Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 79. Be a cool Dad


__ADS_3

"Kecemburuan dalam suatu hubungan  itu seperti garam dalam makanan. Sedikit dapat meningkatkan rasa, tetapi terlalu banyak dapat merusak kebahagiaan dan, dalam keadaan tertentu, dapat mengancam jiwa keduanya.


"Kecemburuan itu wajar, tapi itu tidak perlu jika kamu benar-benar mempercayaiku.


 


*****


 


Jam Berdenting dua belas kali ketika David dan Dean memasuki ruang perawatan VVIP  tempat  Soffie memulihkan diri setelah melahirkan putra keduanya. Mereka  berdua melihat Soffie yang  sedang menyusui baby Devanputra dan Soffie menciumi bayi itu berulang kali.


Bobot tubuh Soffie naik hampir menyentuh lima belas kilo, dan baru  terlihat kempes di perutnya , namun masih banyak terlihat lemak di bagian tubuhnya yang lain. Pipinya yang tembem, dada, lengan dan  kakinya yang membesar  dan lemak lain di  bagian tubuhnya masih banyak. Soffie sering berkata setelah kehamilannya ini, aku harus diet ketat dan kalo perlu aku harus sedot lemak. Tapi memandang bayi kecil yang ganteng dalam gendongan itu membuatnya bahagia dan merasa tidak masalah dengan beratnya yang bertambah.


"Devan tidur phie ?" . " Panggil David ketika memasuki ruangan Soffie.


Soffie tersenyum melihat keduanya datang dan mengangguk sebagai jawaban pertanyaan David. Sementara Jeany yang berada di dalam kamar menemani, mengambil kantong plastik di tangan David yang berisi beberapa kotak ayam goreng dan minuman kotak. Ia merapihkan di atas meja ruang tamu itu.


"Mama...," Teriak Dean sambil berlari menghampiri Soffie yang masih menggendong bayi kecil yang terus menyusu di tubuhnya. Mata bayi itu masih terpejam tapi mulutnya terus menyedot cairan dari tubuh Soffie.


Soffie memperhatikan Dean membawa satu kantong plastik besar yang pastinya tidak boleh dipegang oleh papanya.  Dean anak yang keras dan merasa mampu membawa apapun tanpa bantuan siapapun jika itu miliknya. Selain itu di mulut dan  kaos yang digunakan Dean masih ada bekas sisa noda es krim di mulutnya.


Dean berlari menghampiri Soffie dan meletakkan kantong plastik itu di atas tempat tidur tempat Soffie duduk meluruskan kakinya  sambil menggendong bayi. Jeany yang melihatnya  Dean meletakan plastik makanan di atas ranjang  segera  mengambil bungkusan itu dan meletakan di atas meja ruang tamu di dalam kamar VVIP itu.


"Dean ...kenapa lari-lari sayang ... kan tadi sudah janji sama mama apa?" Soffie mengingatkan Dean yang sedang berusaha duduk di ranjang termpat Soffie duduk. David yang melihatnya segera mengangkat tubuh anak lelakinya yang besar agar bisa duduk di samping Soffie.


"Tadi aku yang pesan lho mama paket ayam goreng ini...  aku pilih dan bicara kepada mbak yang jual  dan papa cuma bayar, hebat kan Dean ?"  Dean melaporkan tindakannya pada mamanya. 'Terus tadi di mobil , Dean makan es krim , mama , dan gak pake tumpah di kursi mobil !"


"Hebat sih... tapi kakak Dean gak hebat kalo lari-lari....  coba kalo Dean  terjatuh gimana ?" ... sakit gak ?" Soffie masih tidak suka pada anaknya yang suka berlari dimanapun dan meninggalkan jauh ayah/ibunya jika berada di keramaian. Tangan Soffie menghapus sisa noda es krim dengan tisu basah di mulut Dean.


"Iya mama... Dean suka lupa... oh iya , mam......tadi Dean jatuh di lobby bawah dan menabrak Tante yang ada adek bayi di perutnya,... "  Dean berkata jujur pada Soffie mengingatkan kejadian di lobby ketika akan membeli ayam goreng.


