
Jangan tinggal di masa lalu, jangan memimpikan masa depan yang harus gemilang, pusatkan pikiran pada saat sekarang.
Aku harus bangkit untuk diriku dan berjuang untuk diriku.
*****
Dilla sedang berada di ruang ganti Stasiun " Elang TV " ketika pintu ruang istirahat artis di dalam private room diketuk seseorang. Farrah yang sedang menata kembali barang-barang milik Dilla selepas tampil di Stasiun Elang TV ke dalam kotak-kotak yang akan di bawa ke mobil Dilla.
Farrah sangat terkejut ketika membuka pintu dan mengetahui bahwa yang hadir adalah “Warmen Amsterdam Sitompul” Pria itu adalah pengacara khusus yang menangani kasus kriminal besar di negara ini dan selalu sukses dalam setiap sidang perkara yang dilakukannya. Terkadang Ia suka membantu kaum menengah ke bawah tanpa di bayar jika dilihat bahwa orang tersebut tidak mendapat keadilan. Tindakan itu membuat namanya semakin berkibar di masyarakat Indonesia. Ada apa gerangan pria super sibuk datang ke ruangan khusus artis? Apakah pria itu merupakan fans dari Dilla Pratiwi?
Farrah hanya memperhatikan penampilan pria yang menggunakan jas keren, berkacamata dan menggunakan
beberapa cincin berlian di jarinya. Aroma maskulin memenuhi ruangan ganti itu.
“Ini pasti Mbak Farrah, assisten dari ibu Dilla,..... saya ingin bicara dengan artis anda… penting!” Kata pria itu dengan tegas dan masih berada di depan ruangan ganti. Farrah masih membuka pintu hanya setengah dan seolah menghalangi pria itu masuk.
“Bapak kan…. pengacara yang terkenal itu kan…. Emh.. Pak Warmen Amsterdam Sitompul… yang suka memberi bantuan hukum kepada masyarakat kecil dan selalu menang dalam sidang perkara yang bapak tangani.
“Hemm… begitulah yang orang-orang bilang tentangku… coba kau kasih tau Dilla Pratiwi… aku menunggunya di kafe di sebrang stasiun Elang. TV …katakan padanya… aku diutus untuk mengurus perceraiannya… dia pasti mengerti!”
“Baik pak… tapi saat ini mbak Dilla sedang berganti pakaian dan setelah ini ada janji untuk wawancara dengan tabloid Mingguan "Bulan ”… jadwal hari ini padat sekali, Pak... saya khawatir jika...
“Dia
tidak mungkin menolak pertemuan denganku …katakan saja seperti itu!” Aku
menunggunya sekarang…. Kau cancel saja jadwal wawancara !”
“Baik pak, “ Sahut Farrah sambil memperhatikan pria yang berjas biru muda itu meninggalkannya dan keluar dari private room yang disediakan oleh stasiun TV.
Ketika Dilla selesai berganti kostum untuk pemotretan , Farah langsung menginformasikan tentang kedatangan "Warmen Amsterdam Sitompul" yang menyatakan bahwa pengacara itu disuruh seseorang untuk mengurus masalah perceraian Dilla dengan suaminya, Toshihiro.
Dilla tersenyum mendengar penjelasan Farrah dan langsung meminta Farrah memundurkan dan mengatur ulang jadwal kegiatan berikutnya.
"Farrah.... ntar kamu atur saja pertemuan saya dengan wartawan dari Tabloid itu menjadi nanti sore, saya yang akan datang ke kantor mereka, saya harus mengurus perceraian saya terlebih dahulu...maaf ya, mendadak !"
__ADS_1
"Mbak... apakah mbak yakin akan bercerai dengan Tuan Toshihiro...kita mau lauching produk dan album baru... apakah tidak menunggu setelah launching selesai?" Farrah mengingatkan Dilla karena mereka terikat kontrak yang harus dijalani.
"Biar Pak Warmen yang mengurus semuanya... kamu mundurkan saja jadwalku,Far !"
"Baik mbak Dilla.
Dilla segera meninggalkan ruang ganti menuju kafe yang diminta oleh pengacara terkenal itu. Ia tersenyum mengingat Handoyo menepati semua perkataannya yang menyatakan bahwa perceraiannya akan diurus oleh pengacara dari Handoyo. Satu hal yang tidak pernah terbayangkan bahwa perceraiannya akan ditangani langsung oleh pengacara tenar se-Indonesia.
Ketika memasuki kafe, Dilla melihat di salah satu sudut ruangan seorang pengacara yang sering dia dengar namanya sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi dan terlihat sedang berbicara di handphone. Pria itu melambaikan tangannya seraya meminta Dilla menghampiri dirinya yang masih sibuk berbicara. Dilla duduk di depan pria itu, sambil mengamati penampilan dari pengacara yang fenomenal itu.
