
Tidak semua cerita cinta harus berakhir bahagia.
*****
Pagi hari. Selalu ada mentari baru setiap pagi, selalu ada kesempatan baru setiap hari yang Tuhan berikan padamu. Kata -kata itu menjadi penyemangat pagi hari bagi Soffie. Madam Alice datang dengan membawakan pakaian ganti untuk Soffie dan sarapan pagi untuk mereka. Mereka menikmati kebersamaan mereka di ruangan yang sama dengan David di rawat dengan sambil ngobrol perlahan. Terkadang Dean berlari-larian dan semua masih dalam pengawasan Soffie dan madam Alice. Sementara Januar masih sibuk dengan pekerjaan kantor sambil sesekali melirik bos-nya yang belum sadarkan diri.
Di siang hari Dean mulai bosan duduk, bermain dengan handphone, mewarnai dan menonton Tv di ruangan perawatan David. Pria kecil itu mulai berjalan perlahan menuju ranjang papanya yang sedang terbaring tidak berdaya. Ditepuknya tangan papanya berulang kali hingga Soffie dan madam Alice menyadari pria kecil itu sudah tidak ditempatnya.
"Pa... Papa... "Panggil Dean sambil menepukkan tangan ke lengan papanya. Pria kecil itu tidk bisa menaiki tempat tidur papanya yang tinggi. Soffie langsung berlari menghampiri Dean yang sedang mengganggu papanya.
'Dean... jangan begini sayang... papa sedang istrirahat...
Soffie mengangkat tubuh Dean dan menggendongnya. Dean menangis dan meronta sambil menunjuk-nunjuk papanya yang masih terpejam. Soffie memeluk pria kecilnya dan berusaha menenangkannya. Tiba- tiba terdengar suara lirih..
"Air.... ambilkan aku air....
Januar yang berada di ruangan itu segera sigap mengambilkan sedotan dan mendekatkan ke mulut David. setelah tegukan ke empat, David membuka matanya. Sementara tangan Januar mencengkram tombol darurat untuk memanggil dokter.
:"Hubbie... kamu udah siuman... "Panggil Soffie dengan setengah terisak karena kaget, haru dan bahagia.
"Si...siapa kamu?" Siapa kalian semua?'
Semua yang hadir di ruangan itu terkejut terkecuali Dean yang tertawa dan mengarahkan tangannya ke Papanya untuk minta dipeluk. David memandang wajah anak kecil yang sangat mirip dengannya yang berada di gendongan Soffie dengan bingung.
"Papa... papa... "rengek Dean.
Sementara Soffie terhenyak mendengar perkataan David, dan dokter masih belum tiba. Air mata Soffie turun dengan deras dan Dean terus meronta minta di lepaskan agar dapat memeluk papanya. Madam Alice mengambil Dean dari gendongan Soffie dan memeluknya dan membujuknya untuk tenang.
__ADS_1
"Dean... tenang nak... Papamu sedang sakit... hei David... apakah kamu melupakan anak laki-lakimu ini? Maukah kamu memeluknya agar dia tenang?" tanya Madam Alice sambil memandang David yang masih memperhatikan anak kecil yang berada di gendongan Madam Alice. David memegang kepalanya seperti menahan sakit. Akhirnya dokter yang ditunggupun datang.
'Kak David.... beneran tidak mengingat kami?" Tanya Soffie lirih.
"Maaf... aku tak mengenal kalian... siapa aku?" kenapa aku berada di sini...? Kenapa kepalaku sakit sekali?"
David masih memegang kepalanya dan beberapa dokter meminta anggota keluarga untuk menanti di luar, mereka akan memeriksa David kembali dengan intensif dan melakukan tindakan medis karena hasil pasien sudah lebih baik tapi belum memiliki kesadaran yang optimal.
' Head injuries are often the most common cause of memory loss. A hard blow to the head can cause short or long term memory loss. . But don't worry\, this injury shouldn't last long\, please be patient and keep praying" Dokter berusaha menjelaskan kepada Soffie dan keluarga (** kepala memang kerap kali menjadi penyebab umum seseorang mengalami lupa ingatan. Benturan keras di kepala dapat menyebabkan lupa ingatan jangka pendek ataupun panjang\, namun kalian jangan khawatir tetap bersabar dan teruslah berdoa **)
*****
Soffie masih duduk di samping ranjang perawatan David. Pria itu masih tertidur dengan pulas setelah dokter mengambil tindakan. Dalam hati Soffie terus berdoa, semoga suamnya cepat pulih dan mengingat keluarga kecilnya. Ia mengelus perutnya dan menarik nafas perlahan, "Kak David cepatlah pulih... aku dan anak-anak akan terus mendoakanmu !"
