
Hubungan yang benar adalah dua orang yang tidak sempurna hidup bersama dan menolak menyerah satu sama lainnya.
*****
"Sa... apakah aku terlalu keras tadi ?'
"Perut kamu tidak apa-apa, Sa?"
"Sakit gak sayang ?"
"Apakah aku melukainya, Sa ?"
"Dia gimana di dalam sana ?" Kesakitan gak Sa?'
Sabrina tersenyum lalu menggelengkan kepalanya sambil menatap Ardi yang terlihat begitu khawatir padanya. "kamu udah bertanya seperti itu beberapa kali, Mas Ardi... dan aku juga sudah menjawabnya dengan kalimat yang sama. Kami baik-baik saja... kamu tidak melukai aku ataupun anak kita... kami baik-baik saja , Mas Ardi !" Jangan khawatir ya...
"Aku takut melukai kamu dan anakku...
Ardi tersenyum lega dan mengecup kening istrinya dengan lembut. Pasalnya mereka baru saja menyelesaikan sesi percintaan mereka selepas menghabiskan batagor di ruang tamu. Berawal dari sebuah ciuman dan akhirnya berlanjut dengan saling melepaskan rindu karena seharian tidak bersama dan emosi yang tertahankan karena cemburu Ardi hingga mereka menyatukan hasrat dalam rasa yang membuncah.
"kalo ada yang sakit bilang ya, Sa?"
Sabrina mengangguk dan Ardi merapihkan anak rambut Sabrina yang menempel di dahi akibat peluh yang muncul dari percintaan panas mereka barusan. Kegiatan yang menguras tenaga dan perasaan apalagi bagi seorang ibu hamil. Ardi bergerak dengan hati-hati agar tidak melukai anaknya di dalam kandungan, namun rasa yang didapat oleh Sabrina masih tetap sama nikmatnya dengan sebelum ia hamil.
' Mas Ardi... aku mau mandi.... badanku lengket semua... emh... kamu juga dari pulang kerja belum mandi ...apakah gak lengket ?" Kamu juga mandi gih ...
"Oke.... " Sahut Ardi pendek dan mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi dan membersihkan diri mereka bersama.
*****
Di sebuah kamar mandi lain hotel berbintang lima di Pantai Senggigi, Lombok . Sepasang insan sedang memadu kasih setelah pernikahan mereka di syahkan beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Amara merasakan tubuh bagian belakangnya sedikit kebas karena bergesekan dengan dinding kamar mandi sementara air shower terus bercucuran seiring dengan gerakan Jajang di dalam tubuhnya.
"Aa .... " Amara merintih, mencakar bahu Jajang sesaat hentakan itu terus diberikan oleh lelakinya. "Aa... aku bisa gila ini...."
"kenapa sayang ?" Aku ingin kamu tergila-gila padaku, Mara... Panggil terus namaku, Mara sayangku !"
Jajang masih terus bergerak dan tersenyum memandang Amara yang begitu menikmati masa indah mereka . Wanita itu terus menikmati perlakuan manis dari suaminya. Sedikit sakit tapi rasa nikmat yang tidak bisa terkatakan dan lebih mendominasi di pikiran Amara.
Kegiatan panas pagi hari itu merupakan kelanjutan dari yang semalam yang dilakukan oleh prianya. Seakan tidak pernah merasa lelah, pria itu terus memasuki Amara. Ini sudah ke lima kalinya setelah Jajang menikahi Amara dua hari yang lalu.
Mereka kembali merajut cinta, meraih kenikmatan bersama dalam leguhan nafas yang terus menderu. Puncak gairah itu segera mereka rengkuh bersama dengan nafas yang mulai tidak beraturan dan tatapan penuh damba.
"terimakasih sayang, " Dikecupnya kening Amara ujarnya lirih setelah menyelesaikan sesinya . " aku makin mencintaimu dan tak bisa kehilanganmu, Mara...
Amara membuka matanya perlahan dan degup jantung kedua insan itu masih terdengar, Mata Amara bertemu dengan langsung dengan mata suaminya yang masih dilingkupi gairah akibat perbuatan mereka barusan. Seketika ia merasakan hawa panas itu dan pipinya kembali merona. Ia benar-benar merasa malu atas perbuatan mereka barusan. Di dorongnya tubuh suaminya namun tak mampu menggesernya dari kungkungan pria itu.
