
Jangan pernah mengejar seseorang yang telah pergi darimu ! "
Jangan mengingat orang yang tidak menghargai cintamu... Gunakan Logikamu ! Lihat aku yang tulus mencintaimu dan akan menjagamu!
*****
Jajang mengikuti mobil Amara menuju rumahnya di kawasan Cempaka Putih dan ia memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Amara. Mereka membawa mobil mereka masing-masing karena awalnya mereka tidak ada rencana bersama.
Amara baru mengajak Jajang ke rumahnya karena kunjungan mendadak Jajang ke kampus di hari Kamis malam.
Rumah itu besar dan nyaman. Jajang mengikuti langkah Amara menuju pintu depan rumah orang tua Amara. Pintu itu dibuka oleh adik Amara yang bernama Alvin.
" Halo... Selamat malam... selamat datang di rumah kami... saya Alvin... ini dengan kakak?' Sambut Alvin dengan ramah seraya mengulurkan tangannya pada teman kakaknya.
"Hai... Selamat malam... Saya Jajang... terimakasih Alvin.
" Silahkan duduk dulu Aa Jajang... saya melihat ibuku dulu... eh Alvin temani teman Kakak dulu ya...
"Baik Kak Mara... eh Kak Jajang ini teman Kak Mara di kampus juga?"
"Iya ... kamu kuliah dimana?"
"ini kak... aku kuliah di ITB . ini lagi ijin pulang ke rumah karena Ibu Sakit... jadi aku ijin gak kuliah 2 hari.. ini juga baru datang sore ini... ngomong-ngomong sudah lama kenal Kak Mara , Kak?'
"Baru... sih baru juga 3 bulan... kamu ngambil jurusan ...eh...
"Aa... ayo makanan sudah siap... oh iya ibu dan ayahku juga mau makan bersama... mari kita ke ruang makan...
"Ayo Kak Jajang ..mungkin aku juga harusnya manggil Aa aja ah.. biar lebih akrab...
"Boleh juga vin...
Jajang memasuki ruang makan dan mengambil kursi tepat di samping Amara. Terlihat wajah orang tua Amara yang memandangnya dengan senyum ramah. Wajah sang ibu yang agak pucat terlihat sangat ramah menyambut kedatangannya.
__ADS_1
" Ayo Makan Nak Jajang... Ibu seneng sekali ketika Amara tadi mengabari bahwa ia akan pulang bersama teman baiknya... cobain deh... tadi ibu langsung memasak khusus... kamu suka ayam goreng mentega gak?"
"Wah... saya merepotkan nih bu... saya ini pemakan segala... apalagi yang enak-enak bisa nambah nih... "Ujar jajang dengan santai dan disambut dengan tawa anggota keluarga Amara.
"Kamu katanya sudah jadi PNS? " tugas dimana kamu?' selidik Ayah Amara membuka percakapan dengan serius. Jajang memahami bahwa ia sedang diinterogasi oleh ayah Amara.
"Saya dosen tetap di UI dan memang saya memegang beberapa kampus lainnya termasuk sudah 3 bulan ini saya menjadi dosen tamu di STIE Putra Bangsa.. jadi saya memang terbilang baru mengenal Amara, Om, " jawab Jajang tanpa ragu.
"kata Amara... kamu mau serius dengannnya," Tanya Ayah Amara dengan tatapan tajam. "Kamu yakin?"
"Saya yakin Om... dan saya bahkan tidak ingin membuang waktu... saya ingin hubungan ini segera diresmikan ke jenjang pernikahan jika Om dan tante mengijinkannya... saya ingin melangkah dengan pasti dengan diketahui orang tua Amara dan saya berharap Om dan tante merestuinya. Mungkin saya tidak kaya... tapi saya sanggup membahagiakan keluarga saya.
" Jajang... Amara adalah anak perempuanku satu-satunya, ia memang mandiri dan berani dalam melangkah sehingga karirnya cepat naik. Hubungan percintaan sebelumnya yang gagal ikut menyakitinya Aku berharap dia mendapatkan lelaki yang mencintainya seperti caraku mencintainya... Siapkah kamu mengambil alih tanggungjawabku untuk mencintainya dan menjaganya.
"Insya Allah saya akan mencintai dan menjaganya , Om.
"Makanlah dahulu ... dan Om harap kalian bisa cocok dan bisa melangkah ke jenjang pernikahan. Jaga kepercayaan yang kuberikan.. Amara memang keras tapi dia selalu patuh pada orang tuanya.... jadi kuharap kamu tidak bermain-main dengan ucapanmu!"
"Terimakasih om dan tante.... jika tidak keberatan... bulan depan, bolehkan orang tua saya kemari untuk melamar Amara?" Tanya Jajang dengan penuh keyakinan. Amara terkejut bahwa Jajang langsung melamarnya di hadapan orang tuanya.
Mereka melanjutkan makan malam yang diawali dengan interogasi yang sedikit menegangkan namun berakhir disenyuman Jajang. Ia merasa memperoleh restu dari orang tua Amara. Diliriknya perempuan cantik yang duduk di sebelahnya. Perempuan itu diam menunduk dan menikmati makanannya. Ingin Jajang peluk tapi tidak mungkin mereka sedang berada di hadapan orang tua Amara.
