
“Jangan-jangan Tuhan menyisipkan harapan bukan pada nasib dan masa depan, melainkan pada momen-momen kini dalam hidup—yang sebentar, tapi menggugah, mungkin indah.” ( Gunawan Mohamad, Catatan Pinggir 7)
"Salahkah dukamu membangkitkan bahwa aku masih memiliki asa bersamamu !
*****
Selasa malam pukul 18.30 tugas dosen tamu yang ketiga di STIE Putra Bangsa. Ia makin mengenal Amara yang cantik. Ternyata Amara adalah pemilik kampus ini. Luar biasa sekali wanita itu. Cantik , pintar, mandiri dan kaya. Minderkah Jajang ? Tidak tapi apa daya wanita itu sudah punya kekasih. Rasanya ia tidak punya kesempatan merayunya karena sang kekasih selalu menjemputnya tiap selasa ketika Jajang hadir di kampus ini.
Jajang baru keluar dari toilet dan melewati ruangan kerja Amara yang terbuka dan ia melihat Amara sedang membereskan barang-barang diatas meja dan membelakangi pintu sehingga tidak melihat bahwa ada pria yang sedang memperhatikan di luar pintu.
Pria itu melihat Amara merapihkan barang-barang dengan tergesa sehingga tangannya tidak sadar menyenggol gelas berisi air putih yang terlempar dan Jajang berusaha berlari karena letaknya tidak jauh dari pintu . Ia berlari menuju gelas yang disenggol Amara namun langkahnya kalah cepat dengan gelas yang jatuh ke lantai dan airnya tumpah.
"Amara ....
" Ya... Terlihat Amara terjaga dari lamunannya.
"Ada apa Amara... apa yang bisa kubantu... kamu terlihat sedang kerepotan?"
"gak apa-apa ... aku cuma ceroboh saja.. maaf mengagetkanmu ya... ada apa kamu ke ruangan ini?"
"Aku baru dari toilet dan melihatmu tadi sedang repot dan menyenggol gelas, jadi aku berlari kemari dengan maksud menyelamatkan gelas tapi langkahku kalah cepat dibanding gelas... ternyata ilmu melayangku sudah tidak mempan terhadap gelas lagi.."Kata Jajang berusaha melucu.
Amara tertawa mendengar jawaban Jajang. Di otak Amara ada sedikit kata yang ingin dikatakan pada pria ini tapi ditahannya dan ia tersenyum manis.
"Terimakasih Pak Jajang atas niat baiknya... emh maaaf malam ini saya harus pulang agak cepat karena ada perlu di rumah.
"Emh... sendiri? Gak sama pak Fahri ?"
"Gak... dia sedang sibuk.
"Berani?" Mau kuantar tapi aku masih ada tugas negara nih... mencerdaskan anak bangsa.
"Thanks Pak Jajang, " Jawab Amara sambil tersenyum sangat tulus. Ia merasa Jajang menghiburnya.
"Hati-hati ya.. saya ngajar dulu.
"Oke. Sampe ketemu bulan depan, "Kata Amara lagi.
__ADS_1
"Ya, " Jawab Jajang sambil meninggalkan ruang Amara dan menuju ruangannya.
Ketika memasuki ruangan, Ia melihat Asistennya yang bernama Fabrian sedang merapihkan tumpukan tugas mahasiswa dan akan menyerahkan rekapan nilai tugas mahasiswanya.
“Selamat malam Pak Jajang…
“Malam Fabrian… tugas -tugas mahasiswa sudah kamu cek, gimana apakah ada yang aneh dan perlu penilaian khusus?”
“Aman pak Jajang, soal tugas ” ehmm PakJajang… sudah dengar Pak Fahri sudah dibebastugaskan dari tugas mengajar di kampus ini dan ada lowongan untuk dosen manajemen bisnis pak... apakah ada referensi dosen bagus untuk mengajar disini pak? Kemarin..
"Pak Fahri itu bukannya kekasih Ibu Amara? "
"Wah sepertinya Bapak belum mendengar berita terbaru dan sedang heboh di kampus yang terjadi di kampus ini.
“Berita heboh apaan Fab, .. saya baru datang di kampus ini hari ini dan kalo dihitung saya baru datang tiga kali,
gimana bisa tau berita terbaru disini ? kenapadengan Pak Fahri? Putus ya dengan ibu Amara," Selidik Jajang dengan penuh rasa ingin tahu.
