Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 36. Aku menjemputmu


__ADS_3

Aku tahu, di luar sana banyak pria  yang lebih baik dan lebih kaya dari aku, tapi aku gak mau kamu dimiliki oleh  siapapun... aku memang egois, kamu hanya boleh milikku !"


 


*****


Malam semakin larut dan keheningan mulai melanda di kamar Soffie. Iapun terpejam dalam kegundahan hatinya menunggu David yang belum  menemukannya.


Di tengah kelamnya malam, tiba-tiba Soffie terjaga. Samar-samar terdengar suara  ledakan dan tembakan di luar rumah dan keributan suara orang berteriak  itu semakin jelas ketika ia membuka matanya. Seperti ada perkelahian dalam jumlah besar. Apakah ada kekacauan di bawah sana?"


Soffie masih berbaring dan melihat Brenda sedang mengamati dari jendela kamarnya. Soffie bingung harus bertindak apa, haruskan ia bangkit dan melihat keluar jendela seperti yang dilakukan Brenda.  Diperhatikan wajah cemas Brenda , namun Soffie tidak berani bertanya.


Apakah itu David yang datang untuk menjemputnya ataukah sekelompok perampok di rumah ini. Suara tembakan semakin kencang dan membuat Soffie akhirnya terduduk di samping ranjangnya dan bangkit menuju arah Brenda. Ia benar-benar khawatir, bagaimana jika itu David yang ditembaki, bagaimana jika ayah dari anak-anaknya yang mati tertembak dan bagaimana jika akhirnya anak dalam kandungannya benar-benar menjadi putera seorang pria yang menculiknya.


Pintu kamar Soffie dibuka dan Tuan Toshihiro segera memasuki kamarnya dan menarik tangannya keluar ruangan. Brenda mengikuti dengan langkah yang cepat tanpa banyak tanya. Soffie berusaha melepaskan genggaman pria itu namun tangan pria itu terlalu erat mencengkramnya.


Brenda yang terkejut langsung refleks mengokang senjatanya dan tersenyum begitu melihat siapa yang datang. Pria itu langsung menghampiri Soffie yang masih tertegun atas kedatanganny.


"Tuan Toshihhiro.."Panggil Soffie.


"Jangan mencoba kabur dariku, Soffie !" Berani melepaskan tanganku,  maka Brenda akan menembak kepalamu dan aku akan paksa mengeluarkan bayinya untuk  sarapan pagiku..."Ancam  Toshihiro dengan mata berkilat emosi pada Soffie.


"Iya... aku hanya ingin tahu .. ada apa ini, Tuan... kenapa ada penembakan di luar sana? " Kita mau kemana , Tuan " Tanya Soffie ketika Toshihiro menariknya meninggalkan ruangan kamarnya dan menuju ke salah satu ruangan yang tertutup dan ketika pintu itu terbuka , terlihat ada tangga menuju ke ruangan atas.


"Menghindari suamimu yang gila... dia dan temannya  nekat menerobos masuk... tapi kamu jangan harap bisa melihatnya hidup-hidup...lawan sana para Yakuza dan timku yang solid... Berani mati dia jika masuk... ayo kita tinggalkan tempat ini...


"Bagaimana jika Kak David terluka, lepaskan dia.. aku akan ikut kemanapun Tuan suruh, asal  jangan lukai Kak David......" Soffie sangat takut mendengar penjelasan Toshihiro, bagaimana jika David terluka karena ingin menjemputnya.


Bagaimana Soffie  harus dapat membantu David, ia tidak mampu berkelahi melawan Brenda yang bersenjata dan Tuan Toshihiro yang menggenggam tangannya. Apakah David mampu  melawan para Yakuza. Apakah David membawa polisi sehingga dibawah sangat ramai suara tembakan , namun tidak ada sirine polisi.


"Terlambat.... dia sudah membakar di bawah... sekarang kita akan pergi. Ayo di atas ada Helipad... kita akan dijemput 5 menit lagi... heliku sudah dalam perjalanan.... ha.... ha... biar mati konyol si David !"


Soffie terluka mendengar jawaban Toshihiro dan ia melangkah dalam diam. Ia berdoa, semoga David tidak terluka. Pria itu baru saja sembuh dari cedera karena kecelakaan. Masakah dia terluka kembali... Tuhan tolong Kak David..  tolong dia... jangan biarkan David terluka. Brenda masih berada dibelakang Soffie mengikuti langkah keduanya menuju Helipad. Wanita itu masih diam membisu dalam langkahnya dan menjaga kedua orang didepannya.


Ketika pintu ke luar ruangan menuju landasan Helipad akan dibuka oleh Toshihiro , Sebuah tangan  dari belakang menarik Brenda dan memukul bagian leher Brenda sehingga  senjata terlepas dan Brenda langsung  terjatuh berguling ke bawah.

__ADS_1


Wanita itu terjatuh mengikuti anak tangga yang berkelok dan membuat ia pingsan tidak sadarkan diri. Soffie dan Toshihiro menoleh ke arah jatuhnya Brenda. Dilihatnya pria yang ditutupi masker hitam. Pria itu membuka topengnya. ia tersenyum pada Toshihiro.


"Hi.. Toshihiro... "Sapa Pria itu. Awalnya Soffie berfikir David adalah pria yang bermasker hitam itu. Posturnya tinggi dan sekilas mirip David, namun bukan David yang memukul Brenda hingga terjatuh. Ia masih memandang berkeliling mencari jejak keberadaan David. Hatinya benar-benar cemas.


"Are you  David's slave now, Michael , " Ujar Toshihiro pada pria yang menjatuhkan anak buahnya. ( Apakah Kamu sekarang pembantu David, Michael ?")


