Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 44. Permintaan Camer


__ADS_3

Jika kamu sudah tidak berkenan lagi padanya, ingatkan dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti hatinya. Jika kamu sudah tidak mencintainya lagi, maka kembalikan dia baik-baik pada kami, apapun yang terjadi padanya, kami pasti menerimanya.


 


 


*****


" Oh iya Aa.... tadi ayah berpesan padaku... ayah mau bicara pada Aa hari ini ... apakah Aa ada waktu ?" Jawab Amara sambil melepaskan pelukan dari Jajang.


"Eh ada apa nih... ayahmu tidak akan berubah pikiran soal merestuiku untuk menikahimu kan?"


"Kayaknya sih gak Aa... semalam aku bercerita sama Ayah soal perkelahian Aa dan Fahri di kantor dan itu  membuat Aa harus berurusan dengan polisi. Ayah sangat khawatir Fahri bertindak macam-macam padaku... hari ini saja ayah memintaku cuti dan tidak ke kantor dahulu... emh ...kata ayah tadi... apa tidak sebaiknya pernikahan kita dipercepat gitu sih A?"


"Benarkah?"Kalo dipercepat itu lebih baik jadi aku bisa lebih leluasa menjagamu ..."Jawab Jajang sambil tersenyum bahagia sekali. "Tapi kamu mau gak menikahiku , Amara ?"


Amara tersenyum dan hanya mengangguk. " Aa.. kita makan dulu yuk, sebelum ketemu Ayah...


"Bentar dulu mara... ini penting bagiku !"  kita makan setelah ngobrolin masa depan kita. Aku mau setelah kita menikah, kamu tinggal disini di rumahku....rumahku memang tidak sebesar rumah kedua orang tuamu... tapi kurasa rumahku ini akan nyaman untuk kita tinggali, bagaimana ?"


'Aku akan ikut sama Aa kemanapun Aa tinggal asal ...


"Asal apa ? "Potong Jajang dengan penuh rasa ingin tahu.


"Asal Aa hanya menjadikanku satu-satunya istri... dan Aa tidak boleh selingkuh.... sekali Aa selingkuh maka aku pergi dari hidup Aa dan kalo aku sedang hamilpun pasti aku akan pergi dari Aa...


"Aku tidak akan menduakanmu, sayang .... pegang janjiku  !"  JaJang menjawab dengan tulus dan menarik Amara kembali ke dalam pelukannya. " Aku itu sangat mencintai kamu, Amara.... aku akan melakukan apa saja untukmu... makanya aku takut Fahri merebut kamu dariku.... Jadi jika Ayah memintaku untuk mempercepat pernikahan kita... maka aku pasti mau... kalo perlu hari ini juga , Amara agar kita legal dan tidak ada yang bisa mengambil kamu dariku lagi....


" Terimakasih Aa... Aku juga cinta sama Aa... "Jawab Amara dengan lirih. Amara mendorong tubuh Jajang agar tidak terus memeluknya. "Sudah ya  Aa... ntar kita khilaf... kita makan dulu yuk...


"Makan kamu boleh gak ?" Goda Jajang pada Amara sehingga membuat wajah Amara bersemu merah.


"Gak... kita belum syah..." Jawab Amara sambil bangkit ke meja makan, Jajang mengikutinya sambil terkekeh.


 


*****


Mobil Amara di bawa sopir pulang ke rumah,sedangkan Amara  memilih bersama Jajang di mobil milik Jajang. Sepanjang jalan menuju rumah Amara mereka saling tersenyum bahagia. Jajang memundurkan rencananya untuk diurut karena baginya lebih penting menemui Ayah Amara terlebih dahulu. Masalah kakinya bisa dilakukan nanti malam. Akibatnya langkah kakinya sedikit membuat kurang nyaman namun ia memilih mengabaikannya untuk masa depannya.

__ADS_1


Ketika memasuki rumah Amara . Ayah dan Ibu Amara sudah menunggunya di ruang tamu. Jajang tersenyum ramah pada sang calon mertua. Meski sudah mengetahui maksud Ayah Amara, tapi Jajang agak grogi .  Ia harus menghadapi orang tua Amara sendiri. Bulan lalu Ayah dari Jajang sudah menemui Ayah Amara untuk melamar dan berdasarkan hasil pertemuan itu, pernikahan mereka akan dilangsungkan 2 bulan lagi. Orang tua Jajang berada di Bandung. Ayah dan ibu tirinya. Ibu kandung Jajang sudah lama meninggal ketika Jajang masih SMP dan karena kesepian, Ayah Jajang menikah lagi 10 tahun yang lalu, sehingga Jajang memiliki dua adik yang masih kecil dan masih bersekolah di SD kelas 3 dan kelas 5.


"Selamat pagi om dan tante. "Sapa Jajang ketika memasuki rumah Amara.


Amara segera mencium tangan Ayah dan ibunya dan perbuatannya diikuti oleh Jajang yang mengikuti langkah Amara, karena tak lama lagi kedua orang tua itu akan menjadi orang tuanya juga.


"Duduklah nak Jajang... hari ini kamu juga cuti ?"


"Iya Om. " Jawab Jajang pendek dan ia memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan Ayah, dan Amara duduk di sebelah Jajang.


"Gimana keadaanmu, nak Jajang ? " Apakah ada yang terluka karena katanya kamu berkelahi kemarin... itu di pelipis kanan ya kelihatan agak memar  "Tanya ibu Amara dengan khawatir.


