
Kadang lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti apa yang kau rasakan.
*****
David terbangun ketika pria kecilnya menaiki badannya. Mata David mulai terbuka ketika Dean mulai memukul dan menarik tangannya.
"Papa.... papa bangun dong!" Teriak Dean dari atas tubuh papanya yang masih terbaring di ranjanganya.
Diliriknya jam di dinding kamar itu. Pukul 08.30. Sudah cukup Siang dia bangun mengingat para tamunya juga pulang cukup larut malam dari rumahnya.
" Mama mana de?" David bertanya pada Dean karena tidak dilihatnya istrinya dalam kamar.
"Masak dan bikin makanan untuk kita semua.... hari ini mbak libur semua, jadi mama yang masak, pa !" Dean menjelaskan seperti perkataan Soffie padanya. "Papa... Dean sudah laper, tapi Dean baru boleh makan kalo papa sudah bangun... turun yuk pah... laper banget... mama buat sosis ... wangi banget pa!"
David tersenyum mendengar celotehan anak lelakinya yang berusia 5 tahun dan cerewetnya minta ampun . Ia bangkit dan menggendong jagoan kecilnya ke ruang makan. Dilihatnya Soffie dan mama Jeany sedang menata meja. Stefanus keponakannya sedang menatap Ipad miliknya dengan serius sambil mengunyah roti.
"Wah... Dean hebat...bisa buat papa bangun dan langsung ke meja makan?" Soffie tersenyum memandang prianya yang baru bangun dan rambutnya acak-acakan serta wajahnya masih mengantuk.
"Masak apa sayang?" Aku dan Dean sudah lapar... katanya kalo papa gak bangun... mama gak kasih makan, gitu ,De... ?" Lirik David pada anaknya yang sibuk dengan sosisnya.
"Iya .. tadi kan mama yang bilang gitu....'Dean jawab dengan santai.
Soffie dan Mama Jeany tersenyum melihat Dean yang begitu polos bercerita pada papanya. Sementara David memilih menggunakan kamar mandi di dekat ruang makan untuk mencuci mukanya dan menyikat giginya. ketika David keluar dari kamar mandi, Stefanus sang keponakan langsung menghampirinya dan menunjukkan isi Ipadnya.
"Om lihat deh... Sedang viral di sosial media, mereka pada membahas kasus perampokan dan bahkan ini dibilang karena Om merebut tender perusahaan ataupun om terlibat kasus proyek yang sedang "Mangkrak "dikerjakan pemerintah, sehingga om banyak yang tidak menyukai...dan banyak yang berkata-kata disini.
David membacanya secara sekilas. Ia tersenyum . "Jangan Kuatir nanti Michael akan membereskannya, sekarang kamu makan dulu, dan ikut om untuk lihat papa dan mamamu, " David mengacak rambut keponakan lelakinya yang sedang tinggal di rumahnya.
__ADS_1
"Iya om... kenapa berita bisa simpang siur begitu ya, om... seharusnya kan kalo mereka tidak tahu tidak boleh berbicara sembarangan.
"Biar saja... mereka terlalu sibuk ngurusin orang lain sedangkan kita sibuk dengan urusan keluarga kita.... yang penting kita semua sehat dan dapat berkumpul kembali !" David berkata bijak menimpali.
*****
Sepulang dari rumah sakit dan mengantarkan Stefanus menemui Papa dan mamanya di rumah sakit, David pergi bersama Michael menuju kantornya. David diminta oleh para pemegang saham untuk melakukan konferensi pers mengenai banyaknya berita yang tidak benar beredar di masyarakat dan di dunia bisnis.
Bagus Pratama, Ayah David juga meminta untuk menjelaskan informasi yang beredar di Jakarta karena bisa merembet ke kantornya yang di Ottawa. Berita miring ini harus diselesaikan dengan segera demi keamanan dan kestabilan perusahaannya.
Tiba di kantor utama "Pratama Grup" David sudah melihat para wartawan sudah berkumpul menantinya. Segera ia memasuki ruang konferensi yang berada di taman samping Pratama Grup yang menggunakan tenda terbuka
dan kursi-kursi yang diatur cukup berjauhan demi keamanan peserta yang hadir dan wajib menunjukkan bukti bahwa mereka sudah di swap .
Peserta yang hadir harus mematuhi persyaratan yang ditentukan oleh standar keamanan gugus tugas COVID dan keamanan gedung. Untuk itu jika biasanya setelah acara para wartawan dapat makan bersama dengan pihak perusahaan, sekarang hanya diberikan makanan dalam kotak sehingga mengurangi waktu kebersamaan mereka.
Jika bukan pimpinan perusahaan, David memilih melakukan prinsipnya tapi sejumlah tuntutan ada di pundaknya. Kadang David berfikir lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti apa yang kau rasakan. Ia tahu dalang pelaku kejahatan yang menerpa keluarganya tapi ia harus membatasi bicaranya dan menjaga tindakannya demi keamanan beberapa pihak dan menjaga nama baik keluarga besarnya.
David menarik nafas dan tersenyum memandang para wartawan yang sedang menunggunya. Siaran ini dilakukan secara live sehingga sudah dipesankan oleh beberapa pihak agar David dapat mengendalikan emosinya.
