
Jangan pernah mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan, apalagi berniat untuk merebutnya. Mungkin kamu berbahagia berhasil merebutnya, tapi apakah kamu tetap berbahagia jika posisimu yang dibalik bahwa pasanganmu direbut orang lain?. Ingatlah kebahagiaan itu bisa kita dapatkan tanpa harus merusak kebahagiaan orang lain.
Aku hanya ingin melihatmu saja sebelum waktuku di dunia ini berakhir.
*****
Larut malam handphone David berbunyi dengan nyaring dan suaranya membangunkan pasangan suami istri yang terlelap di balik selimut. Soffie yang masih terlelap di pelukan David dan ikut terbangun mendengar suara nyaring yang cukup kencang itu.
"Bie... Handphonemu berbunyi terus..., "Ujar Soffie memukul pelan dada bidang David yang masih terlelap kelelahan setelah aktifitas di kantornya yang padat dan ditambah aktifitas percintaan mereka yang baru berakhir sejam yang lalu.
"Bie... angkat bie,, ntar Dean bangun...
"Hem... biarkan saja...
"Bie... takut dari papa lho... kan papa lagi ada di Kanada, "Ujar Soffie sambil terus menggoyangkan suaminya yang masih terpejam dan mengingatkan bahwa di Kanada masih ada orang tua David dan mungkin mereka yang menghubunginya.
"Ya... aku angkat deh...... emh.... Halo...
":Dav.... tolong aku.... aku dipukulin suamiku... tolong aku..... antar aku ke rumah sakit...
"Siapa ini?"kenapa aku yang harus tolong kamu.... besok aja...
"Dav... tolong aku.... aku gak punya siapa-siapa lagi selain kamu.... jemput aku di apartemenku yang di kuningan... tut, " tut....
Suara telephone yang tiba -tiba terputus masih belum membuat mata David terpejam menjadi terbuka. Tiba-tiba mata David terhentak,ia mengingat suara wanita yang meminta tolong tadi... itu suara Dila... Dila mantan kekasihnya. David menarik nafas kasar mengumpulkan kesadarannya. Dia tidak sedang bermimpi. Dila menghubunginya dan meminta tolong padanya. Apa yang harus dilakukannya?" Huff...
Diliriknya wanita yang masih terlelap berbaring di dalam pelukannya. Mata Soffie masih terpejam dan deru nafasnya menunjukkan ia masih terlelap di lengannya. Mereka masih belum berpakaian akibat kelelahan setelah melakukan aktifitas suami istri yang menguras tenaga. Dikecupnya istrinya dan David bangkit dari tempat tidur dan langsung berpakaian.
Tepat pukul 02. 35 David mengendarai kendaraannya menuju apartemen mantan kekasihnya. Rasanya tidak manusiawi membiarkan Dila yang meminta tolong padanya. Aku harus melihatnya. Tidak mungkin Dila menghubungi David jika tidak ada masalah yang sangat penting, pikir David. Suara itu seperti sedang putus asa.
David ingat apartemen Dila yang berada di kawasan Kuningan. Dulu apartemen itu sering dikunjunginya, benarkah Dila benar-benar dipukuli suaminya. Akh.. bodohnya aku,.. kenapa aku mau datang sendiri. Diputarnya laju mobilnya menuju apartemen Januar dan menelpon sekretarisnya untuk menemaninya membantu Dilla untuk berjaga-jaga bila ini hanya jebakan Dila dan suaminya. Minimal ia membawa orang untuk menjadi saksi bahwa ia hanya berniat mengecek orang yang meminta tolong padanya.
Ketika Januar masuk mobil David, ia masih menggunakan piyama tidur karena David tidak mengijinkan berganti pakaian dan meminta segera ikut dan dilarang banyak bertanya. Pesan David bawalah handphone dan dompet saja. yang lain tidak penting.
"Maaf Pak David ... apakah sopan jika saya berpakaian seperti ini?" Saya masih mengenakan piyama pak.... rasanya kurang etis jika kita datang urusan pekerjaan dengan kostum seperti ini. Tamu siapa yang harus kita temui dini hari begini pak...
