
Sahabat sejati bukanlah mereka yang memiliki banyak persamaan, tapi mereka yang memiliki pengertian
terhadap setiap perbedaan dan tetap respek terhadap di setiap perbedaan.
Sahabat itu akan ada untukmu tanpa pernah ada keraguan sedikitpun.
Jajang baru tiba di rumahnya pada sore hari. Seharian ini ia menghabiskan waktu di rumah orang tuanya Amara untuk mempersiapkan pernikahan mendadaknya dan tak lupa mengurut kakinya yang terkilir akibat perkelahian dengan Fahri . Tubuhnya merasa nyaman dan mampu beraktifitas kembali esok serta mengajukan cuti mengajar untuk hari jumat dan senin. Hari Jumat pagi ia berencana menjemput keluarga Ayahnya di Bandung dan senin akan beristirahat setelah mempersiapkan proses pernikahannya yang mendadak
Orang tua Jajang dari Bandung akan dijemput Jajang di hari Jumat pagi dan pada sore hari sudah kembali lagi ke Jakarta. Ayahnya sempat khawatir mengapa pernikahannya dimajukan namun setelah mendengar penjelasan Jajang, Akhirnya ayahnya mengijinkan dan mbersedia dijemput. Ia teringat akan teman-teman rumpiesnya yang belum mengetahui perubahan rencana pernikahannya yang dimajukan
Dibukanya chat di whats apps grupnya. Ia mencari Rumpies Grup, ia harus menginformasikan perubahan rencana pernikahannya. Emh… mungkin Soffie tidak bisa hadir karena ia masih di Ottawa.
Jajang : Guys… ada perubahan rencana nih… pernikahan gue yang semula 2 bulan lagi harus dimajukan menjadi Sabtu besok tanggal 12…. Bisakah kalian hadir untuk mendampingiku … kecuali Soffie mungkin tidak bisa hadir karena masih di Ottawa?
Lily : Kenapa dimajukan Jang ?... Elo digerebeg Satpam ya… ketangkep ya.... sehingga harus segera menikah … apa yang terjadi sebenarnya ?
Jajang : Ih si Lily... ngaco banget deh ......Camer gue minta dipercepat… ini karena kondisi ibu camer yang kurang sehat dan juga mantan Amara ngejar- ngejar ngajak balikan mulu sama Amara … jadi ayah camer minta gue untuk segera mensyahkan anaknya… elo ama Josh bisa hadir , Lil ?’
Lily : Josh lagi tugas di Papua, Jang… gue ke rumah elo pagi-pagi yach .. . gue bantuin make up elo dan keluarga elo deh… eh ayah dan ibu elo kapan mereka bisa datang dari bandung ?”
Jajang : iya… rencana gue jemput ayah dan keluarganya Jumat pagi… Lil… emh.. Apakah elo bisa bantu cari kebaya sewaan untuk ibu dan adik perempuan gue yang masih kelas 5 sd?” Karena kebaya pesanan yang sebelumnya itu lho yang rencananya seragam bareng keluarga Amara masih belum jadi, dan katanya baru di bulan depan itu stelan kebaya pada jadi… dan kata tukang jahit kebaya gak bisa dimajuin penyelesaiannya… gue gak enak sama ibu sudah jauh-jauh dari Bandung.. tadi dia bilang belum tau mau pake baju apa , nah masa tanya gue… ya gue bilang aja…ntar sewa di Pasar Sunan Giri aja deh... kan banyak tuh disana... kamu bisa bantu gak lily ?
Lily : Oke… elo mau gue cariin warna apa ? Apakah badan ibu dan adik elo itu kurus atau gemuk... fotoin dong... atau kamu kirimkan no telpon ibu/ ayah yang di Bandung deh... ntar gue telpon dan ngobrol sama mereka deh... kamu kasih tahu ya
Jajang : Ya..ntar gue kirim, kalo soal warna sih terserah kata Amara sebaiknya warna senada dengan warna ibunya… Lil, ntar ibu Amara akan pakai kebaya biru muda, kalo amara pake kebaya putih… ini ribet amat ya... cewek yang diurus dari pagi kostum aja.... kalo gak karena gue yang nikahan.. gue gak mau nih ribet... tapi menurut kamu aja deh bagusnya gimana? Ibuku itu orangnya nrimo dan gak banyak gaya.
