Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2: 26 Ibu Hamil yang galak


__ADS_3

Kamu adalah kekuatanku dan penyemangat hidupku, teruslah sehat di dalam rahimku... aku akan berjuang untuk menjagamu!"


 


*****


Dila  berlari dari pintu kamar ruangan perawatan David dan segera langsung memeluk  David yang sedang terbaring tak berdaya. Hal itu membuat Soffie dan Madam Alice  terkejut melihat kedatangan wanita itu dan tingkahnya yang dianggap tidak  sopan.


Januar juga sama  terkejutnya  melihat kedatangan Dila dan Haryanto . Kedua pria itu saling  bertatapan seolah ingin berkata-kata alasan kedatangan Dila ke ruang perawatan David. Mereka tidak mampu saling berkata. Mereka terdiam dan menyerahkan pada perang yang kemungkinan akan segera terjadi.


"David... Dav... aku disini sayangku ... jangan tinggalkan aku... maafkan aku... maaf aku juga baru tersadar... kamu sekarang gak papa kan sayang... cerita cinta kita belum usai David... Ayo kamu cepat pulih... kita lanjutkan cerita kita ...


David  berusaha mendorong wanita yang memeluknya dan ia mengangkat kelima jarinya seakan berkata “ STOP” dan berikan aku ruang.


“Kamu  Siapa ?"  tanya David sambil berupaya melepaskan pelukan wanita yang baru datang dan langsung memeluknya .  Wanita itu menangis sambil memeluknya.


“kamu  jangan bercanda David… jangan pura-pura lupa… aku Dilla… aku juga istrimu…


“Apa…? "Aku punya 2 istri ?”


‘Sayang…  kamu tidak ingatkah… sebelum kita mendapat musibah kecelakaan kita baru saja  meresmikan pernikahan kita … ini cincin yang kamu berikan padaku,” Ujar Dilla Sambil menunjukkan jari manisnya pada David.


Senyum  Dila terkembang dan matanya melirik pada Soffie yang memperhatikan disebrang ranjang. Soffie dan Dilla sama-sama disamping David tetapi terhalang oleh tubuh David yang terbaring. Soffie berada di sisi kiri ranjang dan Dilla berada di sisi kanan ranjang pasien.


Januar  benar-benar takut jawaban Dilla akan membuat Soffie  sakit hati dan berpengaruh pada kandungan Soffie. Namun Soffie yang sekarang adalah Soffie yang berbeda dengan Soffie yang tiga tahun lalu ketika ia  baru


mengenal Dilla dan dipandang hina oleh sang biduan cantik.


Soffie yang  sekarang sudah lebih percaya diri  karena selain ia semakin cantik, ia adalah istri sah David dan sekarang sedang mengandung anak kedua pewaris Pratama Grup. Hormon kehamilan juga ikut mempengaruhi Soffie  untuk menjadi berani dan berjuang membela keluarganya. Ia bangkit dari tempat duduknya yang berada di sisi ranjang suaminya dan bergerak memutari ranjang David dengan tatapan sinis pada Dila. Ia tidak peduli pada tindakannya, yang dipikirikan bahwa ia harus menyelamatkan keluarganya.


“Jangan sentuh suami Aku!!!” Dasar perempuan tidak tahu malu… “Teriak Soffie sambil  menjambak rambut Dila yang terurai.


Pegangan tangan Dilla terlepas dari lengan kekar David sehingga cukup mengejutkan semua yang berada di ruangan itu. Dila meradang ketika mendengar teriakan Soffie dan kesakitan karena jambakan tangan Soffie yang cukup kuat  .


Dila berusaha mengangkat kakinya dan mengarahkan ke perut Soffie , namun Soffie yang sedang hamil itu menjadi  lincah berkelit. Entah karena pengaruh hormon kandungannnya ataukah memang insting Soffie menghindari serangan cukup baik. Kaki Dila yang beralaskan sepatu runcing masih berusaha menggapai dan akhirnya berhasil mengenai paha kirinya sehingga Soffie menjerit dan melepaskan jambakan  pada rambut Dila.


“Aduh……elo bener-bener wanita gak tahu etika!” tampang saja kelihatan cantik dan baik-baik  tapi kelakuan mirip ja****.  “Teriak Soffie  dengan nyaring dan ekspresinya yang tajam menunjukkan bahwa ia sudah tidak lagi menaham amarah.