David : Selamat Siang semuanya, maaf saya mengundang Bapak dan ibu wartawan di ruangan terbuka disini dan disituasi yang kurang kondusif karena memang kita tidak boleh berkerumun dan untuk itu saya mohon Bapak/ ibu tetap jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan!"
Saya David Pratama, mengucapkan terimakasih atas waktunya kepada Bapak/Ibu untuk menyempatkan diri meliput berita yang terjadi di rumah saya. Memang benar ada kejadian cukup mengejutkan di rumah kami tetapi itu bukanlah sebuah perampokan, Beberapa waktu yang lalu, Kami memang mendapatkan ancaman dari seseorang yang akan membunuh anggota keluarga kami, dan untuk itu kami memang meminta bantuan dari polisi dan saat ini polisi sedang menyelidikinya lebih mendetail. Tapi mengenai korban jiwa, tidak ada satu orangpun yang meninggal dalam kejadian tersebut di rumah kami . Ambulan hanya mengangkut korban yang terluka dan ada 14 orang mendapat luka cukup serius, termasuk polisi yang bertugas di rumah kami dan mungkin besok siang, yang terluka itu sudah boleh pulang dan melakukan aktifitas kembali seperti sebelumnya kecuali 1 orang yaitu
kepala keamanan rumah kami yang memang terluka sangat parah dan memang sudah cukup berumur sehingga membutuhkan istrirahat untuk pemulihan. Sementara pelaku yang terlibat dalam kejadian ini juga ikut terluka parah terkena tembakan. Untuk lebih detail nanti polisi yang akan menjelaskan. Untuk itu saya mohon Bapak/Ibu Wartawan membantu kami untuk menyebarkan dan menghentikan praduga lainnya. Saya sangat berterimakasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada keluarga kami.
Wartawan 1 : Pak David apakah pelaku itu orang dalam atau orang yang bekerja di rumah bapak ?”
__ADS_1
Wartawan 2 : Pak David , kami mendengar rumor bahwa “Cepot berdarah “terlibat , benarkah itu, pak ?" Biasanya Cepot berdarah itu jika bekerja tidak ada yang mampu melawannya... apakah ini bukan tindakannya mengingat pola serangan dari "cepot berdarah" agak berbeda dari yg sebelumnya, ini sama sekali tidak ada korban jiwa?"
Wartawan : Bukankah ini persaingan bisnis karena perusahaan bapak termasuk perusahaan terbaik di Asia?” Saya dengar Bapak kena "Blacklist"dari salah satu perusahaan yang ada di Jepang?" Benarkah itu?"
Michael : Demikian penjelasan dari Pimpinan perusahaan Pratama Grup, untuk itu jika ingin medapat informasi mengenai detail kejadian bisa ditanyakan ke pihak kepolisian karena itu adalah ranah dari kepolisian. Sedangkan mengenail blacklist, ini tidak benar... beberapa waktu mendatang perusahaan kami akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan terkemuka dari Jepang. Terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu wartawan di gedung Pratama grup.
Usai Press Konferensi berlangsung, David meminta Michael menghubungi "Dilla Pratiwi" . David ingin berbicara dengan wanita itu. Ia ingin melabrak dan menghancurkan wanita itu. Ketika Michael berhasil menghubungi nomor Dilla dan berbicara dengan wanita itu ia memberikan telepon itu kepada David dengan kode"pembicaraan ini direkam"
"Dilla...."Panggil David dengan ketus di telephon.
"Ya Sayang.... David akhirnya menghubungiku.... kamu merindukan aku kan Vid ?" Dilla menjawab dengan suara merdu dan terdengar sangat manja
"Dilla hentikan semuanya sebelum aku benar-benar menghancurkanmu ... aku tahu ini ulahmu... kamu tahu kan jika aku marah?' Kamu sudah menyerang orang yang tidak bersalah padamu..kamu harus berhenti Dilla... kamu tidak takut jika Tuhan menghukummu !"
"David... kamu bicara apa sih... aku hanya ingin kamu kembali padaku... aku tidak tahu apa-apa yang terjadi.... kumohon David , kembalilah padaku, Vid... aku masih menunggumu.. aku masih sangat mencintaimu !"
"Dengar Dilla .... apapun yang terjadi, Aku tidak akan kembali bersamamu.... jangan memancingku untuk menghancurkanmu !"
"Kamu tidak memiliki bukti apapun tentangku selain aku yang sangat mencintaimu, David.... aku yang ingin bersamamu.... bukan wanita itu !"
David menutup telephon itu dengan penuh amarah. Sementara diujung telephon sana, Dilla tersenyum. Ia berkata dalam hatinya "Terimakasih, Mas Handoyo... kamu membuat David menganggapku ... terimakasih atas pengorbananmu....aku akan menunggumu hingga kamu datang, Mas Handoyo !"
*****
Happy Reading Guys.!!
Boleh tinggalkan jejak disini, tapi diatas semuanya itu, aku ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang telah berbaik hati membacanya dan memberikan jejak disini. Thx a lot.
__ADS_1