Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
29. Beaten Up


__ADS_3

Ardi begitu kecewa dengan teman-temannya yang menurutnya tidak berguna. DIlemparnya amplop coklat untuk mereka dan meminta mereka pergi untuk berobat. Para temannya itu hanya dihadiahi David tendangan dan 3 orang yang semula membawa senjata tajam, cuma mendapat 1 patahan tangan atau kakinya.


Ditelponnya asisten Ardi yang kebetulan tinggal di kawasan Tanah Abang sehingga  bisa mengantarnya ke rumah sakit terdekat.


" Bud... tolong antar aku donk ke rumah sakit.. Aku baru di rampok nih.


" hah... Pak Ardi dirampok,  Baik pak .. sekarang bapak ada dimana?"


"Saya ada di Pos 3 dekat rumahmu..


"Saya ke sana sekarang pak, mohon ditunggu.


"Thanks budi


*****


Di rumah sakit yang berbeda Ardi lagi dirawat akibat patah lengan kanan dan tangan kanan.  Sabrina yang ditelpon Ardi untuk segera datang ke  rumah sakit   Cipto Mangunkusumo.


Ketika Sabrina  datang ke rumah sakit,  Budi Assisten Ardi masih mendampinginya. Sabrina terkejut melihat suaminya penuh perban di kaki dan tangannya.  Bahkan tubuh suaminya tidak bisa digerakan. Ardi masih bisa tersenyum melihat Sabrina datang.


“Mas Ardi , ini kenapa bisa gini sih…  Apa yang terjadi?


“tadi aku dirampok dan aku melawan mereka  dan kalah Sa… ya jadinya begini, Sa... maaf ya … kita gak bisa jalan-jalan bulan depan. Aku  saja gak bisa jalan...


“gak papa mas… Apakah mas Ardi sudah lapor polisi? Apa saja yang hilang mas?


“ Sudahlah gak usah lapor polisi. Aku sudah mengikhlaskan barang yang hilang itu.... Mungkin kalo aku gak melawan dan langsung ikhlas, kaki dan tanganku gak akan patah gini, kadang-kadang aku merasa aku mendapatkan barang itu dengan berjuang dan aku gak mau kehilangan tanpa perjuangan,, huff...,"rutuk Ardi menyesali kebodohnnya melawan David.


"Memangnya barang apa sih mas yang hilang?


"Sudahlah... lupakan saja, aku jadi kesal jika ingat kebodohanku. Biarkan saja Sa.. bisakah kamu tidak menanyakan barang apa itu?


Ardi terdiam dan terus merutuki kebodohannya. Seandainya Sabrina mengetahui bahwa yang disesali Ardi adalah kehilangan Soffie, tidak mungkin Sabrina sebaik ini padanya dan kemungkinan akan meninggalkannya dan mengabarkan pada Soffie dan keluarganya.   Dan yang lebih parah itu , Suami Soffie yang memukulinya akan menertawai kebodohannya.  Oleh sebab itu Ardi mengatakan kepada orang-orang bahwa ia dirampok dan ia tidak bisa melawan mereka. Bagi Ardi lebih terhormat melawan mereka daripada menceritakan sejujurnya.


"Baiklah mas Ardi.  Bagiku keselamatan Mas Ardi lebih penting. Oh Yach mas,perlukah aku meminta surat ijin dokter untuk kantormu, agar Budi bisa menyerahkan ke rektor kampusmu! Kamu kan tidak bisa mengajar selama beberapa waktu.


"Oh iya Sa, tolong kamu urus ya, Maaf aku merepotkan!


"Jangan seperti itu mas.... aku istrimu yang harus membantumu dan mendampingimu!

__ADS_1


"Sa... bisakah selama aku dirawat  dan terapi aku tidak ingin ditengok siapapun termasuk pihak kampus?


"Baiklah mas... Bagaimana kalo kita tinggal Di Karawang saja dulu biar tidak ada orang yang mencarimu?


"Baiklah setelah aku diijinkan pulang dari rumah sakit , kita tinggal di Karawang dulu bersama adik-adikku. Thanks Sasa...


 


*****


 Tiga hari kemudian di sore hari Dokter datang untuk mengecek luka pada tubuh Ardi. Dokter memeriksa Ardi dengan seksama dan tersenyum melihat perkembangan kesehatan pasiennya.


Ardi dijinkan pulang besok dan selama aktifitas satu bulan ini Ardi harus menggunakan kursi roda sebelum beralih ke alat bantu jalan dan melakukan berbagai terapi untuk membantunya bisa menggunakan kakinya untuk berjalan dengan normal.


