
Tuhan tidak pernah lupa menjawab doa kita sekalipun kita sudah lupa tentang apa yang kita doakan. Dia selalu memberikan kepada kita tepat pada waktunya.
*****
Hari ini Keluarga David Pratama resmi pindah dari apartemen yang berada di Sudirman ke rumah baru mereka yang berada di bilangan Kebayoran. Memang lebih jauh dari kantor David tetapi David merasa apartemen mulai tidak nyaman jika Dean semakin besar dan membutuhkan banyak aktifitas.
David sudah membeli sebuah rumah besar yang memiliki 10 kamar tidur, 1 ruang tamu dan 2 ruang keluarga dan dapur yang besar berada di lantai 1. Kamar David dan Soffie berada di lantai 2 yang telah direnovasi dan disiapkan oleh Soffie , bersebelahan dengan kamar Dean yang memiliki connecting door dengan kamar utama. Ruang perpustakaan dan ruang fitnes berada di lantai 3. Rumah itu sangat besar dan memiliki taman di bagian depan dan belakang. Kolam renangpun tersedia di dekat taman belakang. Untuk keamanan selain dilengkapi oleh CCTV dan memiliki 2 anjing herder, kediaman itu dijaga oleh tiga security yang terbagi atas tiga shif dan memiliki 5 orang ART dan memiliki 3 orang sopir yang membantu kegiatan penghuni rumah utama.
Rumah itu memiliki kepala Rumah tangga yang dipegang oleh Ibu Martini yang bertanggungjawab langsung pada Soffie. Sedangkan Pak kidi yang selama ini menjadi sopir pribadi Soffie tetap bekerja dan menjadi Sopir utama untuk Soffie. Tidak berubah hanya ditambah beberapa orang yang akan membantu menjaga rumah besar itu. Ibu Martini adalah seorang wanita yang memiliki keahlian bela diri yang cukup mempuni. Ia dipercaya menjaga rumah besar atas permintaan Bagus Pratama (Ayah David) yang pernah membantunya ketika keluarga ibu Martini terkena musibah.
Tamu-tamu yang hadir ke rumah David kebanyakan adalah anggota keluarga dan karyawan kantor yang cukup intens memang berhubungan dengan David saja. Demikian juga Soffie yang hanya mengundang sahabat terdekatnya. Henry dan Santika akan hadir cuma agak terlambat karena harus mempersiapkan pesta pernikahan mereka terlebih dahulu. Sementara Lily dan Jajang sudah hadir di rumah baru Soffie. Josh suami Lily tidak hadir karena sedang ada tugas ke luar kota. Demikian juga Sonny sudah hadir bersama Dissy yang sedang mengandung anak ke dua mereka, dan Stefanus yang sudah beranjak remaja juga hadir di rumah baru mereka.
Mama dan Papa David pun sudah tiba dari Kanada untuk melihat rumah baru putranya dan terutama bermain dengan cucu mereka yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan Dean. bagi kedua orang tua itu, Dean merupakan fotocopi David kecil . Mereka amat menyayangi cucu tunggal mereka dan berharap agar David dan Soffie dapat segera memberikan adik bayi bagi Dean, agar semakin ramai keluarga mereka.
Sekarang Dean sudah bisa berjalan dan berbicara sedikit lebih jelas. usianya baru 17 bulan dan sudah bisa memanggil mama dan papa. Cukup menggemaskan.
Dean tidak bisa diam dan selalu mengikuti kemana papanya pergi dan selalu mengganggu papanya di rumah. Hal yang cukup mengganggu bagi David, tapi ia amat menyayangi Dean sehingga membiarkan putra tunggalnya duduk di pangkuannya, mengetik-ketik di laptopnya, meminum airnya dan bahkan ketika David sedang rapat online, putranya ikut muncul di layar kamera kerjanya dan duduk di pangkuannya dengan santai.
Soffie berulangkali menarik Dean dari David tapi pria kecil itu tetap kembali mengekori papanya ketika Soffie lengah dan terlebih di kegiatan syukuran rumah baru mereka yang dihadiri banyak tamu.
Ketika Soffie sedang berbincang bersama Santika dan Henry, Dean kembali mencari papanya dan terlihat papanya sedang duduk di Soffa tengah bersama salah satu rekannya dan Sonny. Dean langsung duduk di pangkuan papanya dengan santai dan David memeluknya.
