
Dia hanyalah bagian dari masa lalu dan kamu adalah masa depanku.
*****
Pagi hari di kawasan perumahan Rawamangun Muka, Jakarta Timur. Sebuah mobil berjalan perlahan dan berhenti di salah satu rumah bercat biru muda. Seorang wanita cantik turun dari mobil dan meminta sang sopir menunggunya di halaman depan rumah tersebut. Wanita itu turun dari mobil dengan anggun di tangannya ia membawa sebuah tas jinjing yang berisi kotak makanan. Ia memasuki sebuah pagar dan satpam segera menyambutnya.
"Selamat pagi bu... mau bertemu siapa ya?" Sambut satpam rumah itu dengan ramah.
"Emh... benar ini rumah Pak Jajang ?"
"benar bu... tapi sepertinya pak Jajang belum bangun deh .... bentar ibu tunggu di sofa yang di depan teras dulu, biar nanti mbak yanti yang bantuin ibu... boleh tahu ibu siapa ?" biar enak nanti mbak yanti kasih tahu pak Jajang...
"Saya Amara , Pak....
"Baik bu Amara , Bentar saya telpon mbak Yanti... ibu tunggu saja di teras situ... "Jawab Satpam rumah Jajang dengan ramah dan menunjuk teras yang tidak jauh dari posisi mereka saat ini.
Segera satpam rumah Jajang menginformasikan kepada mbak yanti yang berada di dapur bahwa ada tamu yang menunggu pak Jajang. Yanti segera keluar dari dapur menuju teras dan menyambut sang tamu.
"Maaf bu Amara.... Pak Udin gak kenal ibu... saya juga sih sebenarnya .. tapi saya sering lihat foto ibu yang ada di samping tempat tidur bapak.... emh bapak lagi tidur di ruang tengah... mari bu... masuk tunggu di dalam saja... itu bapak kalo tidur suka susah dibangunin... jadi pasti agak lama kalo saya bangunin...lihat deh bu !"
Amara masuk ke dalam rumah bersama Mbak yanti. Wanita paruh baya yang membantu Jajang membereskan rumahnya sehingga rumah itu terlihat rapih. Amara tersenyum melihat kondisi ruang tengah yang dikatakan mbak yanti terlihat dari ruang tamu, sehingga ia melihat prianya sedang terbaring di sofa panjang hanya menggunakan celana pendek dan kaos tanpa lengan. Tas kerjanya tergeletak di lantai.
"Pak Jajang... Pak ... bangun... ada yang nyari tuh... Pak Jajang...., " Mbak yanti sedikit berteriak dan menepuk tangan Jajang yang masih terbaring di sofa.
"Boleh saya bantuin mbak... saya saja yang bangunin....
"Baik bu... saya tinggal ke belakang ... lagi nyuci sambil mau buat sarapan.... oh ya.. saya belum buat minuman untuk ibu dan sarapan untuk bapak juga.
"oh gak usah mbak yanti... saya bawain sarapan untuk Pak Jajang juga ko... saya gak tahu bahwa di rumah ini ada mbak yanti dan pak udin, tapi gak usah khawatir , saya bawa banyak makanan ... jadi kita semua bisa sarapan pagi bersama... termasuk pak udin juga kebagian...
" Baik bu... saya tinggal dulu ya... oh iya bu.... bapak itu kalo tidur susah banget dibangunin.... nih ya bu... saya treakin juga gak bakalan bangun... Pak Jajaaaaaaaang ....... !"
Amara terkejut mendengar teriakan mbak yanti yang sangat keras dan mengagetkannya. Amarapun tersenyum memandang kekasihnya yang masih terlelap. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Mbak yanti segera melangkah ke belakang untuk melanjutkan pekerjaannya. Amara menepuk-nepuk tangan Jajang dari mulai pelan dan agak keras.
" Aa... Aa... a.... Aa Jajang.... bangun dong... A..... !"
__ADS_1
Jajang yang masih terlelap membuat Amara sedikit nekat untuk mengerjai kekasihnya. Akhirnya Amara mencubit pipi Jajang dengan kencang hingga pria itu berteriak karena kaget dan kesakitan.
"Aww.... apa-apaan nih... siapa yang mencubitku ?" Ucap Jajang masih dengan menutup matanya.
"Aa... bangun dong.... A...
"Amara..... Amara..... kamu ada disini ?" Jajang langsung terduduk mendengar suara Amara dan mencium wangi parfum Bulgari di hidungnya. Wangi Khas Amara. Ia bukan bermimpi kan... Ada suara dan wanginya Amara di rumahnya. Kenapa bisa Amara disini, pikirnya sambil mengumpulkan ingatannya.
"Iya... Aa... buka mata donk... aku pagi-pagi ke sini bawain sarapan untuk kamu...." Amara menjawab dengan lembut dan tersenyum karena melihat mata Jajang yang masih terpejam. " ya udah kalo Aa gak mau bangun.... aku pulang lagi deh... ini aku bawain sarapan pagi .. bisa Aa makan bersama mbak yanti dan pak udin ya..
'Eh... jangan pulang dulu donk.... kamu ko bisa ke sini sih, Mara ?" Sama siapa ?" Ini mimpi atau beneran sih, Apa aku lagi mimpiin kamu ya, Mara ?"
"Ih sih Aa.... sakit gak cubitanku tadi.... aku cubit lagi deh biar sadar...
"eh, sakit dong... jangan cubit dong sayang... kalo aku bangunin aku tuh pake kiss...bukan pake cubitan....
"Wah itu si Aa makin gak bisa bangun nanti...kata mbak yanti... Aa itu susah dibangunin... katanya bisa bangun jam 11 jika gak kerja... tadi aja mbak Yanti sudah berteriak teriak membangunkan kamu, A...