“Eh…  elo yang wanita tidak tahu malu…. Elo rebut pacar gue sehingga David terpaksa  harus bertanggungjawab atas kehamilan elo… ... elo  yang ja****  elo yang matre… elo yang mau  harta David !!  Elo uang menjual dirimu kepada kekasihku !" Jawab Dila dengan  kasar.


“eh  … perempuan gila !”” Satu Indonesia itu tau, bahwa elo meninggalkan David untuk menikahi pria Jepang yang kamu pikir lebih kaya dari David kan… elo yang matre… sekarang karena elo mau diceraikan… elo kejar-kejar suami orang dan gak tahu malu ngaku jadi istrinya… elo perempuan gatel yang gak tahu malu.. bagaimana kalo gue kirim CCTV rumah sakit ini ke  media infotaiment….pasti karirmu hancur… berani gak Lo?”

__ADS_1


David yang berada didekat perkelahian kedua wanita itu tidak bisa bergerak karena tubuhnya masih dipenuhi kabel. Ia merasa pertikaian dua wanita ini tidak akan  berakhir, pandangannya beralih ke dua pria yang ada di sekitarnya. Harus ada yang menghentikan mereka.  Januar yang  melihat tatapan mata David seolah mendapatkan peritah untuk membantu memisahkan dua wanita yang sedang panas hati.


“Bu  Soffie dan Bu Dilla…mohon maaf ..mo..


“Apa  kamu? Jangan ikut campur urusan rumahtanggaku,”Teriak Dilla sambil tidak suka pada Januar  dan ia sedang berupaya membalas sakit hati dan sakit kepalanya  pada Soffie akibat jambakan pada rambutnya.


Dilla berupaya melemparkan tas tangannya yang mahal ke tubuh soffie dan ditangkis dengan mudah oleh Soffie.


Akhirnya Dilla berlari dengan sengaja dan  menabrakan tubuhnya pada Soffie. Ia mendorongnya hingga Soffie  jatuh terjengkang. Teriakan Soffie membangunkan sedikit ingatan David. Seakan teriakan itu meminta tolong agar David membantunya.


“Phie… “teriak David dengan sangat terkejut dan ia sangat khawatir pada ibu  hamil itu yang terjatuh karena dorongan Dilla.


Soffie   yang posisinya di bawah Dila meringis kesakitan dan ia merasakan kekuatan  amarah wanita ini. Tidak ingin dirinya  dikalahkan oleh Dilla  , didorongnya tubuh Dila dengan kekuatan yang ada, seolah dibantu oleh anaknya yang di dalam perutnya. Posisi kini berbalik Soffie diatas tubuh Dila dan kali ini ia meremas muka Dila dan


menamparnya.


“Wanita… si*l**… dasar bring***!”  “Teriak Soffie  masih dengan semangat memukuli Soffie.


Januar  yang melihat kegarangan Soffie pada Dilla terkejut. Ia segera membagi tugas  pada Haryanto yang masih terpaku melihat perkelahian dua wanita itu.


“Har…  jangan bengong… ayo kita pisahkan mereka...  kamu Tarik ibu Dila dan aku Tarik bu Soffie… kalo gak ini gak  akan selesai…


Kedua  pria itu merasa kewalahan menghadapi dua wanita yang sedang emosional dan siap berkelahi lagi. Ketika Januar menarik Soffie untuk melepaskan diri dari Dilla,  tubuh Januar  dipukuli oleh Soffie bertubi tubi dan wanita itu marah padanya.


Sementara  Haryanto yang membantu Dila bangkit juga mendapat omelan dan caci maki dari  Dila.


“Hei…  Haryanto…  lepaskan aku ... lepas ... aku mau menghajar wanita itu ....kamu sepupu yang tidak berguna.. bukannya membantu saudaramu… malah   kamu  mendukung wanita bodoh itu!”


“Mbak Dila… jangan gini mbak… malu mbak…   tenang mbak ...!” Bujuk Haryanto pada Dila.


Haryanto   adalah salah satu sepupu Dila. Ia bekerja di perusahaan David melalui proses  seleksi  penerimaan pegawai yang sesungguhnya dan mengandalkan kemampuannya. Kesalahan Haryanto  adalah karena terlalu gembira diajak David tugas ke luar negeri sehingga ia membeberkan kepergiannya kepada keluarga besarnya dan ternyata ibunya yang menginformasikan kepada Dilla. Akibatnya Dila meminta  jadwal kegiatan David di Kanada dan  berdampak panjang ke perkelahian dua wanita yang berkaitan dengan pimpinannya.


