Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2.20. Melangkah bersamaku?"


__ADS_3

Berhentilah untuk  bertanya bagaimana kita dapat menemukan pasangan yang baik untukku, Aku akan  menjadi orang yang lebih baik sampai aku ditemukan oleh pasanganku.


Saat ini aku memang  melangkah sendirian, maukah melangkah bersamaku hingga akhir usiaku?


 


*****


"Halo ..."Jawab Amara dengan lembut.


"Hai... Selamat malam Ibu Amara... Apakah saya mengganggu?" Apakah saya mengganggu tidur anda?"


"Tidak Pak Jajang.... ada apa pak?" Apakah ada masalah di kelas Bapak tadi sehingga Bapak menelpon saya di larut malam begini?'


"Maaf saya tidak sopan... Apakah kamu tidak kenapa-napa?"


"Maksudnya?"


"Saya sudah mendengar cerita tentangmu... maaf aku bersikap lancang... tapi aku benar-benar tak tahan... aku tidak suka melihatmu bersedih.... apakah aku bisa membantumu ?"


"Huff... gosip cepat menyebar... saya yang tidak beruntung... biarkanlah terkadang Tuhan memberikan petunjuk bahwa dia bukan Jodoh saya dengan cara yang berbeda. Terimakasih Pak Jajang atas perhatiannya. Saya tidak kenapa-napa... hanya sedikit lelah karena saya harus mencari dosen pengganti untuk Fahri yang keluar di tengah masa perkuliahan.


"Oh... apakah sudah mendapatkan dosen pengganti untuk kelas Pak Fahri?"


"Sudah sih ... hari ini jam delapan malam tadi baru deal... makanya saya terburu-buru meninggalkan kampus untuk menemui dosen pengganti, emh... namanya  Ibu Nina dari Universitas Esa Modern yang kebetulan memiliki waktu yang pas dengan kami.


"Oh ... Syukurlah... sudah ada pengganti untuk dosen pengganti... emh boleh tanya yang lain?"


"Tanya apa maksudnya Pak Jajang?"


"Kalo untuk pengganti Pak Fahri di hati Amara .. apakah sudah ada?"  Jajang nekad menanyakan ini karena ia takut kedahuluan Amara melabuhkan hatinya di pria lain. Ia tidak mau kehilangan kesempatan kembali.


"Hah... Maksudd Pak Jajang?"


"Bagaimana kalo aku melamar untuk menjadi pengganti Fahri di hati Amara... emh ... apakah masih ada kesempatan untuk menjadi kekasih kamu?"


Amara terkejut mendengar pernyataan Jajang. Bagaimana ini ? Pria yang baru dikenalnya dan baru berjumpa beberapa kali dan menyatakan ingin menjadi kekasihnya. Amara terdiam dan semakin terkejut ketika mendengar pernyataan Jajang berikutnya.


"Amara ... Bagaimana jika saya adalah jodohmu ... maukah melangkah bersamaku hingga akhir usiaku?"


 


“jangan bercanda PakJajang….saya tidak suka bermain-main atas suatu hubungan dan saya...

__ADS_1


“Aku serius Amara… Aku  menyukaimu sejak pertama kali bertemu…  Saat kamu datang menemuiku di kampus, aku sudah yakin bahwa kamu adalah jodohku.  Saat ini aku memang melangkah sendirian, ...maukah  kamu melangkah bersamaku hingga akhir usiaku?  Ijinkan aku yang membalut lukamu.. . aku tidak suka melihat sedihmu.... Aku sangat suka melihat senyummu.,,,,,,Aku serius… aku tidak akan mengajakmu untuk berpacaran tapi aku mengajakmu untuk menikah… bisakah kau pikirkan tawaranku ?


"Maaf aku tidak tahu bagaimana menjawabnya... selama ini aku hanya berfikir kamu adalah partner kerja yang baik  dan aku tidak mau menjadikan suatu hubungan sebagai pelarian, rasanya tidak adil bagimu , jika aku masih berusaha menyembuhkan lukaku , bisakah memberikanku waktu?"


"Aku akan menemani melewatinya... biarkan kita menjadi dekat dahulu sambil mempersiapkan pernikahan kita... Aku akan menghapus nama Fahri di hatimu.


" Terimakasih.... bisakah kita menjadi teman dahulu sehingga bila akhirnya kita tidak jadi pasangan kekasih tapi hubungan pekerjaan tidak berakhir?" Tanya Amara dengan ragu


"Dengarkan aku... ketika aku mengenalmu pertama kali dan kita bertemu di kampusmu dan kau kenalkan Fahri padaku.. apakah aku langsung memutuskan kontrak kerja kita? Aku akui aku hanya mau bekerja karena ingin melihatmu... Jadi pegang kata-kataku... Aku tidak akan keluar dari pekerjaan ini meski Kau menolakku.... meski aku sangat berharap sebelum kontrakku berakhir... kamu sudah menjadi istriku.


"Mari kita mengenal lebih dekat Pak Jajang dengan melakukan komunikasi yang lebih intens... maaf saya baru merasa kamu teman yang menyenangkan.


