
Aku memang tak bisa mencintaimu dengan sempurna, namun dalam setiap langkahku, aku tetap akan mencintaimu dengan cara yang sederhana. Aku memang tak mampu merangkai kata -kata yang indah, tapi aku ingin kamu yang bersamaku hingga sang maut menjemputku.
*****
Di sebuah restoran yang terlihat cukup sepi di dekat pangkalan Halim Perdana Kusuma terlihat seorang wanita cantik duduk di dalam restoran sambil menikmati es kelapa muda. Santika sedang menunggu Josh keluar dari tugasnya di sore hari dan menemuinya di sini. Mereka sudah membuat janji pertemuan sebelumnya.
Setiap Josh pulang dari luar kota/ luar negeri karena tugas negara , Josh akan melaporkan kegiatannya kepada Komandannya di Pangkalan Halim. Dahulu Santika sering menemui Josh di tempat ini dan biasanya Josh selalu datang bersama teman-temannya yang memang mengenal Santika. Kali ini Santika memang meminta Josh datang menemuinya sendiri.
Wajah Santika tersenyum ketika melihat pria berkepala plontos itu datang memenuhi permintaannya dan benar, pria itu datang sendiri.
"Josh... " Santika memanggil sambil melambaikan tangannya.
Josh berjalan menuju meja tempat Santika duduk dan melihat temannya menunggunya dan sudah menyiapkan minuman air kelapa. Rasa haus dan teriknya sinar matahari karena Josh baru selesai laporan di lapangan membuat Josh langsung menenggak habis minuman tanpa bertanya.
"Josh... kenapa kamu membotaki kepalamu lagi... kau tidak terlihat ganteng , Josh..." Ujar Santika manja.
"Ini permintaan komandan, ada apa kau mau menemuiku, Tika ...dan pake bilang aku harus datang sendiri... kenapa lagi sih ?" Bukankah aku sudah penuhi tidak menceritakanmu pada teman-teman Lily !"
'Istrimu tidak bercerita tentang aku?" Dia itu merusak hubunganku dengan Henry, Josh, " lirih Santika.
"Aku belum pulang ke rumah seminggu ini... aku baru ada tugas luar kantor dari Komandan, kenapa? Apakah sekarang mereka mengetahuinya?" Jangan salahkan Lily, dia emang karakternya terbuka, dia selalu ingin semua berjalan seharusnya.
"Hem... gara-gara ulah istrimu, Henry memutuskanku... jadi aku harus bagaimana?"
"Bukannya waktu di Philiphine, aku sudah bilang kau yang harus menceritakan pada mereka... kau yang bilang mereka tak mungkin tahu... yang penting aku tutup mulut.
"Iya ... kalo gak karena istrimu menemukan foto-foto yang ada di lemarimu!"Kau yang mengacau Josh... Kau yang merusak masa depanku...harusnya kau bakar foto-foto itu!"
"Oh.. foto itu ... Lily sempat bertanya.. tapi waktu itu jaringanku sedang jelek.. jadi aku belum sempat ngobrol dengannya.
"Gara-gara foto itu, Lily membongkar semuanya dan menunjukkan pada Henry... ini salahmu Josh!"
"Ko aku... kan kamu yang buat..... Lily itu emang istriku, semua barangku ya... wajar lah jika dia yang membereskannya... sudahlah Tika... minta maaf saja sama Henry dan jika ia mau memaafkanmu dan mungkin saja Henry mau menerimamu kembali... Kau kan pintar berbicara
"Dia tidak mungkin mau bersamaku kembali,... ini gara-gara ulah istrimu... dasar wanita sialan, aku akan..
"Hei... istriku tidak salah... dia memang selalu berkata apa adanya... dia adalah orang yang paling jujur dan loyal. Pasti dia mencari informasi di barak. Kan kamu tahu sendiri semua teman-temanku memang mengenalmu... kamu yang sering menggoda mereka, wajarlah jika banyak yang menceritakan tentangmu.
