
Besok pagi David harus terbang ke Kanada pukul 9. Ia masih tidak rela meninggalkan istrinya yang cantik. Tapi tuntutan pekerjaan mengharuskan dia harus tetap berangkat. Malam ini ia menghabiskan sepanjang malam dengan istrinya dengan penuh gairah.
Pukul lima pagi selepas mandi dan berpakaian, Soffie menyiapkan sarapan di dapurnya. Ia tak menyangka David bangun pagi dan langsung ke dapurnya.
"Sayang , kenapa sudah bangun? "Tanya Soffie yang sedang membuat Soto Bandung di dapur.
"Gue lapar banget, phi. Bau masakanmu menggugah selera nih... belum lagi semalam elo membuat gue kerja keras.
"Ih...kamu tuh yang semalam gk ada capeknya. Aku sudah 'give up' tapi hubbie tidak mau berhenti. Ini aja badanku masih pada sakit... tapi kan ntar hubbie mau berangkat ke Kanada,... masa aku gak masak untuk suami aku..
"Habis... nanti kita gak ketemu lama.... sudah matang belum sih makanannya, gue lapar banget...
"Bentar tinggal tunggu mendidih kuah sotonya. Hubbie duduk dulu di meja makan, aku racik soto, mungkin 5 menit lagi sudah siap. Sabar ya. Bie.... aku sudah buat teh hangat.... hubbie minum dulu deh.
"Oks sayang, thx
Tidak lama Soto Bandung sudah dihidangkan untuk David. Soffie tersenyum melihat David makan dengan sangat lahap dan minta tambah sampai 2 kali. David adalah pria yang tidak cerewet untuk soal makanan. Apapun yang diberikan istrinya, selalu ia nikmati.
"Bie.... ntar kamu disana, makannya gimana?"
"Gimana apanya...
"Kamu kalo sarapan pagi gimana? apakah kamu catering atau setiap pagi makan di restoran?"
"hei... jangan kuatir honey, sebelum menikah aku pernah kuliah di London, jadi aku terbiasa makan di luar. Cuma semenjak gue punya elo, jadinya gue manja gini! ...Honey yang membuat gue ketergantungan! "Ujar david sambil mengedipkan mata dan tersenyum jahil ada istrinya.
"Bisa aja hubbie jawabnya. Ntar hubbie di sana harus telpon aku tiap hari yach... Jangan nakal-nakal di sana, harus setia sama aku, gak boleh genit-genit sama cewek bule!
"Oke sayang, jangan kuatir soal itu... bisa tambah tehnya, honey?
"oke
Setelah sarapan pagi bersama, David segera bersiap-siap untuk segera berangkat ke bandara Halim, Selepas berpakaian, ia melihat istrinya sudah menggunakan seragam kantornya dan sedang menggunakan make up di depan kaca riasnya.
“Honey… kita main sebentar dulu.yach... 15 menit saja
“Bie… semalam belum puaskah? Badanku sudah mau patah-patah ini, semalam sampai 3 kali bie, masa iya … pagi ini juga,”protes Soffie,
“Gue ingin bekal gue yang banyak, honey… Biarkan gue pagi ini agar gue tidak berrfikir aneh-aneh, ayolah phi, "Ujar David sambil menarik tubuh istrinya.dan segera memulai aktifitas panas mereka. Aktifitas suami istri itu berlangsung lebih dari 15 menit bahkan hampir satu jam. David tersenyum setelah menuntaskan hasratnya, dan mereka kembali mandi sebelum melakukan tugas pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Hubbie, hati-hati di jalan dan jangan nakal yach ," Ujar Soffie memasuki mobilnya yang dikendarai oleh Pak Kidi.
"Oke my sweetheart... besok malam gue akan menelponmu.
Soffie dan David berpisah di parkiran. David segera menaiki mobilnya menuju ke bandara sedangkan istrinya menuju ke kantor bersama sopirnya yaitu Pak Kidi yang selalu setia mengantar kemanapun Soffie pergi.
****
Maison Sainte Apartement adalah tempat tinggal David di Kanada. Apartemen yang ditinggali David ini sudah dibeli dari tahun lalu, letaknya sangat strategis sehingga memudahkan David jika berada di Kanada. Tadinya ia membeli apartemen ini untuk keperluan bisnis papanya yang memang akan tinggal di Kanada nanti ketika pensiun, namun akhirnya David memilih menempatinya dahulu untuk keperluan bisnisnya.
Apartemen ini sangat dekat dengan kegiatan bisnis yang akan dilakukan David, Pelabuhan , Museum Seni, pusat pembelanjaan dan terlebih bandara bisa dicapai dengan waktu 1 jam perjalanan.
Satu hal yang tidak David ketahui bahwa di Apartemen itu juga tinggal seorang mantan teman tidur David di masa lalu yang pernah ia sakiti karena hanya sebagai penghangat ranjangnya. Ketika David pulang dari bekerja, ia memasuki lift apartemen dan ketika pintu akan tertutup, seorang wanita cantik dan anggun, masuk ke dalam lift.
" Angel... Angelica? " Panggil David ketika seorang wanita masuk ke lift terburu-buru dan tidak melihat pria itu sedang menahan pintu lift untuknya.