Kegiatan makan malam itu berakhir dan kedua orang tua serta adik Amara meninggalkan meja makan. Amara segera merapihkan meja makan dibantu ART. sementara Jajang menunggunya di ruang tamu. Selang beberapa menit Amara menghampirinya.
"Amara... kamu mau kan menikah dengan ku?" Aku baru meminta restu dari orang tuamu dan sepertinya mereka tidak keberatan.
"Kita mengenal lebih dekat dulu ya, Aa!"
"Ya...Biarkan aku menjadi imammu, Mara... Aku akan terus mencintai dan menjagamu, " Ujar jajang sambil menarik tangan Amara dan me.meluk perempuan itu pertama kali. " Aku bahagia sekali hari ini... jangan ragukan keseriusan ku...Aku sangat mencintaimu, Amara... bisakah kamu belajar mencintaiku?"
Amara tertegun dan akhirnya mengangguk dalam pelukan Jajang. Pria itu mengelus rambut Amara dengan lembut dan setengah berbisik. " I Love you, Amara !"
*****
__ADS_1
Selepas tugas mengajar sore hari dan akan mengakhiri tugasnya, Jajang menelpon kekasihnya dan menjalankan kendaraannya menuju kampus Amara. Ia menghubunginya dan berharap bisa makan malam bersamanya.
"Halo, " Jawab Amara dengan lembut.
"Hai... apakah ada kelas malam? " Jalan yuk cari makan malam?"
"aku sudah selesai ngajar... ini mau pulang?"
"Aku jemput di rumah atau di kampus yach? bareng aku aja cari makannya... jadi pake satu mobil.
"Baiklah... Aa ke rumah aku, sekarang aku pulang untuk taro mobil di rumah.
"Oke ... sampe di rumahmu ya, mungkin 1 jam lagi aku sampe.. ini gak terlalu macet ko jalan...
"Oke A... aku tutup ya telepon nya.. sampe nanti.
*****
Ini kencan pertama Amara dan Jajang dengan melakukan makan malam. Jajang mengajak Amara makan di sebuah restoran kecil yang menjual sate tidak jauh di kawasan cempaka putih. Mereka menikmati sate kambing dan sop kambing dengan santai. Sesekali Jajang melirik perempuan cantik yang rendah hati dan tidak banyak menuntut.
"Mara, maaf ya. kalo semua ini terasa kecepatan untuk kamu," Ujar Jajang di mobil dalam perjalanan pulang dari restoran tadi. waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 dan Jajang akan mengantar Amara pulang. " Aku tidak bisa menunggu lama-lama, aku takut kamu diambil orang... kamu itu cantik, aku tidak mau kehilangan kamu, mara.
"Iya... aku gak papa... aku senang kamu bisa menemaniku melewati hari-hari sedihku kemarin... aku merasa bahwa aku bisa belajar mencintai kamu, kok .
"Mara... aku sayang banget sama kamu, entah kenapa melihat kamu sedih dan tiba-tiba ceroboh itu membuat aku jadi sakit... aku beneran sedih ketika melihat kamu sendirian... aku ingin melindungimu dan menjagamu, Aku dulu sangat cemburu ketika Fahri memelukmu dan membawamu berlalu dariku... Aku mau matamu hanya tertuju padaku, Berat gak mara?" Karena aku akan melakukannya untukmu...
Jantung Amara bergemuruh mendengar pengakuan Jajang dan ia tidak tersadar sudah sampai di depan rumahnya. Jajang tersenyum memandang kekasihnya. Ia mendekati wajah Amara dan menepikan rambut yang menempel di pipi Amara ke belakang telinganya. Amara terhanyut pada tindakan Jajang yang menatapnya dengan teduh. rasanya tubuhnya lemas dan tak bisa digerakkan dan mengikuti gerakan Jajang yang semakin mendekat .
Embusan Nafas Jajang yang sama tidak teratur dengan nafasnya. Kemudian hidung mereka bertautan dan refleks Amara memejamkan matanya ketika bibir Jajang menyentuh bibirnya dengan lembut. Ada rasa hangat masuk ke hati Amara dan jari jemari Amara menelusuri rambut Jajang dan membuat pria itu memperdalam ciumannya.
Jajang memejamkan matanya ketika bibirnya menyentuh bibir Amara, serasa ada kembang api yang meledak-ledak di hatinya. Oh manis sekali kamu Amara... aku ingin segera memilikimu. Dorongan tangan Amara menghentikan perbuatannya.
Mereka saling memandang dan tertawa bersama-sama. Mereka telah sama-sama jatuh cinta. Jajang dan Amara semakin yakin dengan langkah ke depannya.
__ADS_1
*****
So sweet Jajang... Happy reading temans... semoga masih betah membacanya...Bolehkah temans berikan komentar/ saran/ ide / like atau apapun itu... Thanks a lot ya temans sudah berbaik hati membacanya!