Perkataan itu membuat David sedikit terkesiap, karena pertemuannya dengan Dilla di lobby. David yakin sebentar lagi Soffie akan marah padanya dan mendiamkannya jika ia salah menjelaskan. Tapi David juga bingung jika harus mengajak pria kecilnya yang sangat dekat dengan Soffie untuk membohongi mamanya.


Busyet .... apa yang harus kukatakan sekarang. David masih membisu menatap interaksi keduanya. David tidak berfikir bahwa Dean akan melaporkan pertemuan mereka dengan Dilla yang cuma sebentar dan terjadi di lobby rumah sakit. Ia pikir Dean akan melupakan peristiwa itu.


"tuh kan...kamu gak nurut sama mama.... Apakah Dean ada yang terluka? Ada yang sakit?"  Soffie langsung khawatir memperhatikan tubuh anak lelakinya yang berada di sampingnya.


"Aku gak sakit mama.... tapi adek bayi yang agak  sakit...aku juga minta maaf sama adek yang ada di perut tante itu..... tante itu baik, mama," Lanjut Dean enteng.

__ADS_1


Waduh bagaimana cara menghentikan anak ini bicara soal Dilla. David masih berfikir untuk menghentikan Dean berbicara ketika anak itu berkata yang  sangat ditakutkan David.


"Mama.... tante itu teman papa lho.... dia kenal papa dan bilang juga mau bertemu Dean lagi....," Dean berkata santai dan mata Dean sudah  melirik ayam goreng yang sudah ditata di atas meja.


"Oma, Dean mau makan sekarang aja... !" Teriak Dean pada Jeany.


Dean  melompat turun dari ranjang yang cukup tinggi itu  dan tindakannya  mengejutkan Soffie dan baby Devan. Bayi kecil itu terkejut dan menangis sebentar namun terdiam karena diayun-ayun oleh Soffie hingga ia terlelap kembali.


Dean menghampiri omanya dan makan ayam goreng bersama omanya dengan tenang, sementara David memilih menghampiri Soffie yang menatapnya penuh selidik.    David mencium sekilas pipi baby Devan dan mencuri kecupan di dada istrinya, hingga membuat mata Soffie melotot tajam.


"Kebiasaan deh !"  Soffie mendorong wajah suaminya yang masih berada di dekat kepala anaknya dan anggota tubuhnya itu.


David tertawa memandangnya dan mencubit pipi Soffie yang masih gembil. dan mengelusnya kemudian. David masih duduk di ranjang dan terus mengamati jagoan kecil yang kedua yang terus menyusu pada ibunya.


"Bie... tadi ketemu siapa sih?' Tante siapa yang ditabrak Dean.... " Soffie bertanya pelan dan itu cukup mengejutkan David.


Ditariknya nafas David  dan dihembuskannya perlahan olehnya  sebelum menyebut nama wanita yang paling tidak disukai  istrinya didunia ini.   Hufff..   Padahal wanita itu pernah menjadi salah satu idola istrinya ketika mereka belum menikah.


'Dilla....    tadi Dean nabrak Dilla di lobby bawah... kamu tahu kan anak itu, begitu keluar lift sudah berlari kencang  tanpa mikir dan  tidak takut tersesat ...sementara aku sambil menerima telepon memperhatikannya dari jauh hingga ia terjatuh menabrak Dilla , " David memil!ih berkata jujur daripada Soffie marah bila mengetahui kebenarannya dari orang lain.


"Terus ?"   Soffie bertanya sambil menatap David yang terkesan agak diadili oleh istrinya itu.


Pandangan mata Soffie menunjukkan bahwa ia tidak suka akan pertemuan suaminya dengan mantan kekasihnya. Soffie masih sangat khawatir jika Dilla kembali untuk merebut suaminya. Di Otak Soffie, Dilla masih terobsesi untuk bersama David.  Soffie harus waspada demi keluarga kecilnya. Ia tidak ingin rumah tangganya dihancurkan wanita itu.


"Gak ada lagi yang dibicarakan ?" Yakin nih ?"