__ADS_1
"Biar saja... yang penting kamu bantu aku dan jangan banyak tanya apalagi komentar!" Kita hanya menolong orang untuk mengantarkan ke rumah sakit karena terluka parah.
"Ya pak.
Tiba di apartemen Dila, David langsung menekan lift lantai 15, ia masih mengingat apartemen mantan kekasihnya ini. Bagaimana jika suami Dila masih disitu... dan menuduhnya macam-macam, tapi seingat David terakhir kali Dila menemuinya adalah sebelum Dean lahir, kurang lebih setahun lebih mereka tidak bertemu ... akh.. Dila mengatakan akan bercerai......apakah mereka bertengkar dan Dila dipukuli. oleh suaminya. David segera menuju ruangan apartemen 1516 milik Dila.
"Ting tong...
"Ting tong...
"Ting tong...
Tidak ada jawaban. akhirnya David mencoba menekan rangkaian angka yang masih diingatnya dahulu dan pintu itu terbuka. Januar yang bingung, mengapa harus memencet bel jika bos-nya mengetahui password apartemen ini. Siapakah gerangan yang harus mereka tolong dini hari buta. Januar tidak berani bertanya melihat ekspresi David yang seperti sedang resah .
David dan Januar masuk dan melihat ada tubuh yang tergeletak di lantai ruang tengah. Mereka terkejut mendapati Dila yang tergeletak dengan berlumuran darah di lantai dengan handphone yang masih ditangannya. Wajah dan tubuh Dila penuh luka. David terkejut dan berusaha menyadarkan Dila, namun tidak ada jawaban.
"Januar.... ayo bawa dia ke rumah sakit, kamu bawa mobilku dan aku gotong dia..." Ujar David sambil melemparkan kunci ke arah Januar dan bergegas mengangkat tubuh Dila.
"Baik Pak
Dila langsung masuk ke dalam ruang perawatan dan David serta Januar masih menunggu di luar ruangan tindakan. David bingung siapa yang harus bertanggungjawab atas Dila. Apakah benar tindakannya... apakah Dila tidak apa-apa jika ia yang mengambil alih tanggungjawab atas wanita itu. Pantaskah dia melakukannya. David hanya membantu sebisanya saja.
"Pak David... pasien sudah sadar dan meminta bertemu dengan anda! "Ujar Dokter Franklin.
"Baik, Ayo Januar... kita masuk..
"Eh... pak, tapi..
"Ayo..Januar! "Perkataan tegas David membuat Januar melangkah mengikuti pimpinannya. Hati Januar berdetak kencang, ia takut jika masalah akan berbuntut panjang namun dia percaya pada insting bosnya itu. Mereka cuma menolong orang.
"Pak David, mohon jangan buat pasien shock dan trauma... dia belum pulih dan harus penanganan intensif.
"Hemm...
David memasuki ruangan tempat Dila dirawat bersama Januar. David tidak mau jika sampai Soffie tahu dan berakibat fatal ke rumah tangganya. Ia memerlukan Januar untuk saksi pada Soffie bahwa niatnya hanya membantu sesama manusia bukan membantu mantan kekasihnya. Ditariknya nafas dan dihembuskan dengan kasar sebelum mendekati ranjang Dila.
__ADS_1
"Dila... gimana keadaanmu?" Tanya David ketika sudah berdiri di samping ranjang Dila.
Januar hanya berdiri di samping David untuk mendampingi David dan memandang wajah Dila yang penuh luka sayatan . Ia mengerti kegundahan bosnya yang ragu menolong mantan pacarnya dan takut disalahartikan oleh istrinya ataupun orang lain yang mengenal hubungan masa lalu mereka.
"David.... aku tahu... kamu pasti datang untukku.... sekarang aku boleh pergi dari dunia ini setelah melihatmu... Aku hanya ingin melihatmu saja sebelum waktuku di dunia ini berakhir... aku cukup puas... terimakasih David.. "ujar Dila dengan sangat lirih dan matanya meneteskan air mata.