"Papa....mo itu !" Ujar Dean menunjuk puding coklat di meja. David segera mengambilnya dan menyuapi anaknya dengan santai. Sonny yang melihatnya tertawa dan kagum karena David begitu "care " pada Dean, Sungguh amat berbeda dengan penampilan David di kantor .
"Vid... minggu besok gue gak bisa menemani yang tugas ke Kanada Perkiraan Dissy akan melahirkan... jadi gimana?" Apakah staf legal saja yang jalan?"
'Tak masalah... gue gak lama juga di Kanada... pastikan saja dia paham "rule" dan satu lagi, dia harus fokus untuk stay disana sekitar 6 minggu. Mungkin gue akan ajak Soffie dan Dean di sana, ... elo yang bantu Papa dulu, kami berencana bertukar posisi sementara,... kabari jika Dissy sudah lahiran...
"Ya.. gue akan telpon. jaga adik dan keponakanku dengan baik.
Selagi mereka ngobrol dengan santai, tiba-tiba datang Ardi dan Sabrina ke kediaman mereka. David melihat Ardi datang sambil memeluk pinggang istrinya. Jeanny segera menyambut kedatangan mereka dan mengajaknya untuk duduk di ruang tengah bersama Soffie dan teman-temannya.
David segera bangkit dan menggendong Dean menuju tempat Soffie duduk bersama teman-temannya. Ditepuknya pundak Ardi dan ketika pria itu menengok ke arah David, kedua pria itu tersenyum. David terlebih dahulu mengulurkan tangannya dan disambut oleh Ardi.
"Apa khabar om?"
"Baik David... wah ini jagoannya David sudah besar juga ya... bentar lagi, om juga akan punya jagoan, " Ujar Ardi sambil mengelus perut istrinya.
David tersenyum dan berusaha melupakan pertikaian kecil diantara mereka. Mata David sambil mencari istrinya yang masih ngobrol seru dengan teman-temannya. Soffie jika bertemu dengan teman-temanya itu sudah melupakan yang lain sehingga tidak menyadari bahwa ada tamu lain yang datang.
"Wah... selamat om Ardi, semoga ibu dan dede bayinya tetap sehat...,"Tambah David dan sambil menjabat tangan Sabrina.
"Terimakasih David,... mana Sophie, " tanya Sabrina.
"Tuh... lagi ngerumpi dengan teman-temannya... silahkan dinikmati om dan tante makannya, saya panggil Soffie dulu....
__ADS_1
"Oke.... tante ngobrol dengan mama Jeany dulu ya..
"Vid... kita ngobrol di taman belakang ya, "kata mama Jeany.
"Oke mama...ntar David dan Soffie nyusul ke sana.
David segera menghampiri istrinya yang masih asyik ngobrol dengan teman-temannya. David segera duduk di kursi kosong sebelah istrinya dan setengah berbisik pada istrinya yang tidak menyadari kehadirannya. Sementara Dean masih bergelanyut di lengan papanya.
"Sayang... ada yang mau ketemu tuh., 'bisik David di telinga istrinya.
Soffie terkejut ketika David berbisik dan segera melihat bahwa kedua pria yang dicintainya sudah duduk disampingnya. Ia tersenyum dan berusaha mengambil Dean dari David.
"Dean... kamu pasti ganggu papa lagi ya,... mama cari-cari sudah menghilang lagi ! ' Sini ikut mama...," bujuk Soffie.
Namun Dean mempererat pelukannya pada papanya dan tidak mau beralih ke Soffie. Pria kecil itu menyadari, papanya yang terlalu sering bekerja dan meninggalkannya sehingga ketika ada papanyaa, ia tidak mau digendong Soffie dan hanya sibuk mendekati papanya.
'Awas kamu ya... kalo papa kerja... mama gak mau dekat-dekat Dean deh ...," Ujar Soffie setengah mengancam Dean.
Pria kecil itu terlihat berfikir dan ia segera memeluk Soffie. Soffie tersenyum melihat ancamannya berhasil, David hanya bisa tersenyum pasrah melihat interaksi keduanya.
"Permisi dulu ya... Soffie aku pinjam dulu, ada yang mau ketemu kami disana, " pamit David pada teman-teman Soffie.
"bentar ya Hen, Tika, Lily dan Jajang.... ntar kami kembali lagi !'
Soffie bangkit meninggalkan sahabat-sahabatnya yng sedang berkumpul dan menikmati makanan yang disajikan.
"Bie... emang siapa yang mau ketemu kita?'