Lily : Oh oke… berarti aku cari yang ada biru muda…mungkin beda motif..
Henry : Jang… kata Santika ia ada stok beberapa kebaya biru setelan untuk ibu dan anak karena di rumah orang tuanya ada banyak kebaya yang suka dia sewakan katanya gratis kalo elo mau…. Kalo kamu gak keberatan dia bersedia membantu memakaikan kebaya untuk ibu dan adelo, ntar Jumat malam kami ke tempatmu, untuk fitting baju, gimana ?
Lily : Bagus juga Jang... jadi kebaya pake dari Tika aja...ntar Jumat malam gue kesana deh bantu untuk memilihnya.... sekaligus mencari apa yang belum siap...
Jajang : Wah ini luar biasa sekali....terimakasih semuanya guys... ini lebih hemat… ha.. ha… jadi kebaya dari Tika, dan make up dari Lily… wah thanks banget guys…. Eh ntar pas Sabtu pagi kalian sudah di rumahku ya… kita semua berangkat ke rumah Amara jam 09.00 dan acara lamaran dimulai pukul 10.00.
Lily : Aku datang jam 5 . 30 ya Jang… untuk make up ibu dan adikmu karena make up itu harus dari pagi … kalo kamu yang penting mandi yang bersih ya…cukur tuh kumis biar klimis…ha…ha…
Akhirnya Soffie pun join ke grup itu karena mendengar dentingan handphonenya cukup nyaring dan berulang-ulang. ia cukup terkejut membaca pembicaraan grup rumpiesnya yang membahas pernikahan mendadak sahabat baiknya.
Soffie : Jajanggggg......... si jangkrik…. Kenapa harus dimajukan sih ? Kan aku masih di Ottawa,... aku ko gak bisa bantu sahabat baikku menikah... aku sedih gak bisa hadir ..... aku baru bulan depan pulang…. Aku kan gak bisa ada untuk kamu… aku jadi gak enak nih… kamu kan selalu bantuin aku…
Jajang : Yach phie… gimana lagi… gue kan harus memenuhi permintaan calon ayah mertua… Namanya juga menantu idaman…
Henry : Menantu idaman yang nyaris dipenjara …. Ha… ha…
Jajang : Sial lo, henry… bocor lo
Lily : Ada apa yang sebenarnya ,Jang ?” Kenapa Henry bilang elo nyaris dipenjara?”
__ADS_1
Jajang : Gue berkelahi dengan mantan Amara yang maksa Amara mutusin gue… jadi ya gitu gue hajar dia sampe babak belur dan itu sampe urusan polisi… tapi sudah beres ko, jangan khawatir ya Lily dan Sophie sayang… buktinya camer gue tetap mengijinkan gue untuk nikahin anaknya dan memaksa untuk mempercepat pernikahan.
Soffie : Terus keadaanmu gimana? Kamu terluka gak Jang ?” Bagaimana wajahmu.. waduh mau nikah ko babak belur sih ?” ntar jelek dong foto-fotomu.
Henry : Ya iyalah… sama-sama babak belur mereka .. tapi dia sok jagoan dan gak mau ke dokter… katanya Cuma kasih betadine doang... biar bengep tuh muka si Jajang...dan jelek di foto.
Jajang : Ih Namanya juga laki-laki, wajarlah lecet-lecet sedikit biar kelihatan macho...
Lily : Tenang Jang… besok gue tutup pake make up.. jadi biar elo kelihatan ganteng dan Amara tidak akan menyesal menikahi elo
Jajang : Thanks lil.
Soffie : Jang ntar Sabtu pagi, karena aku gak hadir, maka aku akan minta tolong Pak Kidi dan Ibu Martini yang akan menggantikanku untuk membantumu mempersiapkan semuanya… mereka berdua akan membantumu dari Jum pagi sudah stand bye di rumahmu… kamu kan repot , jadi biar Pak Kidi saja yang jemput Ayah kamu dari Bandung dan kalian gak usah khawatir dengan makanan dan transportasi ntar diatur oleh Pak Kidi dan Ibu Martini
Jajang : Waduh thanks banget, Phie… gila aja semua assisten David diturunkan… luar biasa banget…phie bilang sama David.. thanks ya… ini bantuan luar biasa untukku... kalian memang sahabat terbailk... kalian mensuport aku luar biasa. Thanks semuanya...
