
Kamu adalah kekuatanku dan penyemangat hidupku, teruslah sehat di dalam rahimku... aku akan berjuang untuk menjagamu!"
*****
Dila berlari dari pintu kamar ruangan perawatan David dan segera langsung memeluk David yang sedang terbaring tak berdaya. Hal itu membuat Soffie dan Madam Alice terkejut melihat kedatangan wanita itu dan tingkahnya yang dianggap tidak sopan.
Januar juga sama terkejutnya melihat kedatangan Dila dan Haryanto . Kedua pria itu saling bertatapan seolah ingin berkata-kata alasan kedatangan Dila ke ruang perawatan David. Mereka tidak mampu saling berkata. Mereka terdiam dan menyerahkan pada perang yang kemungkinan akan segera terjadi.
"David... Dav... aku disini sayangku ... jangan tinggalkan aku... maafkan aku... maaf aku juga baru tersadar... kamu sekarang gak papa kan sayang... cerita cinta kita belum usai David... Ayo kamu cepat pulih... kita lanjutkan cerita kita ...
David berusaha mendorong wanita yang memeluknya dan ia mengangkat kelima jarinya seakan berkata “ STOP” dan berikan aku ruang.
“Kamu Siapa ?" tanya David sambil berupaya melepaskan pelukan wanita yang baru datang dan langsung memeluknya . Wanita itu menangis sambil memeluknya.
“kamu jangan bercanda David… jangan pura-pura lupa… aku Dilla… aku juga istrimu…
“Apa…? "Aku punya 2 istri ?”
‘Sayang… kamu tidak ingatkah… sebelum kita mendapat musibah kecelakaan kita baru saja meresmikan pernikahan kita … ini cincin yang kamu berikan padaku,” Ujar Dilla Sambil menunjukkan jari manisnya pada David.
Senyum Dila terkembang dan matanya melirik pada Soffie yang memperhatikan disebrang ranjang. Soffie dan Dilla sama-sama disamping David tetapi terhalang oleh tubuh David yang terbaring. Soffie berada di sisi kiri ranjang dan Dilla berada di sisi kanan ranjang pasien.
Januar benar-benar takut jawaban Dilla akan membuat Soffie sakit hati dan berpengaruh pada kandungan Soffie. Namun Soffie yang sekarang adalah Soffie yang berbeda dengan Soffie yang tiga tahun lalu ketika ia baru
mengenal Dilla dan dipandang hina oleh sang biduan cantik.
Soffie yang sekarang sudah lebih percaya diri karena selain ia semakin cantik, ia adalah istri sah David dan sekarang sedang mengandung anak kedua pewaris Pratama Grup. Hormon kehamilan juga ikut mempengaruhi Soffie untuk menjadi berani dan berjuang membela keluarganya. Ia bangkit dari tempat duduknya yang berada di sisi ranjang suaminya dan bergerak memutari ranjang David dengan tatapan sinis pada Dila. Ia tidak peduli pada tindakannya, yang dipikirikan bahwa ia harus menyelamatkan keluarganya.
“Jangan sentuh suami Aku!!!” Dasar perempuan tidak tahu malu… “Teriak Soffie sambil menjambak rambut Dila yang terurai.
Pegangan tangan Dilla terlepas dari lengan kekar David sehingga cukup mengejutkan semua yang berada di ruangan itu. Dila meradang ketika mendengar teriakan Soffie dan kesakitan karena jambakan tangan Soffie yang cukup kuat .
Dila berusaha mengangkat kakinya dan mengarahkan ke perut Soffie , namun Soffie yang sedang hamil itu menjadi lincah berkelit. Entah karena pengaruh hormon kandungannnya ataukah memang insting Soffie menghindari serangan cukup baik. Kaki Dila yang beralaskan sepatu runcing masih berusaha menggapai dan akhirnya berhasil mengenai paha kirinya sehingga Soffie menjerit dan melepaskan jambakan pada rambut Dila.
“Aduh……elo bener-bener wanita gak tahu etika!” tampang saja kelihatan cantik dan baik-baik tapi kelakuan mirip ja****. “Teriak Soffie dengan nyaring dan ekspresinya yang tajam menunjukkan bahwa ia sudah tidak lagi menaham amarah.
