
Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur akan menjadikan hidup kita berbahagia".
Bahagia itu sederhana, bersyukur dengan apa yang kita miliki bukan dengan apa yang orang lain miliki".
*****
Amara sedang duduk di ruang tengah dan membungkus kado untuk putra kedua David dan Soffie, ketika Jajang memasuki rumah mereka. Amara tersenyum melihat suaminya baru pulang. Wajah kelelahan Jajang cukup dapat dilihatnya di petang hari ini.
"Hai.... Aa......capek banget ya?" ini aku sudah buatkan air rebusan jahe, lemon pake madu.... minum dulu deh, biar seger .....lagi tanggung nih bungkus kado.
Jajang langsung duduk di samping Amara dan menegak gelas berisi air jahe dan meletakan gelas kosong itu di meja. Ia memperhatikan apa yang dilakukan Amara dengan sedikit berfikir. Kado untuk siapa?"
"Kado buat Siapa itu ?" Tanya Jajang.
"Buat anaknya Soffie...kan besok kita mau ke rumahnya... tadi Soffie sudah undang untuk kita makan siang di rumah dia...... katanya dia akan masak banyak dan undangan untuk kalian di grup ... mungkin Aa belum baca...tadi macet banget ya?"
Jajang hanya manggut-manggut mendengarkan ucapan Amara. ia sedikit heran Amara lebih mengetahui acara kebersamaan kelompoknya dibandingkan dirinya yang sudah berteman lama dengan Soffie. Kemacetan dari kampus menuju rumahnya membuatnya malas dan hanya ditemani suara penyiar radio yang menghiburnya di mobil.
"Ya begitulah... terkadang dulu aku lebih suka pulang malam untuk hindari kemacetan... tapi sekarang macet itu akan kulewati biar cepat ketemu istriku yang lagi hamil muda ... kamu kok gak ngidam apapun sih, Ra.... aku itu pengen lho disuruh beli ini dan beli itu seperti bapak-bapak yang lain," Jajang tersenyum dan menarik Amara ke dalam pelukannya sambil mencium istrinya.
'Duh.... suamiku ko " so sweet" banget ya !" Puji Amara pelan.
"Kamu tadi belanja sendiri?" Tumben gak minta ditemani.... " Sahut Jajang melihat Amara melepaskan diri dari pelukannya dan langsung meneruskan membungkus kadonya dengan serius.
"Tadinya mau ditemani Aa belanja nanti malam tapi tadi Siang Santika telpon dan ngajak beli kado samaan... dia langsung jemput ke kampus dengan mobil kantornya .... katanya dia lagi ada kerjaan dekat kampus, jadi kami bareng-bareng belanja...eh,, Aa,tau gak sekarang Santika juga lagi hamil 3 bulan.... sama dengan aku ... emh tadi kita bahas kita akan lahiran mungkin tanggalnya dekatan...bahkan bisa jadi samaan kalo lihat dari jumlah minggu kami masih sama sama 12 minggu.
"Wah berarti gue sama Henry juga buatnya barengan kali ya...."Jajang berfikir sambil tersenyum sambil membayangkan dirinya dan Amara yang sedang bercinta. Jajang terkejut ketika mendapat pukulan di lengan dari istrinya.
"ih.... si Aa...," Amara menggelengkan kepala mendengar jawaban nyeleneh suaminya yang terkadang sedikit mesum.
Hal itu berbeda dengan penampilan awal yang Amara kenal, Jajang adalah pria yang begitu serius dan terkesan sopan dalam berkata dan bertindak. Ia jatuh cinta atas sikap dan tindakan pria itu terlebih ketika membelanya di depan mantan kekasihnya.
"Lah ..iya kan mara...jika lahirnya akan dekatan dan pasti pada saat nanam sahamnya juga kemungkinan dekatan bahkan mungkin di waktu dan jam yang sama," Jajang menimpali dengan santai.
"Terserah kamu deh... sudah sana mandi terus kita bisa makan bareng... tadi aku sudah masak 'Empal gepuk dan buat tumis sayur kacang "
"Mandi bareng yuk, Ra!" Ajak Jajang sambil meletakan kepalanya di bahu Amara.