"Mas... kamu mau kursi roda yang model apa?"Tanya Sabrina dengan lembut.


"Terserah  sa... bagiku itu hanya alat bantu sementara. Kamu aja yang pilih, aku hanya menggunakan sementara, jadi model apapun terserah yang penting memiliki  nilai guna.


"Oke mas,  besok  ridwan, adikmu datang untuk membantuku membawa mobil ke karawang dan membantumu mengangkat dari mobil.


"Maaf ya sa, karena kebodohanku  kamu jadi repot dan adikku harus ijin kuliah.


"gak papa,mas... cepat pulih ya!


"Tapi mas... ini kan rumah sakit., dan bagaimana jika ada yang datang melihat kita.


"  Gak papa, kita ini kan suami istri,  ... aku cuma ingin kamu memelukku... aku merasa tenang jika kamu memelukku.. Bolehkan  sa?"


Sabrina merebahkan tubuhnya di sebelah kiri Ardi dan karena tubuh Sabrina yang ramping memungkinkan ia berbaring di sebelah suaminya. Ia memeluk tubuh ardi yang tidak diperban. Ia mengerti suaminya lagi sensitif dan kesal karena tidak bisa melawan perampok.


Tak terasa mereka berdua terlelap hingga besok pagi. Mungkin terlalu lelah hati dan lelah fisik memungkinkan mereka tidur di area terbatas. Sabrina tersenyum memandang wajah tampan suaminya yang lebih muda darinya. Suaminya yang begitu lembut dan perhatian pada Sabrina. Ia tidak masalah membantu keuangan keluarga Ardi karena baginya Ardi adalah hidupnya.


 


*****


Sementara itu  Budi, sang Asisten Ardi  harus pulang lebih malam   karena harus menggantikan Ardi  mengajar di kampus, akhirnya tiba di rumahnya di Kawasan Tanah Abang.  Dalam perjalanan pulang ketika akan masuk gang rumahnya, Ia melihat Bayu yang menggunakan tongkat di ujung gang sedang meroko. Ia menghentikan laju sepeda motornya.


"eh... Bayu... kenapa tangan kamu," Tanya Budi ketika melihat temannya menggunakan kayu yang membatasi gerak tangannya..

__ADS_1


"Partner kerja  elo  di kampus gak cerita soal perkelahian kami?


"hah... kamu terlibat apa sama  Pak Ardi? Kamu yang merampok Pak Ardi ?


"Gila kali ya lo..gue dibilang rampok...


"Emang Pak Ardi gak cerita sama kamu?


"Gak lah... sama istrinya juga gak tuh... dia melarang kami bertanya-tanya pada dia. Pak Ardi cuma bilang di rampok


"Hem... kamu mau tahu?


"Iya lah..  ada apa sih sebenarnya Bay?


" Tapi elo bisa jaga rahasia gak nih...ntar partner elo marah lagi.


"Iya lah... kan kamu kenal aku sudah lama, udah cerita aja!


"Waktu itu Pak Ardi telepon Bang Jali... Kamu kenal kan Bang Jali?


" Hah.... Pak Ardi kenal bang Jali?


"Iya mereka itu ternyata  sepupuan


"Oh terus gimana ceritanya...


" bang Jali ajak 7  orang termasuk aku untuk ngasih pelajaran kepada seseorang yang bernama David. Katanya anak Mama yang ngambil pacar Ardi. Terus ternyata  kita semua kalah sama anak mama itu... eh tau gak bang Jali  tangan  dan kakinya juga patah.   Gue kan dikasih senjata dan belum ngapa-ngapain juga sama si David itu... gila juga dia  langsung  patahin tangan gue. Ya Jadi gini deh...


Ya ampun ternyata cuma gara-gara cewek. Pantas Pak Ardi tidak mau cerita alasan penganiayaan yang dilakukan orang itu, Pakai bilang di rampok lagi... Pak Ardi.. Pak Ardi... ada-ada aja. Budi tersenyum mendengar cerita Bayu, temannya itu  Padahal istri Pak Ardi juga cantik. Dasar lelaki gak pernah puas, pikir Budi. ternyata Pak Ardi tidak sealim penampilannya.


" Oh ... terus kalian dapat biaya berobat, gak?"


"Dapat sih... pak David kasih duit ke bang Jali. Tapi aku gak tau berapa. Aku cuma dikasih lima juta sama Bang Jali.


" ya udah , semoga kamu cepat sembuh."Ujar Budi sambil meninggalkan temannya.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2