"Kenapa sayang ? Kamu malu padaku ?" Jajang berbicara sambil mengecupi bahu Amara dan membuat tanda kepemilikan yang sudah banyak tercetak di seluruh tubuh wanitanya itu, " Aku sudah melihat semuanya dan menyentuh setiap inchi tubuhmu... kamu itu rasanya manis dan lembut membuatku makin mencintaimu !"
"Apanya yang jangan dibahas... aku yang membuatmu gila... atau aku yang melukis seluruh tanda merah di seluruh tubuhmu itu...atau kenikmatan yang baru kuberikan... " Ujar Jajang nakal dan Amara segera menutup mulut suaminya dengan tangannya.
"ih Aa.... sudah ah... aku malu banget dengernya ... aku mau mandi beneran... sudah sana Aa... aku mau mandi di shower... Aa mandi di bath tab saja...
"Aku mau mandiin kamu kok... " Jajang mengambil sabun cair mengeluarkan isi sabun di tubuh istrinya banyak-banyak dan menggosoknya di tubuh istrinya dan terus menyiramnya dengan shower. "Ntar gantian ya, sayang ?"
" Aa... sudah sanaan... aku bisa sendiri..." Amara sudah mulai berteriak. Dia merasa malu sama prianya yang tiada henti menc****nya dengan berbagai alasan.
"tapi aku yang gak bisa .... aku gak bisa tanpa kamu, Mara...
"gombal mulu nih dari semalam.... sudah ah... " Sahut Amara sambil mengambil handuk putih dan meninggalkan suaminya yang masih tertawa terkekeh.
Jajang melepaskan Amara yang berlalu dari kamar mandi dan akhirnya Jajang melanjutkan mandinya. Ia keluar dengan menggunakan handuk yang terlilit di pinggang. Terlihat istrinya sudah berpakaian rapih dan sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
__ADS_1
"Mau kemana kita sekarang, sayang ?" Kamu sudah rapih saja... sudah bisa jalan-jalankah ? apakah sudah tidak sakit ?"
"masih sedikit sakit sih... tapi masa disini kita gak jalan kemanapun... di kamar mulu... bosan... kita lihat "Pura bolong pantai senggigi "yuk, A? Katanya bagus lho ?"
"oke... kalo aku sih di ajak jalan juga mau... di kamar terus mau banget ..
"ih... sih aa...
Jajang menarik Amara ke pelukannya. Dikecupnya wanita yang sudah menjadi istrinya. Dipandangnya lekat-lekat wajah Amara yang telah menarik hatinya semenjak pertama bertemu dan mengajak bekerja sama untuk mengajar di kampus milik Amara.
"Aku itu bahagia banget bisa menikah sama kamu, Amara.... aku cinta sama kamu, jangan pernah tinggalkan aku dan kepikiran lelaki lain.... apalagi CLBK sama mantanmu yang rese itu !"
"Aku juga cinta dan sayang banget sama Aa... kalo gak aku gak bakalan mau nikah sama Aa.
"Kamu gak nyesal kan nikahin aku?" Tanya Jajang sambil mengelus rambut Amara yang sudah mengering.
Amara menggeleng. " Terimakasih Aa... sudah mencintaiku dan mau menikahiku... sudah menjagaku dan terlebih mengajakku ke lombok untuk bulan madu.... emh....
Jajang mencuri sebuah kecupan.. dan membuat Amara terdiam dan wajahnya semakin memerah menahan malu . ia tertawa terkekah. "Aku bahagia sekali menikahimu, Amara dan rasanya ingin mengulang terus... boleh gak sih gak usah jalan-jalan?"
"Aa... ayo cepatan pakai baju... aku mau jalan-jalan... dan makan khas daerah sini... kapan lagi kita berada di lombok.... katanya mutiara di sini bagus lho....
"Yakin gak mau di kamar aj... " Jajang meledeknya sambil mengerak-gerakkan alisnya dan memandangnya dengan tatapan mesum.
"Gak mau...."Amara terheran-heran melihat sikap jajang yang terbiasa sopan tetapi sekali membuka kemeja, ia benar-benar tidak terkendali dan melahapnya tanpa henti. Apakah karena hubungan mereka sudah sah dan dilegalkan maka pria itu benar- benar menuntaskan hasratnya tanpa rasa lelah.
****
Huff... panas gak ya sesi di atas ? "... mudah-mudahan lolos review. yang kedua... sulit ya buat yang halus.
Happy reading Guys... dan jangan lupa tinggalkan jejakmu di sini. Love you everybody and take care!"
__ADS_1