
Beberapa orang dulu pernah mengatakan mencintaiku dengan apa adanya, sementara mereka menggunakan topeng dalam mengatakannya. Mereka memanfaatkannya untuk mendapatkanku, tetapi kamu berbeda dengan mereka. Terima kasih karena kamu masih mencintaiku bahkan ketika aku melepas topengku.
*****
Henry membuka pintu gerbang rumahnya dan memasukkan mobilnya ke garasi. Diliriknya jam tangannya sudah pukul 00. 45, ketika ia menutup pintu mobil. Ia cukup lelah ketika tiba di rumah. Namun demi Jajang , sang sahabat yang memintanya membantunya di kantor polisi membuat waktu sampai di rumah sudah dini hari.
Dari kantor, Henry sudah menghubungi Santika agar tidak perlu menunggunya karena ia akan pulang larut malam. Namun ia terkejut melihat wanitanya membukakan pintu rumah dan menyambutnya. Santika tersenyum hangat padanya sehingga menghilangkan kelelahannya di hari itu.
"Sayang... capek banget ya !" Panggil Santika yang langsung memeluknya ketika ia membuka pintu rumah.
"Hei... kenapa belum tidur ?" Jawab Henry sambil membalas pelukan istrinya dan mencium keningnya. "maaf aku kemalaman....harusnya kamu tadi langsung tidur... bukannya besok kamu sudah mulai bekerja kembali ?"
"Aku gak bisa tidur jika kamu belum pulang, Hen... oh ya.... aku sudah siapkan air hangat agar kamu bisa mandi... kamu sudah makan belum ?" tadi aku masak soto ayam lho...emh ... kata bunda sih enak...
"Boleh juga tuh... aku juga laper... aku mandi dulu nanti ke ruang makan ya sayang..
"Oke... kutunggu di meja makan...
Santika segera menyiapkan makanan untuk Henry dan menatanya di meja makan.
Ketika Henry selesai dari kamar mandi ia langsung segera menyantapnya karena ia memang belum makan malam.
Santika memperhatikan Henry yang menikmati makanan dengan sangat lahap. Santika tersenyum memandang suaminya yg sedang menghabiskan makan malam di dini hari.
"Suamiku lapar banget kayaknya....
"hemmm... ini laper dan juga enak banget , Tika... kamu gak makan lagi, sayang?"
"gak ah... semenjak jadi istri kamu ... berat badanku sampai naik 7kg, Hen... besok aku takut baju-bajuku gak ada yang muat lagi....
__ADS_1
"ha.... ha,.... tapi sayang coba deh sesuap aja ya... " Henry langsung memasukkan sesendok nasi sotonya ke mulut Santika dan wanita itu langsung memakannya tanpa penolakan. Ia sedikit merengut tapi henry tersenyum.
"Kalo kamu seperti itu... membuatku ingin segera menggigit kamu, Tika...
"Ih... apaan sih , henry... oh yach tadi siang aku menemani bunda ke pengajian komplek sekalian kenalan dengan ibu-ibu sini... masa ada ibu-ibu yang rumah diujung jalan itu mau menjodohkan aku dengan anaknya, Hen... terus bunda sampai marah.... aku agak takut lho bunda marah sampai agak histeris... aku sampai bingung bunda ngomelin tuh ibu-ibu lama banget... ini anak mantuku dan tidak untuk dijodohkan orang lain... bunda kalo marah nakutin ya hen...
"ya gitulah... tapi lebih nakutin mana sama anaknya ?"
"Kalo anaknya sih gak pernah marahin aku cuma kalo sudah punya mau itu kita semua harus nurut... oh iya hen....tapi kata bunda lho... kamu dulu juga suka marahin bunda juga ya, Hen... tadi bunda cerita gini... kalo Henry tau ... tuh ibu-ibu bisa diamuk dan dipiting lehernya...
"iya bener ... untung bunda sudah marah-marahin tuh ibu... jadi aku gak perlu turun tangan...., " Ujar Henry sambil meneguk gelas teh hangatnya.
Santika merapihkan bekas makan Henry ke dapur dan mencucinya. Henry menunggu istrinya di meja makan. "Sayang ....besok jam berapa kamu berangkat ke kantor barumu?"
"emh... mungkin jam 7.45 aja...ntar aku naik gojek aja deh biar cepat... kan gak jauh dari sini, Hen... cuma 15 menit kalo gak macet.
"Besok aku antar saja...ntar aku ijin kerja setengah hari... jadi aku bisa mengantarmu ke kantor dan melihat lingkungan kerjamu yang baru.
"Iya...," Ujar Henry sambil menarik Santika yg baru selesai membereskan piring ke pelukannya.