Mata David sayup sayup terbuka, ia melihat seorang perempuan yang sedang duduk di samping ranjangnya. DI sekitar matanya masih ada sisa air mata. Pandangan mereka akhirnya bertemu.
'Aku haus.... ambilkan aku air...
Soffie membantu David untuk minum dengan menyerahkan botol dengan sedotan sehingga memudahkan David untuk minum.
"Terimakasih... emh... Apakah kamu yang terus menjagaku saat aku tidak sadar ? emh.... maaf .... apakah ....Apakah kamu istriku?"
'Iya... Apakah hubbie tidak mengingatku?" tidak mengingat Dean... tidak mengingat anak dalam kandunganku?" Tanya Soffie dengan lirih sambil menarik tangan David agar menyentuh kandungan Sofffie. Dikecupnya punggung tangan suaminya. "terimakasih , Hubbie sudah sadar... tidak masalah belum bisa mengingat semuanya... aku pasti membantu agar hubbie segera pulih...
"Maaf.... maafkan aku..... kenapa aku bisa kecelakaan?" Kenapa aku bisa lupa semuanya?' Lirih David sambil memegang kepalanya yang masih terkadang berdenyut kesakitan.
"Kami masih belum tahu.... bie... gak papa... perlahan saja... Hubbie pasti sembuh dan bisa beraktifitas kembali seperti sebelumnya... oh ya... ntar papa , mama dan Kak Sonny datang... mereka sudah mendarat dan sedang menuju kemari....
__ADS_1
"Papa dan mamaku kemari.... emang kita sedang berada di mana?' Mereka darimana?"
"Tenanglah bie...Kita sedang di Ottawa, Hubbie mengurus pekerjaan hubbie disini ... mereka baru tiba dari Jakarta dan ....
Tiba-tiba suara Soffie terputus ketika pintu kamar ruangan David terbuka dari luar dan seorang wanita diikuti pria yang merupakan anak buah David memasuki ruangan. Wanita itu langsung berteriak sedikit histeris membuat semua yang hadir di ruangan memperhatikan wanita tersebut.
"David... Dav.... aku disini sayangku ... Jangan tinggalkan aku... maafkan aku ... maaf aku juga baru tersadar... kamu sekarang gak papa kan sayang... Cerita cinta kita belum usai David... ayo kamu cepat pulih... kita lanjutkan cerita cinta kita...
Dila berlari dari pintu dan segera memeluk David yang sedang terbaring dan hal itu membuat Soffie dan madam Alice terkejut melihat kedatangan wanita itu dan tingkahnya yang dianggap tidak sopan.
Januar terhenyak dan segera melihat Haryanto yang berdiri dibelakang Dila. Kedua pria itu bingung menjelaskan kedatangan Dila yang tiba-tiba ke ruangan itu. Januar agak kecewa karena Haryanto dianggap lalai menjaga Dila yang mendatangi ruangan perawatan David.
"Kamu siapa ?" tanya David sambil berupaya melepaskan pelukan wanita yang baru datang. Wanita itu juga menangis sambil memeluknya. Davidpun mendorong wanita itu yang masih berupaya memeluknya kembali. Tangan David ke atas dan berusaha berkata "STOP"
"Kamu jangan bercanda David... jangan pura-pura lupa ....aku Dila ... aku juga istrimu ...
"Apa... ? Aku punya 2 istri ?"
Semua yang berada di ruangan itu terkejut mendengar jawaban Dila. Terlebih Soffie yang mendengar secara langsung pengakuan dari mantan kekasih suaminya. Perutnya seraya menendangnya dan Soffie memandang intens pada Suaminya dan Dila. soffie sangat marah mendengar pengakuan Dila.
Januar yang bingung dan menatap pada Haryanto yang baru datang bersama Dila seolah menyalahkan pria itu yang membawa Dila tanpa seijinnya. Bagaimana ini cara menjelaskan semuanya.... kenapa harus sekarang sih Dila datang....
*****
Happy reading guys.... Aduh? Kenapa juga Dila bilang bahwa dia istrinya, bikin ribet ya..... tunggu ya lanjutannya.... Temans yang pasti kamu itu ditunggu komentar/ like/ ide/ kritik / hadiah juga oke... thanks teman sudah membacanya . Sehat selalu ya!!!!
__ADS_1