Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 61. Sweat


__ADS_3

Tidak ada di dunia ini yang didapatkan dengan mudah, semuanya membutuhkan kerja keras bahkan berpeluh keringat demi mencapai sebuah tujuan.


Jika aku tidak dapat melakukan hal-hal besar maka aku akan melakukan hal-hal yang hebat di pandanganku.


 


*****


 


Sebuah   mobil Avanza hitam terparkir  tidak jauh   dari rumah besar nan megah di daerah Kebayoran.  Sudah 10  jam mobil  hitam itu berada di situ dan mengamati sejak   pukul 07.00 dan orang yang di dalam mobil itu diam tidak bergerak dan mengamati   seluruh pergerakan di dalam rumah itu.


Rumah  dua warna yang bercat biru tua dan biru muda yang terang  dan berpagar hitam yang  tinggi  sehingga terkesan individualis modern. Rumah itu dijaga oleh 3 orang satpam di  setiap shiftnya dan terdengar suara anjing yang ikut membantu tugas pengawasan   rumah itu.  Satpam bertugas bergantian  berputar untuk berkeliling di dalam halaman rumah itu dan  mengamati rumah itu dari luar .


Handoyo  terus memperhatikan detail  lingkungan  tempat tinggal Soffie yang berada  di  jalan utama salah satu perumahan mewah daerah Kebayoran. Selain itu CCTV yang ikut berperan membantu pengawasan rumah


itu.  Hanya sebuah mobil berisi air  minuman gallon, tabung gas yang mengirimkan dan diijinkan masuk melalui


pemeriksaan satpam di depan, mobil pengantar sayur dan buah dan beberapa kali  mobil penghuni rumah itu keluar dan masuk.  Semua Handoyo  catat dan perhatikan dengan mendetail.


Tipikal   orang kaya yang sulit diketemui jika tidak dengan perencanaan yang matang,  pikir Handoyo.  Sketsa dan langkah-langkah terus , dia coret-coret di buku catatan miliknya.  Ia tersenyum ketika  melihat handphonenya berdering pelan dan  di layar handphonenya terlihat  nama  penyewa jasanya yang merangkap  kekasihnya menghubunginya.


“Ya..   “Sahut Handoyo pendek.


“Mas  Handoyo dimana ? “ Tanya Dilla dengan manja.


“Di   depan rumah target, kenapa?”


“lagi kerja mengamati ya?”  Dilla tersenyum mendengar   jawaban Handoyo yang benar-benar melakukan tugasnya.


Dilla ingin mengetahui   detail pekerjaan pria itu  tapi dia memahami pria itu sedikit bicara dari karakternya. Ia harus  menjaga intonasi bicaranya agar pria itu tetap antusias menjalankan tugasnya.


“Hem..


“Sudah   makan belum mas Han?” Mau aku kirimkan makanan gak ke situ pake aplikasi online?”


“Aku   bawa bekal… sudah kupersiapkan semua?” Jadi kamu gak usah khawatir…


“Emh…  apakah  bekerja hingga malam hari ? "  …  Apakah mas Handoyo, tidak  pulang ke rumah atau tetap di situ bekerja terus ?” Dilla bertanya dengan sedikit ragu.


“Kenapa…   aku biasa tidur di mana saja …jadi tidak masalah. Yang penting pekerjaanku  berhasil… dan pemakai jasaku puas!”

__ADS_1


“Aku     takut kamu lelah, mas Handoyo… emh … jika malam istirahat , apakah malam ini  mas Handoyo mau menginap di apartemenku , mas   Han?” Biar bisa merebahkan badan dan membersihkan diri biar tetap  konsentrasi dalam menjalankan tugasnya …   kan apartemenku tidak begitu jauh dari tempat mas handoyo bertugas… gimana?”


“Kau   mengundangku… apakah kau merindukanku, Dilla? “ Handoyo tersenyum bahagia  mendengar tawaran Dilla yang mengundangnya untuk istrirahat di apartemennya.


“emh…  Aku sekarang  terbiasa tidur di pelukanmu …. Apakah mas Handoyo keberatan jika malam ini  istirahat  di apartemenku… apa aku yang menunggu di rumah mas Handoyo saja?” Dilla   berkata dengan  sangat lembut di pendengaran Handoyo sehingga memancing Hasrat lelaki  itu yang naik mendengar suara sang biduan cantik.


“Besok  kamu ada jadwal kerja gak, Dilla?”


“Aku  sudah meminta Shinta untuk mengosongkan seluruh jadwalku di minggu ini … kenapa mas Han?” Hanya beberapa undangan nyanyi di televisi tapi itu hanya lusa  yang tidak bisa di cancel.


“Malam  ini aku harus mengamati dengan detail… besok jam 3 pagi… bukakan apartemenmu  untukku… aku akan menemanimu sepanjang hari…  share lock saja alamat kamu.… nanti kamu jemput aku di Lobby apartemen “


Jawab Handoyo dengan penuh semangat.


Handoyo  tersenyum membayangkan  kegiatan panas  yang akan dilakukan besok pagi yang akan menguras energinya esok hari di  apartemen milik Dilla.


“Baik  … aku menunggumu telponmu mas Handoyo, “ Dilla tersenyum mendengar jawaban  Handoyo .


"Hemm... Aku harus konsentrasi kembali. " Pandangan handoyo kembali terfokus pada rumah itu.


"Aku menunggumu sayang !'


