
Memang benar aku sayang dan cinta sama kamu, tapi itu semua dulu dan sekarang semua itu sudah menjadi salah satu kenangan pahitku , jadi itu hanya untuk pembelajaran bahwa kamu hanya sebagai pengalaman hidupku sebab masa lalu itu hanya untuk dikenang bukan untuk diulang.
*****
Sore itu Jajang baru keluar dari kelas mengajarnya menuju ruangan dosen di lantai 2 Universitas Indonesia. Tiba tiba handphone di saku celananya berbunyi. Diambilnya dan dilihatnya nama pemanggil di selularnya. Tumben sang assiten di STIE Putra Bangsa" menelponnya bukan di hari selasa dimana Jajang harus bertugas di kampus tempat kekasihnya berada.
“
Fabrian Calling”
Digesernya tombol hijau itu sambil tersenyum dan melangkah menuju meja kerjanya.
‘Ya Fabrian… tumben ada apa ?”
“Maaf pak… maaf banget saya menghubungi bapak… tapi saya lagi bingung dan khawatir harus bagaimana ini?”
‘Katakan saja ada apa?”
‘Itu pak… tadi ketika saya baru dari keluar dari ruang meeting bersama para mahasiswa yang akan tugas magang di perusahaan, saya berpapasan dengan Pak fahri pak di lobby… emh… tampaknya Pak Fahri mengikuti ibu Amara yang menaiki tangga ke lantai 3 untuk mengajar … dan ibu Amara tidak mengetahui bahwa dia diikuti ke kelasnya dan sekarang ada Pak Fahri di selasar lantai 3.., sepertinya ia sedang menunggu Ibu Amara…
‘Kamu minta tolong saja sama satpam untuk mengusirnya sekarang juga…. Aku baru bisa sampai kampusmu itu 1 jam lagi… ini aku baru mau kesana…
‘Masalahnya kemarin baru saja di meeting bulanan , kami semua dikumpulkan seluruh oleh Rektor dan tim manajemen kampus,… intinya meminta kita semua menjaga sikap dan menghindari kejadian yang merugikan nama baik kampus pak… dan kata pak rector…katanya cukup kasus dua bulan yang lalu saja yang terakhir yang soal ibu Amara dengan Pak Fahri yang ramai itu dan kita diminta semua bersikap tenang. dan bijak dalam bertindak dan harus dapat menciptakan hal-hal positif yang dapat menaikkan nama kampus kita… jadi saya bingung pak…
‘Berapa lama lagi Amara selesai mengajar di kelas itu…
‘Mungkin 45 menit lagi pak …
‘Gini saja deh , Fab… kamu siapkan satu berkas dalam map dan tulis di dalam berkas itu bahwa aku akan datang menjemput Amara dan meminta kamu untuk menungguku di ruangan Amara… dia pasti mengerti…kamu berikan ketika Amara selesai mengajar da njangan lupa kamu ajak satpam untuk menemanimu di selasar lantai 3 itu… biarkan saja jika Fahri hanya menunggu di selasar itu selagi tidak mengganggu ketertiban… ikuti kemanapun Amara pergi… aku dalam perjalanan ke sana.. mungkin 1 jam lagi aku akan tiba di sana…
‘Baik pak, saya paham.. terimakasih atas petunjuknya…
‘Harusnya aku yang berterimakasih padamu karena menjaga wanitaku…
__ADS_1
‘Sama-sama pak.
Telephon ditutup oleh Jajang, segera ia meninggalkan kampus UI dan menuju daerah Pluit. Perjalanan itu jika tidak macet akan ditempuh dalam 1 jam melalui “Jakarta Inner Ring Road”
Sementara Fabrian menunggu sambil berdiri bersama seorang satpam di depan ruangan kelas tempat Amara mengajar tanpa menatap Fahri yang berada di salah satu kursi panjang yang berada di depan selasar tempat
biasanya para mahasiswa duduk-duduk menunggu mata kuliah selanjutnya.
Ketika kelas berakhir dan para mahasiswa mulai keluar ruangan kuliah dan Amara masih membereskan
barang-barang perlengkapan mengajarnya, Fabrian masuk ruangan dan meminta satpam tetap menjaga di pintu depan kelas.
‘Selamat Sore bu… maaf saya harus menyerahkan berkas dari Pak Jajang…
“Berkas apa ya, Fabrian… tumben dia gak telpon dulu, “Jawab Amara sambil mengambil berkas dari Fabrian. Ia membukanya dan belum sempat membacanya ketika terdengar teriakan di ujung pintu ruangan.
‘Amara … kita harus bicara…. "Teriak Fahri dari ujung pintu dan satpam berdiri di sampingnya.
Amara terkejut dan seakan menyadari bahwa kehadiran Fabrian disini untuk membantunya dari Fahri yang ada di depan ruangan. Segera ia melihat berkas dan terdapat tulisan tangan dari Fabrian. Ia tersenyum dan agak tenang.
