Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 56. My Mind


__ADS_3

Pikiranku untuk bersamamu besok  itu yang memberikanku kekuatan untuk melanjutkan  hari ini dan menganggap hari ini akan segera berlalu dan aku pasti bisa melewatinya.


*****


Sebuah panggilan video call dari nomor tidak  dikenal masuk ke dalam handphone Lily.  Namun wanita yang tengah mengandung itu masih termenung di sofa ruang tengah rumahnya  sambil terus menyaksikan sebuah tayangan  berita di salah satu stasiun TV yang sedang membahas tentang kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama ini  masih aktif  dan melakukan gangguan keamanan di wilayah pegunungan Bumi Cenderawasih. Para pelaku diduga adalah  para anggota KKB memiliki banyak senjata aktif.


Wawancara juga  dilakukan sang penyiar melalui sambungan telephone kepada salah seorang komandan TNI  yang berada di bumi cendrawasih tersebut.  Komandan itu juga berperan sebagai humas  TNI yang mengabarkan kepada masyarakat Indonesia bahwa  kekuatan personel gabungan TNI dan Polri yang ada saat ini di Papua sangat solid dan  sedang  berupaya maksimal untuk secepatnya menangkap para gembong KKB yang selama ini


menjadi aktor utama dibalik serangkaian aksi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan Papua.


Panggilan suara handpone itu masih terus berbunyi, hingga pada dering yang ke lima , Lily baru menyadari  ada suara nada dering dari handphoneya.  Lily tersadar dan langsung menggeser   tombol hijau dengan setengah ragu karena nomor  yang tidak dikenalnya menghubungi melalui video.


Lily langsung tersenyum dengan  sangat riang begitu melihat sebuah wajah yang menghubunginya  melalui saluran video call.


“Josh…. Josh….  Akhirnya kamu menelponku … kamu dimana sayang?” “Teriak Lily dengan penuh bahagia karena orang yang dikhawatirkannya akhirnya berhasil menghubunginya.


Pria itu juga tersenyum bahagia melihat  ekspresi riang istrinya. Josh pun merasakan hal yang sama bahwa ia merindukan wanita yang ada di seberang alat komunikasinya.


“Lil… kamu baik-baik saja disana?” Tanya Josh  dengan sama riangnya. “ Aku masih ada tugas, sayang…. Maaf baru bisa menghubungimu… situasinya disini sedang tidak memungkinkan dan aku lebih sering berada di tengah hutan…  siang ini aku kebetulan  lagi  ada di wilayah yang memiliki jaringan komunikasi dan aku dapat   jaringan aman untuk beberapa saat sebelum ditutup kembali  oleh satuan tugas  maka aku bisa menghubungimu beberapa saat  … keadaan kamu  gimana disana?”   Apakah anakku di sana juga baik-baik ,Lil ?"


“Aku dan anak kita  baik-baik saja… gimana dengan kamu, Josh ?” Apakah kalian kesulitan  membereskan masalah di sana?”  Aku lihat di TV, keadaan sangat mencekam.  Apakah keadaan  disana sangat berbahaya… aku kuatir sekali setiap menonton berita di  TV… ?” Lily menjawab dengan sangat lirih. “


" Aku takut kamu kenapa-kenapa Josh… tidak bisakah kamu mendapat tugas di tempat yang  aman saja,Josh ….  Bisakah tidak bertugas di daerah konflik ?”  Aku tidak mau jadi janda, Josh…   aku tidak ingin anak kita lahir dan  tidak pernah bertemu dengan ayahnya ?”


“Lil… jangan ngomong  gitu dong sayang ! … kan kamu tahu dari awal  pekerjaanku…. Aku akan baik-baik saja  dan pasti bisa menjaga diriku… aku tidak ingin kamu jadi janda apalagi  membiarkan anakku tanpa ayah… doakan aku baik-baik saja dan aku akan  pulang  dengan selamat… misi kami pasti berhasil… doakan kami ya, sayang…!”


“Iya… aku tahu… maafkan aku,Josh … aku sekarang jadi lebih cengeng… maafkan aku… aku pasti mendoakan kamu dan pasukan kalian, aku berharap kalian semua bisa kembali ke  rumah dengan selamat… aku dan anakmu menunggu kamu pulang Josh.. . Aku tahu Josh, seorang tentara mempunyai  kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya,… maafkan aku… jika aku begitu  takut kehilangan kamu,”  Lily menjawab sambil terisak dan Josh memandangnya dengan sedikit sakit melihat wanitanya menangis.


“Aku pasti pulang dan melihat anak kita lahir dan tumbuh besar… ini tugasku sayang… aku berjanji  tidak akan meninggalkan kalian… aku pasti berhati-hati disini… jangan khawatir ya, sayang!”