"Ih Aa.... aku baru aja mandi sehabis masak tadi... sana Aa mandi dulu, aku tunggu di sini, "Jawab Amara sambil merapihkan pita yang baru diguntingnya dan ditempelkan di bagian samping kertas kado.
__ADS_1
"Yuk.... kan sudah selesai bungkus kadonya... aku kan mau mandi bareng kamu.... Yuk Sayang !" Jajang langsung menarik Amara untuk melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tengah menuju kamar mandi.
Amara hanya bisa mengikuti langkah kaki suaminya yang menarik lengannya. Amara cuma bisa menggeleng sambil tersenyum, Ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya nanti karena tidak hanya mandi tetapi menyalurkan hasratnya terlebih dahulu baru saling membersihkan diri mereka.
*****
Tepat jam 12 siang sudah berkumpul semua di rumah Soffie. Jajang dan Amara, Lily dan Josh, demikian juga Santika dan Henry. Mereka tampak menikmati makan siang bersama mereka dengan penuh riang karena melihat kebersamaan yang jarang dilakukan mereka berempat.
"David ko di hari Sabtu gini masih kerja aja, Phie," Tanya Jajang sambil melirik di ruang kerja David yang terlihat sedang mengobrol dengan beberapa orang.
Suara mereka yang sedang rapat dan terkadang ada perdebatan juga kadang-kadang terdengar ke ruang makan tempat mereka berkumpul. Soffie sudah mengingatkan untuk makan siang tapi David bilang sedang tanggung dan meminta istrinya untuk makan terlebih dahulu dengan teman-temannya.
"Iya tuh... makanan untuk rapat juga sudah diantar oleh Ibu Martini... tapi begitulah David.. jika sedang serius maka susah di stop.... padahal mungkin teman-teman kantornya sudah lapar..... ini sudah bagus papa Bagus dari Ottawa sudah datang ke sini , jadi dia gak terlalu repot. "Timpal Soffie sambil melihat pintu ruang kerja suaminya yang terbuka sedikit dan terdengar suara David yang sedang membagi tugas pekerjaan.
"Susah ya... jika jadi Boss yang punya banyak perusahaan.... mending kayak kita ya Hen selalu bisa makan tepat waktu dan selalu ada untuk istri kita ," Jajang menimpali dan tangan Jajang berada di pundak istrinya yang duduk di sebelahnya.
'Tapi Duitnya kan gak sebanyak David, Jang .... "Sahut Lily santai sambil terus mengunyah makanannya. "Kan ada yang memang dikorbankan untuk itu, Ya kan Phie ?"
Soffie tersenyum memandang teman-temannya dan ia meneruskan mengunyah makanannya.
"Gak papa.... yang penting Amara puas ya sayang... biar duitku gak sebanyak David !" Jajang menimpali santai dan terlihat Amara memerah menahan malu mendengar ucapan suaminya.
Perkataan Jajang itu sontak ditertawakan oleh teman-teman rumpiesnya. Ia melanjutkan kembali bicaranya dan makin membuat istinya memerah.
'Elo Jang.... bisa aja ngelesnya !" Seru Henry santai dan berdiri untuk bangkit mengambil tambahan makanan.
Henry merasa masih sangat lapar dan santai aja makan di rumah itu. Hingga ia melihat David keluar dari ruangan kerjanya menghampiri mereka yang ngobrol dan terkesan sangat ramai di ruang makan.
"Wah si Boss akhirnya keluar juga... ayo makan Boss jangan kerja mulu..... gue aja sudah mau tambah, ini mau piring yang kedua nih !" Sahut Henry santai sambil melihat David yang tersenyum ketika keluar ruangan rapat. Santika hanya bisa menggeleng melihat kelakuan suaminya yang memang mempunyai hobi makan di atas rata-rata. Untungnya tubuh Henry tinggi sehingga seimbang dengan proporsi tubuhnya.
"Iya nih... sekarang laper banget nih... kalian makan yang banyak ya.... tadi kata Soffie, dia masak banyak karena kubilang hari ini ada rapat di rumah dan aku mengundang orang kantor juga , " Sahut David santai sambil duduk di sebelah istrinya.
Tiba-tiba David tersadar tidak ada Dean di sekitar mereka. Ia mencari jagoan kecilnya yang biasanya selalu mengganggu rutinitasnya . "Mana Dean phie ?"