“Eh… elo yang wanita tidak tahu malu…. Elo rebut pacar gue sehingga David terpaksa harus bertanggungjawab atas kehamilan elo… ... elo yang ja**** elo yang matre… elo yang mau harta David !! Elo uang menjual dirimu kepada kekasihku !" Jawab Dila dengan kasar.
“eh … perempuan gila !”” Satu Indonesia itu tau, bahwa elo meninggalkan David untuk menikahi pria Jepang yang kamu pikir lebih kaya dari David kan… elo yang matre… sekarang karena elo mau diceraikan… elo kejar-kejar suami orang dan gak tahu malu ngaku jadi istrinya… elo perempuan gatel yang gak tahu malu.. bagaimana kalo gue kirim CCTV rumah sakit ini ke media infotaiment….pasti karirmu hancur… berani gak Lo?”
__ADS_1
David yang berada didekat perkelahian kedua wanita itu tidak bisa bergerak karena tubuhnya masih dipenuhi kabel. Ia merasa pertikaian dua wanita ini tidak akan berakhir, pandangannya beralih ke dua pria yang ada di sekitarnya. Harus ada yang menghentikan mereka. Januar yang melihat tatapan mata David seolah mendapatkan peritah untuk membantu memisahkan dua wanita yang sedang panas hati.
“Bu Soffie dan Bu Dilla…mohon maaf ..mo..
“Apa kamu? Jangan ikut campur urusan rumahtanggaku,”Teriak Dilla sambil tidak suka pada Januar dan ia sedang berupaya membalas sakit hati dan sakit kepalanya pada Soffie akibat jambakan pada rambutnya.
Dilla berupaya melemparkan tas tangannya yang mahal ke tubuh soffie dan ditangkis dengan mudah oleh Soffie.
Akhirnya Dilla berlari dengan sengaja dan menabrakan tubuhnya pada Soffie. Ia mendorongnya hingga Soffie jatuh terjengkang. Teriakan Soffie membangunkan sedikit ingatan David. Seakan teriakan itu meminta tolong agar David membantunya.
“Phie… “teriak David dengan sangat terkejut dan ia sangat khawatir pada ibu hamil itu yang terjatuh karena dorongan Dilla.
Soffie yang posisinya di bawah Dila meringis kesakitan dan ia merasakan kekuatan amarah wanita ini. Tidak ingin dirinya dikalahkan oleh Dilla , didorongnya tubuh Dila dengan kekuatan yang ada, seolah dibantu oleh anaknya yang di dalam perutnya. Posisi kini berbalik Soffie diatas tubuh Dila dan kali ini ia meremas muka Dila dan
menamparnya.
“Wanita… si*l**… dasar bring***!” “Teriak Soffie masih dengan semangat memukuli Soffie.
Januar yang melihat kegarangan Soffie pada Dilla terkejut. Ia segera membagi tugas pada Haryanto yang masih terpaku melihat perkelahian dua wanita itu.
“Har… jangan bengong… ayo kita pisahkan mereka... kamu Tarik ibu Dila dan aku Tarik bu Soffie… kalo gak ini gak akan selesai…
Kedua pria itu merasa kewalahan menghadapi dua wanita yang sedang emosional dan siap berkelahi lagi. Ketika Januar menarik Soffie untuk melepaskan diri dari Dilla, tubuh Januar dipukuli oleh Soffie bertubi tubi dan wanita itu marah padanya.
Sementara Haryanto yang membantu Dila bangkit juga mendapat omelan dan caci maki dari Dila.
“Hei… Haryanto… lepaskan aku ... lepas ... aku mau menghajar wanita itu ....kamu sepupu yang tidak berguna.. bukannya membantu saudaramu… malah kamu mendukung wanita bodoh itu!”
“Mbak Dila… jangan gini mbak… malu mbak… tenang mbak ...!” Bujuk Haryanto pada Dila.
Haryanto adalah salah satu sepupu Dila. Ia bekerja di perusahaan David melalui proses seleksi penerimaan pegawai yang sesungguhnya dan mengandalkan kemampuannya. Kesalahan Haryanto adalah karena terlalu gembira diajak David tugas ke luar negeri sehingga ia membeberkan kepergiannya kepada keluarga besarnya dan ternyata ibunya yang menginformasikan kepada Dilla. Akibatnya Dila meminta jadwal kegiatan David di Kanada dan berdampak panjang ke perkelahian dua wanita yang berkaitan dengan pimpinannya.