“Josh… aku kangen sama kamu… cepat selesaikan tugasmu , ya sayang… aku dan anakmu selalu berdoa untuk


keselamatan kamu dan teman-temanmu yang menjalankan tugas negara. Tetap  semangat dan waspada di sana !” Lakukan yang terbaik ya, sayang   !"  Lily berusaha tersenyum dan menahan tangisnya . Mata Lily sudah brkaca-kaca, dan Josh melihat jelas itu.


“Hei.. Jangan menangis…  aku pasti pulang padamu!”  Tunggu aku ya!”  Aku selalu sayang dan kangen kamu,… di pikiranku  selalu kutanamkan, bahwa aku akan pulang besok dan harus selamat... hanya itu yang membuatku mampu melewati hari ini… jadi kumohon lakukan itu juga untukku, Lil “  Hibur Josh melihat mata istrinya yang kembali mengeluarkan airmata.


“Iya, Josh…” Lily  menyahut dan menghapus air mata di pipinya. Lily tersenyum ketika Josh menempelkan tangan ke bibirnya dan mengarahkannya pada handphone. Ciuman jarak jauh untuknya. Lilypun melakukan hal yang sama untuk suaminya.

__ADS_1


“Lil… aku harus pergi… nomor ini akan off ya.. tidak bisa menghubungi ataupun dihubungi… nanti aku kabari lagi jika keadaan memungkinkan…


“Baiklah…hati-hati  sayang…. I Miss you, Josh !’


“I Miss you too, my Lily !”


Panggilan itupun  terputusdan lily masih memandang handphonenya dalam diam. Televisi sudah berganti berita menjadi kasus viral tentang putusnya percintaan anak lelaki sang  pemimpin negeri dan gadis manis yang berasal dari negara tetangga. berita itu tidak menarik perhatian Lily dari sedihnya  karena merindukan suaminya yang sedang bertugas di Papua.


 


 


 


*****


 


 


 


“ Terimakasih Dilla… “ Handoyo mengecup kening Dilla lama sekali.


Handoyo merasakan bahwa  Dilla adalah bukan kliennya tetapi seorang wanita yang memang membutuhkan bantuannya dan mencintai dirinya karena Dilla memang selama tiga hari ini  menemaninya di rumah ini, makan bersamanya , bersikap manis seperti seorang istri pada suaminya dan tidak pernah menyinggungnya.


“ Kamu capek ya ?” Tanya Handoyo kembali sambil mengelus rambut di kening wanita itu dan menghapus peluh di kening wanita cantik yang begitu dikasihinya.


“Iya… mas Handoyo, kamu itu kuat sekali… tapi aku sangat menikmati semua sentuhan dan perlakuanmu… kamu luar biasa sekali kalo main di ranjang… kamu gagah dan sexy  sekali  …. Emh mas Handoyo, gimana kalo sampai aku hamil ?” Kita kan tidak menggunakan pengaman apapun ? “  Tanya Dilla dengan manja dan mengelus wajah  Handoyo.


Pria itu benar-benar terhanyut akan semua sikap dan  perlakuan Dilla yang terkesan begitu menyayanginya. Dia merasa bangga dan bahagia di masa paruh bayanya mendapatkan wanita cantik yang memujanya. Wanita itu memperlakukan dirinya dengan lembut sehingga ia merasa diinginkan oleh Dilla. Benar-benar seperti mimpi yang hadir di dunia nyata.


“Aku akan tanggungjawab… aku beruntung sekali jika benihku bisa benar-benar ada di rahimmu, Dilla… Semoga ia benar-benar ada di dalam sana !”   Aku benar-benar tergila-gila padamu, Dilla..... Aku akan melakukan apa saja untukmu... Jawab Handoyo dengan tersenyum dan mengecup kembali kening wanitanya.


Handoyo masih tersenyum  dan bangkit dari rebahannya dan ia mencium perut wanita yang masih tidak berpakaian itu.  Dikecupnya berulang kali perut Dilla  yang masih rata itu dan tangannya berada di kedua gundukan favoritnya  yang merupakan hobi barunya yang  tersalurkan dalam beberapa hari ini.


Tiba-tiba  Handoyo seolah tersadar rasanya hari-harinya terlalu indah , ia  menghentikan ciumannya dan tersentak.  Handoyo memandang Dilla dengan tatapan tajam. Mungkinkah wanita cantik yang sexy dan terkenal itu mau mengandung anaknya… apakah  benar-benar wanita itu mau menerima seorang mantan narapidana?" Mungkinkah ia sedang dibohongi oleh wanita ini?" Rasanya terlalu indah untuk sebuah kenyataan. Wanita ini begitu dikagumi oleh seluruh masyarakat Indonesia dan memilihnya untuk menjadi istrinya.

__ADS_1


“Kenapa mas Handoyo, “ Dilla yang keheranan melihat tingkah Handoyo yang  sedang menatap tajam dan menghentikan kegiatannya yang juga dinikmati oleh  Dilla. Tidak dipungkiri oleh Dilla , iapun menikmati semua cumbuan pria yang lebih tua namun masih terlihat macho itu.