"Oh dia lagi nonton di kamar sama mama Susana." Sahut Soffie pendek .
Soffie mengambilkan piring dan menaruh berbagai makanan untuk David dan pria itu tidak berkomentar apapun atas apa yang diambilkan istrinya. Ia mengetahui bahwa Soffie pasti mengambilkan makanan kesukaannya dan porsinya pun sudah diketahui istrinya itu.
"Eh Jang... gimana kita jadi jalan-jalan gak akhir tahun ini ?" David mengingatkan janjinya yang akan mengajak Jajang jalan jalan dengan pesawatnya jika pria itu menikah.
Rencananya mereka akan mengunjungi Venice dan meminta grup mereka untuk mengatur waktu cuti agar bisa bersamaan pergi ke Venice.
"Gue sih mau aja Vid... tapi apa gak berbahaya kita jalan-jalan dimasa pandemi ini.... biar sudah divaksin tapi ternyata belum kebal juga kita atas virus corona yang makin menggila .... ini aja ke rumah elo udah kayak memasuki istana negara saja, pemeriksaan di depan pagar, di depan pintu utama di cek kesehatan , dicolok-colok hidung gue dan disemprot berbagai air kesehatan.... gimana kalo kita keluar negeri ,Vid?" Jajang menjawab dan terkesan komplain ketika ia tiba,
__ADS_1
Mereka semua yang hadir di kediaman itu harus melewati serangkaian tes yang dilakukan pegawai David begitu mobilnya memasuki halaman kediaman David dan Soffie. Rangkain tes itu juga didampingi Dokter yang standbye sehingga bila terjadi hal yang tidak diinginkan , tim medis sudah siap menangani.
"ya gimana lagi... ini demi kebaikan bersama, Jang... di rumah ini kan ada banyak orang ... belumlagi mama Jeany kan baru sehat setelah peristiwa kemarin, jadi biar kita saling menjaga," David menjelaskan dengan sambil mengunyah makanan.
"Ya aku paham... tapi boleh usul jika perjalanan wisata kita diundurkan sampai pandemi mereda saja deh.... belum lagi Amara dan Tika yang lagi hamil..." Ucapan Jajang terhenti akibat teriakan Lily dan mereka semua langsung menengok dan memberikan selamat kepada kedua ibu hamil muda itu.
"Hah.... Tika kamu juga lagi hamil ?"Teriak Lily dengan gembira dan bangkit dari tempat duduknya untuk memeluk Santika yang duduk tidak jauh dari dirinya.
Kedua perempuan hamil itu saling berpelukan dan tersenyum. Mereka melupakan pertikaian di masa lalu yang pernah terjadi karena Santika pernah menyukai Suami Lily. Hubungan yang baik diantara pasangan mereka membuat mereka menjadi satu keluarga besar rumpies yang saling mendukung dan menjaga. Toleransi yang sangat besar sangat diterapkan di kelompok mereka.
"Iya vid.... kurasa memang kita baru bisa jalan mungkin beberapa tahun ke depan ketika keadaan sudah aman," Sahut Josh santai. "Menurut Informasi intelejen.... virus ini akan baru selesai sekitar 3 tahun lagi baru selesai,"
"Baiklah kalo gitu...kuharap kita semua bisa jalan dan tetap sehat ...mungkin dengan anak-anak kita, biar mereka makin akrab seperti hubungan kita semua,
'Iya bener-bener !" Henry menimpali dan diamini oleh yang lainnya.
Mereka masih terus makan dan mengobrol dengan santai dan saling mensuport satu sama lain. Persahabatan yang terjalin erat akan makin langgeng jika kita saling menjaga dan mengerti satu sama lain.
Tamat !!!!
*****
Happy Reading Guys !!!
Boleh tinggalkan komentar/ Like/ poin/Hadiah di part ini.
Season 2 sudah berakhir ya temans dan jika memungkinkan aku kasih " extra part" setelah ini. Tapi mohon sabar ya...kerjaan lagi banyak dari kantor. Thanks telah membacanya. Semoga suka dengan tulisanku.
Tuhan berkati kalian semua dan tetap jaga kesehatan. Love you All
__ADS_1