
Motivator terbaik dalam hidupku sekarang adalah makluk munggil yang lahir dari rahim istriku, ... jagoan kecilku yang belum mampu berkata-kata, namun mampu memberikan energi yang memicuku semangat dalam menghadapi tantangan hidup.
*****
David masih terlelap dibalik selimut ketika Dean menangis terbangun mencari mamanya. Tangisan itu membuat Soffie yang masih berada di luar kamar segera memasuki kamar dan menemui pria kecilnya yang sepagi ini sudah membuat kehebohan di rumah Baru mereka.
"Sayang ...ko sudah bangun... , "Sapa Soffie melihat pria kecilnya masih menangis di box bayi dan sudah mengulurkan tangannya meminta di gendong. Soffie menarik Dean yang masih menangis karena meminta meninggalkan box yang mengurungnya.
Tangisan Dean yang cukup kencang membuat David yang masih belum berpakaian setelah pergulatan panas mereka semalam menjadi terjaga.
"Hei... jagoan papa!" Kenapa pagi-pagi sudah berisik ?" tegur David dengan setengah sadar.
Dean yang baru terbangun dan mendengar suara papanya segera menunjuk papanya seraya meminta ditaruh didekat papa yang dirindukannya. Soffie mengikuti kemauan Dean, karena Dean begitu melihat papanya pasti dia akan terus mengekori papanya.
Begitu Diletakan diatas ranjang yang terdapat David masih berbaring di balik selimut, pria kecil itu segera merangkak menuju tubuh papanya dan menarik narik rambut dan memukul pipi papanya yang saat itu masih terpejam matanya dan masih bermalas-malasan di atas ranjang.
"Papa.. papa, ... ayo bangun ," Ujar Soffie membantu Dean berbicara karena pria kecil itu belum mampu berbicara dan hanya bergerak menarik rambut papanya dan membuat mata David akhirnya terbuka. Ditariknya Dean dan dipeluknya erat-erat anak lelakinya.
"Cup... cup...cup " ciuman David pada Dean yang membuat kedua pria itu tertawa renyah sekali.
"Dean, kamu ini semangat papa untuk bekerja dan untuk cepat pulang ke rumah.... cup.. cup... cepat gede donk biar ada teman papa berenang di belakang. Mamamu cuma mau menemani papa berenang di ranjang, " Ujar David dengan jahil seraya melirik istrinya yang memperhatikannya menciumi anak mereka.
"Ish... papa nih...masa ngomong gitu sama anak kecil !" papa masih ngantuk yach, kecapean?" atau sudah siap-siap mau kerja nih, jadi aku akan siapkan pakaiannya
"Bentar... 5 menit lagi , aku masih ingin bermain dengannya, setelah semalam puas bermain dengan mamanya," Kata David sambil menarik Soffie ke pelukannya sehingga kedua ibu dan anak itu berada di pelukannya.
'Ach... Hubbie, " Ujar Soffie terkejut karena David menarik dirinya tiba-tiba sedangkan Dean hanya tertawa bahagia melihat papa dan mamanya berada di ranjang yang sama dengannya dan tersenyum memandangnya.
"Phie... aku bahagia dengan keluarga kita... bagiku yang terbaik adalah bersama kamu dan Dean. Sebentar lagi ada adik-adik nya Dean... kita akan membesarkan mereka bersama-sama. Kumohon... kamu harus sabar terhadapku, terkadang memang aku tidak bisa mengendalikan emosiku tapi...bagiku kalian adalah segalanya dan Dean adalah penyemangat kerjaku.. Jadi aku harus bekerja keras untuk kalian... Kuharap kamu harus paham dengan kesibukannku, maafkan aku yang jarang menemanimu di rumah... bentar lagi kalian harus mengikutiku ke Kanada, karena kita harus bergantian dengan papa... kita tinggal di sana 2 bulan ya?"
"Bie... aku dan Dean akan ikut Hubbie kemanapun Hubbie pergi... terimakasih telah bertanggungjawab atas hidup kami... aku gak papa hubbie sibuk tapi aku gak mau kalo hubbie punya istri yang lain... aku takut kehilangan Hubbie, apalagi sekarang aku makin gendut dan ...
" Hei... Bagaimana aku mau punya istri lagi... satu istri aja sudah membuat aku puas di ranjang dan ditambah ada pria kecil ini yang akan menjadi pelindungmu ! " Lihat saja dia akan cemburu jika aku menciummu di depannya!" Lihat saja ... "Ujar David dengan santai sambil akan mempraktikan ucapannya.
David yang berbaring di ranjang dengan di sebelah kanan terdapat istrinya, Soffie dan disebelah kirinya Dean yang sedang sibuk berbaring di atas tubuh papanya. Pria kecil itu amat menyayangi papanya tapi juga mencintai mamanya.
Tangan kanan David yang berada di balik punggung Soffie dan ia bergerak sedikit memiringkan kepalanya untuk mencium bibir Soffie sambil membiarkan Dean di atas tubuhnya. David menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya dengan pagutan lembut dan Dean yang diatas tubuhnya segera bergerak. Tiba-tiba sebuah pukulan ada di pipi David bertubi-tubi dari pria kecil itu.
__ADS_1
"Plak .. Plak... Plak...,
"Aww.... bener kan phie... dia tidak rela aku menciummu !" Kata David sambil memandang pria kecilnya yang melepaskan pelukannya dari papanya dan beralih ke mamanya.
Pria kecil itu memandang tidak suka pada papanya yang sembarangan mencium mamanya. Ia memeluk Soffie dengan erat dan memandang sinis pada papanya. David tertawa melihat pria kecilnya menjaga Soffie dengan pukulan kecilnya.
