
Aku tidak tahu bagaimana dan kapan rasa rindu ini mulai hadir, tapi aku selalu menantimu untuk kembali di sisiku.
Aku tidak mau mencintai dalam sendirian. Aku ingin bersamamu, kekasihku.
*****
Mata Dilla semakin berat dan perlahan tertidur. Padatnya aktifitas hari ini membuatnya lelah fisik dan makin jatuh terlelap. Namun dinginnya ruangan itu tidak mampu membuat dirinya terjaga ketika ada seseorang hadir di kamarnya.. Selimut masih terlipat rapi di ujung tempat tidur. Orang itu menghampiri tubuh yang terbaring di ranjang. Direngkuhnya tubuh yang mulus dan sexy itu.
Tubuh Dilla yang semula kedinginan karena gaun tidurnya tersingkap berganti dengan kehangatan. Mata Dilla masih terpejam ketika ada kehangatan yang merengkuhnya. Kehangatan itu menghampiri dan menjalar ke seluruh tubuhnya. Dimulai dari sentuhan pada bibirnya dan turun ke lehernya dan makin turun kebawah tanpa bisa dihentikannya.
Sensasi yang lembut dan nikmat membawanya dirinya serasa terbang. Kenyamanan yang Dilla rindukan kembali menghampiri. Dan kehangatan itu masih sama dengan yang diberikan oleh pria yang beberapa waktu ini menghilang dari kehidupannya. Dilla makin terbuai atas kehangatan yang datang.
Setitik kesadaran hadir di otak Dilla karena mencium sebuah aroma yang sangat dirindukannya. Aroma dan rasa itu masih sama, gigitan kecil yang diberikan di tubuhnya, sesapan lidah itu membuat Dilla mengumpulkan sedikit ingatan pada pria yang seminggu yang lalu menolak diberikan air minum tetapi menggodanya dengan minum air bergizi yang ada di tubuhnya. Pusat inti tubuhnya serasa ada yang masuk dan membuatnya bergeliat.
"Mas Han....." Desahnya pelan namun belum mampu membuka matanya.
Tubuhnya saat ini tidak memiliki air bergizi yang biasa diminum bayi. Seketika ingatan Dilla mulai terkumpul dan membangkitkan kesadarannya, Ini bukan mimpi. Jamahan dari sebuah kehangatan itu nyata menyentuhnya. Tubuh Dilla terasa tertimpa seseorang dan terus bergerak diatasnya. Kehangatan itu makin membuatnya yakin bahwa ini bukan mimpi dan membuat inti tubuhnya menjadi semakin tidak nyaman karena ada yang menerobos masuk dan keluar di intinya.
Dilla membuka matanya dan terkejut . Pria yang beberapa minggu ini selalu mengisi hati dan menghangatkan tubuhnya. saat ini sedang berada di atasnya dan mulutnya masih terus menghisap bagian favorit milik Dilla. Pria itu sangat menyukai tubuh atas wanitanya dan itu merupakan simbol kesexyan Dilla Pratiwi, sementara tangannya ada di inti tubuh Dilla terus bergerak membangkitkan gairah sang pemilik tubuh.
"Mas Han... " Dilla terkejut melihat pria yang di atasnya sedang menikmati tubuhnya. Dilla sudah tidak berpakaian dan pria itu masih menggunakan kemeja hitam dan masih sibuk bergerak liar di atas tubuhnya. Dila yakin hanya pria ini yang mampu melakukannya dalam sekejab saja.
'Mas Han......Oh Mas Han... kamu kok bisa datang, " DIlla menarik kepala Handoyo dan pria itu tersenyum memandang Dilla yang terbangun akibat ulah nakalnya.
Handoyo mengecup kekasihnya dengan lembut, tanpa kata dan melakukannya kecupan itu di seluruh wajahnya. Wajah Handoyo mulai ditumbuhi kumis dan jenggot, membuat Dilla sedikit geli akibat ulahnya.
"Apakah aku sedang bermimpi, " Dilla menyentuh pipi Handoyo berulangkali.
"Sayang.... kamu akhirnya terbangun.... kamu cantik sekali sayang.... aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.... aku sangat merindukanmu, Dilla !" Handoyo kembali mencium bibir kekasihnya itu.
__ADS_1
"Mas Han.... bagaimana kamu bisa kemari... apakah kamu melarikan diri dari tahanan polisi?" Tanya Dilla dengan penuh rasa ingin tahu. "Katakan padaku mas Han!" Rengek Dilla manja.
Seluruh stasiun televisi dan media cetak menceritakan kronologis penangkapan "Cepot Berdarah" dalam peristiwa yang terjadi di rumah David, Namun bagaimana bisa jika pria ini sekarang ada di atas ranjangnya. Apakah pria ini melarikan diri? Dilla tidak memahami bagaimana pria itu bisa masuk ke kamar apartemennya dengan lancar tanpa kunci, password dan melewati pihak keamanan dari apartemennya. Pria itu tersenyum dan mencubit hidung Dilla pelan.
" Aku punya pengacara hebat... Kamu sudah bertemu dengannya kan?" Dia yang menjaminku... aku bisa berada di sini selama 3 hari sebelum sidang perkara... dan kurasa aku akan ada di dalam penjara sekitar 2 tahun karena tidak ada korban jiwa dari peristiwa kemarin... Jadi bukan melarikan diri, Warmen yang mengurusku dan mengantarku ke sini, Sayang , " Handoyo menjelaskan tanpa ragu pada kekasihnya.
"Oh... syukurlah... aku senang sekali kamu ada disini.... bisakah Warmen membebaskanmu?"