"Gak papa ko tante, hanya sedikit luka ... namanya anak laki-laki.. kasih betadine doang juga baik...


"Sama kakinya si Aa... agak terkilir jadi ntar malam mau diurut , Bu, " Jawab Amara menambahkan.


"Eh kalo mau urut... ntar ibu panggil Pak Bandi aja... dia itu hebat... atlet aja panggil dia untuk urut, besok itu atlet bisa bertanding lagi... sebentar ibu telponin... biar dia kesini ya!" nanti kamu diurut di kamar Alvin saja... sebentar ibu siapkan tempatnya....


"Aduh ... Saya jadi merepotkan, tante.... tapi mungkin itu lebih baik tan.. biar besok saya  bisa langsung bekerja.  Terimakasih tante... maaf saya jadinya merepotkan"


"kamu ini Jang...kayak bukan anakku saja... sekarang panggilnya ibu dan ayah saja seperti Amara ya... kan nanti juga kalian akan menikah.


"Ayah... ibu telpon pak Bandi dulu ya...


"Ya bu.  Nak Jajang, gimana hasil pertemuan kamu di kantor polisi kemarin?"


"itu om... emh  kemarin  saya ...


'Kan kata ibu sudah suruh panggilnya Ayah dan ibu... " potong Ayah.


"Maaf Ayah...  saya terlupa.... kemarin saya diminta menandatangani berkas bahwa saya harus jaga jarak dari Fahri demikian juga Fahri, namun khusus Fahri diminta jaga jarak juga dari Amara dan dilarang untuk hadir di STIE "putra Bangsa ".


" Terimakasih nak Jajang sudah menjaga kehormatan anakku. Aku bersyukur kamu berusaha menjaganya.... meski akhirnya membuat kamu harus berurusan dengan polisi... terimakasih jang.


"Sama-sama Ayah, itu sudah tugasku sebagai kekasihnya.


"Jang.... ayah punya permintaan semoga kamu dan keluargamu  tidak keberatan ... bagaimana kalian menikah siri dulu agar syah menurut hukum agama dan pesta pernikahan sesuai rencana kemarin, Apakah kira-kira kamu dan  orang tuamu keberatan jika Ayah memintamu menikahi Amara di Sabtu ini ? "


" Ayah , kalo saya tidak keberatan bahkan saya bahagia sekali jika semakin cepat menikahi Amara tapi mungkin Orang tua saya agak sulit datang jika mendadak, karena Ayah saya itu karyawan di perusahaan yang tidak libur di hari Sabtu... tapi akan saya tanyakan... tapi intinya saya tidak keberatan ko... sebenarnya surat-surat di KUA itu sudah beres tapi mungkin tinggal gedung resepsi saja yang gak bisa dimajukan..

__ADS_1


"Baiklah nak Jajang... terimakasih atas kesediaanya... saya hanya khawatir Fahri nekat dan memang saya meminta Amara untuk cuti dahulu .... Amara kamu cuti saja sampai senin agar mempersiapkan pernikahanmu...


"Baik Ayah...


"Nak Jajang dan Amara, anakku... nanti jika kalian sudah menikah... ingatlah rumah tangga itu tidak hanya manis saja yang kalian lalui... akan ada banyak masalah yang muncul.... karena kalian berasal dari dua keluarga yang berbeda yang memiliki kebiasaan yang berbeda... jadi jika kalian berantem.. segeralah dibicarakan.. jangan menunda masalah kalian berlarut-larut.... sebelum matahari pagi muncul lagi... kalian harus sudah akur...


"Baik ayah terimakasih atas nasihatnya, "Jawab Jajang sambil menggenggam tangan Amara.


 " Dan kamu Amara harus patuh pada suamimu... ikuti segala perintahnya.... jangan bertindak semaumu saja... ingat  ketika kamu kemanapun, kamu harus mendapat ijin dari suamimu...


"iya Ayah..., "Jawab Amara sambil menunduk. Jajang tersenyum memandang kekasihnya yang diberi nasihat oleh ayahnya. Namun ucapan Ayah membuatnya berpaling dan  berkonsentrasi kembali pada calon Ayah mertuanya.


'Satu hal yang terpenting, Nak Jajang...Jangan sakiti hati Amara, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami, sebagai orang tuanya,  Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami.  Aku percayakan anak perempuanku satu-satunya  kepadamu , Jajang..... Kami benar-benar percaya padamu, Jajang , karena bersama pria yang bertanggungjawab berarti terjagalah kehormatannya..... Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.... Dia terkadang lupa dan suka mengambil keputusan seenaknya.... sekarang kamu  sebagai imamnya seringlah mengingatkannya.


"Baik Ayah.... saya akan menjaga Amara dengan penuh kasih... terimakasih atas kepercayaan yang ayah berikan padaku... saya akan bertanggungjawab atas Amara dan keluarga kami nantinya ... saya juga berjanji pada Amara bahwa ia hanya akan jadi satu-satunya pendamping hidup saya, " Jawab Jajang dengan tegas dan menatap dengan penuh keyakinan pada calon ayah mertuanya.


 


 


 


*****


 


 


 


 


 


Happy Reading Guys.....  Boleh tinggalkan komentar/ poin/ like/ hadiah untukku.... tapi diatas semuanya itu, terimakasih kalian semua sudah membaca karyaku. Tuhan berkati kalian semua. Love you. All.


 


 

__ADS_1


__ADS_2