
Kehamilan adalah bukti nyata bahwa aku amat mencintaimu dan tidak akan pernah melepaskanmu !"
*****
Tidak lama setelah Komisaris menelpon, seorang dokter dan assistennya datang membawa 2 buah tas untuk mengobati luka tembak David. Dokter James dan Peter yang merupakan assisten dari sang dokter langsung mengambil tindakan dengan segera dan memeriksa kondisi David yang terluka terkena tembakan.
Sekilas David terlihat baik-baik saja dan menolak di bawa ke rumah sakit. Ia hanya meminta tindakan operasi untuk mengeluarkan peluru dilakukan di ruang komisaris. Dokter menghela nafas melihat sikap dari pasien spesial ini yang tetap bersikeras tidak mau ke rumah sakit dan memaksanya untuk mempersiapkan tindakan operasi kecil di dalam ruangan itu .
Soffie hanya memperhatikan kondisi suaminya dalam diam dan khawatir. Soffie mengerti alasan David tidak mau dibawa ke rumah sakit, Suaminya itu sangat mengkhawatirkan dirinya dan Dean yang akan ditinggal lagi bila David di rawat dan menyulitkan David memantau keluarganya.
" Mama.... mama ... mama sudah pulang... " panggil Dean ketika sudah pulang. Pria kecil itu berada di dalam pelukan Soffie dan memegang muka Soffie dengan riang.
"Iya sayang... sekarang kita lihat papa yang sedang sakit dulu ya .. Dean duduk sama mama disini... kita tunggu papa yang diobati dokter !"
"Pa... pa... kenapa?" Papa berkelahi dengan penjahat pa?" Tanya Dean pada David melihat David yang terduduk membelakangi Dean. Pria itu sedang diberikan jahitan oleh Dokter James. Dean berusaha melepaskan pelukan Soffie untuk turun melihat papanya, namun Soffie mempererat pelukan pada Dean.
"Dean disini saja sama mama... tunggu papa ya !"
"Iya... sayang... sebentar ya..ntar papa sembuh kok.. ntar kita bisa main lagi ...
"Papa sakit ya... tapi papa menang kan lawan penjahatnya?" tanya Dean dengan polos.
Dean memang mendapat informasi dari madam Alice bahwa papanya harus menjemput mamanya yang diculik penjahat sehingga pikiran anak kecil itu , papanya terluka dan kalah dari penjahat.
"Iya dong... kalo tidak, mana mungkin papa bisa bawa mamamu pulang .... " celoteh David yang menjawab pertanyaan Dean. Pria kecil itu terus memperhatikan kondisi papanya yang sedang diberikan tindakan dari dokter. Ia ingin turun dari pangkuan mama Soffie dan melihat muka sang papa tapi mamanya melarangnya turun dari pangkuannya.
Akhirnya setelah beberapa waktu dokter berhasil mengambil peluru dari tubuh David. Tindakan operasi pengambilan peluru dilakukan di ruang komisaris itu berlangsung dengan sukses. Pria itu hanya dibius di bagian punggung sehingga ia tidak merasa sakit ketika peluru diambil dari punggungnya.
Dokter telah selesai mengambil peluru dari tubuh David dan memberikan plester penutup luka. ia berkata kepada Soffie yang masih duduk di Sofa yang tidak jauh dari tempat David dioperasi punggungnya.
“Fortunately the bullet was successfully removed from the body and now it's life-threatening. Sometimes the bullet can hit the bone, break into small pieces, and it can be dangerous. Luckily David didn't …. ( Untungnya peluru berhasil dikeluarkan dari tubuh dan sekarang sudah tidak membahayakan nyawanya terkadang peluru dapat menabrak tulang, dan bisa pecah menjadi serpihan kecil, bila itu terjadi dapat membahayakan. Untunglah David tidak mengalaminya)
“Thank you Doctor. “ Ujar Soffie. ( Terimakasih dokter)
David hanya terdiam sambil duduk memperhatikan Dean yang duduk di pangkuan Soffie. Pria kecil itu ingin turun namun Soffie tetap memeluk Dean erat. Soffie yang masih terdiam dan menerima sejumlah obat penahan nyeri yang harus diminumnya nanti dari Peter yang merupakan assisten dokter James.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu Januar mengantar Dokter James dan Peter keluar dan menyelesaikan administrasi dari tindakan operasi . Sedangkan komisaris sudah pergi dari tadi untuk rapat dengan para anggota kepolisian untuk meendengarkan laporan operasi yang telah diselesaikan dengan baik dan harus menemui para wartawan untuk menyampaikan kronologi kejadian.
“Kak David bisa pakai kemeja ini… ! Bisakah kita pulang sekarang? ” Ujar Soffie yang menyerahkan kemeja yang baru diambil Alice dari apartemen.
“Ya kita pulang… biar nanti Januar yang urus semuanya…Ayo Dean sini digendong papa saja... kasihan mama dan adikmu sudah lelah... sini jagoan papa !"
“Tidak , Kak David…biar aku saja…. kamu baru selesai operasi dan tidak boleh menggendong Dean dahulu... Dia bisa berjalan kan, Sayang ?" Tanya Soffie pada pria kecilnya itu.