__ADS_1
'Seandainya kamu tidak jatuh cinta pada Lily, tentu aku tidak akan melakukan tindakan bodoh itu... Josh... kamu adalah orang specialku... kamu jahat josh..... kamu lebih memilih dia daripada aku.... padahal dulu aku membantumu untuk mendaftar tes..
"Hei... jangan bicara sembarangan ya , Tika. aku melakukan tes sendiri dan melalui jalur test yang normal.. peranmu apa? Cuma membantu meminta legalisir ijasah... itu memang karena aku dan teman -teman sudah di Magelang... apakah itu hutang budiku? Tapi kamu yang menawarkan padaku .. eh tidak padaku saja. kamu menawarkan juga untuk membantu legalisir pada Agus, Seno, Harry dan lainnya... Jadi mereka hutang budi juga... itu yang kau maksud?"" Apakah kau bermaksud meminta penggantian biaya itu? "
"Bukan itu.... Josh... kau kan tahu aku dari dulu menyukaimu.... aku sangat mencintaimu tapi kau mengabaikanku.
"Aku tidak pernah menganggapmu lebih dari teman, bahkan kau tahu begitu aku lulus dari pelatihan... aku sudah tunangan dengan Lily, ... Tika,.. kau hanya temanku, sama seperti yang lain. maafkan aku !"
"Aku ingin kau menikahiku, Josh.... aku ingin bersamamu!"
"Sudahlah Tika... kamu bisa menata hidupmu dengan lebih baik.... Carilah pria lain yang bisa mencintaimu. Apakah kamu bisa mencintai Henry? Aku akan membantumu bicara dengan Henry, bagaimana?"
"Tidak... aku hanya mau kamu, Josh.... aku tidak pernah mencintai Henry... aku hanya mencintaimu... Josh... aku gak papa , jika jadi istri keduamu...
"Maaf tika... aku tidak pernah mencintaimu, kamu hanya temanku dan hanya bisa menjadi temanku.. kamu sudah tahu itu sejak lama... Cintaku hanya untuk Lily... Maaf, tika istriku menungguku di rumah. Aku pamit dan thanks untuk air kelapanya!"
"Josh...
"Pulanglah... temui Henry dan katakan padanya , katakan kalian akan mencoba merangkai hubungan dari awal , aku tahu... Henry mencintaimu... Pulanglah Tika, jangan temui aku jika kau tidak bersama dengan Henry!"
"Josh... Joshua...!
Santika mengambil handphonenya untuk memesan kendaraan online agar dapat mengantarnya pulang. Pupus sudah harapan untuk bersama Josh. Pria lain yang digadang-gadang akan merubah sebagian masa depannya, sudah diputuskannya. Ditariknya nafas kasar. Ia akan merubah langkah hidupnya, Ia akan pergi meninggalkan kota Jakarta ini. Ia harus berubah dan bangkit dari kejatuhannya, dan menata hidupnya di tempat yang baru, tempat dimana tidak ada yang mengenalnya.
*****
Lily sedang merapihkan kamar mereka ketika Josh datang. Ia tersenyum melihat kepala suaminya sudah botak dan terlihat lebih bersinar bila terlihat di luar ruangan apalagi jika matahari bersinar terik tentunya kepala Josh akan semakin berkilat.
"Sayang... kamu keren sekali !" Sapa Lily ketika melihat Josh tersenyum dan menarik tubuhnya ke pelukannya.
"Cium aku dong , Lil, " Kata Josh manja pada istrinya.
Lily melakukan permintaan suaminya dengan mencium pipi dan menarik kepala Josh dan mencium ubun-ubun pria yang sekarang berkepala plontos itu.
__ADS_1
Lily memang sangat menyayangi Josh yang cenderung pendiam dan berlawanan dengan karakternya yang cerewet. Bagi Lily , Josh adalah pria bertanggungjawab , setia dan selalu menjadi pendengar yang baik untuknya. Ia sangat mempercayai pria itu. Meski pria itu jarang mengucapkan kata cinta untuknya. Tapi kebersamaan mereka dan ikatan cinta yang kuat sulit dipatahkan orang lain.