Soffie : Oke… akan aku sampaikan… aku sudah kordinasi sama Pak Kidi dan Ibu Martini… Sori ya Jang… aku gak bisa hadir karena David masih banyak pekerjaan disini dan dia tidak akan mengijinkanku pulang tanpa dirinya.
Jajang : Jangan khawatir, phie… doain aja acaranya lancar dan rumah tangga gue dapat bahagia seperti kalian semua.
Lily : Jangkrik apa lagi yang belum disiapkan ?”
Jajang : Entahlah… makanya aku tanya kalian… harusnya sih sudah siap.. seserahan sudah juga… pihak KUA juga sudah oke… Cuma pesta doang yang akan diselenggarakan 2 bulan lagi… jadi ini Cuma lamaran saja…rasanya gak enak kalo yang hadir Cuma keluargaku saja… Pamanku yang di Surabaya dan keluarga dari ibuku gak bisa hadir jika mendadak kan mereka ada di Palangkaraya... Jadi mereka semua akan hadir pas di pesta saja
Henry : Tenang Jang… kami akan support kamu… sekarang siapkan fisikmu dan mentalmu saja..
Jajang : Thanks Bro…
Soffie baru selesai menata meja makan ketika David tiba bersama Januar. Assisten David selalu mendampingi David hingga di penghujung hari dan memastikan David masuk ke apartemennya dengan selamat.
Soffie segera menghampiri David dan memeluk suaminya yang baru datang. David memeluk istrinya dan mencium keningnya.
“ Dean mana sayang… tumben gak menyambutku ?” Tanya David sambil mencari-cari pria kecilnya yang selalu heboh ketika ia pulang bekerja.
“Dia masih tidur… mungkin kelelahan… tadi kami habis berenang tadi, bie.
“Oh… apakah nanti dia bisa gabung jam 7 malam ini ... Kan kita akan sudah undang makan malam bersama keluarga Purnomo hadir untuk makan malam bersama kita …
“Bentar lagi aku akan membangunkannya… mungkin 20 menit sudah siap... Sekarang Mandilah dahulu... Januar, kamu gabung makan disini ya..
"Siap bu...
David segera memasuki kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Sementara Januar memilih memasuki ruang kerja David untuk membereskan berkas-berkas yang dibawanya dari kantor. Ia membawa pakaian ganti setiap hari karena terkadang ia suka menginap di apartemen David jika pekerjaan membuatnya bekerja hingga larut malam.
Tepat Jam 7 malam, Bell ruangan Apartemen David berbunyi dan madam alice mempersilahkan tamunya yaitu Angel dan Purnomo untuk makan bersama dengan keluarga David. Soffie segera menyambut kehadiran Angel di apartemen mereka.
__ADS_1
“Bu Angel… selamat datang di kediaman kami… maaf baru bisa mengundang kalian semua pada hari ini..
“Hai… aku senang kamu berhasil selamat, Soffie… pasti menakutkan kemarin ya.. "Jawab Angel sambil memeluk Soffie. Soffie dan Angel menjadi lebih akrab setelah pertemuan di taman. Mereka tidak pernah mengungkit masa lalu David dan Angel seolah saling menjaga sikap dan menghargai satu sama lain tanpa diminta siapapun.
“Iya… tapi untunglah semua sudah berakhir, “jawab Soffie sambil tersenyum ramah dan iapun menyalami Pak Purnomo yang berdiri di samping Angel
Suami Angel masih mendorong kereta bayi yang di dalamya terdapat seorang bayi perempuan yang cantik dan masih terlelap. Pak Purnomo seolah mencari cari sang Tuan rumah yang belum kelihatan batang hidungnya.
“ Mana Pak David, Bu Soffie ?” Akhirnya Pak Purnomo bertanya kepada nyonya rumah yang ramah.
