Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2: 2. Siapa yang merebut?"


__ADS_3

Ketika dua hati saling tulus mencintai, mereka akan selalu temukan cara untuk tetap bertahan, tidak peduli betapa sulitnya untuk terus bersama.  Kesalahan di masa lalu adalah suatu pelajaran untuk tidak dilakukan di masa depan.


Jangan pernah bilang, "Aku menyerah... semua terserah padamu!  JIka kamu benar-benar sayang padaku,  Bantu aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Terkadang Tuhan memperkenalkanmu padanya bukan untuk ditakdirkan bersama untuk selamanya tapi hanya untuk menemani harimu dan menghapus luka di hatimu.


 


*****


Malam itu Sabrina tidak bisa tidur. Di kepalanya masih berputar bayangan kejadian di masa lalu ketika ia datang ke rumah Soffie bersama Ardi, diingatnya ekspresi Soffie yang terkejut dan malam itu Soffie hanya diam tidak banyak kata. Bodoh sekali , aku. harusnya aku bertanya pada Soffie saat itu, bukan malah asyik bercerita dengan tidak peduli pada ekspresi. Mereka adalah sepasang kekasih, jadi waktu itu aku yang merebutnya. Soffie berusaha menghindariku semenjak aku mengajaknya makan bersama dulu.  Bodoh... benar-benar bodoh.


Sabrina menengok ke wajah suaminya yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Sanggupkah ia melepaskan suaminya ini. pria yang mau menerima dirinya meskipun dirinya berusia beberapa tahun di atasnya. Ardi memiliki wajah yang nyaris sempurna, bahkan kata Yunita, di kampus , suaminya adalah dosen favorit. Pasti banyak mahasiswa yang mengejarnya.  Apakah Ardi akan setia padanya ketika ia semakin tua, sedangkan dirinya belum memiliki anak yang dapat menjadi penguat hubungan cinta mereka.


Malam semakin larut, Sabrina masih belum tidur, ia ingin meminta kejelasan dari Soffie yang dianggapnya membohonginya.  Tapi bagaimana, bukankah Soffie sudah menikahi David dan memiliki kehidupan rumah tangga yang sempurna. Aku akan menemuinya besok. Ditariknya nafas kasar dan dipejamkannya matanya....... namun tidak ada beragam kejadian yang menunjukkan kebodohannya berputar,   Wajah Lily yang tersenyum padanya dan menceritakan hubungan palsunya. Bodoh sekali aku. Semua teman Soffie bersekutu membohonginya, padahal ia sangat mempercayai mereka semua.


Dalam tidurnya Ardi sedang bermimpi, Sabrina yang menangis dan berkata padanya:


" Aku menyerah pada rumah tangga kita... semua terserah padamu....


" Sasa, Aku mencintaimu,... Soffie hanya masa laluku... Bantu aku untuk melupakannya...jika kamu benar-benar sayang padaku... bantu aku untuk menjadi pria yang bertanggungjawab padamu dan pada  anak kita.. Jangan tinggalkan aku Sasa...


 


 


*****


Hari ini Soffie sedang menengok rumah baru mereka di bilangan Kebayoran. David merasa Apartemen mereka akan sempit jika Dean semakin besar dan memerlukan ruangan dan halaman untuk beraktifitas. Hal ini dirasakan David bahwa putra mereka perlu bermain di luar apartemen yang hanya berdinding kaca dan akan menjadi anak yang kuper jika tidak mengenal kehidupan luar. Untuk itu David mengajak keluarga kecilnya untuk mulai tinggal di perumahan yang memiliki halaman yang cukup luas dan mampu membuat anaknya nanti berlarian dengan puas dan menikmati udara tidak dari balik kaca.


Soffie berbahagia dengan kegiatan perabot dan ornamen lainnya di rumah  baru dan sedang mendekorasinya sesuai keinginan Soffie. Hari ini David tidak mengantarnya melihat rumah mereka karena kesibukan David di kantor. Soffie hanya bersama dengan mama Jeany, Dean dan pak Kidi. Mereka sedang mengawasi para pekerja yang sedang mengatur dan menyiapkan rumah barunya agar siap ditempati nanti


Tiba tiba Handphone Jeany berbunyi dan di layar HP tertulis nama Sabrina.

__ADS_1


" Iya Sa..  kemana aja kamu, sudah lama kita gk ketemu?" Tanya Mama Soffie dengan riang.


"Mbak... kita bisa ketemuan... maksudkan mbak dan Soffie... saya mau ngobrol-ngobrol saja


" Datanglah sa... kami lagi di rumah Soffie yang baru di daerah kebayoran,  Apa gini aja... Mbak akan  minta pak kidi jemput kamu?"


" gak usah mbak... aku ke sana saja. bilang Soffie untuk share lock aja , mbak.


" Baiklah... ditunggu ya, makan siang disini aja sekalian.


"Iya  mbak Jeany.


 


 


*****


Soffie yang sedang menggendong Dean, tersenyum memandang tantenya dan segera ia berdiri dan menyambut kedatangan tantenya itu.


"Tante Sabrina.... apa khabar?"


"Baik, Soffie,  mana mamamu? "


" ada di dalam , lagi merapihkan dapur... ayo masuk tante Sasa.


"Rumahmu bagus, phi... gimana kapan mulai ditempati? David kerja ya?