Ketika melewati satpam, Amara berkata dengan tegas.
“Pak Satpam. Silahkan bapak pantau CCTV saja, jika dia berbuat yang tidak-tidak langsung panggil polisi kemari …terimakasih ya , Pak atas bantuannya.
“Siap Bu Amara.
Amara melangkahkan kakinya diikuti oleh Fabrian dan Fahri menuju ruangan kerja tempat Amara , sementara satpam memasuki ruang CCTV dan memantau kejadian dari ruang CCTV.
“Fabrian… kamu silahkan duduk di sofa dahulu, saya akan cari berkas yang kamu minta…tidak apa-apakan kamu menunggu saya sambil mendengarkan Pak Fahri bicara… seharusnya sih tidak ada yang penting lagi kami bicarakan.
“Ya bu Amara… terimakasih. Saya menunggu disini.
Amara duduk berhadapan dengan fahri di meja kerjanya. Ia menarik nafas untuk menenangkan hatinya yang khawatir melihat pria yang pernah menjadi kekasihnya memandanganya lekat.
“Amara, sayangku … aku hanya mau bicara berdua denganmu…
“Fahri… diantara kita sudah selesai… jadi tidak ada hal penting yang harusnya kita bicarakan… sekarang kamu mau bicara apa… katakan saja… Fabrian bukan tukang gosip juga…oh yach… aku ingatkan kembali jika kamu berbuat yang tidak-tidak … semua yang terjadi di ruangan ini direkam CCTV dan satpam yang tadi akan
__ADS_1
langsung kemari membawa polisi…
‘Mara … aku tahu aku salah… maafkan aku… aku akan menyelesaikan masalahku dengannya… tunggu sebentar setelah dia melahirkan… aku akan menceraikannya… kita bisa menikah… aku tahu kamu masih mencintaiku,... jangan menikah dengannya, Mara…
“Aku tidak mau mengganggu rumah tangga orang, Fahri… dia sudah melahirkan anakmu… sekarangkamu harus bertanggungjawab pada keluargamu… lupakanlah aku… hubungan diantara kita sudah berakhir.. aku sudah move on, Fahri !"
“Tidak mara… aku tidak pernah mencintainya… hanya kamu yang aku cinta… aku yakin kamu juga tidak akan mudah melupakan kebersamaan kita selama 5 tahun, Mara… aku sangat mengenalmu… tidak mungkin kehadiran Jajang mampu menggeserku dari hatimu, Mara…
“Memang benar aku sayang dan cinta sama kamu, tapi itu semua dulu dan sekarang semua itu sudah menjadi salah satu kenangan pahitku , jadi itu hanya untuk pembelajaran bahwa kamu hanya sebagai pengalaman hidupku saja sebab masa lalu itu hanya untuk dikenang bukan untuk diulang.
“ha… ha,,, ,Mara… kau tidak mungkin melupakanku… aku tahu itu… tidak semudah itu kau bisa lupa akan aku… kamu bisa seperti ini juga berkat bantuanku… aku yang mengantarmu hingga ke posisi ini… kau hutang budi padaku… Kau lupa betapa kau takut duduk di kursi itu awalnya... aku yang memberikan keyakinan dan pemikiran semuanya... kau tidak mungkin bisa seperti sekarang kalo tidak karena bantuanku... kau tidak mungkin bisa melupakanku.....sekarang mungkin saja dihatimu ada dua cinta, Amara dan aku akan membuang cinta yang satunya... karena kamu adalah milikku...
“Apa maumu? Aku harus bayar berapa kalo gitu agar kau tidak menggangguku lagi?”
“Aku tidak minta uangmu… aku hanya mau dirimu… aku hanya mau kamu menungguku, mara... aku cuma ingin bersamamu seperti dahulu...
“Kalo aku tidak mau, kamu mau apa….
“Aku akan nekat mara…kau tahu kan bagaimana aku… aku bisa melakukan apapun padamu… aku harus mewujudkan apapun yang aku inginkan.... aku bisa melakukannya disini… agar seluruh dunia tahu bahwa kamu milikku dan tidak boleh ada yang mengambil kamu dariku…
Fabrian dan Amara terkejut mendengar jawaban Fahri yang nekat dan ucapan Fahri itu membuat takut keduanya. Namun sebuah suara bariton dari pria yang baru datang membuat mereka semua menengok ke arah pintu.
“Coba saja kalo berani mengganggu Mara… langkahi dulu mayatku, Fahri…
*****
Hai temans... mumpung masih dalam suasana Idul Fitri... aku ucapkan Selamat Idul Fitri ya bagi yang merayakannya dan mohon maaf lahir batin dan jangan lupa tetap jaga kesehatan.
Temans bolehkan tinggalkan komentar/ hadiah/poin/ like untukku... Tuhan berkati kalian semua. Love you.
__ADS_1