"Mbak Dilla Pratiwi...perkenalkan saya adalah "Warmen Amsterdam Sitompul" ... "Sapa Pria itu hangat sambil menyodorkan tangannya kepada Dilla untuk berjabat tangan.
"Dilla Pratiwi... "
"Kamu sudah makan ?" Mau pesan apa?" Rasanya tidak enak duduk ngobrol bersama wanita cantik tapi tidak makanan yang menghangatkan suasana," Ujar Warmen berusaha mengakrabkan diri dengan calon kliennya.
"Saya belum lapar.... tapi tadi saya sudah makan snack di ruang ganti. Thanks Pak Warmen,"Tolak Dilla sambil tersenyum menolak tawaran makan dari
"Saya langsung to the point saja ya.... kamu tahu kan siapa yang meminta saya untuk mendampingi kamu dalam pengurusan perceraian kamu," Warmen memulai inti pembicaraan ke arah serius.
"Yang pasti bukan Toshihiro... tapi saya perlu memastikan bahwa yang ada di pikiran kita adalah orang yang sama," Sahut Dilla dengan memelankan suaranya .
" Menurut Asistenku, Pasta di sini cukup enak... kita makan dulu, biar ada alasan jika ada yang memperhatikan... santailah nona.... Handoyo memintaku untuk mendampingimu dan merahasiakan status pernikahan kalian.
"Dia sudah memberitahukan semuanya sama Pak Warmen... apakah Bapak juga yang menangani perkara dia sekarang?"
"Begitulah... aku mengenalnya sudah lama, ....sekarang Makanlah dulu... kita bicara sambil makan agar bisa kamuflase dan mengatur strategi ,"Bisiknya pelan pada Dilla dan membuat wanita itu menganggukan kepala sebagai tanda persetujuan.
Mereka makan sambil berbicara sambil lalu mengenai pekerjaan dan membuat lingkungan kafe melihat keakraban mereka. HIngga Pasta itu habis tak berisa di piring keduanya.
"Mbak Dilla... nanti saya ada berkas yang harus mbak Dilla tangani berkaitan dengan pendampingan hukum yang harus saya dan tim saya lakukan... terhitung ketika berkas itu ditanda tangani maka semua urusan berkaitan perceraian akan saya yang handel. Mbak Dilla jika ada yang meminta penjelasan apapun dari mbak Dilla.. katakan saja , bahwa semua urusan sudah saya ambil alih.
"Saya mengerti untuk itu... bagaimana dengan kontrak iklan dan saya akan launching album, Pak Warmen?"
"Biar saya bantu tangani karena itu nantinya akan berkaitan... dan untuk biaya jasa saya dan tim semua sudah dibayar lunas oleh "DIa".... hebat sekali kamu mbak Dilla bisa membuat pria itu melakukan apa saja untukmu....benar kan?"
Dilla tersenyum tidak membantah ucapan pria itu.
__ADS_1
*****
Malam semakin larut di apartemen Dilla, dan ia baru saja berbaring di atas tempat tidurnya yang berukuran King. Tubuhnya sangat lelah ditambah pertemuan dengan pengacara kiriman Handoyo yang membuatnya harus membaca detail perjanjian dengan cermat.
Matanya semakin berat dan perlahan membawanya tertidur. Dilla mendesah pelan karena ada yang menyentuh tubuhnya dan mengelus bagian pentingnya . Tubuhnya kedinginan karena selimut yang belum digunakan dan gaunnya yang tersingkap. Mata Dilla masih terpejam ketika menikmatinya sentuhan itu.dan Dilla merasakan ada sebuah kehangatan yang merengkuhnya. Kemudian menyentuh bibirnya dengan lembut dan mengalirkan sensasi yang nikmat dan membawanya pada suatu kenyamanan yang beberapa hari hilang.
"Mas Han... "Bisiknya pelan.
Kehangatan itu turun menelusuri lehernya dan makin turun ke bawah. Dilla mengingatnya ketika pria itu haus dan menolak di ambilkan air minum tetapi memilih meminumnya langsung dari tubuhnya. Malam ini mengapa rasa yang sama itu masih ada dan gigitan itu terasa nyata dan berat sekali diatas tubuhnya.
Seketika ingatan Dilla mulai terkumpul dan membangkitkan kesadarannya karena ini serasa bukan mimpi. Tubuhnya ada di bawah tubuh seseorang dan sekarang ia dibawah kendali orang lain. Dilla membuka mata dan terkejut.
*****
Happy reading guys...... boleh tinggalkan jejak disini. Thanks telah membacanya dengan setia.
Jangan lupa tetap jaga kesehatan ya! Love you All...
__ADS_1