"Bagaimana... sudah sesuai dengan permintaan kamu kan... kepalaku sudah plontos... sudah puas, Lil?"
Josh memang tidak pandai merangkai kata cinta untuk istrinya. tapi bagi Josh komitmennya ketika menikahi Lily adalah salah satu hal yang membuktikan cintanya pada wanita yang pekerja keras.
Penghasilan Lily yang lebih besar dari pendapatannya, tidak menjadikan halangan cinta mereka. Lily selalu tenang jika bersama Josh dan hal itu membuat hubungan mereka meskipun terhalang oleh jarak mampu bertahan. Lily sangat menghargai Josh dan tidak pernah membantah selagi untuk kebaikan keluarga kecil mereka.
"Ya... karena cuma aku yang menginginkan kepalamu plontos dan komandanmu juga pasti demikian melihat anak buahnya memiliki penampilan yang rapih.... dan tidak ada wanita lain yang boleh mengagumi suamiku selain aku...
"Siap!" Jawab Josh sambil memberikan hormat pada Lily dengan tampang serius.
"Mandilah josh, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita.... oh ya, .. apakah kamu punya waktu di hari sabtu ini untuk menemui Henry?" Jajang sudah oke, sih.
"Soal Santika?" Henry sudah kamu kasih tahu, "Ujar Josh sambil memandang wajah istrinya
"Ya... dia agak marah dan berkata -kata tentang kamu, Josh... aku bertengkar dengannya?"
"memangnya kamu berkata apa? " Apakah kamu yakin sumber informasimu sudah benar?"
"Sudah donk sayang... kan kamu yang mengajariku untuk mencari bukti-bukti yang akurat dahulu baru berbicara... aku juga tahu bahwa Santika mencintaimu sejak lama, dan bahkan aku tahu bahwa Agus memiliki video yang waktu di Philiphine... tapi aku merasa Agus agak keterlaluan jika masih menyimpannya... aku sudah infoin juga ke Henry soal itu.
"Kamu yakin gak papa... jika Henry mendengar cerita lengkap tentang Santika?" Sudahlah biarkan saja ya, Lil !" Biarkan saja, toh kamu sudah menceritakan pada Henry, penyelidikanmu tentang Santika
" Tapi Henry mencurigaimu, katanya kamu yang membohongiku, aku gak rela namamu nanti buruk , ayolah sayang, mau yach......nanti Jajang akan menemani Henry... sebenarnya Jajang sudah mencurigai Santika , tapi... aww... Josh.....ngapain josh?" hei... aku sudah mandi....
Josh tertawa dan terus menarik tubuh Lily ke kamar mandi untuk kembali mandi bersamanya dan menikmati waktu kebersamaan mereka di malam hari dengan kegiatan ritual suami istri yang menghanyutkan mereka.
******
Santika merapihkan barang-barang dalam kamarnya, ia akan memilih tinggal di kota Denpasar, Bali. Ia yakin akan memperoleh pekerjaan disana. Ia sangat berharap bahwa masa depan yang baru akan menghampirinya disana. Ia harus melupakan kegagalannya di kota Jakarta ini.
Jika ada orang yang tidak menyukai kita, untuk apa kita memaksa orang untuk menyukai diri kita. Dia ingin menjauhi orang-orang yang memiliki pandangan buruk tentangnya. Orang tuanya cukup liberal untuk mengijinkan dirinya mencari masa depan yang cemerlang di luar sana.
Santika akan pergi ke tempat dimana orang bisa menerimanya, tempat dimana ia dapat dihargai oleh orang yang dicintainya dan lingkungannya. Santika merasa dirinya berhak menentukan jalan hidupnya. Selamat tinggal Josh.. Selamat tinggal Henry... maafkan aku ,Henry. Kamu terlalu baik untukku.
__ADS_1