Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 50. Rumah kita


__ADS_3

Jajang dan Amara baru saja landing di Bandara Sukarno Hatta, Jakarta.  Mereka melangkahkan kaki menuju pintu keluar sambil membawa masing masing sebuah koper. Ibu Martini sudah menunggu di pintu kedatangan menjemput pasangan pengantin baru yang telah menyelesaikan honeymoon mereka di Lombok. Hal itu membuat Jajang dan Amara terkejut karena mereka pikir tugas ibu Martini dan pak Kidi sudah selesai


" Selamat sore Pak Jajang dan Ibu Amara, selamat datang kembali di Jakarta, " Sapa Bu Martini ramah.


"Lho Ibu Martini ada disini... emh apakah tugas dari David masih harus menjemput kami juga ?'


"Benar pak... sampai Bapak dan Ibu Jajang tiba di rumah rawamangun dan sudah beres semua barang-barang bapak, berarti tugas saya dan pak kidi berakhir... emh... oh iya maaf bu Amara... kemarin saya juga diminta untuk membantu  membereskan barang-barang ibu dari rumah orang tua ibu juga dan  sudah dirapihkan di rumah Pak Jajang. Maaf ini merupakan permintaan dari ibunya ibu Amara... emh apakah ibu amara ingin menata kembali... saya bisa membantu ibu kembali jika masih dibutuhkan... saya pikir tak masalah jika beberapa hari , saya dan pak kidi membantu keluarga pak Jajang... saya kira Pak David tidak akan mempermasalahkan itu...


"Aduh aku jadi merepotkan Ibu Martini ya... makasih ya bu martini... gak papa , nanti saya dan pak Jajang yang membereskan semuanya... saya sudah sangat bersyukur ibu mau membantu kami.


'Sama-sama Ibu Amara.


"Ra.... berarti kita langsung ke rumah kita  ya?" Gak usah ke rumah ayah lagi ya untuk hari ini .. gak papa kan?" Kan barang-barang kamu  udah dibawa semua dan dirapihkan sama ibu Martini... Sabtu depan aja ke rumah Ayah, gimana?'


"Baik Aa....  aku ikut Aa saja.


Dalam perjalanan mobil yang dikemudikan oleh Pak kidi membuat kedua pasangan itu terlelap.  Hanya Ibu Martini yang  mendampingi Pak Kidi menyetir kendaraan yang terjaga. Mereka berdua tersenyum memandang kedua insan yang baru pulang dari bulan madu kelelahan.


Macetnya perjalanan dari bandara ke Rawamangun makin membuat pasangan itu masih terlelap. Hingga mobil memasuki area perumahan tempat Jajang tinggal, Amara langsung  terbangun dan ia segera membangunkan suaminya yang masih terlelap.  Mungkin karena berada  di mobil yang membuat Jajang langsung terjaga dari istirahatnya.


Ibu Martini masih mendampingi Amara dan Jajang memasuki rumah Jajang. Sementara koper mereka dibawakan pak kidi ke dalam rumah. Mbak Yanti dan Pak Udin sudah menyiapkan makan malam mereka. Dan Mbak yanti yang memang biasanya bekerja pulang sore hari , diminta menunggu oleh Ibu Martini hingga pasangan itu masuk rumah dan mengecek keadaan rumah.


"Selamat malam Pak Jajang dan Ibu... mohon maaf, kami menatanya kamarnya seperti ini... apakah ada yang perlu diubah... ini atas perintah dari ibu Martini dan kami mengerjakan bersama-sama... semoga cocok dan barangnya tidak ada yang hilang ...


"Terimakasih mbak Yanti dan Pak Udin... terimakasih sudah membantu kami, ... emh bu yanti sudah malam... sudah boleh pulang ko.." kata Jajang dengan ramah.


"Oh iya ... ini ada sedikit oleh -oleh untuk Ibu martini, Pak kidi, Mbak yanti dan pak udin... ini cuma kaos sih... tapi semoga suka dan muat... saya pikir ukurannya pas untuk bapak-bapak dan ibu-ibu .."kata Amara sambil membagikan sovenir sebagai oleh-oleh mereka.


"wah terimakasih bu...'Jawab mereka serempak dan menerima oleh-oleh dengan bahagia.


 


*****


Ketika Ibu Martini, Pak Kidi dan Mbak yanti pulang, dan Pak Udin kembali di markasnya. Amara mengamati detail rumah Jajang, sementara Jajang segera ke kamar mandi di kamar untuk membersihkan diri . Amara memilih berkeliling rumah dan mengamati isi rumah dan perlengkapannya. Ini rumah seorang pria yang simple tapi cukup nyaman.


Ini adalah  kali kedua Amara ke rumah Jajang dan Ia langsung tinggal dan menginap di sini karena ia menikahi pemilik rumah. Semua barang di rumah itu ditata dengan rapi dan terkesan macho karena Jajang hanya memiliki barang yang menurutnya perlu.


Dua sofa di ruang tamu dan ruang tengah. 1 buah televisi layar datar 42 inchi ikut melengkapi ruang tengah dan sebuah meja kerja milik Jajang yang letaknya tidak jauh dari TV.  Dinding putih polos, tanpa lukisan, di dapur hanya terdapat  Piring , gelas dan sendok hanya ada 1 set dan beberapa alat memasak serta kompor di dapur  dan didekat dapur terdapat meja makan kecil.  Mesin cuci, kulkas di dapur  belakang. Satu ruang kamar kosong  tanpa isi dan satu kamar berisi tempat  tidur untuk kamar tamu.

