang hebat berkelahi tapi kalo ternyata dia duluan yang disekap dan ditembak mati, bisa apa... padahal rumah dia sudah dijaga polisi juga lho... Aku khawatir sekali sama Soffie, ia pasti sedang menangis atau jika ia terluka, aku mau lihat ke rumah sakit sana…. Karena aku sudah berusaha menghubungi David dan Ibu Martini, tapi telepon mereka semua tidak aktif… aku mau melihat keadaan mereka… semoga tidak semenakutkan dari yang kita lihat di TV, kuharap mereka baik-baik saja!"
Henry : Ya Jang… kita ketemuan disana... kamu infoin jika berhasil masuk ya...
Lily : Aku ikutan ya…
Jajang & Henry : Tidak !”
__ADS_1
Henry :Kamu di rumah saja, tunggu kabar dari kita…kamu melihat keadaan Soffie besok pagi saja… ingat kandunganmu, Lily…Josh bisa marah pada kita semua jika kamu kenapa-napa. Dengar Lil… kamu harus nurut !” Aku tidak mau ada apa-apa padamu, Santika dan Amara juga tidak pergi ko!"
Lily : Iya… tapi kalian harus langsung kabari jika ketemu Soffie ya !”
Jajang : Lily , kamu bantu doain keluarga Soffie saja, dan Henry tolong kabarin jika bisa masuk kata wartawan gak ada yang bisa masuk karena penjagaan sangat ketat, semoga kita bisa bantu mereka... aku khawatir Soffie terluka dan tidak ada yang menjaga... dia pasti sedang ketakutan.
Henry : Iya… semoga saja Soffie bisa melewatinya. Kita ketemuan disana. Sudah ya !"
Panggilan itu terputus. Mereka segera menyiapkan apa yang bisa dilakukan untuk sahabat terkasih, Soffie. Dan meninggalkan rumah mereka menuju rumah sakit.
*****
Ardi baru pulang sampai di rumah dan melihat Sabrina yang sedang asyik menonton televisi. Ia heran Sabrina tidak menyambut kedatangannya dan masih terus menonton televisi. Ardi memperhatikan apa yang dilihat istrinya. Dia menjatuhkan badannya dan duduk di sebelah istrinya itu.
Di layar televisi tertulis" Perampokan di rumah David Pratama mengakibatkan 15 orang terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit"
Ardi terkejut dan terus menyaksikan berita yang disampaikan oleh penyiar itu. Oh Tuhan... gimana keadaan Soffie. Ia cukup terkejut melihat tulisan itu.
"Soffie bagaimana keadaanmu" . Bisiknya dalam hati.
"Mas Ardi kita kesana yuk... lihat Kak Jeany dan Soffie... aku takut mereka kenapa-napa !" Kata Sabrina sambil menyentuh lengannya.
"Ini jam berapa kejadian perampokannya Sa? " tanya Ardi sambil menyaksikan banyak ambulan yang hilir mudik keluar dari rumah itu. Matanya masih menatap layar televisi dan terus memperhatikan informasi yang disampaikan penyiar.
"Katanya jam tujuh lewat, mas Ardi... kita lihat rumahnya dulu aja baru ke rumah sakit..... tapi apakah mas Ardi gak capek?"
"Oh... " Ardi tersadar akan pertanyaan Sabrina.
Kemudian Ardi tersenyum memandang istrinya. Ia khawatir istrinya marah jika mengkhawatirkan Soffie, tapi ia ingin melihat Soffie. Berharap wanita yang pernah menjadi masa lalunya baik-baik saja. ia tidak mengharapkan apapun, bukan ingin kembali merajut kasih, tetapi hanya ingin melihat wanita itu dalam keadaan baik.
"Capek sih tadi macet banget di jalan... bagaimana jika aku mandi dan makan dahulu baru kita jalan ke sana?" Aku lapar ,sayang..... Kamu gak telephone mereka dulu... emh... mungkin menanyakan keadaan mereka?"