"Entahlah... tergantung perjuangan dia dan keputusan hakim... tapi dia bilang paling lama 2 tahun!"
" Maukah kamu menungguku, Dil ?" Handoyo berkata lirih sambil mengelus pipi Dilla.
Dilla menatap Handoyo tajam dan ia melihat tidak ada kebohongan di mata pria itu.
" Mas Han, Aku tidak tahu bagaimana dan kapan rasa rindu ini mulai hadir, tapi aku menantimu untuk kembali di sisiku... tapi bolehkan aku menjengukmu jika putusan pengadilan sudah muncul ?" Aku takut jika terlalu lama merindukanmu... aku ingin memelukmu dan membawakan makanan untukmu.
"Tidak..... jika itu membahayakan karirmu dan kau hanya boleh ke sana jika Warmen yang mendampingimu untuk mengunjungiku, Ia akan memikirkan cara agar kamu bisa mengunjungiku tanpa terliput media, " Handoyo menarik kepala Dilla dan mengecup keningnya lama hingga Dilla mendorongnya karena wanita itu teringat sesuatu.
"Mas Han....
"Aku hamil.... kata dokter.... kemungkinan usia kandunganku adalah sekitar 5 minggu, " Dilla berkata sambil menatap Handoyo lekat.
Dilla khawatir jika pria itu menolaknya dan memintanya untuk menggugurkan kandungannya. Bagaimana jika rasa bahagia ini hanya miliknya seorang dan pria itu tidak pernah menginginkan dirinya dan bertanggungjawab atas benih dalam kandungannya. Dila trauma akan penolakan di hidupnya. Sudah cukup rasanya mencintai dalam sendirian.
Handoyo terkejut dan berfikir sebentar. Lalu ia tersenyum lebar dan memeluk Dilla erat.
"Terimakasih sayang, ....Berarti jika saat ini anakku berumur 5 minggu , maka aku langsung gol ketika kita bercinta di rumahku...ketika kita pertama kali bertemu.... akhirnya aku akan memiliki penerusku.... oh... terimakasih Dilla.... dengarkan aku... setelah ini aku akan berubah menjadi pria yang bertanggungjawab pada keluargaku, aku akan bekerja yang halal.... kamu jaga dan besarkan anakku dahulu... aku akan kembali nanti..." Handoyo berkata sambil mencium perut Dilla berulang kali.
"Kamu bahagia atas anak ini, mas Han?'
"Tentu... ia adalah darah dagingku... aku yang akan menjagaku... dengarkan aku... selama aku di dalam penjara, kamu jangan bekerja terlalu lelah... asetku sebagian akan kuserahkan padamu....biar Warmen yang mengaturnya... jangan kuatir soal biaya hidup kalian.... hasil pekerjaan di masa laluku tidak akan habis dimakan oleh kamu dan anakku.... jaga dia untukku. Nanti Adrian akan mengantarmu jika harus kontrol ke rumah sakit dan ia akan mengirimkan foto-fotomu padaku.
"Adrian... siapa Adrian?"
"Kamu mengenalnya.... beberapa hari yang lalu ia meminta foto berdua denganmu waktu kamu ada kerjaan di Bandung... pria berkacamata itu... aku dapat kiriman foto kalian.
"Oh... dia temanmu?"
__ADS_1
"Hemmm... dia menganggapku ayah semenjak aku menyelamatkannya dulu.
"Pantas... dia mengkhawatirkanmu jika aku memanfaatkannya, bahkan memintaku untuk pergi darimu, aku menolaknya dan bilang aku sedang hamil anakmu dan dia langsung pergi tanpa kata... pria yang tidak tahu sopan santun.
"Biar saja dia memang seperti itu... tapi dia baik, dia hanya khawatir... kamu akan mengerti akan kebaikannya. Aku bisa memasuki apartemen tanpa kunci berkat petunjuknya. Jadi jangan kaget bila satu ketika dia ada di ruang tamumu!"
"Oh... mas Han.... aku tidak mau dia tiba-tiba ada di kamarku!"
"Dia tidak akan berani sayang... dia hanya bisa masuk kemari tanpa kunci tapi tidak mampu melewati satpam di depan.......Sayang... aku sudah tidak tahan, boleh aku melakukannya sekarang ?...apakah membahayakan anakku jika kita melakukannya?"
"Dokter hanya bilang tidak masalah dengan kandunganku dan tidak boleh terlalu sering selama aku mengandung,mas Han......Oh.... mas Han...." teriak Dilla ketika Handoyo meremas kuat di puncak kesexyan miliknya itu.
Mereka seakin panas dan menikmati malam itu dalam desahan dan keringat yang mengalir di keduanya. Dilla merintih ketika Handoyo menghentak dalam-dalam dan membuatnya makin jatuh dalam kenikmatan duniawi hingga sesuatu yang hangat mengalir dalam tubuhnya,
Pria itu masih membiarkan dirinya di dalam Dilla dan mendesahkan nama Dilla.
"Akh...........Aku mencintaimu Dilla.... tidak boleh ada seorangpun yang menyentuhmu..... "Teriak Handoyo dengan menggeram puas.
"Aku akan menantimu, mas Handoyo... berjuanglah untuk tidak terlalu lama disana... demi anak kita!"
*****
Happy Reading guys!!"
Jangan lupa jaga kesehatan, makan-makanan yang bergizi dan berfikirlah positif dalam segala hal. Imun tubuh sangat diperlukan di masa ini. Boleh tinggalkan jejak kalian disini?" Thanks dan Tetap semangat dalam menjalani hari. Love you all.
__ADS_1