
Mama, kamu adalah malaikatku juga, Memang benar kamu bukan yang melahirkanku, tapi Tuhan mengirimkanmu untuk menjaga dan mencintaiku juga meski aku pernah tidak peduli padamu. Maafkan sikapku yang dulu !"
*****
Sonny menarik jemari adiknya untuk memasuki ruang ICU. Dilihatnya mama Jeany sedang tersenyum pada mereka berdua ketika melihat kedua memasuki ruangan itu. Soffie meraih tanganmamanya dan menciumnya.
"Mama gimana keadaanya ?" Tanya Soffie sambil menangis.
"Mana yang sakit mam?" Apa yang dirasakan mama sekarang ?" Tanya Sonny dengan khawatir.
Sonny yang biasa pendiam sekarang menjadi lebih cerewet pada mama sambungnya yang baru tersadar dari luka kecelakaan yang diperolehnya beberapa hari yang lalu.
Jeany tersenyum memandang kedua anaknya yang sudah hadir. Ia cukup bahagia memandang mereka berdua.
"Sonny dan Soffie... kalian sudah ada disini... mama seneng melihat kalian berdua baik-baik saja," Ucap mama Jeany . "Tadi mama ketemu papa... tapi ...
"Mama... jangan ngomong begitu donk... Soffie kan masih perlu mama... Soffie sayang mama... "potong soffie dengan masih berlinang air mata.
"Mama akan sembuh... kita semua akan baik-baik saja... anakku yang kedua sudah lahir... mama belum melihatnya ... mama harus semangat untuk sehat !" Sonny menimpali dengan lirih.
"oh Bagaimana keadaan Dissy, Son ?" Mama teringat akan menantu perempuannya yang bersamaan dengan dirinya mendapat musibah.Sonny
Menantunya kemarin dalam keadaan hamil besar tapi berhubung ingin makan mangga harummanis yang berada di halaman rumahnya yang berada di pejaten dan memaksa membawa kendaraan ke rumah mereka. Jeany sebelum kehilangan kesadaran sempat melihat Dissy meringis di balik kemudi dan mengalami pedarahan.
"Dia sudah melahirkan anak perempuan ma... Mama kan sudah janji akan bantu aku menjaganya dan memberi nama pada anakku... mama harus semangat untuk sembuh... kita pasti bisa melewati ini semua , ma!"
" Baiklah... mama akan berusaha, "Jawab Jeany dengan lirih dan bahagia memandang kedua anaknya yang sangat menyayanginya.
Sonny meraih tangan perempuan yang terbaring tidak berdaya di ranjang pasien. Ia mencium punggung tangan wanita yang pernah diabaikannya dahulu.
"Ma... maafkan sikap Sonny di masa lalu ya...Sonny pasti sering melukai hati mama... seharusnya Sonny tidak bertingkah kekanakan dan mengabaikan mama... Maafkan Sonny ya Ma .. "Sonny berbicara pelan sembil terus mencium punggung tangan mamanya.
"Ma...kamu juga adalah malaikatku juga... mungkin benar kamu tidak pernah melahirkanku.. tapi terimakasih telah bersikap baik dan bertanggungjawab padaku... Tuhan mengirimkanmu untuk menjaga dan mencintaiku juga... maafkan sikapku yang dulu pernah mengabaikanmu !"
"Terimakasih Sonny, kamu memang anak pertamaku...aku tahu dari lubuk hatimu... kamu juga pasti mengasihiku.. "Mama tersenyum sambil memandang anak sambungnya yang dulu dia rawat semenjak kecil dan mulai mengabaikannya ketika ia beranjak remaja dan pernah tidak menganggapnya sama sekali ketika papa Sonny masih hidup. Jeany sangat bahagia memandang anak lelakinya yang sudah berubah sikap semenjak Soffie menikahi David.
'Mama... ijinkan aku yang merawatmu sebagai pengganti sikapku yang dahulu...
Soffie terenyuh melihat perubahan sikap Sonny yang dahulu sangat tidak peduli pada ia dan ibunya tetapi menjadi pria yang sangat bertanggungjawab pada dirinya dan mama Jeany. Terimakasih Tuhan. Mungkin kejadian ini akan semakin mempererat hubungan kekeluargaan kami.
__ADS_1
*****
David meminta ayahnya ( Bagus Pratama) pulang bersama Dean diantar Pak Kidi dan Ibu Martini. David sudah memesankan nasi kotak untuk dirinya, Soffie dan Sonny yang masih berjaga di rumah sakit. David masih berjaga di depan ruang ICU, Ketika Sonny dan Soffie keluar dari ruangan perawatan mama Jeany ,
David memaksa mereka berdua makan dahulu. Meski tidak berselera makan Sonny langsung menerima nasi kotak dari David dan ia memakannya dengan tidak berselera. Sonny menyadari bahwa ia adalah andalan bagi keluarganya yang harus sehat dan menjaga mereka. Ia harus menjaga fisiknya biar tetap sehat dan mampu berfikir jernih. Berbeda dengan Soffie yang masih terduduk diam di selasar rumah sakit, ia benar-benar khawatir kondisi fisik mamanya yang terbiasa sehat dan menjaganya sekarang menjadi terbaring tidak berdaya.
'Phie... "Panggil David dengan lirih.
Soffie masih terdiam. Ia benar-benar khawatir dengan istri dan bayi dalam kandungannya. David mencoba lebih sabar membujuk istrinya.