“Sebentar lagi dia keluar, dia masih berbicara di telpon… ayo kita ke ruang makan. oh iya perkenalkan ini assisten David namanya Januar dan ini Madam Alice yang membantuku tadi memasak semua makan malam kita...
Ketika mereka di ruang makan, David segera masuk dan menghampiri para tamunya. Ia tersenyum ramah pada Angel dan kali ini memperkenalkan sebagai sahabat baiknya kepada Soffie.
“Selamat datang Pak Purnomo dan Angel di rumahku… terimakasih atas kesediaannya...maaf baru sempat mengundang kalian karena kemarin-kemarin kami mendapat musibah.......oh iya phie… Angel ini teman baikku
dulu dan kami sudah mengenal lebih dari 10 tahun ya’Gel?” Meski dia cerewet … dia itu banyak membantuku
selama di Jakarta dulu… dan kami bertemu disini ketika aku tiba bertukar tugas pertama kali dengan papa, Phie… dan ini suaminya Pak Purnomo yang bekerja sebagai kurator disini.... jadi kalo aku mau beli lukisan, maka aku pasti konsultasi dulu dengan Pak Purnomo.
Soffie , Angel dan Purnomo saling tersenyum mendengar David begitu gamblang menjelaskannya
“phie… ini baru David yang kukenal..bukan David yang waktu itu ketemu di taman… waktu itu kau sakit , Vid ?”
“Ya begitulah… aku habis dapat musibah kecelakaan… kemarin itu kami dapat musibah beruntun mulai aku kecelakaan dan ingatanku hilang, kemudian Soffie diculik…tapi untungnya semua sudah berakhir..
“Vid… benarkah pelakunya Dilla ?” tanya Angel dengan lirih. “Maaf… maafkan aku… bukan bermaksud ikut campur… tapi hanya menurut kasak-kusuk yang kudengar saja … itu Toshihiro yang menculik Soffie dan Toshihiro adalah suami Dilla dan anehnya tidak ada berita di TV ataupun rilis dari kepolisian Ottawa.. kamu sengaja menutupnya, Vid ?"
‘Biarkan saja berita kasak-kusuk itu ‘Gel …..Memang pelakunya Dilla dan suaminya… sudahlah ‘Gel… aku gak mau membahasnya…Ayo kita nikmati makanan… Soffie masak banyak untuk hari ini…ayo Pak Purnomo… biar kita serasa lagi di Indonesia… aku juga sudah lapar…
“Bener Pak David… sudah lama saya tidak makan-makanan khas Indonesia.. ada sayur lodeh, ayam goreng, ikan bakar, oreg tempe, ikan asin jambal roti , perkedel, sambal terasi dan cocktailnya es kelapa nangka dan ini ada kerupuk udang … wah luar biasa sekali Bu Soffie ini semua masak sendiri.. dapat dari mana ini semua bahan makanan?” Pak Purnomo terkagum-kagum melihat menu makanan yang disiapkan Soffie. Ia sudah lama tidak makan khas Indonesia selama di Kanada selengkap ini
“Wah memang saya stok dan taro di freezer beberapa sayuran makanan beku sehingga memudahkan jika mau masak…karena di Ottawa ini susah mencari makanan khas kita… ayo dinikmati.. semoga berkenan dengan rasanya… "Kata Soffie yang menjelaskan asal muasal masakan yang ada di atas meja.
"Vid... pantas kamu makin gemuk setelah menikah... istrimu jago masak," Sahut Angel dengan tulus dan ia memakan sayurnya dengan penuh lahap.
"Itu dia.... makanya aku tidak bisa jauh dari dia... dia membuatku ketergantungan..."Jawab Davi santai.
Mereka menikmati makan malam khas Indonesia sambil bersenda gurau dan membahas kerinduan mereka akan negara yang berada jauh dan berbeda benua. Serasa bertambah sahabat dan keluarga ketika kita berada jauh dari negara asal kita.
__ADS_1
Happy Reading Guys.... Terimakasih telah membacanya, semoga kalian mau berbaik hati meninggalkan komentar/like/poin/ hadiah atau apapun itu.... oh yach tetap jaga kesehatan dan jaga jarak juga.... Ingat kesehatan kita adalah yang terutama.