"Tuh... lihat aja sendiri! ' Kamu mau aku temani atau sendirian kesana ," Ujar David sambil tersenyum.
Dilihatnya Mama Jeany, Tante Sabrina dan Ardi sedang duduk mengobrol dan menikmati cemilan yang disajikan. Soffie refleks menarik tangan suaminya dan menunjukkan minta ditemani bertemu mereka. Ketika langkah semakin dekat terlihat Sabrina dan Ardi berdiri menyambut kedatangan tuan rumah mereka dan mereka bersalaman.
"Apa kabar tante Sabrina dan Om Ardi, "Ujar Soffie membuka percakapan.
"Baik Soffie... gimana rumah barumu terlihat makin keren yach..., "Puji Ardi. Matanya intens menatap mantan kekasihnya yang semakin cantik tapi apa daya mereka sudah terikat tali kekerabatan. Ada sedikit rasa sesak di hati Ardi terlebih tangan Soffie masih bergelanyut mesra di lengan David , sementara tangan satunya masih memeluk Dean yang mulai mengantuk.
"Terimakasih tante, gimana keadaan tante... kayaknya tante Sasa agak gemukan apa tante lagi hamil ya?"
"iya sudah hampir 4 bulan, phie... Tante senang sekali akhirnya tante sekarang hamil.... Wah Dean juga makin besar... kamu bener-benar mirip David , De... ganteng banget kamu de... tapi Dean kayaknya ngantuk nih "Ujar tante Sabrina dan membuat Soffie harus segera membawa Dean ke kamar.
David tersenyum mendengar pujian tante Sabrina. Setelah beberapa saat ngobrol David mengajak istrinya ke bagian depan rumahnya mengingat masih banyak tamu di rumah mereka.
*****
Malam harinya David tengah berbaring di ranjang mereka berrsama Dean yang belum dipindahkan ke box tidur miliknya. Awalnya pria kecil itu bermain-main dengan papanya dan kemudian tertidur di pelukan David.
__ADS_1
Soffie masih berada di kamar mandi dan ia baru saja mencoba test packnya. Sudah hampir sebulan ia tidak mendapat tamu bulanan, ia baru teringat tadi karena mendengar tante Sabrina hamil dan ia tersadar jangan-jangan ia pun hamil. Di kotak obat di kamar terdapat 3 pack tespack yang beberapa bulan yang lalu ia beli karena ia pun terlambat datang bulan namun karena hasilnya negatif, ia tidak terlalu banyak berharap. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengecek hasilnya dan ternyata terdapat dua garis merah diatasnya.
" Bie... bisa kamu angkat Dean dulu ke box-nya?"
"ya... kamu sudah mau tidur ?"
"gak sih... aku mau ngobrol sama hubbie dulu...
"Mau ngobrol atau mau 'Itu" ," Jawab David sambil tersenyum iseng pada Soffie.
"Ih... gak deh bie... aku mau ngomong dulu...
David bangkit dan mengangkat Dean untuk dipindahkan ke box bayinya. Dilihatnya Soffie sudah duduk di pinggir ranjang mereka.
"Ada apa sayang?" tanya David sambil duduk di sebelah istrinya.
"Ini untuk kamu ...,"Kata Soffie sambil menyerahkan hasil test pack yang bergaris dua itu. David terbelalak takjub.
"Honey... ini beneran ?' tanya David lagi masih tidak menyangka. David benar-benar bahagia dan langsung memeluk Soffie . David mengecup puncak kepalanya berulang-ulang.
"terimakasih Tuhan... Engkau berikan kami kepercayaan kembali untuk memiliki anak kedua... terimakasih sayang ... besok kita ke dokter...anak ini berkat di rumah baru kita...
'Iya bie... besok kita ke dokter... aku saja sempat khawatir bahwa aku tak bisa punya anak lagi,.. dan Tuhan sudah mengabulkan doa kita.
Lalu mereka bersitatap dengan tertawa di bibir. David segera meraup bibir istrinya dan memberikan sesapan lidah . cukup lama mereka bertautan dan saling membutuhkan satu sama lainnya.
"Dia akan kuat di dalam sana kan, phie !"
Tanpa menunggu jawaban Soffie, David meneruskan aktifitasnya yang menguras energi dan mereka menikmati malam yang dingin dengan kehangatan.
*****
Happy reading Guys !!! Bolehkah tinggalkan jejak komentar/ Saran dan kritik juga boleh? atau ide/ hadiah tau klik like/ favorit... Thx telah membacanya !"
__ADS_1