"Oh iya mas... kamu mandi dan makan dulu... aku telephon mereka ... jika keadaan baik-baik saja kita kesana besok pagi saja deh... aku khawatir kamu kecapean," Sabrina tersenyum mendengar jawaban Ardi yang menenangkannya.
Sesungguhnya Ardi ingin sekali melihat keadaan Soffie tapi ia harus menahan ego dan hatinya, Ia memahami Sabrina adalah istrinya yang saat ini sedang mengandung anaknya sehingga ia harus lebih menjaga hati istrinya itu.
__ADS_1
Semoga kamu baik-baik saja, Soffie. Doa Ardi dalam hatinya.
*****
David baru keluar dari ruang perawatan Dissy dan Sonny. Mereka berdua dapat ditempatkan dalam satu kamar perawatan yang sama karena mereka adalah pasangan suami dan istri. Menurut Dokter yang menangani, seluruh korban serangan itu setelah disuntik cairan penawar dari racun asap yang dihirupnya dari serangan yang terjadi di rumah David.
Menurut Informasi yang diperoleh dari tim dokter, semua pasien korban luka racun hirup/ asap itu berada di bangsal yang sama sehingga memudahkan dalam pengawasan. hanya Ibu Martini yang masih di ruang ICu karena selain usia sudah tua, ia nekat menahan racun itu hingga darah tetap keluar dari hidung dan telinganya.
Namun penanganan yang berbeda harus dialami pria yang memakai kostum satpam itu. Ia mendapat dua luka tembak dan masih dalam operasi penyelamatan dari tim dokter kepolisian, dan berada di pengawasan khusus di rumah sakit POLRI.
Ketika dalam proses operasi untuk korban luka tembak, salah seorang dokter menemukan bahwa ada lapisan kulit pada muka dan tangan pria yang menggunakan topeng satpam dan telah dicopot oleh salah satu dokter yang bertugas di foto oleh dokter tampilan sebelum dan kulit palsu sintetis itu dicopot.
Penemuan ini membuat Ketua tim dokter mengambil sampel kulit asli dari pasien yang tergeletak di ranjang dan memperoleh hasil yang mengejutkan dari komputer basis data kepolisian. John yang selamat dari peristiwa di rumah David sangat bahagia mendengar berita itu. Dia sudah yakin sebelumnya bahwa gelagat satpam itu aneh ketika mengacungkan pisau sedikit berbeda. Ia tidak sabar menanti informasi dari ketua tim dokter yang menginformasi berita itu.
Hasil dari basis data sidik jari pasien dimasukan dan disentuh dengan pemindai, sidik jari dari tangan pria yang berkostum satpam yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Tertulis data yang cukup banyak dan hal itu menunjukkan pria itu sering berurusan dengan pihak kepolisian.
Catatan panjang yang keluar menunjukkan bahwa pria yang sedang dalam tindakan operasi itu memiliki kejahatan yang luar biasa dan dikenal sebagai "Cepot Berdarah" dan di dalamnya terdapat juga lampiran cukup banyak termasuk foto-foto semasa dia menjadi tersangka dan narapidana.
Pria itu bernama "Handoyo Setyadi" Pria "Umur 53 tahun Pekerjaan "wirausaha" Catatan Pelanggaran : Dua kal dipidana karena kasus pembunuhan besar" Kasus dalam kode #### . Penanganan kasus berat oleh Kompol John dan Kompol Arief. tertulis dalam note merah : - Dalam taraf penyelidikan utama dibawah pengawasan langsung dan rahasia-.
*****
Happy Reading temans....Sebentar lagi final season ya di beberapa episode mendatang. Bolehkah berikan like disini/ poin/ komentar atau apapun itu agar makin semangat dalam up-nya. Tapi diatas semua itu , saya berterimakasih atas kesediaan kalian untuk membacanya.
Tetap semangat dalam menjalani hari. Tetap sehat dan jangan lupa bersyukur atas hari ini.
__ADS_1