“Katakan padaku dengan jujur…. Benarkah kamu  mau mengandung anakku?”  Apakah ini merupakan bagian dari trikmu untuk aku melakukan perintahmu?"


“Apakah mas Handoyo tidak merasa aku tertarik pada Mas Handoyo yang pandai memuaskanku  di atas ranjang ini ?”    Apakah  Mas Handoyo tidak merasakan apapun di hati mas Handoyo, atas perlakukan dan sikapku?"   Dilla  tersenyum dan menarik kepala Handoyo.


Pria itu diam saja ketika Dilla menarik kepalanya. Dilla mencium  lelaki itu dengan penuh kelembutan yang ia miliki. Ia sedikit memahami bahwa lelaki ini sedang tidak percaya padanya. Dilla harus meyakinkan kembali lelaki yang di hadapannya. Dilla sepenuh hati melakukan perannya itu.


"Apakah mas Handoyo tidak ingin ada seorang anak yang tumbuh di rahimku ?" Bisik Dilla manja di telinga Handoyo. ....  "Bisakah kamu memberikannya untukku , Mas Han..." Dilla berkata dengan manja dan sedikit mendesah di telinga pria itu.


Digigitnya kembali kuping pria itu pelan dan membuat Handoyo merinding. Perlakuan Dilla memang memancing gairahnya. Ia melupakan kecurigaannya dan kembali mempercayai wanita cantik ini benar-benar mengagumi dan mencintainya.


“Sekarang aku benar-benar menyayangimu\, mas  Handoyo… aku suka ketika kamu menciumku.. ketika kamu mengg*g*tku dan saat  kamu berada di dalamku…. Ahh.... Kamu itu luar biasa sekali… memang benar awalnya aku tidak tertarik  padamu… tapi kamu bisa memuaskanku dan menyayangiku\,.. kurasa  aku benar-benar terjatuh padamu\, mas Handoyo ”  Bujuk Dilla kembali dengan sedikit mendesah yang semakin membuat pria itu makin terjerat dalam pesona seorang Dilla.


"Apakah setelah misiku berhasil, kau akan mengejar David Pratama?"


"Tidak... aku ingin kamu menikahiku, mas Handoyo .... jika memungkinkan dan jika kamu menginginkannya... tapi mana mau Toshihiro menceraikanku ?'  Berikan aku kenangan berupa benihmu, sayang......Toshihiro cuma  ingin melihatku mati... kita tidak mungkin menikah... dan jika memang ada anakmu di rahimku, maka Toshihiro akan mengambilnya dan akan menjadikan sebagai  anak Toshihiro!"


"aku yang akan membereskannya untukmu... aku yang akan bertanggungjawab padamu, Dila... tidak akan kubiarkan seorangpun mengganggumu , Dilla  !" Handoyo berkata dengan tegas dan memandang mata Dilla. Menurut Handoyo , tidak ada kebohongan di mata Dilla dan ia makin yakin akan kesungguhan Dilla.


"Apakah kamu menyesal kalo ada benih kamu, di dalam rahimku, Mas Handoyo?" Bujuk Dilla kembali. "Maukah kamu membesarkannya bersamaku?"


Handoyo menggeleng dan tersenyum pada Dilla.  " Aku tidak akan menyesalinya, Dilla... aku akan melakukan apapun untukmu... !' Aku akan membereskan semua masalahmu, serahkan semuanya padaku....


Wanita itu kembali mencium kembali Handoyo dengan memberinya sesapan hingga membuat Handoyo mengerang dan menikmati semua sentuhan Dilla sehingga lelaki itu kembali terpancing dan mengulang kembali apa yang baru saja  mereka lakukan beberapa saat yang lalu.  Pria itu kembali percaya  pada Dilla.  Ia percaya bahwa wanita yang kembali dimasukinya benar-benar mencintainya dan mau mengandung anaknya.


Sementara di dalam hati dan pikiran Dilla  merasa bahwa yang sedang berada di atas tubuhnya dan akan menghentak di dalamnya adalah pria yang sangat dicintainya.  David Pratama.


Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu, David  ! Pikiran Dilla hanya tertuju  untuk bersama David , jika handoyo berhasil membereskan Soffie,  itulah  yang memberikan kekuatan untuk melanjutkan hari ini dan  menganggap bahwa pengorbanan  hari ini akan sepadan dan semuanya akan segera berlalu.


 


 


 


*****

__ADS_1


Happy reading guys !!! Bolehkah tinggalkan komentar/ like/ poin/hadiah. biar makin semangat menulisnya.


Any way... tetap jaga kesehatan dan tetap semangat temans dalam menjalani hari. Thanks a lot, guys!


__ADS_2