"Iya... aku rasa itu saja..." David berkata sambil berfikir apa lagi yang terlewat. Dia merasa tidak ada yang penting untuk diceritakan pada istrinya.


"tadi Dean bilang tante itu mengajak ketemuan sama kamu dan Dean," Soffie berusaha mengingatkan David akan perkataan Dean.


"ya ampun.... ini nih ayng gak enak  jika istri cemburu hanya karena laporan  'spionase kecil'  yang belum bisa paham mana tawaran basa-basi ataukah tawaran pertemuan  benaran.... aku aja gak ingat apa yang dia bilang, istriku sayang .... sudahlah tutup poin saja...gak penting juga si Dilla itu... kita urusi saja kehidupan kita ya!" David  langsung mencubit kedua pipi gembil istrinya yang sedang cemburu pada wanita masa lalunya.


"Hubbie gak bohong kan .... gak akan ajak Dean untuk menemui wanita itu ?"  Hubbi gak akan ninggalin kita kan ?"  Soffie berkata lirih dan hampir menangis.


'Hei... dengar sayang...  tidak pernah ada niatku untuk kembali berhubungan dengan Dilla.... lagi pula itu hanya kebetulan saja kita bertemu ... oh iya  dia  sedang memeriksakan kandungannya .. dia juga punya kehidupan sendiri... sudah ya sayang, jangan marah lagi !" Bujuk David sambil mengecup pipi istrinya.


"Anak dalam kandungannya bukan anak hubbie kan?" Soffie berkata pelan namun menatap tajam pada suaminya.


David terkejut dan langsung menyentil dahi istrinya pelan. David berkata dengan tegas di telinga istrinya. Ia takut suaranya terdengar Dean dan Jeany yang sedang makan di ruang tamu.

__ADS_1


'hei.... makin ngawur aja deh pemikiranmu.... aku  itu cuma punya dua anak lelaki dan aku tidak pernah tanam saham sembarangan, sayang !"  Jadi kumohon jangan berfikir yang tidak -tidak tentangku ...  yang di dalam rahim Dilla bukan anakku... aku tidak pernah menyentuhnya,sayang ,"  Ucap David di telinga istrinya.


"Terus maksud hubbie, Toshihiro sudah tidak akan menggangguku lagi... karena Dilla itu sudah mengandung anaknya... "Tanya Soffie pelan.


"Aku gak tau itu anak dari mana, bukan urusanku ... yang pasti Toshihiro tidak akan berani mengganggu keluargaku selama aku masih ada.... tidak ada yang boleh mengganggu keluargaku," Jawab David  dengan tegas.


"Maafkan aku bie... aku cuma gak suka sama wanita itu !" Aku takut dia merebutmu dari sisiku....bagaimana dengan dua anakku nanti jika kamu memilih bersamanya.. Dia suka nekat . " Soffie berkata pelan dan hampir menangis, Mata Soffie berkaca-kaca  mengingat pertemuannya dengan Dilla di Ottawa, dimana saat itu Dilla mengakui bahwa David adalah suaminya.


" Sayang .....Kecemburuan kamu  itu wajar, tapi itu tidak perlu jika kamu benar-benar mempercayaiku," David berkata sambil menarik Soffie dalam pelukannya.


"Aku takut dia akan meminta hubbie menjadi ayah anaknya....karena hubbie kan ayah yang keren dan sangat menyayangi anak-anaknya,"  bisik Soffie pelan.


"Tapi yang  ada di kandungan Dilla bukan anakku.. .jadi  dapat dipastikan aku tidak akan menyayanginya seperti aku menyayangi Dean dan Devan,  phie.... 'David masih berusaha menyakinkan istrinya yang masih khawatir akibat pertemuannya dengan Dilla.


'Phie.... aku selalu sayang kamu, Dean dan Devan, " Bisik David sambil mengecup pucuk kepala istrinya. " Jangan pernah ragukan aku untuk keluargaku !"


 


 


*****


Happy Reading Guys.... boleh tinggalkan jejak disini ! Thanks telah membacanya. Tetap semangat dalam menjalani hari dan jaga kesehatan ya !! Love you All...


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2