"baiklah temanmu ini , minta tidak memanggil Bapak lagi... karena aku bukan "Bapakmu !"  Jajang sedikit memberikan penekanan pada kata Bapak. "Bisa Panggil aku, yang lain... panggilan terhadap teman yang sudah dekat!


"Emm...Jajang  rasanya tidak sopan... kupikir kamu sedikit lebih tua daripadaku dan kamu orang sunda... Aa Jajang, gimana?"


"Bagus... aku suka kamu memanggilku Aa.... rasanya gimana gitu.. Mara....  Bolehkah  Aku akan menemui


orang tuamu  untuk mengenalkan diri bahwa aku adalah teman dekatmu?


“Aku akan memikirkannya…


“Amara… terimakasih… lepaskan pria yang mengkhianatimu… mari melangkah dengan pasti bersamaku… percayakah kamu  bahwa ketika kamu menemuiku hari itu, aku merasa engkau adalah pasanganku dan aku harus memilikimu... Aku benar-benar yakin... Mungkin aku tidak sekaya kamu... tapi aku punya pekerjaan dan tempat tinggal yang nyaman... kurasa aku bisa menghidupi keluargaku...  Jadi kumohon pertimbangkanlah aku ya , Mara?"


“Berikan aku waktu…aku   akan menghubungimu nanti


" Boleh Aa Jajang.  terimakasih atas teleponnya malam ini... terimakasih telah menjadi temanku.


“ Aku menunggu kabar baik darimu , Amara ....Selamat malam Amara.


"Selamat  malam  Aa Jajang. sampai nanti.


Panggilan telepon diputus oleh Amara, namun ada raut bahagia di wajah Jajang. Hubungannya  dengan perempuan yang menarik hatinya sudah melangkah lebih maju. Ia akan menunjukkan kepada genk rumpiesnya bahwa ia akan memiliki kekasih yang cantik. Semoga saja berhasil, doanya sebelum ia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya dan terlelap dalam mimpi indahnya bersama Amara.


 


*****


Amara cukup cerdas memberikan jawaban pesan dari Jajang yang terus menyapa dan mengirimkan pesan manis untuknya. Mulai tawaran makan siang bareng, makan malam dan jalan menghabiskan waktu. Untungnya kesibukan mengajar dan rapat di kampus membuat alasan penolakan terasa wajar.


Amara hanya bingung apakah pantas langsung merajut kasih dengan Jajang di kala ia masih belum selesai menyembuhkan luka hatinya. Benarkah pria itu benar-benar mau membantunya menghapus lukanya


Amara masih terduduk termanggu di meja kerjanya ketika pintu ruangan kerjanya diketuk sehingga membuyarkan lamunannya

__ADS_1


"Masuk, " jawabnya singkat sehingga pengetuk pintu membukanya dari luar dan semakin terkejut ketika melihat pria yang seharian ini ia abaikan ajakan pesannya.


"Hai.... sedang sibuk ?" Tanya Jajang dengan penuh keyakinan dan duduk di kursi di depan meja kerja Amara.


"Tumben Aa kemari... ini bukan selasa minggu pertama... bukannya jadwal Aa penuh?"


"Aku ingin melihatmu... emh... kamu habis menangis?" Tanya Jajang melihat mata Amara yang agak membengkak dan terlihat ada sisa air mata disana.


"Apakah  begitu terlihat  A?"   padahal aku berusaha menutupinya dengan make up?" Jawab Amara dengan segera ia mengambil tas make up-nya tanpa ragu dan memandang matanya. Jajang tersenyum melihat Amara yang sedikit lebih terbuka padanya.  "Ibuku sakit ketika mendengar aku putus hubungan dengan Fahri... mungkin ia khawatir padaku... aku menjaganya semalaman... jadi mataku terlihat lelah," Jawab Amara sambil masih melihat kaca dan menyapukan pelembab di sekitar matanya.


"Sabar ya Mara.... bagaimana kalo kita sekarang lihat ibumu?"


"Hah...janganlah... ntar ibuku akan bertanya macam- macam... gak enah ah...


"Tenang aja... aku pasti bisa menjawabnya.... kayaknya nilai ujianku waktu Tesis kemarin juga gak jelek... jadi kalo menghadapi calon ibu mertua... kurasa masih bisa.. tinggal bagaimana ijin dari anaknya saja nih...


"Ish... pede banget...Aa... sudah makan malam?"


"Belum,  Aku mau mengajakmu makan malam makanya aku ke sini dari kampus di  Depok.


"Mau makan malam di rumahku, A ?"  Beneran  nih gak takut ketemu ibuku?"


"Ya... aku mau makan malam di rumahmu... aku mau mengenal keluargamu... Bolehkah?"


Mata Coklat muda milik Amara menatap tajam mata hitam pekat milik Jajang. Kalo begini ceritanya gimana Amara bisa menolak pria yang mulai menelisik hatinya. Benarkah ia mulai tertarik pada pria ini?.


 


 


*****


 


Happy reading Guys !! Bolehkah tinggalkan Jejak berupa komentar/ saran/ like atau hadiah apapun itu , thx a lot . Tuhan berkati kalian semua yang telah membacanya. Salam sehat selalu.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2