Henry mencium kening dan pipi Santika. Ia merindukan wanitanya. Dig*g*tnya bibir istrinya dengan perlahan agar membuka mulutnya dan tangannya terus bergerak mengelus pundak istrinya dan tangannya semakin turun ke bawah dan meremas area tubuh bagian belakang santika.
"Sayang... jangan disini.... takut bunda melihat kita... ayo kita ke kamar saja," Ajak Santika sambil berbisik . henry tersenyum pada Santika dan tanpa menjawab apapun mereka langsung bangkit.
Mereka bergegas meninggalkan meja makan dan menuju kamar tidur mereka di lantai dua. Begitu pintu kamar ditutup. Tangan Henry langsung dengan sigap bekerja dengan cepat melepas apapun yang masih dikenakan mereka .
Henry semakin liar dan tidak terkendali ketika pakaiannya terlepas. Sementara Santika menikmati setiap cumbuan dan pergerakan Henry yang semakin kasar dan cepat . Gerakan itu semakin membentak dalam dalam hingga menyentuh bagian terdalam dari Santika dan mulai merusaknya dengan kenikmatan di dini hari itu. Hingga sesuatu yang hangat terasa di dalam tubuh Santika mengalir keluar karena cukup terasa penuh di dalam sana.
Beberapa saat masih terdengar deru nafas mereka dan mereka berusaha menata degup jantung mereka masing- masing. Henry terbaring lemas sambil memeluk istrinya dan mencium pundaknya .
__ADS_1
"Aku sayang kamu, Tika...
"Aku juga sayang kamu, suamiku... terimakasih telah menerimaku apa adanya....terimakasih telah mencintaiku begitu dalam meski engkau mengetahui semua kesalahanku di masa lalu... dulu aku selalu memakai topeng bila di depanmu dan sekarang aku sudah melepaskan topengku, tapi kamu tetap mencintaiku.. terimakasih sayang.... terimakasih telah menjadi imamku.... terimakasih mau membimbing dan menjagaku.
"Hemm... semoga Henry Junior bisa segera hadir ya sayang, " Ujar Henry yang makin memeluk erat istrinya.
Henry masih mengingininya kembali dan tanpa diduga Henry melakukannya lagi hingga membuat istrinya berteriak di tengah malam.
"Henry ... besok kita masih harus kerja. , " Teriak Santika ketika Henry memasukinya kembali dan melanjutkan kegiatan panas mereka.
" satu ronde lagi sayang....
*****
Dering alarm yang menunjukkan waktunya umat muslim menunaikan ibadah subuh, membuat Santika segera terjaga. Santika segera bangun dan membersihkan dirinya ke kamar mandi. Setelah itu ia membangunkan sang suami yang masih terlelap dan mengajaknya untuk menunaikan ibadah pagi.
"Sayang... kita sholat berjamaah yuk... biar Tuhan segera kabulkan permohonan kita....
"Hemm.... jam berapa ini ?" Jawab Henry dengan mata masih terpejam. Ia sesungguhnya masih sangat mengantuk. Kegiatan mereka baru berakhir sekitar sejam yang lalu sehingga ia masih ingin tidur, namun panggilan dari istri terkasih membuatnya sedikit terjaga dari ngantuknya.
"Jam 4. lewat 50.... ayo bangun donk sayang.... katanya mau sholat jamaah... biar Segera Allah kabulkan permohonan kita...
"Ya... tunggu aku.... aku membersihkan diriku dahulu...
Henry bangkit dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Sementara Santika membereskan pakaian mereka yang beberapa jam lalu masih bertebaran akibat kegiatan panas mereka. Ia tersenyum mengingat apa yang dilakukan mereka sebelum subuh. Merekapun mejalani kewajiban mereka di pagi hari untuk memulai awal hari dengan memuliakan Tuhan.
Santika yang sebelum menikah adalah orang yang jarang menunaikan ibadah dengan taat dan hanya menjalankan kewajiban dengan setengah hati, menjadi berubah lebih solehah ketika menikahi Henry yang berasal dari keluarga muslim yang taat. Terlebih ibu mertuanya yang sangat menyayangi Santika selalu mengajarkan banyak hal sehingga membuat Santika lebih sabar dalam menghadapi Henry yang cenderung emosional. Semoga ini bukan topeng baru dari Santika. Semoga ia benar- benar berubah menjadi istri yang patuh dan setia pada suaminya.
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys... boleh tinggalkan komentar ataupun like/ poin/ hadiah agar aku semakin semangat menulisnya. Oke diatas semuanya itu.... Terimakasih telah membacanya.