
Mulai hari ini mama Jeany tinggal di Apartemen bersama anak dan menantunya untuk menemani Soffie yang semakin besar kehamilannya. Menurut perkiraan dokter waktu melahirkan Soffie sekitar seminggu lagi sehingga David sangat kuatir jika Soffie sendirian di apartemen dan David masih ada di kantor.
Terkadang Sonny, Dissy dan Stefanus datang ke apartemen mereka untuk menengok Soffie dan ngobrol tentang keluarga mereka. Hubungan Jeany, Soffie dan Sonny semakin membaik setelah pernikahan David dan Soffie.
Soffie sedang memegang perutnya yang membuncit dan ia merasakan sakitnya makin berasa dan kini makin hebat. David yang baru datang dari kantornya terkejut melihat ekspresi istrinya yang seperti menahan kesakitan.
"Phi... elo kenapa? "tanya David.
Jeany yang baru keluar dari dapur dan melihat Soffie sedang menahan sakit, ia melihat pangkal paha Soffie
mengeluarkan darah cukup banyak. Jeany seera berteriak memanggil menantunya yang masih berdiri di dekat pintu masuk.
“ David… cepat angkat Soffie.. kita ke rumah sakit sekarang,” Teriak Jeany melihat anaknya yang sedang kesakitan dan berdiri menahan tubuhnya.
"Iya mam. Tahan sebentar ya, sayang! Kita ke rumah sakit sekarang dan mama tolong bawa perlengkapan bersalin.
David segera mengangkat tubuh istrinya sambil mengucapkan doa pada istrinya. Ia begitu takut melihat pakaian yang dikenakan Soffi dan kakinya yang sudah mengeluarkan darah. Jeany sudah menyiapkan pakaian Soffie dan perlengkapan melahirkan Soffie dengan lengkap dan menelpon pak Kidi untuk Siap di depan Lobby.
Soffie sudah berlinang air mata karena menahan sakit dan mulas karena menahan sakit saat kontraksi. Dahi Soffie sudah dipenuhi keringat kecil dan tangannya sudah mencengkram lengan suaminya. David terus meminta istrinya sabar dan berserah karena mereka sedang di dalam perjalanan ke rumah sakit.
Begitu tiba David langsung disambut petugas rumah sakit yang sudah siap mengangkat soffie menggunakan brankar pasien untuk transfer ke menuju ruang persalinan.
David begitu cemas melihat istrinya meringis menahan sakit dan ia menggenggam jemari Soffie dengan tetap
tersenyum memberi kekuatan
"Ahh sakit kak David... aduh sakit sekali...
“Sayang kamu pasti bisa…
Kontraksi yang tanpa henti dan air ketuban yang sudah pecah membuat jeritan Soffie makin kencang dan David makin khawatir terhadap istrinya. Dokter segera menghampiri David karena kontraksi yang dialami Soffie membuat anaknya terjerat tali pusar dan harus dilakukan pembedahan.
“Pak David.... sepertinya istri bapak harus dioperasi karena keadaanya tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, Ibunya sudah kesakitan akibat kontraksi yang berkali-kali dan anak bapak sepertinya terjerat tali pusar dan Bu Soffie tidak akan bertahan jika kondisinya terus seperti ini.
David gemetar mendengar penjelasan dokteryang meminta David menandatangani surat ijin untuk operasi bagi istrinya. David merasakan khawatir dan ia tidak mau kehilangan Soffie yang begitu dicintainya. Ditandatangani berkas itu dan diserahkan kembali kepada dokter Siska yang bertugas pada hari itu.
“Lakukan apa yang terbaik dok.. yang penting keduanya selamat dok.., "Ujar David pasrah.
*****
Sudah Dua jam berlalu dan David masih ketakutan mengenai operasi yang belum selesai yang dijalani istrinya. Mama Jeany segera menghubungi Sonny dan memintanya agar segera ke rumah sakit agar dapat memberikan ketenangan pada menantunya yang sedang panik menunggu istrinya yang belum keluar dari ruang operasi.