Panggilan  itu segera diputus oleh Handoyo mengingat sebuah mobil “Lamborgini Urus” berhenti di depan pagar yang langsung memasuki ke halaman rumah mewah yang diamatinya . Ia melihat seorang pria turun dan ia  segera disambut oleh seorang wanita yang sedang mengandung dan seorang anak lelaki kecil yang terlihat meloncat-loncat menyambut pria itu pulang.


membantunya untuk membuat perangkat  yang mampu mendukungnya agar bisa memasuki rumah yang dijadikan target pengamatannya.


Handoyo  sudah memfoto seorang satpam melalui kamera  handphonenya yang dilengkapi fasilitas dapat mengambil foto jarak jauh yang  tetap jernih.  Satpam itu  memiliki postur  dan warna kulit itu sekilas mirip dengan tubuhnya.  Dia bertugas dishift ke dua.  Gerak-gerik Satpam itu ketika berjalan diamati oleh Handoyo.  Foto itu dikirimkan kepada  seseorang  temannya yang ahli dan akan membantunya.


Ditekannya nama “Udin” yang ada di  handphonenya. Orang yang akan membantu memperlancar tugasnya.


“Din…   kamu  sudah lihat fotonya…?”


“Belum  bos… bentar….


Handoyo   membiarkan udin memperhatikan detail foto yang dikirimkan. Ia menunggunya   dengan sabar selama beberapa menit, hingga Udin mengkonfirmasi.


“Bos…   ini postur sih bisa masuk… tapi pembuatan kulit sintetis tu bisa 3 hari sampai   benar-benar kering dan lagi ini harus ditambah untuk tangan , bos… karena  satpamnya kan pake tangan pendek terus tangan boss kan bertato jadi harus   sintetis harus sampe juga untuk tangan… gimana bos?”


“Baiklah   3 hari… harga gimana?”


“Masih   sama boss… tapi boleh minta Dp 50%  dulu…   karena untuk beli sintetis… aku kehabisan bahan…dan untuk bahan pendukung harus   ambil dari Bandung.

__ADS_1


“Hem…   aku transfer sekarang.


“Baik    boss…nanti kalo udah siap… aku kabari bos…


Handoyo   mematikan panggilannya. Ia telah mengetahui sesi pergantian satpam di rumah   itu. Shift terdiri  dari 3 kelompok.   Kelompok 1 dari pukul 07.00 pagi, shift ke dua pukul 15.00 dan  shift ke tiga pukul  23.00 .  Ia hanya perlu mengikuti rumah sang satpam yang telah difotonya  tadi dan mengetahui tempat tinggalnya.


Data   nama satpam yang bertugas shif pagi dan  shift siang  dan nama kepala ART  yaitu Ibu   Martini sudah  dapat Handoyo peroleh karena  mobil   sayur itu mengalami kempis ban dan dia  menyamar untuk membantu pedagang sayur itumemperbaiki mobilnya. Pedagang sayur  itu tidak curiga karena Handoyo mengatakan dia juga merupakan  kontraktor yang   sedang digunakan David Pratama untuk menservis AC dan CCTV rumah besar itu.  Sesama pekerja yang merupakan langganan dari rumah David Pratama membuat mereka   akrab dan data dapat diperoleh dengan mudah oleh Handoyo.


Handoyo menghubungi salah seorang ahli pembajakan data komputer yang dikenalnya di penjara empat  tahun yang lalu. Adrian adalah pria yang diselamatkan ketika di dalam penjara akibat fisiknya yang lemah dan Handoyo menyelamatkan pria itu. Ditekannya nomor itu dan pada panggilan ke tiga, telephon itu dijawab . Suaranya begitu parau seperti orang bangun tidur.


"Hallo .... " Adrian menjawab dengan mata terpejam.


"Kau baru bangun, dri ?"


"eh... mas handoyo... aku baru tidur ini mas... sudah 2 hari aku gak tidur karena mengerjakan proyek dari AS. Ada apa nih... tumben mas han telepon.. apa jaringan dan wifi di rumah mas bermasalah? Apa kena pembajakan ya rekening mas Han?'


"Aku akan kirim foto dan bentuk CCTV di rumah itu... bisa kau kacaukan media transmisinya sehingga aku bisa aman masuk ke rumah itu?'


"Tenang saja... apa yang tidak bisa aku lakukan... mas Handoyo tinggal infoin kita ketemu dimana dan kapan kita beroperasi... jarak terjauh dari rumah target 100m ya, Mas han?"


"Ya... aku akan infokan sekitar 3 hari lagi proyekku jalan... kau pastikan... kau bisa... sehari sebelum eksekusi... aku akan mengajakmu lihat area kerja.


"baik mas handoyo... aku catat dulu jadwal pentingku.... ngomong-ngomong... proyek ini ada uangnya gak, mas ?'


"Jika berhasil aku akan transfer 1 milyar untukmu...cukup ?"


"Wow... proyek gede nih... asyik-asyik...aku pasti datang dan membantu mas Han... aku hutang nyawa padamu !'


Panggilan diputus oleh Handoyo. Ia makin yakin bahwa aroma kesuksesan langkahnya membereskan Soffie dan David  semakin  lancar.  Ia tersenyum dan memesan mobil dari aplikasi sewaan mobil untuk langkahnya 3 hari kemudian.  Semua pendukung kegiatannya sedang dalam proses. Ia tinggal mengikuti sang satpam yang bernama Sholeh dan menculiknya di hari H.


Setiap pekerjaan memang harus dipikirkan matang-matang termasuk pekerjaan Handoyo yang membutuhkan persiapan yang mendetail dan terencana dengan baik.


 


 


 


*****


Happy Reading Guys !!!

__ADS_1


Terimakasih telah berbaik hati membaca tulisan karyaku ini. Semoga kalian dapat mengikuti alurnya. Bolehkah tinggalkan jejak di sini... Thanks a lot guys...


__ADS_2