Januar dan David memperhatikan interaksi Dilla dan Haryanto yang masih memperdebatkan hubungan kekeluargaan mereka, sementara Madam Alice masih memeluk Dean yang terus menangis ketika melihat ibunya berkelahi.
Soffie yang telah dilepas oleh Januar melangkah ingin menghampiri Dila kembali . Namun tangan Soffie di Tarik oleh David dan ia tidak menyadarinya.
“Lepasin aku Januar!!!” Aku harus kasih wanita itu pelajaran !” teriak Soffie
“Phie… jangan marah lagi sayang,” Jawab David perlahan.
Soffie menengok pada pria yang masih memegang tangannya. Ia terkejut David memanggilnya, apakah pria ini sudah mengingatnya atau dia hanya ingin agar ia berhenti berkelahi dan menyelamatkan kekasihnya yang tadi ia jambak dan pukuli dengan sangat keras.
__ADS_1
“ Apa kamu gak rela kalo selingkuhanmu aku jambak dan aku habisi…
“Phie…. Ingat kamu sedang hamil… sudah ya !” Sudah sayang , jangan marah lagi.... kamu sedang mengandung......Hei ..kamu siapa tadi… panggil keamanan dan usir wanita itu !” Kata David sambil
memegang lengan Soffie dan matanya menatap tajam ke Januar.
Tiba-tiba Pintu dibuka kembali dan datanglah Papa Bagus, Mama Susana dan Sonny yang terkejut melihat banyak orang berwajah sangat tegang terlebih bila melihat tampang Soffie dan Dila yang berantakan. Dean yang menangis di pelukan madam Alice.
“ Ada apa ini?' Soffie.... kenapa kamu sayang?” tanya mama Susana memecahkan keheningan.
“Mama…. Perempuan itu mengaku ngaku istri Kak David , Mam… Soffie marah dan menjambaknya… tapi perempuan itu bilang aku sengaja hamil duluan agar Kak David mau menikahiku, mam… aku benci Kak David !””
“Sayang… perempuan itu bohong… istri David Cuma kamu dan menantu mama juga Cuma satu yaitu kamu… sudah sekarang tenangkan dirimu…biar semua papa dan Sonny yang urus ya...
“Gak mama…. Aku gak bisa tenang jika wanita sialan itu masih disini.
“Dila … kamu keluar ! Ikut saya dan bicara di luar ,”Teriak Papa Bagus pada Dilla.
Pria setengah baya itu segera melangkahkan kaki keluar ruangan dan langkahnya diikuti oleh Haryanto. Namun langkah mereka terhenti ketika mendengar suara merdu Dila.
"Aku mau disini bersama David," Jawab Dila manja dan tak disangka Januar langsung menariknya keluar mengikuti langkah Pak Bagus yang melanjutkan langkahnya keluar.
David memijat kepalanya yang terasa sakit karena melihat perkelahian dua wanita. Ia tidak tahu yang mana istrinya dan berharap benar bahwa wanita hamil yang merupakan ibu dari Dean adalah istrinya. Rasanya tidak mungkin ia memiliki dua istri. Apakah benar dia sebrengsek itu.
Sonny yang melihat aSoffie yang pucat dan rambutnya berantakan berusaha mendekatinya dan memeluknya , namun ketika David mendekat , Soffie tiba-tiba p ingsan dan dengan sigap Sonny menahannya dan mengangkatnya. Sonny meletakkan Soffie di Soffa Panjang. Sonny melepaskan jas-nya untuk menutupi kaki Soffie, karena pada saat itu Soffi hanya mengunakan dress selutut.
“Hei… kenapa kamu berani menyentuhnya… dia istriku… dia galak sekali lho…!!"
"Gak masalah... Dia yang menyuruhku datang ke sini ko !"
"Siapa kamu?" Apakah kamu selingkuhan dia?" Selidik David pada Pria yang mengangkat tubuh istrinya tadi.
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys !!!! David belum ingat semuanya.... sabar ya.... ditunggu komentar/Like/ saran/ hadiah / apapun itu... Thanks sudah membacanya. Tuhan memberkati kalian semua. Tetap jaga kesehatan ya!!!