"David... kenapa elo ada di sini?"
"Oh.... apa khabar? elo tinggal disini juga? di lantai berapa?"
"Baik. Meskipun elo dulu membuang gue. Elo lihat, gue baik-baik saja. Ngapain elo disini?"
"Maafkan gue yang dulu. Gue emang brengsek. Gue seneng elo baik baik saja, gel... kamu tinggal sama siapa di sini? "
"Maafkan gue, gel ! "kata David tulis dan ia masih terlihat kemarahan di wajah Angel.
David merasa bersalah mengingat kelakuannya yang hanya mengijinkan Angelica menjadi teman tidurnya selama 1 minggu dan gadis itu terus menghilang dari kehidupannya. David merasa bersalah dan ketika Angel menekan angka 25 , David tersenyum. Ia bermaksud mengikuti Angel.
"Ngapain elo ikutin gue?
"Cuma mau ngobrol aja dengan elo. Sudah lama juga kita gk ketemu. Boleh?"
"Kayaknya gk ada lagi yang perlu diobrolin. Gue juga sudah lupain kenangan masa lalu kita. Jadi pergilah dan anggap kita gk saling kenal.
"Hei Gel, gue seneng elo sudah melupakan gue . Gue cuma merasa bersalah saja sama elo. Gue cuma ingin memastikan kehidupan elo baik-baik aja. Ya sudahlah yang penting kamu baik-baik saja. Gue merasa senang melihat elo , apalagi jika gue bisa melihat ... suamimu mungkin..
"Besok elo bisa ketemu dengan suami gue di restoran bawah tepat pukul 7.00. Kita akan ngobrol disana.
"Oke .. see you tomorow! " Kata David sambil memasuki lift kembali menuju lantai 30 tempat tinggalnya.
__ADS_1
David menarik nafas, dia mengingat masa lalu yang buruk dan menyakiti banyak wanita dan salah satunya adalah Angel. Wanita baik yang pernah dia renggut kesuciannya dan ia mengusirnya setelah 1 minggu menjadi penghangat ranjangnya. Dari semua wanita, David hanya merasa bersalah pada Angelica. Ia benar-benar hanya ingin memastikan wanita itu baik-baik saja. Ia bukan ingin mengulang masa lalu, hanya penyesalan saja melihat wanita itu.
*****
Tepat pukul 07.00 David memasuki restoran dan matanya melihat sekeliling restoran. Di ujung restoran terdapat sepasang wanita dan pria yang sedang menikmati sarapan bersama. Angel dan Suaminya. Pria itu terlihat sudah berumur lima puluhan tetapi terlihat cukup sehat dan sedang memperhatikan Angel dengan seksama.
"Hi ... May I Join?"
Pria yang duduk di seberang Angel itu bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum pada David. Pria itu mengulurkan tangannya.
"Hai... kamu pasti teman Angel yang diceritakan dia semalam. Perkenalkan saya adalah Purnomo ,suami Angelica.
"Oh orang Indonesia juga ... saya David.
David mengambil duduk di kursi antara Angel dan Purnomo. Angel hanya tersenyum memandang interaksi suaminya dan Purnomo.
"Vid... mas Pur ini bekerja sebagai kurator di Museum tidak jauh dari sini.
"Wah.. hebat banget ... sudah lama Pak Purnomo tinggal disini?
"Baru 5 tahun... Vid. Kata Angel, David ini pengusaha?
"ya begitulah... ini kebetulan lagi ada proyek disini. tadi malam kami bertemu satu lift dan angel bilang jika ingin bertemu suaminya, besok jam 7. jadi memang saya sengaja menemui keluarga Angel. Saya bahagia melihat Angel bahagia disini.
" Terimakasih vid, kudengar kamu juga baru menikah. Tapi bukan dengan artis itu kan/
"ya.. ia seorang auditor di BI. kapan-kapan kalo kalian pulang ke Indonesia, bisa kita ketemuan?
"Sure, Pak David. Senang sekali mendapat teman baru. tapi mohon maaf saya harus segera ke kantor, besok bisa kita sambung lagi perbincangan kita.
"Oke pak, jika saya tidak ke luar kota, kita bisa bertemu disini.
Sarapan pagi yang menghangatkan hati David. Ia melihat kehidupan mantan kekasihnya cukup baik meskipun menikahi pria yang seharusnya lebih cocok menjadi ayahnya. Purnomo berpamitan dan mencium Angel . David memperhatikan keduanya dengan seksama.
Ia melihat Angel baik-baik saja dan ketika David akan berpisah dengan Angel. Ia cukup terkejut bahwa Angel mau berjabatan tangan dan berkata yang menyentuh hati David.
"Terimakasih David atas traktirannya. Gue sudah memaafkan kamu . Hiduplah dengan tenang dengan keluargamu yang baru. Lupakan masa lalu kita.
"Thanks Angel. Semoga kamu dan Pak Purnomo tetap langgeng dan kamu harus berbahagia, teman!
__ADS_1
"Sure, aku berbagia dengan mas Pur.
"Sampai jumpa Angel.