Januar dan David memperhatikan interaksi  Dilla dan Haryanto yang masih memperdebatkan hubungan kekeluargaan mereka, sementara Madam Alice masih  memeluk Dean yang terus menangis ketika melihat ibunya berkelahi.


Soffie yang telah dilepas oleh Januar melangkah ingin menghampiri Dila kembali . Namun tangan Soffie di Tarik oleh David dan ia tidak menyadarinya.


“Lepasin aku Januar!!!” Aku harus kasih wanita itu pelajaran !”  teriak Soffie


“Phie…  jangan marah lagi sayang,” Jawab David perlahan.


Soffie  menengok pada pria yang masih memegang tangannya. Ia terkejut David  memanggilnya, apakah pria ini sudah mengingatnya atau dia hanya ingin agar ia  berhenti berkelahi dan menyelamatkan kekasihnya yang tadi ia jambak dan pukuli dengan sangat keras.

__ADS_1


“ Apa kamu gak rela kalo selingkuhanmu aku jambak dan aku habisi…


“Phie…. Ingat kamu sedang hamil… sudah ya !”  Sudah sayang , jangan marah lagi.... kamu sedang mengandung......Hei ..kamu siapa tadi… panggil keamanan dan usir wanita itu !” Kata David sambil


memegang lengan Soffie  dan matanya  menatap tajam ke Januar.


Tiba-tiba Pintu dibuka kembali dan datanglah Papa Bagus, Mama Susana dan Sonny yang  terkejut melihat banyak orang berwajah sangat tegang terlebih bila melihat tampang  Soffie dan Dila yang berantakan. Dean yang menangis di pelukan madam Alice.


“ Ada apa ini?'  Soffie.... kenapa kamu sayang?” tanya mama Susana memecahkan keheningan.


“Mama…. Perempuan itu mengaku ngaku istri Kak David , Mam… Soffie marah dan  menjambaknya… tapi perempuan itu  bilang  aku sengaja hamil duluan agar Kak David mau menikahiku, mam… aku benci Kak David !””


“Sayang…  perempuan itu bohong… istri David Cuma kamu dan menantu mama juga Cuma satu  yaitu kamu… sudah sekarang tenangkan dirimu…biar semua papa dan Sonny yang urus ya...


“Gak  mama…. Aku gak bisa tenang jika wanita sialan itu masih disini.


“Dila  … kamu keluar ! Ikut saya dan bicara di luar  ,”Teriak Papa Bagus pada Dilla.


Pria setengah baya itu segera melangkahkan kaki keluar  ruangan dan langkahnya diikuti  oleh Haryanto.  Namun langkah mereka terhenti ketika mendengar suara merdu Dila.


"Aku mau disini bersama David," Jawab Dila manja dan tak disangka Januar langsung menariknya keluar mengikuti langkah Pak Bagus yang melanjutkan langkahnya  keluar.


David  memijat kepalanya yang terasa sakit karena melihat perkelahian dua wanita. Ia  tidak tahu yang mana istrinya dan berharap benar bahwa  wanita hamil yang merupakan ibu dari Dean  adalah istrinya. Rasanya tidak mungkin ia memiliki dua istri. Apakah benar dia  sebrengsek itu.


Sonny  yang melihat aSoffie yang  pucat dan  rambutnya berantakan berusaha mendekatinya dan memeluknya , namun ketika David mendekat , Soffie  tiba-tiba p ingsan dan dengan sigap Sonny menahannya dan mengangkatnya.  Sonny meletakkan Soffie  di Soffa Panjang. Sonny melepaskan jas-nya untuk menutupi kaki Soffie, karena pada saat itu Soffi hanya mengunakan dress selutut.


“Hei…  kenapa kamu berani menyentuhnya… dia istriku… dia galak sekali lho…!!"


"Gak masalah... Dia yang menyuruhku datang ke sini ko !"


"Siapa kamu?" Apakah kamu selingkuhan dia?" Selidik David pada Pria yang mengangkat tubuh istrinya tadi.


 


 


*****


 


 

__ADS_1


Happy Reading Guys !!!! David belum ingat semuanya.... sabar ya.... ditunggu komentar/Like/ saran/ hadiah / apapun itu... Thanks sudah membacanya. Tuhan memberkati kalian semua. Tetap jaga kesehatan ya!!!


__ADS_2