
Tidak ada di dunia ini yang didapatkan dengan mudah, semuanya membutuhkan kerja keras bahkan berpeluh keringat demi mencapai sebuah tujuan.
Jika aku tidak dapat melakukan hal-hal besar maka aku akan melakukan hal-hal yang hebat di pandanganku.
*****
Sebuah mobil Avanza hitam terparkir tidak jauh dari rumah besar nan megah di daerah Kebayoran. Sudah 10 jam mobil hitam itu berada di situ dan mengamati sejak pukul 07.00 dan orang yang di dalam mobil itu diam tidak bergerak dan mengamati seluruh pergerakan di dalam rumah itu.
Rumah dua warna yang bercat biru tua dan biru muda yang terang dan berpagar hitam yang tinggi sehingga terkesan individualis modern. Rumah itu dijaga oleh 3 orang satpam di setiap shiftnya dan terdengar suara anjing yang ikut membantu tugas pengawasan rumah itu. Satpam bertugas bergantian berputar untuk berkeliling di dalam halaman rumah itu dan mengamati rumah itu dari luar .
Handoyo terus memperhatikan detail lingkungan tempat tinggal Soffie yang berada di jalan utama salah satu perumahan mewah daerah Kebayoran. Selain itu CCTV yang ikut berperan membantu pengawasan rumah
itu. Hanya sebuah mobil berisi air minuman gallon, tabung gas yang mengirimkan dan diijinkan masuk melalui
pemeriksaan satpam di depan, mobil pengantar sayur dan buah dan beberapa kali mobil penghuni rumah itu keluar dan masuk. Semua Handoyo catat dan perhatikan dengan mendetail.
Tipikal orang kaya yang sulit diketemui jika tidak dengan perencanaan yang matang, pikir Handoyo. Sketsa dan langkah-langkah terus , dia coret-coret di buku catatan miliknya. Ia tersenyum ketika melihat handphonenya berdering pelan dan di layar handphonenya terlihat nama penyewa jasanya yang merangkap kekasihnya menghubunginya.
“Ya.. “Sahut Handoyo pendek.
“Mas Handoyo dimana ? “ Tanya Dilla dengan manja.
“Di depan rumah target, kenapa?”
“lagi kerja mengamati ya?” Dilla tersenyum mendengar jawaban Handoyo yang benar-benar melakukan tugasnya.
Dilla ingin mengetahui detail pekerjaan pria itu tapi dia memahami pria itu sedikit bicara dari karakternya. Ia harus menjaga intonasi bicaranya agar pria itu tetap antusias menjalankan tugasnya.
“Hem..
“Sudah makan belum mas Han?” Mau aku kirimkan makanan gak ke situ pake aplikasi online?”
“Aku bawa bekal… sudah kupersiapkan semua?” Jadi kamu gak usah khawatir…
“Emh… apakah bekerja hingga malam hari ? " … Apakah mas Handoyo, tidak pulang ke rumah atau tetap di situ bekerja terus ?” Dilla bertanya dengan sedikit ragu.
“Kenapa… aku biasa tidur di mana saja …jadi tidak masalah. Yang penting pekerjaanku berhasil… dan pemakai jasaku puas!”
__ADS_1
“Aku takut kamu lelah, mas Handoyo… emh … jika malam istirahat , apakah malam ini mas Handoyo mau menginap di apartemenku , mas Han?” Biar bisa merebahkan badan dan membersihkan diri biar tetap konsentrasi dalam menjalankan tugasnya … kan apartemenku tidak begitu jauh dari tempat mas handoyo bertugas… gimana?”
“Kau mengundangku… apakah kau merindukanku, Dilla? “ Handoyo tersenyum bahagia mendengar tawaran Dilla yang mengundangnya untuk istrirahat di apartemennya.
“emh… Aku sekarang terbiasa tidur di pelukanmu …. Apakah mas Handoyo keberatan jika malam ini istirahat di apartemenku… apa aku yang menunggu di rumah mas Handoyo saja?” Dilla berkata dengan sangat lembut di pendengaran Handoyo sehingga memancing Hasrat lelaki itu yang naik mendengar suara sang biduan cantik.
“Besok kamu ada jadwal kerja gak, Dilla?”
“Aku sudah meminta Shinta untuk mengosongkan seluruh jadwalku di minggu ini … kenapa mas Han?” Hanya beberapa undangan nyanyi di televisi tapi itu hanya lusa yang tidak bisa di cancel.
“Malam ini aku harus mengamati dengan detail… besok jam 3 pagi… bukakan apartemenmu untukku… aku akan menemanimu sepanjang hari… share lock saja alamat kamu.… nanti kamu jemput aku di Lobby apartemen “
Jawab Handoyo dengan penuh semangat.
Handoyo tersenyum membayangkan kegiatan panas yang akan dilakukan besok pagi yang akan menguras energinya esok hari di apartemen milik Dilla.
“Baik … aku menunggumu telponmu mas Handoyo, “ Dilla tersenyum mendengar jawaban Handoyo .
"Hemm... Aku harus konsentrasi kembali. " Pandangan handoyo kembali terfokus pada rumah itu.
"Aku menunggumu sayang !'
Panggilan itu segera diputus oleh Handoyo mengingat sebuah mobil “Lamborgini Urus” berhenti di depan pagar yang langsung memasuki ke halaman rumah mewah yang diamatinya . Ia melihat seorang pria turun dan ia segera disambut oleh seorang wanita yang sedang mengandung dan seorang anak lelaki kecil yang terlihat meloncat-loncat menyambut pria itu pulang.
membantunya untuk membuat perangkat yang mampu mendukungnya agar bisa memasuki rumah yang dijadikan target pengamatannya.