__ADS_1


Begitu seriusnya Amara memperhatikan detail rumah Jajang, ia tidak menyadari bahwa prianya sudah ada di belakangnya. Jajang memperhatikan  tindakan Amara yang  memperhatikan seluruh ruangan.


"Sayang... ada apa? Ada yang aneh ya ?" Tanya Jajang sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Oh ... gak, Aa... aku hanya mengamati rumah kamu ini...


"ini bukan rumah aku... ini rumah kita , sayang... kamu adalah nyonya rumah di sini... jadi kamu yang memiliki rumah ini juga...


"Emh... Aa... apakah aku boleh membeli beberapa barang untuk keperluan di dapur... sehingga memudahkan jika aku ingin memasak? "


"Boleh.... tapi tidak boleh pake uang kamu.... uang kamu adalah milik kamu.. aku tidak ingin uangmu habis untuk berbelanja keperluan rumah ini , nanti ayah marah padaku.....tapi kamu mau beli apa  sih sayang?" Kurasa untuk memasak kayaknya aku sudah punya beberapa  tapi mungkin gak sesuai selera kamu ya..?'


"oh... bukan itu... terkadang aku suka memanggang makanan sehingga memerlukan oven dan beberapa peralatan lainnya.... emh.. bukan masalah mempergunakan uang siapa... yang penting untuk keperluan rumah tangga kita, Aa... apakah Aa keberatan jika aku membeli tanpa sepengetahuan Aa...


"Mara .... aku memang bukan orang kaya... tapi aku ini adalah seorang pekerja keras dan aku mengumpulkan uang untuk mencukupi kebutuhanku dan tentu saja keluargaku kelak... kamu adalah istriku... aku tidak marah jika kamu mau membeli barang untuk keperluanmu... tapi ijinkan jika untuk semua keperluan rumah tangga kita... ijinkan aku yang memenuhinya... uangmu simpan saja dahulu .... jika aku sakit dan aku sudah tidak mampu bekerja... baru kau boleh gunakan uangmu, sayang?" Sek arang aku adalah kepala keluarga dan orang yang bertanggungjawab atas hidupmu... jadi ijinkan aku yang menanggungmu... katakan saja apa yang kau ingin beli dan kita akan membelinya bersama... selagi aku mampu...aku akan membelikannya... aku ingin kamu bekerja dan menikmati harimu sebagai istriku... biarkan aku yang bertanggungjawab atas istri dan anak-anakku


"terimakasih Aa... aku paham... tapi kalo aku menata ulang susunan perabot di rumah kamu , ... maksudku rumah kita... apakah Aa keberatan ?"


"Aku tidak keberatan soal itu... aturlah... karena aku tidak memasalahkannya... aku percaya pada istriku... emh makan yuk... aku laper ..


"Bentar Aa... aku mandi dulu....  Aa masih kuat kan nahan lapar sebentar ?"


Tak berapa lama Amara keluar dari kamar utama menuju ruang tengah tempat Jajang menunggunya sambil menonton TV. Amara segera mengisi air minum untuk Jajang dan mengajaknya ke meja makan. Makanan sudah disiapkan oleh mbak Yanti sebelum pulang.. Mereka makan dengan lahap dan Amara segera membereskan bekas makan mereka sehingga meja makan kembali rapih.


" Ra ... atm ini  untuk kamu  belanja keperluan rumah tangga kita... emh setiap bulan gaji pokokku masuk kesini... ini buat kamu belanja jika  mau membeli oven dan lainnya ... belilah... aku tak keberatan ko... belilah yang kamu suka... pinnya tanggal lahir kamu ya ?"


"Ko bisa....pinnya tanggal lahir aku.


"Begitu kamu mau jadi istriku... aku sudah mengganti semua kartuku dengan password kamu...


"Ih.. Aa.... so sweet banget.  oh iya  Aa... besok apakah aku sudah boleh kerja ya ?" Cutiku sudah habis A?"


" Baiklah... tapi aku ada kelas pagi dan jam 7 sudah harus jalan... kamu mau berangkat jam berapa, Ra ?"


"Pagi juga sih... emh sebaiknya aku ke rumah Ayah dulu ya...ntar aku naik mobil online aja untuk ambil mobil di rumah. biar pulangnya sudah bawa mobil ke sini.


:"Jangan naik mobil online... aku antar dulu ke rumah ayah... jam 5.30 ya...kita jalan ke rumah ayah dan aku bisa mendrop kamu disana... jadi aku gak telat ke kampus... gimana?'


"Baik Aa... makasih ya, Aa ... maaf aku selalu merepotkan Aa...

__ADS_1


"Ko bilangnya gitu... emang aku yang  suka direpotkan kamu... tapi kamu juga harus mau direpotkan aku juga lho , Ra !'


"Direpotkan apa emangnya ?"


" Tiap malam kamu harus  berikan hak aku ya , " Jawab Jajang sambil mengedipkan mata dan Amara langsung memukul suaminya yang  tidak pernah puas jika sedang menuntut haknya.


"ih Aa..mesum.


"Aku itu mesum cuma sama kamu seorang, Sayang.... " Jajang menarik pinggang istrinya agar duduk lebih dekat di sofa ruang tengah. Jajangpun  memulai kesibukan malamnya yang baru beberapa hari diperolehnya.


 


 


*****


 


Happy Rading Guys!!! Bolehkah  tinggalkan Jejak disini. Thanks sudah mau membacanya. Tuhan berkati kalian semuanya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2