"Kamu akan menjadi seperti papa yang kuat dan berani, Dean!" Ujar David sambil menarik tubuh Dean dari Soffie. Namun pria kecil itu masih marah padanya seakan David akan merebut mamanya.
"Hei... dia istriku, kau tidak boleh sembarangan memeluknya," Kata David sembari pura-pura marah pada Dean dan menunjuk-nunjuk pria kecilnya. Dean tetap memeluk erat Soffie dan pandangannya tidak takut pada David.
"Sudahlah bie... masa sama anak sendiri gak mau ngalah..."Ujar Soffie menengahi karena tak tega melihat Dean yang sudah mulai mau menangis dan siap memukul papanya kembali.
David tersenyum. Ditariknya Soffie dan Dean dalam pelukannya. Diciumnya mereka kembali sebelum ia berpakaian dan menuju kamar mandi untuk melakukan aktifitas hariannya dan harus ke kantor siang nanti.
*****
Suasana di meja makan terasa ramai. Hari Papa Bagus dan Mama Susana masih menginap di rumah David, demikian juga mama Jeany, mereka makan bersama dengan sukacita. Hal yang jarang dilakukan karena kesibukan Papa David sehingga mereka jarang berkumpul.
David dan Soffie duduk di seberang mama Jeany . Sementara Dean sedang dipangku oleh Susana yang merasa jarang bertemu cucunya sehingga ia meminta dirinya yang menyuapi Dean.
"Ya... ada apa?" Kata Papa Bagas. "Apakah ada masalah di Jakarta?"
"Bukan pa.... sebentar lagi Dean akan punya adik.."Ucapan David disambut oleh teriakan sukacita dari mama Jeany dan Mama Susana yang ada di meja makan. Mereka semua terkejut mendengar berita bahagia itu.
"sudah berapa bulan phie, "tanya mama Susana dengan penuh semangat!"
'Belum tahu mam... kami akan mengecek ke dokter ntar siang !
"Dav... apakah kamu bisa ke kanada? Atau gini deh kamu tetap di sini aja... mengingat kandungan Soffie yang pertama lemah , "Ujar papa bertanya dengan ragu karena waktu Soffie hamil Dean, ia terpaksa harus bed rest.
"Nanti sepulang dari dokter ya pah, keputusannya... tapi seandainya aku harus ke Kanada, aku harus bawa Soffie dan Dean sekarang... jadi mereka akan ikut kemanapun aku pergi!"
"Baiklah... kamu kabari papa. Soffie, kamu jangan terlalu lelah... Apa perlu kita punya Baby sitter untuk Dean,.. Phie?'
"tidak usah papa... aku bisa menjaganya... dirumah ini tidak ada pekerjaanku selain bermain dan menjaga Dean... aku merasa sehat dengan kehamilanku sekarang... tapi mudah-mudahan juga begitu ya hasil pemeriksaan dokter nanti siang.
__ADS_1
*****
Soffie segera merapihkan pakaiannya dan segera bangkit untuk duduk disamping suaminya yang menanti di meja pemeriksaan milik Dokter Johana spesialis Kandungan yang khusus membantu proses kelahiran Dean dahulu.
"Usia Kandungan bu Soffie sekarang sudah 12 minggu, untuk kehamilan yang ini Bu Soffie tampaknya lebih fit dan nyaman... mungkin sudah pengalaman dan jadinya aman jika Bu Soffie ingin mengikuti perjalanan Pak David ke Kanada minggu depan. Saya bekali vitamin ya Pak David.
"Baik Dok !"
"Oh yach... ada hal yang penting.. jaga pola makan dan kurangi garam ya bu... dan emh... maaf... mohon berhubungan jangan terlalu sering ya... cukup seminggu sekali.. gunakan pengaman ya !"
Soffie terkejut dan malu sekali mendengar perkataan Dokter Johana sementara David hanya tersenyum santai dan memeluk istrinya dengan penuh kebanggaan. Semalam mereka melakukannya tanpa pengaman. Huff !!"
Sepulang dari Dokter kandungan, mereka kembali pulang di rumah baru David dan Soffie. Kedua orang tua David dan Mama Jeany menunggu kedatangan Soffie dengan harap-harap cemas di ruang keluarga. Sementara Dean masih asyik duduk di pangkuan opanya. Ketika Soffie memasuki ruang tengah, mama Susana langsung menyambutnya.
"Gimana phie?" Apa kata dokter?'
"Aku hamil 12 minggu mama dan katanya aku boleh ikut Kak David ke Kanada...,"Kata Soffie sambil memandang mertuanya yang tersenyum pada menantu satu-satunya . Sementara David yang baru memasuki ruang tengah tersenyum ketika melihat mama Susana sedang memeluk Soffie.
Dean yang melihat kedatangan David langsung turun dari pangkuan opanya dan berlari menuju kaki papanya. Dipeluknya kaki David,sehingga David menarik pria kecil itu dan menggendongnya. David duduk di sebelah papanya sambil menggendong dean.
"Aku minggu depan ke Kanada, Jadi papa yang di Jakarta, dokter bilang Soffie dalam keadaan fit dan diijinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
"Jaga mereka dengan baik Dav... kamu harus semakin bertanggungjawab pada keluargamu!"
"Ya papa...
*****
Happy Reading guys... Hai temasn....adakah yang kangen Dilla?" bentar lagi yach mereka akan bertemu di Kanada nih... tunggu ya...!! Bolehkan berikan komentar/ saran/like untukku, thanks a lot ya.... Salam sehat selalu teman-teman!"
__ADS_1