"Wah mbak yanti semua rahasiaku sudah dibuka nih.... ngomong-ngomong kamu sudah lama disini sampe bisa ngobrol sama mbak Yanti...
"emh... mungkin sudah 10 menit, A... ngomong-ngomong Aa setiap hari tidurnya disini ... gak tidur di kamar ?" Selidik Amara karena melihat sebuah kamar yang terbuka dan ada tempat tidur yang masih sangat rapih dan seakan tidak pernah ditiduri.
"ish... si Aa... sudah sana mandi dulu... aku sudah masak pagi-pagi dan langsung ke sini... aku takut Aa sudah pergi ke kampus... eh taunya masih tidur.... aku mau sarapan bareng sama Aa...
"Aku hari ini gak ke kampus karena aku mau minta mbak yanti untuk panggil tukang urut ... kakiku agak sakit nih...
kayaknya agak terkilir...
"Apakah itu akibat perkelahian kemarin Aa ?"
"Sepertinya sih... tapi sebentar aku diurut pasti sehat kembali ... jangan khawatir, sayang !" emh... aku mandi dulu ya... kamu tunggu sebentar ya... "Jawab Jajang merasa tidak enak karena wanitanya sudah rapih dan cantik . Sementara dirinya baru bangun dan hanya menggunakan celana pendek dan kaos tangan pendek.
"Aa... apakah aku boleh menata makanan yang aku bawa di meja makan? "
"Atur saja sayang.... ini rumahmu juga... meski aku belum melegalkannya.... anggap saja kamu latihan jadi istriku... ha... ha..., " Jawab Jajang sambil masuk kamar untuk segera mandi pagi.
Hati Jajang sangat gembira melihat kekasih hatinya ada di rumahnya pagi-pagi dan menyiapkan sarapan pagi untuknya. Selepas mandi dan berpakaian, Jajang menuju meja makan yang sudah tertata rapih, namun tidak ada Amara di sana. Ia mencari ke dapur namun hanya menemui Mbak yanti yang sedang mengeluarkan pakaian dari mesin cuci dan akan menjemur pakaian. Jajang bertanya dalam hati, kemana dia... apakah sudah pulang?" namun ia tersenyum melihat Amara melangkahkan kaki dari teras menuju ruang tamu rumahnya.
"Darimana sayang ?" Tanya Jajang pada Amara.
__ADS_1
"Antar sarapan pagi untuk Pak udin... yuk kita makan , Aa...
"Wah udin bahagia banget sepagi ini udah dapat sarapan pagi dan diantarin cewek cantik lagi....
"Ish si Aa....Gimana jadi urut gak pagi ini ? Mbak Yanti udah diinfoin ?"
"Belum sih.... kalo masalah kakiku itu masalah sepele ... diurut sebentar langsung sehat tapi masalah terbesarku adalah aku takut Fahri mengambilmu kembali... aku takut kamu akhirnya CLBK.... kemarin di kantor polisi Fahri bilang dia adalah cinta pertamamu... jadi dia merasa yakin bahwa kamu akan kembali padanya... Tahukah kau Mara, pesan Fahri gini.. Ingat Jang.. Cinta lama pasti bersemi kembali... jangan CLBK, Mara... Jangan tinggalkan aku, Sayang...
Jajang menarik Amara untuk duduk di sofa ruang tengah tempat ia tadi tidur. Di tatapnya mata kekasihnya dengan intens. Jajang merasa khawatir jika Fahri dapat memaksa Amara untuk kembali pada cinta pertamanya. Ia benar-benar takut mengingat sahabat baiknya Soffie juga kembali pada cinta pertamanya.
"Aa... Fahri itu hanyalah bagian dari masa laluku... sedang Aa adalah masa depanku... jadi Aa jangan khawatirkan itu ya... aku tidak mau CLBK... apalagi jika CLBK dengan suami orang... bagiku kesetiaan adalah hal utama dalam menjalani suatu hubungan.
"jadi dia tidak mungkin membawamu kembali ke pelukannya?" Gak akan CLBK sama dia kan?"
"gak Aa.... aku sayang banget sama Aa... aku cuma mau sama Aa... tapi Aa gak boleh selingkuh ya... atau punya wanita lain...sekali kita bersama berarti satu untuk selamanya tidak ada wanita lain di kehidupan kita...
"Iya donk sayang... Aa akan selalu bersamamu apapun yang terjadi, " Jawab jajang sambil tersenyum. Dikecupnya kening Amara dengan penuh kelembutan. "Aku sayang kamu banget Amara...
'Aku juga Aa... oh ya Aa...tadi Ayah pesan padaku... Ayah mau bicara pada Aa hari ini ... apakah Aa ada waktu ?" Jawab Amara sambil melepaskan pelukan Jajang.
" Eh ada apa nih... Ayahmu tidak akan berubah pikiran soal merestuiku untuk menikahimu kan ? '
"Kayaknya sih gak Aa... semalam aku bercerita sama ayah soal perkelahian Aa dan Fahri di kantor dan membuat Aa harus berurusan dengan polisi. Ayah sangat khawatir Fahri bertindak macam-macam padaku... hari ini saja ayah memintaku cuti dan tidak ke kantor dahulu...emh,,, Kata Ayah tadi ... apa tidak sebaiknya pernikahan kita dipercepat gitu sih A?"
"Benarkah ? Kalo dipercepat itu lebih baik jadi aku bisa lebih leluasa menjagamu... "jawab Jajang sambil tersenyum bahagia sekali.
*****
Hai ... ini episode Jajang dan Amara dulu ya, sebelum Soffie dan David kembali dari Ottawa.... Pokoknya kalian tetap jaga kesehatan dan kumohon tinggalkan jejak di sini. Thx semuanya. Happy reading Guys...
__ADS_1