"Iya mama... aku bisa menjaga mama ...
David hanya bisa pasrah terhadap keputusan Soffie. Ia tahu lukanya ini memang tidak membahayakan sehingga ia santai saja dan merasa kuat menggendong jagoan kecilnya. Namun ia lelah jika harus mendebat Soffie dan memilih mengikuti perintah istrinya.
*****
Ketika tiba di apartemen, David segera membersihkan diri dan ia ingin segera tertidur karena obat penahan nyeri sudah bekerja. Ia melihat Soffie masih mengurus Dean dan memandikan jagoan kecilnya sehingga David jatuh terlelap tanpa menyadari Soffie tidak tidur di sampingnya.
Empat jam berlalu David terjaga, ia merasa haus dan lapar sehingga membuka matanya dan berusaha menyadarkan dirinya . Ia terkejut mendapati tempat tidurnya kosong tanpa Soffie dan Dean. Kemana mereka berdua ?..... ini sudah pukul 2 pagi, tidak mungkinkan Soffie meninggalkan dia tanpa pamit... tapi terakhir Soffie masih marah tidak ya .. bukannya wanita itu sudah memaafkannya.... ah dasar wanita kalo sudah marah suka tidak berfikir panjang... kemana dia harus mencarinya di pagi buta begini.
David memijit keningnya sejenak yang terasa sedikit lelah dan ada perasaan was-was di hatinya. Ia khawatir Soffie masih marah dan meninggalkannya disini sendiri. Segera David bangkit dan menuju kamar Dean yang berada di sebelah kamarnya. David menghembuskan nafas lega ketika mendapati Soffie saat ini sedang tertidur disamping Dean dan memeluk buah hati mereka.
Tangan David terulur untuk merapihkan anak rambut yang menutupi wajah damai istrinya yang masih terlelap. Perlahan dengan hati-hati ia menyelipkan tangannya pada leher dan lutut Soffie, sebelum diangkatnya tubuh itu untuk dipindahkan ke kamar mereka.
Baru beberapa langkah David menggendong Soffie, wanita itu terjaga dari tidurnya dan terkejut bahwa David mengangkat tubuhnya.
"Kak David...
"hemmm..
"Turunkan aku... aku berat kak... dan punggungmu itu belum pulih....
"Suruh siapa, kamu tidak tidur di sebelahku.... kamu juga lupa janjimu padaku?" Panggilan kakak hanya ketika di depan banyak orang ?"
"Hubbie... turunkan aku... maaf tadi aku ketiduran di kamar Dean...lagipula kupikir hubbie perlu istrirahat dan tidur yang nyaman.
" Tidurku akan nyaman jika aku memelukmu.......Aku juga merindukanmu, phie... tidak hanya Dean, ... kamu masih marah padaku ?"
__ADS_1
"Enggak.... aku cuma sedikit sebal saja pada hubbie....
"terimakasih sayang.... aku sih gak sedikit tapi banyak banget ... aku banyak banget mencintai kamu... "Jawab David santai dan akan meletakkan tubuh Soffie di atas ranjang mereka. Tiba-tiba dari dalam perut Sofiie seperti ada yang menendang dan itu juga dirasakan David.
"Dia bergerak phie... Adenya Dean bergerak?"
"Aku juga gak nyangka... akhirnya dia bergerak... ini pertamakalinya, bie... dia selama ini belum pernah bergerak hanya saja dia suka membuatku sakit ketika aku disandera kemarin... " Soffie berujar sambil mengelus perutnya. David segera mencium perut Soffie dan mengelus perut wanita itu.
"Papa disini sayang.... jangan khawatir... papa akan menjaga kalian... " David masih menciumi perut Soffie dan seraya mengerti bayi itu menendang perut ibunya kembali dan membuat Soffie merasa senang dan terharu.
"Phie.... ini anak ke duaku.... dia mengenalku.... jadi jangan pernah ingin pergi dariku.... semarah apapun dirimu dan sebesar apapun kesalahanku.... dia tidak akan bisa jauh dariku....tetaplah disampingku, ya !"
"Sebel banget sama hubbie... kesel banget kalo ingat perempuan itu yang mau mengambil hubbie dariku...."Rajuk Soffie bersama isak tangisnya yang terdengar putus-putus. "Aku benci hubbie tapi kenapa sih aku masih sayang hubbie....
David tertawa bahagia mendengar pengakuan Soffie. Ia membawa tubuh Soffie ke pelukannya dan mencium kening istrinya.
"Iya.. iya... aku amat sayang kamu ...
"aku benci sama sikap sok baik hubbie ke perempuan itu...
"Iya... iya aku amat sangat mencintaimu dan tidak akan baik ke orang lain selain kamu....
Dipeluknya tubuh istrinya yang masih menangis sesegukan. "Tetaplah disampingku , phie !"
*****
__ADS_1
Hai temans... selamat membacanya dan tetap semangat menjalani aktifitas kalian. Masih jaga kesehatan kan?... bolehkah tinggalkan jejak disini untuk membuatku makin semangat dan kreatif menulisnya. Happy reading guys!!