Handoyo sudah memfoto seorang satpam melalui kamera handphonenya yang dilengkapi fasilitas dapat mengambil foto jarak jauh yang tetap jernih. Satpam itu memiliki postur dan warna kulit itu sekilas mirip dengan tubuhnya. Dia bertugas dishift ke dua. Gerak-gerik Satpam itu ketika berjalan diamati oleh Handoyo. Foto itu dikirimkan kepada seseorang temannya yang ahli dan akan membantunya.
Ditekannya nama “Udin” yang ada di handphonenya. Orang yang akan membantu memperlancar tugasnya.
“Din… kamu sudah lihat fotonya…?”
“Belum bos… bentar….
Handoyo membiarkan udin memperhatikan detail foto yang dikirimkan. Ia menunggunya dengan sabar selama beberapa menit, hingga Udin mengkonfirmasi.
“Bos… ini postur sih bisa masuk… tapi pembuatan kulit sintetis tu bisa 3 hari sampai benar-benar kering dan lagi ini harus ditambah untuk tangan , bos… karena satpamnya kan pake tangan pendek terus tangan boss kan bertato jadi harus sintetis harus sampe juga untuk tangan… gimana bos?”
“Baiklah 3 hari… harga gimana?”
“Masih sama boss… tapi boleh minta Dp 50% dulu… karena untuk beli sintetis… aku kehabisan bahan…dan untuk bahan pendukung harus ambil dari Bandung.
__ADS_1
“Hem… aku transfer sekarang.
“Baik boss…nanti kalo udah siap… aku kabari bos…
Handoyo mematikan panggilannya. Ia telah mengetahui sesi pergantian satpam di rumah itu. Shift terdiri dari 3 kelompok. Kelompok 1 dari pukul 07.00 pagi, shift ke dua pukul 15.00 dan shift ke tiga pukul 23.00 . Ia hanya perlu mengikuti rumah sang satpam yang telah difotonya tadi dan mengetahui tempat tinggalnya.
Data nama satpam yang bertugas shif pagi dan shift siang dan nama kepala ART yaitu Ibu Martini sudah dapat Handoyo peroleh karena mobil sayur itu mengalami kempis ban dan dia menyamar untuk membantu pedagang sayur itumemperbaiki mobilnya. Pedagang sayur itu tidak curiga karena Handoyo mengatakan dia juga merupakan kontraktor yang sedang digunakan David Pratama untuk menservis AC dan CCTV rumah besar itu. Sesama pekerja yang merupakan langganan dari rumah David Pratama membuat mereka akrab dan data dapat diperoleh dengan mudah oleh Handoyo.
Handoyo menghubungi salah seorang ahli pembajakan data komputer yang dikenalnya di penjara empat tahun yang lalu. Adrian adalah pria yang diselamatkan ketika di dalam penjara akibat fisiknya yang lemah dan Handoyo menyelamatkan pria itu. Ditekannya nomor itu dan pada panggilan ke tiga, telephon itu dijawab . Suaranya begitu parau seperti orang bangun tidur.
"Hallo .... " Adrian menjawab dengan mata terpejam.
"Kau baru bangun, dri ?"
"eh... mas handoyo... aku baru tidur ini mas... sudah 2 hari aku gak tidur karena mengerjakan proyek dari AS. Ada apa nih... tumben mas han telepon.. apa jaringan dan wifi di rumah mas bermasalah? Apa kena pembajakan ya rekening mas Han?'
"Aku akan kirim foto dan bentuk CCTV di rumah itu... bisa kau kacaukan media transmisinya sehingga aku bisa aman masuk ke rumah itu?'
"Tenang saja... apa yang tidak bisa aku lakukan... mas Handoyo tinggal infoin kita ketemu dimana dan kapan kita beroperasi... jarak terjauh dari rumah target 100m ya, Mas han?"
"Ya... aku akan infokan sekitar 3 hari lagi proyekku jalan... kau pastikan... kau bisa... sehari sebelum eksekusi... aku akan mengajakmu lihat area kerja.
"baik mas handoyo... aku catat dulu jadwal pentingku.... ngomong-ngomong... proyek ini ada uangnya gak, mas ?'
"Jika berhasil aku akan transfer 1 milyar untukmu...cukup ?"
"Wow... proyek gede nih... asyik-asyik...aku pasti datang dan membantu mas Han... aku hutang nyawa padamu !'
Panggilan diputus oleh Handoyo. Ia makin yakin bahwa aroma kesuksesan langkahnya membereskan Soffie dan David semakin lancar. Ia tersenyum dan memesan mobil dari aplikasi sewaan mobil untuk langkahnya 3 hari kemudian. Semua pendukung kegiatannya sedang dalam proses. Ia tinggal mengikuti sang satpam yang bernama Sholeh dan menculiknya di hari H.
Setiap pekerjaan memang harus dipikirkan matang-matang termasuk pekerjaan Handoyo yang membutuhkan persiapan yang mendetail dan terencana dengan baik.
*****
Happy Reading Guys !!!
__ADS_1
Terimakasih telah berbaik hati membaca tulisan karyaku ini. Semoga kalian dapat mengikuti alurnya. Bolehkah tinggalkan jejak di sini... Thanks a lot guys...