"No matter what it's called, let Her go,,Toshihiro .... before I act harshly .. I still look at your friends ( Tidak masalah kamu panggil aku apa, biarkan dia pergi Toshihiro... sebelum aku bertindak.. Aku masih memandang hubungan pertemanan kita..)


" Michael,  How much he paid ? .. I'll give double, Let us go ... (Michael , Berapa dia membayarmu... aku akan berikan 2 kali lipat, biarkan kami pergi..)


"You won't be able to pay me now, he saved me once so there's no way you can afford it.  (Kamu tidak dapat membayarku sekarang, dia telah menyelamatkanku sekali, jadi tidak mungkin kamu mampu membayarnya)


Toshihiro segera menarik Soffie karena melihat helikopter sedang bersiap mendarat. Wanita itu tertarik tanpa ada perlawanan dan Michael hanya mengikuti dengan tenang menuju ke helikopter. Pilot yang memarkirkan pesawat itu  segera meninggalkan helikopter yang masih berputar, ia bergegas keluar dari kendaraan tersebut  seakan menyambut Toshihiro yang berjalan menyeret Soffie menuju Helikopter.


Wajah Sang pilot  tertutup topi dan tiba-tiba pilot itu meloncat dan mengarahkan kaki kanannya pada  kepala Toshihiro. Karena terkejut dan kesakitan ditendang tanpa persiapan, akhirnya  gengaman tangannya dari Soffie terlepas.  Toshihiro yang terjatuh melihat sang pilot yang diduga anak buahnya yang tadi  menendang mukanya dengan amat keras dan membuatnya terkapar dan sedikit pusing.


"Shit.. who are you ?"   Teriak Toshihiro yang masih terjatuh dan akan bangkit. namun Michael menodongkan senjata padanya  Michael tersenyum memandang pria bertopi itu.


"Kak David... "Teriak Soffie dengan gembira dan berlari memeluknya.


"Aku pasti menjemputmu... aku menjemput istri dan anakku... "jawab David lirih sambil memeluk istrinya erat.


"David... jangan lupa wanita itu juga berjanji padaku... aku  boleh menjadi ayah anak dalam kandungannya... "Teriak Toshihiro pada David.


David melepaskan Pelukannya dari istrinya dan ia menghampiri Toshihiro yang berada di dalam pengawasan Michael. David sangat emosi mendengar perkataan Toshihiro. Baginya tidak ada yang bisa mengambil miliknya apalagi mengambil hak dia sebagai ayah dalam kandungan istrinya. Ini  merupakan penghinaan baginya. Digenggamnya jemari  Soffie dan mereka melangkah bersama menuju ke tempat Toshihiro masih berdiri.


David mengambil senjata milik Michael dan menodongkan ke kepala Toshihiro. Pria keturunan Jepang itu tersenyum padanya tanpa takut. Ia terkesan menantang  David sambil melirik Soffie, sehingga membuat Davd semakin emosi.


"Tembak saja vid...


"Jangan Bie... ingat anakmu... aku tidak ingin kamu berada di penjara karena membunuh orang... abaikan saja dia... Anak ini hanya tetap menjadi anak dari David Pratama... tidak ada yang bisa mengambilnya darimu,"Bujuk Soffie pada David.


Soffie sangat memahami David yang mudah emosi jika miliknya diganggu. David tersenyum pada Soffie dan ia kembali memasang ekspresi galak pada pria Jepang itu. Bagi David , jangan mengganggu keluarganya atau akan dihancurkannya.


"Langkahi dulu mayatku... baru kau bisa menjadi ayahnya... Ingat Jangan ganggu keluargaku !" ...Sekarang kamu bisa dipenjara karena kejahatan penculikan dan nanti jika di Indonesia kamu kena pasal penganiayaan...

__ADS_1


David melangkah bersama Soffie menuju helikopter dan meninggalkan rumah tempat Soffie disekap. Sedangkan Michael membawa Toshihiro ke bawah karena polisi sudah mengepung tempat itu dan bersiap menangkap dalang kejahatan.


"Phie... aku tahu di luar sana banyak pria yang lebih baik dan lebih kaya dariku tapi aku gak mau kamu dimiliki atau disentuh oleh siapapun..


"Aku tahu, bie... aku tahu dari dulu kamu akan menendang siapa saja yang berani menyentuhku... terimakasih sudah menjemputku....


David tersenyum dan segera menaikkan helikopternya dan meninggalkan landasan helipad, dan menyerahkan semua masalah penculikan pada "The A Team " dan polisi.  Bagi David , yang penting keluarganya selamat dan mereka dapat berkumpul kembali.


"Bie... aku baru tahu , kamu bisa mengendarai helikopter?"


"Hemm... aku juga baru ingat bahwa aku bisa mengendarai  helikopter beberapa jam yang lalu...


"Hah...


"Aku  juga sudah mengingat semuanya, phie... "Ujar David sambil mengemudikan helikopter. "Maafkan aku... jika aku tak menolong Dila.. mungkin tidak ada peristiwa ini... maafkan aku, ... "Kata David sambil menarik tangan Soffie. Pria itu mencium punggung tangan Soffie.


"Iya... tapi aku membencimu untuk hal yang itu !" jawab Soffie dengan ketus.


 


 


*****


 


 


Happy Reading Guys !! Boleh tinggalkan komentar/like/poin/ hadiah untukku bair lebih semangat lagi menulisnya... tapi diatas semuanya itu, Thanks telah membacanya, teman... tetap jaga kesehatan !!!  Lets do the best in everything !!....


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2