
Jangan meninggalkan sesuatu yang sudah pasti demi sesuatu yang masih mungkin belum kau miliki, ingatlah Tuhan melihat apapun yang kau perbuat dan kau rencanakan !"
Suatu hari kita hanya akan menjadi memori bagi sebagian orang, sebab itu selagi masih ada kesempatan di hidupmu, lakukan yang terbaik dan jadilah orang yang baik !"
*****
Santika merebahkan tubuhnya di ranjang kamar kostnya di Denpasar, Bali. Ia lelah, sungguh amat lelah. Baru 2 hari tiba di denpasar dan menemukan tempat tinggal yang cukup nyaman untuk melanjutkan hidupnya yang baru.
Santika berfikir ia harus berubah jati dirinya, namun ia masih harus bekerja dan untuk memenuhi kebutuhannya. Tabungan memang ada , jika ia berhemat, mungkin cukup untuk biaya hidup kurang lebih untuk 2 tahun. tapi hidupnya kan belum berakhir di 2 tahun ini. Ia harus bangkit dan sukses dan menunjukkan kepada mereka yang membuatnya jatuh terpuruk meninggalkan Jakarta.
Lily dan Josh yang menghancurkan hidupnya. Suami istri yang membuat dia harus meninggalkan Henry dan rumah orang tuanya. Dia tak sanggup berkata-kata pada ayah dan ibunya bahwa ia sudah pernah menjadi pemuas nafsu beberapa pria demi meningkatkan karirnya dan membalaskan sakit hatinya pada Josh dengan menemani komandannya agar Josh mendapatkan hukuman ataupun dipersulit. Tapi semua usahanya gagal.
Ada sesak yang menyapa ketika mengingat Lily dan Josh yang seakan menyudutkannya. Tiba-tiba sekilas hadir wajah yang tegas dan tersenyum memandangnya. Henry. Pria hangat yang jujur dan selalu memberikan nasihat baik pada dirinya, yang harus dilepaskannya. Pria itu sahabat baik Lily.
"Sedang apa kamu, Henry? Ingatkan kamu padaku?"
Santika bangkit dari ranjang dan menatap sebuah cermin besar didepannya, Aku tidak boleh lemah, aku harus sukses dan menunjukkan kepada mereka. Aku akan bekerja dengan cara yang berbeda dan tidak akan menjatuhkan harga diriku kembali.
Bagi seorang Santika ,pekerjaan mudah diperoleh kerena kemampuan Santika memang cukup baik. Ia menguasai 3 bahasa asing yaitu Inggris, Mandarin dan Jerman. Pengalaman kerja 5 tahun dan tampang cukup lumayan. Apply di salah satu perusahaan asing di Denpasar, dan terbukti dua hari kemudian , dia sudah mendapat pekerjaan sebagai Staff Secretary sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang perkapalan dan pariwisata.
Sabtu diisi Santika dengan memasak makanan dan menikmati kesendirian di kamar. Dulu tiap Sabtu, Henry selalu mengajaknya jalan-jalan ataupun sekedar menemaninya menonton ataupun berenang . Henry sangat menyukai olahraga air. Tapi itu masa lalu. Pria baik yang dilepaskannya hanya demi menyelamatkan harga dirinya.
Santika menarik nafas kasar dan menyemangati dirinya, " Santika, kamu pasti bisa... Lupakan Henry, lupakan Josh... hiduplah untuk masa depanmu, Jika sudah sukses, kamu bisa temui kembali orang tuamu!" Buat mereka bangga padamu!"
*****
Josh dan Lily datang ke salah satu restoran yang berada di dekat tempat tinggal Henry. Mereka sudah melihat Jajang dan Henry duduk bersama dan sedang menikmati makanan mereka.
"Hai... ko sudah pada makan sih kalian ... tumben gak tunggu kami semua kumpul dulu !" Tanya Lily melihat Jajang dan Henry sedang menikmati makanan mereka dengna penuh semangat.
"Iya... tadi David bilang akan datang dan kita disuruh bersiap-siap .. entah bersiap-siap apa?' Daripada yang dikatakan David tidak menyenangkan dan mengganggu selere makan, ayo kita makan dulu... Josh.. ayo makan," kata Jajang santai.
"Thanks... tadi sebenarnya aku sudah sarapan, jadi belum terlalu lapar... Lil, kita pesan minum dulu gimana?"
"Oke... kamu yang pesan deh!"
__ADS_1
Ketika Josh sudah memesan makanan dan duduk kembali di sebelah Lily, maka Lily mulai meneggur Henry. Lily agak takut memandang Henry yang tersirat memendam marah padanya.
"Hen...
"Ya...
"Elo marah pada gue, Hen?"
"Gak... walaupun gue sebel sama cara elo ngungkapin semua ke gue.. tapi gue lebih marah pada laki elo, ... cuma gue gk berani aja sama laki lo.. ntar digibas lagi , gue, .'Jawab Henry menjawab dengan nada bercanda dan membuat hubungan kaku mereka mencair.
Josh menepuk pundak Henry. "Sorry Bro... maksudku gak begitu, " tapi kamu sekarang kulihat sudah lebih oke dan siap menghadapi kenyataan,"
"pasti ini ulah dosen ember ini ya.. yang membuat kalian panik !"
"eh... sialan lo, Hen.... gue cuma ditanya dan cerita apa adanya, elo sakit...kali aja Lily dan Soffie yang cerita ke laki mereka sampe mereka turun tangan... elo harus bersyukur punya sohib kayak kita gini...