" Iya tante, Kak David masih sibuk di kantor, Katanya, mungkin bulan depan, sekalian papa mertua pulang dari Kanada, sehingga biar rame... ini lagi diberes-beresin dulu tante. Tante juga bisa menginap di sini. ada beberapa kamar untuk tamu juga, cuma sekarang belum beres.


Soffie mengajak Sabrina untuk ngobrol di ruang tengah, dan Jeany sudah menyiapkan minuman dan cemilan sehingga suasana ngobrol mereka makin menghangat. Dean yang tertidur pun diletakkan Soffie di kamar. Mereka mengobrol dengan penuh keakraban hingga Sabrina memulai perkataan serius dengan Soffie.


" Soffie, aku mau kamu jawab jujur ya!"

__ADS_1


" Eh ada apa tante Sasa... aku jadi takut nih...," Jawab Soffie dengan tersenyum santai.


" Apakah aku merebut Ardi darimu? " Tanya Sabrina dengan sorot mata tajam


Soffie terkejut mendengar pertanyaan Sabrina dan ia bingung menjawabnya. Soffie terdiam. Demikian juga Jeany, mama Soffie yang terkejut mendengar pertanyaan adik bungsunya itu.


"Ada apa ini, Sa? Siapa merebut siapa?" Tanya Jeany dengan penuh kebingungan.


" Jawab saja Soffie... jawab dengan kejujuran.. hentikan kebohonganmu!!! Aku sudah tahu semuanya sekarang..


"Tante tahu darimana?" Tanya Soffie dengan penuh ragu. Ia bingung darimana ia harus bercerita. Apakah sekarang saat yang tepat. Soffie sangat berharap tante sabrina tidak pernah mengetahui kebenaran hubungannya dengan pria yang sekarang menjadi suami tantenya.


"tidak perlu tahu darimana... jawab yang jujur , Soffie!"  Hardik Sabrina dengan nada tinggi.


" Tante.... itu masa lalu.


"Jawab pertanyaanku, jangan berbelit-belit... apakah benar... dulu Ardi kekasihmu? Apakah aku merebutnya dari mu?  Jawab Soffie !! Jangan pasang wajah polosmu itu!"  Aku benci dibohongi kalian...


" Iya tante... maafkan Soffie, " Jawab Soffie.


Jeany dan Sabrina diam terkejut mendengar jawaban Soffie. Sabrina terluka mendengar jawaban yang sudah diprediksinya.  Jeanny menangis dan berkata pada putri satu-satunya.


"Kenapa kamu gak pernah cerita sama mama, Soffie... kenapa? kenapa kamu membohongi mama dan tantemu?  apakah tidak bisa kamu menceritakan yang sejujurnya...."Kenapa? "teriak Jeany dengan penuh histeris.


" Mama dan tante Sabrina, maafkan Soffie... dulu Soffie bingung bagaimana bercerita... tapi Soffie akan ceritakan semuanya... itu semua  masa lalu ..... mohon percayalah pada Soffie, mama dan tante... jadi waktu Tante Sasa dan Om Ardi datang ke rumah di Pejaten pertama kali, itu Soffie baru tahu... karena kami lost kontak... Dulu memang kami berpacaran, namun kami berpisah karena Om Ardi mendapat beasiswa ke Singapura....om Ardi tidak pernah menghubungi Soffie selama di Singapura, tiba-tiba setelah beberapa tahun,   Tante Sabrina datang ke rumah dan mengenalkan suaminya... disitu Soffie baru tahu.... maaf tante , bukan maksud Soffie berbohong tapi... Soffie juga bingung bagaimana menceritakannya.... Lagipula itu kan sudah berlalu tante... kami sudah lama tidak berhubungan ... Soffie bercerita yang sebenarnya.


"jadi benar... aku yang merebut Ardi darimu, Soffie?


"Tante Sasa dan Mama ... Maafkan aku yang pernah tidak jujur, tapi percayalah semua itu sudah berakhir.  kami tidak berjodoh, kehidupanku sudah bahagia dengan Kak David , aku berharap tante juga bahagia dengan om Ardi. Mungkin aku mengenal lebih dahulu Om Ardi, tapi terkadang Tuhan mengenalkan aku  dengan seseorang bukan untuk ditakdirkan bersama tapi hanya untuk menghapus luka di kehidupan masa laluku. Om Ardi itu sepenuhnya milik tante Sasa... Soffie tidak pernah mengganggu kehidupan rumah tangga tante, jadi Soffie mohon , tante bisa melupakan masa lalu kami... tidak ada yang special terjadi ke kehidupan kami.


Sabrina dan Jeany berpelukan dan masih dengan menangis, Soffie memeluk kedua wanita itu bersamaan. Maafkan Soffie , ....mama dan tante Sabrina, maaf  pernah tidak jujur terhadap kalian.  Ardi hanya masa laluku yang salah. Aku tidak bisa  untuk menceritakan bahwa Ardi berulangkali mengajakku kabur dan meninggalkan kalian. Maaf.... tidak sepenuhnya berkata jujur.  Soffie berharap kehidupan tante Sabrina dapat bahagia juga seperti dirinya dan David.


Bagi Soffie, David dan Dean adalah segalanya di kehidupannya. Ardi hanyalah masa lalu yang harus dihapus dari kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2