“Itu pak...... Ibu Amara seminggu yang lalu di datangi seorang mahasiswi dan dijambak rambutnya sama mahasiswi itu karena ini kata mahasiswa itu lho pak .... diduga pacar Ibu Amara yaitu Bapak Fahri menghamili mahasiswi itu dan dilarang bertanggungjawab karena takut dipecat oleh Ibu Amara. Dan keesokan harinya Pak Fahri dipecat dengan tidak hormat, dan yang parah nih pak... seharian ini lagi marah-marah,karena Ibu Amara belum mendapatkan dosen pengganti... jadi sebaiknya kita jangan buat masalah pak… saya agak takut kita juga amarah...
“Wah seru juga donk ada kejadian seperti itu......sayang aku gak lihat kejadiannya.... ternyata begitu ya... pantas saja tadi kulihat Amara yang biasa tenang dan pandai bersikap bisa ceroboh... terus siapa yang menggantikan Pak Fahri?"
tersenyum,.. cantik sekali, “Jawab fabrian jujur.
Jajang tersenyum mendengar pengakuan Fabrian. Dalam hatinya jangankan fabrian, dia saja mau menjadi dosen tamu karena terpesona pada perempuan itu. Ini peluang untukmendekati sang pujaan hati. Aku harus mulai berjuang untuk mendekatinya. Salahkah dukamu itu membuat Asaku memiliki kembali?
*****
Dering telepon menyadarkan Amara dari lamunannya di kamarnya. Ia terkejut melihat namayang menghubunginya di layar adalah pria yang tadi menyapanya sebelum pulang ke rumah. Ada apakah gerangan, pria itu tidak pernah menghubunginya. Ini pasti penting. Rasanya jika tidak pentingm tidak mungkin Pak Jajang menghubunginya di larut malam begini. Waktu menunjukkan pukul 22.15 WIB.
'Pak Jajang Calling.- Nama di layar masih tertera dan dering masih berbunyi cukup nyaring.
“Halo…. “ Jawab Amara dengan lembut.
“Hai… Selamat malam Ibu Amara..apakah saya mengganggu?” Apakah saya mengganggu tidur anda?"
“Tidak Pak Jajang ........ada apa pak?” Apakah ada masalah di kelas Bapak tadi sehingga Bapak menelpon
__ADS_1
saya di larut malam begini?"
“Maaf saya tidak sopan… apakah kamu tidak kenapa-napa?
“Maksudnya?”
“Saya sudah mendengar cerita tentangmu… maaf aku bersikap lancang … tapi aku benar-benar tak tahan ..... aku tidak suka melihatmu bersedih ......apakah aku bisa membantumu?”
“Huff… gosip cepat menyebar… saya yang tidak beruntung… biarkanlah terkadang Tuhan memberikan petunjuk bahwa dia bukan Jodoh saya dengan cara yang berbeda. Terimakasih Pak Jajang atas perhatiannya. Saya tidak kenapa-kenapa.. hanya sedikit lelah karena saya harus mencari dosen pengganti untuk Fahri yang keluar di tengah masa perkuliahan.
"Oh... apakah sudah mendapatkan dosen pengganti untuk kelas Pak Fahri ?"
"Sudah sih... hari ini jam delapan malam tadi baru deal... makanya saya terburu-buru meninggalkan kampus untuk menemui dosen pengganti.. emh.. namanya Ibu NIna dari Universitas Esa Modern yang kebetulan memiliki waktu yang pas dengan kami.
"Oh ...syukurlah ... sudah ada pengganti untuk dosen pengganti... emh boleh tanya yang lain?"
"Tanya apa maksudnya Pak Jajang ?'
"Kalo untuk pengganti Pak Fahri di hati Amara. , apakah sudah ada?"
"Hah.... maksud Pak Jajang?'
"Bagaimana kalo aku melamar untuk menjadi pengganti Fahri di hati Amara... emh... apakah masih ada kesempatan untuk menjadi kekasih kamu?"
Amara terkejut mendengar pernyataan Jajang, bagaimana ini pria yang baru dikenalnya dan bilang mau menjadi kekasihnya. Dia terdiam dan semakin terkejut mendengar pernyataan Jajang berikutnya.
“ Amara .... Bagaimana jika saya adalah jodohmu… maukah melangkah bersamaku hingga akhir usiaku?'
*****
Oh My God... Jajang ... kamu ternyata keren juga ya..... Happy reading temans! Ditunggu komentar/masukan idenya.... atau like/ apapun itu. Thanks telah membacanya, temans.
__ADS_1