"Iya, gue bersyukur punya teman yang aneh-aneh, Dosen yang ember, Lily yang tukang ngamuk dan Soffie yang cengeng tapi jago masak... " Jawab Henry santai.
Mereka semua tertawa dan menikmati pesanan mereka. Dan semakin seru ketika David dan Lily beserta sekecil Dean hadir di meja mereka.
"Henry... apa yang kamu bilang?" Aku gak cengeng... "Protes Soffie pada Henry
"Iya elo gak cengeng tapi matamu sering bengkak dulu akibat David marah pada elo !"
"Heh... sudah-sudah.... kalian baru ketemu ribut amat," Kata Jajang menengahi. Jajang menyambut uluran tangan David yang baru datang dan berbeda dengan Lily yang langsung mengambil Dean dari pelukan Soffie. Dean suka hati saja melihat tante cantik yang menggendongnya dan tertawa melihat Lily dan Josh yang menggodanya.
"Sekarang sudah lengkap, " Kata Lily sambil duduk dan memangku Dean . Lily sangat menyayangi Dean dan berharap memiliki anak seperti dean. "Gimana sudah dapat info tentang Santika , phie?'
"Kata Kak David, sudah ada titik terang tuh... ayo Kak, ceritain donk !"
Mereka semua yang hadir menatap David yang berpakaian sangat formal dibandingkan dengan peserta yang hadir di pertemuan tidak resmi itu. Sementara pria yang lain menggunakan kaos dan celana jeans, berbeda dengan David yang menggunakan kemeja lengan pendek, karena ia habis rapat dengan salah satu koleganya.
"Hen... gini, kemarin Januar sudah menyelidiki dan mendapat info bahwa Santika ada di Denpasar, Bahkan elo bisa ke sana juga hari ini, gue rasa Januar bisa mendampingi elo, tapi ...
"Tapi apa, vid?"
"JIka elo bener -benar serius, silahkan susul dan segeralah menikahinya tapi jika elo hanya untuk melihat dan bertengkar serta mencari kesalahan... lebih baik elo gak usah susul dia. Biarkan dia menata hidupnya. Semua tergantung pada elo !"
"Aku sudah yakin dan aku sudah bisa menerima konsekuensinya Dav... bisakah kamu bantu gue.. dan Josh.. bisakah elo dan teman-temanmu tidak mengungkitnya kembali ?"
"Siap !" Jawab Josh dengan sikap sempurna.
"Thanks guys... kelian sudah banyak membantuku. David... jika kamu tidak keberatan, bolehkah aku mencarinya berbekal alamat dari assistenmu saja... aku akan menyusulnya besok pagi!
"Sure !"
__ADS_1
*****
Pukul Delapan lewat empat puluh, Henry tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai dan berbekal alamat yang diberikan oleh Januar (Sekretaris David), ia mantap mencari kekasihnya di kota ini. Langkahnya mantap menuju sebuah alamat yang berada di pusat kota Denpasar.
Sebuah Pavilyun yang nyaman dan didepannya terdapat banyak pohon kamboja sehingga rindang. Lokasinya strategis dekat pusat perbelanjaan dan mudah dijangkau karena banyak kendaraan umum yang melewatinya. Henry tersenyum ketika mobil yang dipesannya tiba di depan sebuah pavilyun yang diduga tempat kekasihnya melarikan diri.
Henry melangkah pelanmenuju pavilyun yang asri itu. Suasana minggu pagi terasa cukup sunyi dan hanya beberapa petugas kebersihan yang sedang membersihkan rumah indekost. Henry memastikan pada seorang wanita yang sedang menaruh sesajen di salah satu tempat di depan rumah yang menaytakan bahwa benar yang tinggal diujung pavilyun adalah tika kekasihnya.
Ia tersenyum senang. Memang David mempunyai tim yang hebat sehingga dapat segera menemukan orang yang dicarinya dalam waktu singkat. Beruntungnya ia dapat menjadi temannya berkat pernikahan Soffie dengan David.
Diketuknya pintu penuh ukiran khas bali itu dan pada ketukan ke empat, pintu itu dibuka oleh sosok yang ia rindukan. Ekspresi terkejut hadir di wajah Santika.
"Hen... Henry...?" Ujarnya terbata dan tangannya masih memegang pintu yang baru terbuka setengah.
Henry menatap wanita itu dengan tersenyum, " Ternyata disini tempat pelarian kamu !"
Didorongnya pintu yang baru terbuka separuh oleh Santika, sehingga Santika makin terkejut.
Henry menarik Santika ke dalam pelukannya. Dipeluknya tubuh wanita yang dirindukannya. Dengan cepat didorongnya tubuh Santika ke balik pintu dan diciumnya keningnya, pipi dan bibir kekasihnya dengan buas dan Santika masih belum sadar bahwa pria yang juga dirindukannya hadir kembali dan menemukan tempat pelariannya.
Santika masih begitu terkejut dengan kehadiran Henry dan tindakan Henry yang berbeda dengan sebelumnya ketika mereka masih berkencan. Henry selalu sopan dan tidak sebrutal ini. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang keras , Henry berhasil ia dorong dan lepaskan dari tubuhnya.
""Kamu... ngapain ke sini?"
"AKu kangen kamu... TIka. ... gak boleh? ... aku kangen kekasihku .. apakah salah ?"
*******
Happy reading guys !""" Please give me a comment/ like/ hadiah/ apapun itu...biar makin semangat menulisnya.... anyway... Thanks a lot sudah mau baca karyaku, BTW ... Henry lebay gak sih kangennya?" I MIss u, Guys
__ADS_1