"Hei... Dila... Jangan bicara sembarangan... kamu pasti pulih... aku akan kirim dokter terbaik dari seluruh dunia untuk menyembuhkanmu... Jangan Khawatir... ayo semangat!! "Jawab David dengan lirih dan berusaha tersenyum.
David terkejut melihat kondisi Dila yang parah dan ditambah dengan pernyataannya yang ingin pergi dari dunia ini setelah melihatnya. Bukan ingin merajut kembali dengan Dila namun ia tak tega melihat wanita yang pernah mengisi hatinya terluka parah dan nyaris tidak dapat dikenali akibat perbuatan suaminya. David ingin memberi pelajaran pada suami Dila tapi sebagai apa statusnya... Sungguh. Ia kasihan pada Dila. Tidak ada mantan satupun yang diinginkan David kembali di kehidupannya tapi dia tidak sampai hati melihat mantan yang terluka parah dan hampir mati akibat dipukuli.
"Dila... kamu punya pengacara? Aku akan membuat suamimu bertanggungjawab, tenang Dila... kamu pasti sembuh.. kamu pasti bisa menjadi artis lagi sesuai impianmu... jangan menyerah ya.. Dila... ayo jangan nangis... kamu pasti kuat... Dila..., "Ujar David sambil menggenggam tangan Dila.
"David.... aku gak ingin apapun... aku menyesal jadi artis... aku hanya ingin bersamamu... aku lebih baik mati saja daripada tidak bisa bersamamu lagi.... maafkan aku... aku puas melihatmu terakhir kali.............. aku bisa mati sekarang... terimakasih David...
Suara Dila terputus dan David terhenyak, namun Januar segera memanggil Dokter untuk memberikan pertolongan pada Dila dan mereka tetap memperhatikan tindakan dokter yang cekatan sehingga Dila masih bisa diselamatkan.
Ketika tiba di luar ruangan, David meminta Januar untuk mencari pengacara namun bukan Sonny , kakak Soffie yang memang bekerja di kantor. David memutuskan akan membantu Dila yang terluka parah dan meminta Januar merahasiakan Dila yang dirawat. Ia akan mendampingi secara rahasia.
"Januar... kamu besok tidak usah bekerja di kantor. kamu urusi masalah Dila sampai semua beres, carikan pengacara dan hubungi Shinta manager Dila dan semua urusan berkaitan Dila , kamu yang tangani tapi tidak berhubungan media. Jika ada media kamu harus mundur dan itu wewenang Shinta. JIka keluargaku ada yang bertanya, bilang kamu yang membantu Dila sendirian dan aku hanya mengunjungi di malam hari. Jika Dila sadar kembali... kamu hubungi aku. Nanti aku suruh sopir kantor mengambil pakaian untukmu. Aku tidak bisa disini. JIka ada yang tanya kamu adalah assisten Dila khusus.
"baik pak...
"Aku pulang dulu... kamu tangani dengan baik. anggap ini masalah kantor dan ini dihitung lembur ! Laporkan padaku setiap ada yang penting. Ingat... jangan hubungi Sony!
"Baik pak.
*****
Soffie terbangun pukul 05.30 pagi dan terkejut mendapati suaminya tidak ada disampingnya. Tumben... David sudah terbangun terlebih dahulu. Segera ia berpakaian dan menuju ke kamar mandi. Setelah berganti pakaian dicarinya David di ruangan kerja, di ruangan tengah, dapur dan di balkon apartemen.. semua ruangan tidak ada. Soffie heran bahwa David sudah pergi dan tanpa pamit. satu hal yang bukan kebiasaan David . Apakah ada masalah? Apakah telephone tengah malam itu? pasti penting sekali.
Soffie segera ke dapur dan melihat mama Jeany dan ART sedang memasak untuk sarapan mereka. ketika sedang menyiapkan makanan di meja,pintu apartemen terbuka dan David baru datang dan tersenyum pada istrinya.
"Hai bie... aku mencarimu kemana-mana? Tumben sekali dini hari sudah berangkat kerja?"
"Iya ada masalah mendesak, honey... apakah makanan sudah matang? aku lapar sekali...
__ADS_1
"Tentu... ayo kita makan bersama..