"Phie... kita makan sekotak berdua yuk? Aku suapin ya, sayang ?'
Soffie masih terdiam dan mengangguk. Ia memandang suaminya dengan tatapan sendu. Soffie akhirnya mengerti mengapa suaminya lebih memilih memberitahukan ia yang terakhir mengenai kecelakaan yang dialami ibunya. Ia pasti drop jika mendengar kondisi mamanya saat berada di Ottawa.
Soffie merasa takut kehilangan ibu yang merawatnya sedari kecil dan ia merasa belum berbakti apapun pada ibunya. Ia takut sekali, bagaimana jika ibunya benar-benar meninggalkannya sekarang. Sungguh seluruh tubuhnya lemas dan tidak bertenaga. Ia terkejut dan merasa sedih atas kejadian yang menimpa keluarganya. Tapi ia tidak bisa berbuat apaa-apa. Tak terasa air matanya mengalir kembali. Segera dihapusnya kembali dengan tangan kanannya.
"Aaaaa,,,," David mencoba menyuapi istrinya dan diterima dengan baik oleh mulut Soffie. David kemudian berganti dengan menyuapi dirinya sendiri hingga makanan itu habis tak bersisa. David tersenyum bahwa ia berhasil membuat Soffie makan meski hanya sedikit.
"Eh... sudah lahiran ya?" Mau Bie... yuk kita lihat...
"Sonnn... ayo lihat anakmu dulu, toh mama juga tidak bisa ditengok lagi dan kata dokter, kita harus membiarkan mama istrirahat dulu malam ini... ayo sekalian kita lihat Dissy1'
"Baiklah... aku juga harus melihat Dissy... tadi dia masih tertidur ditemani mbak Maya yang menjaganya.
Mereka melangkahkan kaki dan menuju lift. Ruang perawatan untuk ibu dan anak berada di lantai 5. Ketika menuju ruang kaca tempat bayi diletakan. Terlihat ada beberapa box berisi bayi yang semuanya sedang tertidur tenang. Sonny segera melangkahkan ke kaca yang sbelah ujung kanan.
"Phie... sini... yang ini anakku...
Soffie tersenyum memandang bayi cantik itu. Belum terlihat mirip Sonny ataupun Dissy, menurut Soffie. Bayi itu mengulet dan tertidur lagi dengan tenang.
"Elo akan kasih nama siapa keponakannku yang kedua ini,Son ? Tanya David sambil memandang bayi cantik itu.
"Aku menunggu mama untuk pulih dahulu .. dan memberi nama... kemarin kata Dissy , mama sudah memberitahukan namanya... tunggu mereka pulih deh !"
" Kak Sonn... Stefanus di rumah sama siapa? "
"Hanya bersama mbak di rumah ... aku cuma menelponnya saja tadi pagi dari rumah sakit ... dia sekarang sudah lebih bertanggungjawab. Dia seorang kakak...katanya berani ko di rumah... dan bilang aku tidak perlu khawatir.
__ADS_1
"Emh.... bolehkah aku menjemput Stefanus ... untuk mengajaknya tidur di rumah ?" Bolehkan bie, jika Stefanus di rumah kita, biar Dean ada temannya juga... Dia pasti senang sekali bertemu Stefanus.
David dan Sonny sama-sama menganggukan kepala.
"Itu lebih baik... jika bersama kamu, phie !' Sonny tersenyum.
Sonny bingung karena dari kemarin pikirannya terpecah harus ke rumah sakit dan ke rumahnya. Stefanus anak lelakinya berada di rumah dan hanya ditemani pembantu di rumah.Hal itu membuatnya terkadang di sore hari harus melihat anak lelakinya dan kemudian balik kembali ke rumah sakit. Lelah sudah pasti. tapi mau bagaimana lagi.
"Sonn...besok kamu cuti saja.. aku akan ke kantor dan kita berhubungan lewat telephone saja... tenang saja!"
"Baiklah Vid... Thanks !'
Mereka bertiga memasuki ruangan perawatan Dissy dan terlihat mbak Maya berbaring di sofa dan ;langsung terjaga melihat kedatangan orang masuk. Perempuan itu segera bangkit menyambut keluarga dari pimpinananya. Dissy masih tertidur di ranjangnya.
"Pak Sonny sudah datang... tadi ibu Dissy mencari Bapak... emh... tapi ibu baru saja tertidur... " Kata Mbak Maya yang merupakan assisten dari Dissy di kantor.
"Maya... kamu istirahatlah... kamu besok harus ke kantor! " Terimakasih sudah menjaganya...
"Gak papa... saya seneng ko menjaga ibu... yang penting ibu cepat sehat dan pulih.... terlebih saya senang menjaga ade bayi...emh namanya belum ada pak?"
'Sudah ada... cuma tunggu ibu pulih dulu ya !"
"Baik Pak...
Soffie segera menghampiri Dissy yang masih terlelap dan ia tersenyum melihat kakak iparnya baik-baik saja dan hanya ada sedikit luka gores di tangan dan di pelipisnya. Syukurlah ia baik-baik saja.
*****
Happy Reading Guys.... semoga masih berbaik hati membacanya. Tetap jaga kesehatan dan jika tidak berkeberatan boleh tinggalkan komentar/ saran/ like/ poin/hadiah. Thanks a lot guys!
__ADS_1