Tidak lama kemudian Susana, mama David datang, ia memegang lengan anak lelakinya yang terlihat stress. Tidak pernah ia lihat selama ini David begitu cemas, namun kali ini seraut wajah cemas telah ditampakkannya.
David masih berdiri di dekat ruang operasi. Ia merasa takut sekali kehilangan Soffie. Lampu indikator didepan ruang operasi masih menyala dan terus diperhatikannya. David tidak menyangka ia bisa menangis karena ketakutan melihat ekspresi Soffie yang tadi menahan kesakitan karena anaknya akan dilahirkan.
Sonny tiba dan menepuk pundaknya untuk menenangkan hatinya. Sebenarnya Sonny juga sedikit khawatir tapi ia harus menunjukkan ketegaran untuk keluarga sahabatnya dan adik iparnya itu.
“Bro… Soffie pasti kuat.. Dia wanita yang berani dan pantang menyerah, "Ujar Sonny menenangkannya.
__ADS_1
"Thanks Son...
David tersenyum namun ia masih memandang lampu indikator itu yang masih menyala. Dia merasa lemas dan dia belum makan apapun sementara waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dan akhirnya yang ditunggu keluar juga. Dokter melepaskan maskernya dan David beserta Sonny berlari menghampiri dokter Siska yang langsung diserbu oleh mereka.
“bagaimana mereka dok?"
“mereka berdua selamat , anaknya laki-laki. Sebentar sedang dibersihkan oleh perawat dan akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Silahkan menunggu di ruang rawat inap ya Pak David dan keluarga.
“Puji Tuhan, “Ujar David dengan sangat senang.
Seorang perawat keluar sambil membawa bayi yang sedang menangis kencang. Perawat itu menghampiri David sambil tersenyum.
"Pak David, bayinya sempurna ya pak, tidak ada kecacatan fisik pada tubuhnya ,"Ucap perawat sambil menunjukan semua anggota tubuh bayi itu pada David.
David hanya mengangguk sembari mengulas senyumnya ketika melihat bayi lelaki yang terus menangis. Pandangan David tidak bisa lepas dari bayi itu. Bayi munggil yamg terus menangis kencang. Perawat yang melihatnya berkata.
"Bapak bisa menggendongnya setelah di ruang perawatan. Mari kita kesana sambil menunggu ibu Soffie selesai pemeriksaan intensifnya, "kata perawat itu kembali.
Di ruang perawatan David terlihat kesal pada Sonny ketika bayinya diserahkan t oleh seorang perawat untuk digendong David. Menurutnya pandangan Sonny yang sedikit mengejek karena ia memang belum pernah menggendong bayi.
"Sudah siap pak?"tanya perawat itu
"emh... iya.
"Bagaimana jika bapak duduk di kursi itu agar nyaman menggendongnya..
"Baik. itu lebih baik , suster.
Suster yang tadi akhirnya mengambil bayi dari David dan menyerahkan kepada Soffie. Ia menangis melihat anak yang dilahirkannya ternyata sangat sehat dan menurutnya amat mirip dengan David ketika tertidur. Namun celetukan kakak lelakinya dengan suaminya membangunkan lamunannya.
“Kamu lihat vid… Anak lelaki elo mirip dengan gue .. karena gue yang memasakkan nasi goreng untuknya. !!
“heh… dia anak gue … jadi dia mirip dengan gue , gimana ceritanya dia mirip elo
"Tapi lihat matanya mirip gue... "Celetuk Sonny santai sambil memandang keponakannya yang masih terlelap
“Sudah-sudah… kalian berdua selalu ribut,, sini aku mau menggendongnya,”kata mama Susana sambil mengambil cucunya yang masih terlelap dipelukan menantunya.
“Vid… kamu mau kasih nama siapa anakmu itu?” Tanya mama Jeany
“ emmm ..... Dean Budyanto Pratama,… gimana sayang Namanya ? "Tanya David sambil menunggu persetujuan istrinya yang masih terbaring lemas.
Soffie dan Sonny tersenyum melihat David yang memberikan nama gabungan keluarga mereka. Mereka berharap Dean akan menjadi perekat hubungan keluarga mereka.
“bagus ko , bie. Semoga ia menjadi seorang pemimpin yang baik. Dean itu berarti pemimpin kan…
“Ya , sayang
Tidak lama kemudian Sabrina datang sambil membawa kado untuk bayi yang baru dilahirkan dan ia datang hanya sendiri. Jeany yang melihatnya datang sendiri, dia bingung karena sangat jarang Sabrina kemana-mana sendiri tanpa Ardi disampingnya. David yang melihatnya segera duduk di samping Sonny di Sofa.
__ADS_1
“ Soffie… selamat ya sayang..,” Ujar Sabrina yang sedang memeluk Soffie,
“Terimakasih tante.
“ Sa… kamu ko datang sendiri… mana Ardi?” Tanya Jeany pada Sabrina
“ oh iya aku belum cerita ke mbak ya… sekitar 7 bulan yang lalu Ardi itu kerampokan di jalan dan dia dipukuli oleh perampok hingga tangan dan kakinya patah.. Sekarang lagi...
“Hah… yang bener tante terus bagaimana dengan om Ardi ....” Ujar Soffie terkejut.
Namun David yang mendengar itu tertawa sambil geleng-geleng kepala hingga semua yang ada di ruangan itu menoleh padanya. Soffie dan Sonny memandang David dengan penuh curiga.
“Maaf ini ada pesan wa lucu dari temanku,” Ujar David sambil mengangkat Hpnya.
“iya… untung barang-barang Ardi gk ada yang hilang. Katanya rampoknya ada 7 orang. Ardi itu hanya bermaksud menyelamatkan barang berharganya dan tapi ia kalah jumlah , mbak...
“oh syukurlah .. terus Ardi gimana sekarang keadaannya,” Tanya Jeany kembali.
“Dia lagi terapi agar bisa berjalan. Tangannya sudah bisa digerakkan. Tapi ya .. untungnya bisa mengajar online.
David yang mendengar itu nyeletuk untuk menjahili Ardi.
"Mama mau nengok Om Ardi, nanti David antar ...?
"Eh gak usah, vid, Kata Ardi dia tidak mau ditengok siapapun
"Oh...,"Jawab David sambil tersenyum. Ia mengingat tindakannya yang memberi pelajaran pada Ardi dan membiarkan cerita karangan Ardi itu pada keluarganya. Dasar Ardi!
****
Ketika Sabrina pulang, Sonny menghampiri Ardi yang duduk di Sofa dan mengajaknya ke Kafetaria untuk membeli kopi. David setuju saja dan pamit pada Soffie untuk keluar sebentar.
"Vid, kenapa elo hajar Om Ardi?"
"Elo tau?"
"Ya meskipun para preman itu tidak menyebutkan alasan dan mengingat waktu kejadian yang tepat dengan cerita tante Sabrina... gue pikir yang dihajar elo itu,... Om Ardi , bener kan?... Ardi yang membayar preman itu untuk melukai elo dan berhasil elo bereskan?"
"Hemmm, diam aja kalo tau!
"kasih tau gue alasannya?" elo tidak mungkin menghajar orang sampe mematahkan tangan dan kaki sampe gak bisa jalan... Kenapa elo matahin dia, ... ini berkaitan dengan Soffie... apakah ?"
"Dia mengganggu Soffie, gue hanya ngejaga milik gue
"Elo tau tentang hubungan mereka? Ada buktinya? Soffie itu setia padamu!"
"Ardi itu mengajak Soffie untuk ninggalin gue, dan Soffie tetap setia pada gue, cuma gue gak suka sama omongan brengsek itu, aku cuma kasih hadiah saja... gue yakin, dia gak akan berani ganggu Soffie lagi.
"thanks bro... biar gimanapun Soffie adalah adik gue, cuma gue gak tau apa yang terjadi, tapi satu hal yang gue tau, Soffie itu sangat memegang prinsip dan ia tidak mungkin mengkhianati elo, vid
__ADS_1
"ya, gue tahu itu.